1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 14, 2023
in Khas
Perayaan HUT Kosala: Bersatulah Sastrawan-sastrawan Bumi Serombotan Klungkung

Para sastrawan Klungkung dalam perayaan HUT Komala di SMAN 2 Semarapura

UMBU LANDU PARANGGI, penyair yang biasa disebut sebagai mahaguru oleh sebagian besar penyair di Bali, punya perhatian besar kepada Kabupaten Klungkung, terutama dalam hal pengembangan sastra.

Pada tahun 1980-an hingga pertengahan tahun 1990-an, Umbu, dalam sejumlah kesempatan tak pernah lepas bicara kepada penyair-penyair muda di Bali tentang para penyair-penyair baik hati dari Klungkung. Sang mahaguru akan menyebut Sanggar Binduana dan sejumlah nama, seperti Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita.

Pada satu kolom di halaman Bali Post Minggu, Umbu seringkali memasang agenda kegiatan sastra di Klungkung, dan tak lupa menulis nama-nama penyair dari Bumi Serombotan itu. Maka, para penyair muda akan berdatangan ke Klungkung, entah memang benar ada acara sastra atau sekadar provokasi semata.

Tapi, dulu, Wayan Suartha  bersama Sanggar Binduana, memang kerap menggelar acara sastra dengan mengundang para sastrawan tua dan muda dari luar Klungkung. Acaranya bisa di pusat kota, di sekitar monument yang cukup mencolok itu, atau acaranya digelar di tepi pantai. Pokoknya acara itu selalu berlangsung secara guyub.

Syahdan, Kamis, 13 April 2023, pada laman media sosial, terutama facebook, berseliweran tulisan-tulisan pendek tentang perayaan sastra di Klungkung. Nama-nama yang dulu bersinar, kini disebut-sebut kembali.

“Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”…  Selamat untuk Komunitas Sastra Lentera yang merayakan hari jadi ke-15.

Itu adalah tulisan pendek I Made Sujaya di laman facebook-nya. Dan ia juga memasang orang-orang membaca puisi. Dan orang-orang itu adalah penyair-penyair Bumi Serombotan yang sering disebut-sebut namanya oleh Umbu sekira tahun 1980-an dan 1990-an.

Made Sujaya adalah sastrawan Bumi Serombotan juga. Ia lahir belakangan dari Wayan Suarta dan Ida Bagus Purwita. Namun Sujaya mengaku nama-nama itulah yang dianggapnya sebagai guru yang memberi pengaruh pada dirinya untuk kemudian menekuni sastra.

Sujaya berada dalam acara baca-baca puisi itu tentu karena ia kangen pada acara sastra, terutama acara sastra di daerah kelahirannya.

Wayan Suartha baca puisi | Foto: Sujaya

Acara baca-baca puisi itu juga diposting oleh sastrawan Mas Ruscitadewi di laman facebook-nya. Selain menebarkan foto-foto orang baca puisi, Mas Ruscitadewi juga menyebut-nyebut sejumlah nama yang cukup akrab di telinga penyair muda sekira tahun 19980-an dan 1990-an. Antara lain, ya, itu, Wayan Suartha dan Ida Bagus Parwita. Juga nama Ida Bagus Widiasa Keniten dan Ida Bagus Pawanasuta.

Rupanya, acara-acara baca puisi itu berkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Komunitas Sastra Lentera atau biasa juga disebut Kosala. HUT itu dirayakan di aula SMAN 2 Semarapura, markas dari Kosala sendiri.

“Untuk HUT Kosala, ini sebetulnya tanggal 22 Maret 2023 yang ke -15. Tapi puncaknya kemarin Bli. Nah dalam rangkaian peringatannya, ada lomba internal antar anggota Kosala. Ada lomba mengaktingkan cerpen, lomba menulis cerita mini dan lomba cover lagu. Lombanya sudah dimulai sejak 22 Maret,” kata Ida Bagus Pawanasuta, bos Komala, melalui Whatshap.

Mas Ruscitadewi baca puisi | Foto: Sujaya

Ida Bagus Parwita baca puisi | Foto: Sujaya

Pawanasuta kemudian menuturkan, lomba yang digelar Kosala berlangsung meriah. Yang unik dari lomba ini adalah lintas divisi. Anggota Kosala divisi musikalisasi puisi tidak boleh ikut lomba cover lagu, yang anggota divisi menulis sastra tidak boleh ikut di lomba menulis cerita mini, dan anggota yang sudah sering ikut kegiatan pentas monolog/teater tidak boleh lomba mengaktingkan cerpen.

Dan pada puncak peringatannya, Rabu, 12 April 2023, datangkah sesepuh Mas Ruscitadewi dari Denpasar, Wayan Suartha, Ida bagus Parwita, Ida Bagus Kenien dan Made Sujaya. Acaranya menjadi makin ramai dan guyub. Para penyair itu saling berbalas baca puisi.

Dengan acara semacam itu, tentu saja semua penyair merasa gembira. Mereka seperti larut dalam nostalgia, dan seakan-akan hendak mengembalikan aura sastra pada hal-hal yang menyenangkan. Seperti kata Sujaya, “Bermain-mainlah dengan sungguh-sungguh”, karena sejatinya “sastra itu menyenangkan”, maka “berbahagialah dengan sastra”.

Ida Bagus Widasa Keniten baca puisi | Foto: Sujaya

Dengan peristiwa sastra yang seru semacam itu, Kosala bisa dianggap sebagai wadah yang bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak muda yang hendak belajar soal sastra dan hal-hal kreatif lain yang berhubungan dengan sastra. Kosala juga bisa menjadi wadah untuk mempertemukan kembali penyair yang hidup dalam lintas zaman, lintas generasi, dan lintas pergaulan.

Maka, bersatulah seniman-seniman Bumi Serombotan. Teruslah bermain-main dengan serius.

Ida Bagus Pawanasuta menerangkan Kosala sendiri berdiri 22 Maret 2008. Pada awalnya komunitas itu didirikan untuk mewadahi anak-anak yang suka bermain musik. Kemudian dari bermain musik, kegiatan bergeser menjadi memusikkan puisi.

“Dan perjalanannya pun  kembang kempis karena anggotanya anak sekolahan, datang dan pergi seiring ada yang tamat, ada anak baru lagi,” kata Pawanasuta.

Selama perjalanan bermusik puisi, Kosal sempat meraih sempat juara 3 dan juara harapan 1 lomba musikalisasi puisi di Balai Bahasa Provinsi Bali. Pernah juga meraih juara harapan 3 dalam lomba musikalisaai puisi Rumah Sakit Sanglah, serta juara 1 Lomba musikalisasi puisi SMA/SMK di Unud.

“Mulailah anak-anak lebih inten bermusik puisi. Semenjak 2018, saya juga perhatikan ada anggota yang memiliki bakat berakting, lalu saya juga kembangkan divisi teater,” kata Pawanasuta.

Ida Bagus Pawanasuta | Foto: Sujaya

Di bidang teater, Kosala sempat mendapat juara 1 lomba teater se-SMA/SMK di Kungkung tahun 2019. Lalu semakin bertambahlah anak-anak yang bergabung ke Kosala.

“Dan di masa pandemi 2020, saya buka divisi menulis sastra, lebih banyak menulis puisi dan cerpen. Langsung di akhir 2020 saya buat tantangan semua anggota menulis puisi. Setelah itu puisi dikurasi oleh IB Widiasa Keniten, dan saya terbitkanlah antologi puisi mereka berjudul ‘Menyemai Kata, Merayakan Makna’,” kata pawanasuta.

Semakin berkembang dan semakin ada yang mengenal Kosala sehingga banyak mendapatkan kesempatan untuk pentas. Akhirnya di beberapa kegiatan di Kungkung, seperti Festival Semarapura Kelod dan Festival Semarapura Tengah, Kosala diundang untuk bermain musikalisasi puisi dan mendramakan puisi.

Kosala terus berkembang sehingga iklim pergaulan sastra di Klungkung kembali terbentuk, meski secara perlahan. Buktinya, sastrawan-satrawan senior pun tergoda untuk turun gunung. Selamat Kosala. [T]

Para sastrawan Klungkung dan anak-anak Komunitas Sastra Lentera

Tags: Klungkungsastrasastrawan baliUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tolak Israel, PDIP Uji Ganjar?

Next Post

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co