6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan “Akting”

Jaswanto by Jaswanto
March 29, 2023
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

DI BERANDA KONTRAKAN di Perumahan Griya Sambangan (atau yang sering saya singkat: GS45), saya duduk memandangi empat ekor kucing (2 jantan-2 betina) yang sudah saya rawat sejak kecil sambil memeganggi tempat makanannya—kucing-kucing itu makan dengan lahap. (Ini sudah menjadi kebiasaan saya sepulang bekerja.) Dan sesaat setelah saya menutup tempat makanan kucing itu, sebelum saya beranjak dari tempat duduk, azan Magrib berkumandang. “Cepat sekali,” gumam saya dalam hati.

Hari kedua puasa Ramadan (24/3), tak ada yang lebih istimewa kecuali saya yang tiba-tiba lebih rajin beribadah—tentu saja dengan susah payah—daripada hari-hari biasa. (Ini “akting” klasik yang selalu saya lakukan saat bulan puasa.)

Seorang awam seperti saya, rajin ibadah saat puasa Ramadan, sekali lagi dengan susah payah, adalah sebuah prestasi yang sangat menggembirakan. Ya, di balik semangat rohani saya, ada fisik yang menderita sebenarnya—tentu saja, orang seperti saya kelaparan bukan hal yang mudah. Mungkin itu karena fisik saya begitu lemah, atau jangan-jangan karena cetek ilmu dan iman saya, tapi bisa jadi juga karena kemanjaan saya.

Namun, bisa jadi karena seluruh rasa berat itulah, mendengar suara azan Magrib dari musala kecil Perumahan Griya Sambangan itu, hidup saya terasa ringan. (Suara azan di bulan puasa adalah hadiah yang menarik hati.)

Saya masuk kontrakan, menuju kamar, minum tiga teguk air untuk membatalkan puasa, dan segera mengganti baju. Teman-teman kontrakan sudah menyiapkan hidangan buka puasa. Sederhana saja: hanya ada nasi, telur dadar, sayur sop, dan es teh, tanpa kurma atau takjil yang macam-macam. (Puasa kali ini rasanya memang tak ingin makan macam-macam. Saya tak mau menjadi diri yang kemarin (yang dulu), yang cerewet, yang ingin membeli dan memakan apa saja saat menjelang buka puasa. Kenapa saya—dan mungkin juga kebanyakan orang—tiba-tiba bisa serakus itu?)

Seorang teman mengirimi saya sebuah pesan WhatsApp: “Sepertinya bulan Puasa kali ini banyak yang berubah”. Saya agak kaget membacanya. Lama saya termenung. Benarkah bulan Puasa telah berubah?

***

Ibadah puasa memang tentang “menahan”. Menahan segala sesuatu yang berkaitan dengan nafsu/ego. Leluhur kuno menyebut laku menahan ini sebagai laku Mesu Budhi Babahan Hawa Sanga. Dan puasa adalah laku paling rahasia. Laku untuk menemukan diri—yang oleh Sunan Kalijaga diibaratkan dengan “penekno blimbing kuwi”. Puasa adalah jalan pribadi untuk menuju Tuhan, bukan jalan umum. Puasa adalah ibadah rahasia dan paling mesra dari seorang hanya kepada Gustinya.

Lantas, kenapa kita malah menjalankan ibadah puasa dengan ingar bingar? Ugal-ugalan? Foya-foya? Kedamaian yang telah berganti dengan keberisikan, keramaian yang tak bisa terbendung—dan kita larut, hanyut, menyerah pada keadaan?

Benar apa yang dikatakan Mahfud Ikhwan, pada kenyataannya, puasa adalah saat pasar sedang ramai-ramainya, jalan raya macet total, dan mal menambah jam bukanya; para buruh bekerja lebih keras dari biasanya (bukan karena mereka menelan nasihat para dai bahwa puasa tak boleh menghalangi semangat kerja, melainkan karena mereka mesti memastikan baju Lebaran untuk anak-anaknya tidak lebih buruk dari anak tetangga, atau tiket mudik dan oleh-oleh untuk keluarga di kampung sudah tersedia bujetnya); ibu-ibu jauh lebih sibuk di dapur dari hari-hari biasa, karena mereka bukan hanya memasak lebih banyak dan lebih istimewa dibanding hari-hari biasa, tapi juga mesti memutar uang belanja lebih lihai karena semua harga bahan pokok naik.

Di bulan-bulan selain bulan Puasa, biasanya satu jenis makanan atau minuman saja sudah cukup. Akan tetapi, pada saat bulan Puasa, tampaknya saya, misalnya, telah menjadi orang yang paling kapitalistik—dan juga rakus. Akibatnya, rasa malas untuk salat Tarawih menyerang. Dengan sangat terpaksa berangkat salat Tarawih, sebab merasa tidak enak dengan yang lain. Setelah selesai Tarawih, sedikit baca Alquran (kadang malah tidak sama sekali), tentu banyak ngemilnya. Kemudian, sahur banyak-banyak biar siang kuat berpuasa. Menjelang imsak, masih sempat minum obat lambung supaya tidak terserang maag dan minum vitamin agar tidak lelah seharian.

Dan itu, jangan lupa, bukankah kita juga butuh hiburan saat puasa? Puasa  yang  identik dengan kata sabar, soleh, rajin ibadah, atau introspeksi, tampaknya juga bergandengan dengan kata berat, susah, bosan, sepi, atau hal-hal semacam itu. Itu membuat (mungkin) ada pihak yang berpikir bahwa orang berpuasa butuh ditemani, dihibur, diberi imbalan, disenangkan, dst. Dari situlah kiranya, ketika tiba puasa, penyanyi-penyanyi, atau grup band, punya tawaran lagu atau album religi baru untuk menemani dan menghibur kita.

Dan produsen sirup, kata Mahfud Ikhwan, menawarkan rasa dan kemasan botol baru; penyedia jasa internet menawarkan paket layanan baru; mal-mal menjanjikan harga diskon besar-besaran; pasta gigi halal dengan cita rasa buah entah apa dari Korea diperkenalkan; sebuah produk kopi sasetan menawarkan umrah gratis bersama seorang dai kondang yang pandai berpantun; kontes dai cilik dengan juri terdiri atas ustad-ustadah kesayangan Anda dimulai lagi; Raffi Ahmad dan Soimah punya acara komedi jelang sahur baru yang dijamin lebih lucu dan lebih seru; dan Deddy Mizwar terus memperpanjang Para Pencari Tuhan hingga season ke-16. Dan seterusnya…

Barangkali teman saya benar (jika yang dimaksud soal esensi puasa), bahwa bulan Puasa memang berubah. Dan hal di atas sebagai gambaran situasi puasa yang tampaknya sudah bergeser dari kewajiban ibadah menjadi bagian dari ritual (mungkin sudah menjadi kebiasaan) konsumsi budaya massa yang tampak kapitalistik—walaupun pada akhirnya, kita kembali pada klise tentang hidup, bahwa ini adalah tentang pilihan masing-masing. Kita bisa memilih menjalani puasa sesuai dengan apa yang kita inginkan.

***

Saya memandang sajadah yang terlipat di atas tempat tidur, menimbang, mau salat dulu apa makan dulu. Ah, hamba amatiran seperti saya kadang lebih banyak alasan daripada langsung bergegas mengerjakannya. Benar memang, selama bulan Puasa saya lebih rajin beribadah, tampak lebih sabar, kalem, setengah mati menahan hawa nafsu, belajar menjadi manusia spiritual, belajar untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tapi, itu semua, sesungguhnya, setelah Idulfitri-lah, yang akan menjadi bukti, apakah saya hanya berpura-pura ibadah, atau memang sungguh-sungguh menjalaninya.

Oh, sial. Saya terlanjur memikirkannya. Ya, setelah sebulan penuh berpuasa, memangnya apa yang berubah dari saya? Apakah saya akan kembali rajin beribadah, masih sabaran, kalem, bisa menahan hawa nafsu, dan dekat dengan Tuhan?

Kita lihat saja. Dan itu, apakah musala atau masjid juga akan tetap ramai, tidak kembali sepi? Apakah tayangan TV dan YouTube—yang siap menghibur kita—tetap menampilkan yang islami-islami? Apakah artis-artis kita tetap akan reliji-reliji? Apakah di status Facebook atau grup-grup WhatsApp akan tetap bertebaran kata-kata mutiara, doa-doa, permohonan maaf, dan bukan kata-kata makian, ujaran kebencian, hoaks, dll?

“Celaka. Atau jangan-jangan, bulan Puasa hanya bulan penuh “akting”? Bulan Puasa bukan bulan untuk belajar “menahan”, belajar untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi bulan untuk belajar melatih kepura-puraan kita?” tanya seseorang di kepala saya, bertubi-tubi.

Seorang teman mengajak saya untuk segera berbuka puasa. Dan saya kembali memandangi sajadah itu—saya pesimis. Dengan amal yang tidak sebanding dengan dosa ini, untuk mengharapkan surga tentu saya sangat tahu diri.

Saya keluar kamar, memakai sarung dan baju takwa putih, bergabung dengan teman-teman yang lebih dulu berbuka. Segera saya mengambil tiga centong nasi, menaruhnya di tengah piring, lalu setengah potong telur dadar, beberapa sendok sop, menghiasi di atasnya. Saya makan dengan lahap.

Dan setelahnya, pertanyaan-pertanyaan, renungan-renungan, kesadaran-kesadaran di atas segera lenyap dari kepala saya, seperti yang sudah-sudah—saya menguap kekenyangan, berkali-kali.[T]

Menyepi Bersama Kata-kata
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Libur Hari Jumat
Tags: bulan puasaPuasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit

Next Post

Peran Strategis Asuransi Kesehatan Cegah Lingkaran Kemiskinan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Peran Strategis Asuransi Kesehatan Cegah Lingkaran Kemiskinan

Peran Strategis Asuransi Kesehatan Cegah Lingkaran Kemiskinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co