25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Libur Hari Jumat

Jaswanto by Jaswanto
March 7, 2023
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

AWAL 2000-an, saya pernah merasa sangat jengkel dan iri (dengki) sampai ujung rambut. Sisi antagonis itu seolah memenuhi ruang hati saya yang sempit—dan dengan begitu membuat dada saya terasa sesak.

Sebabnya hanya satu: saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) (yang liburnya di hari Jumat.)

Bagi orangtua yang sholeh (tahu agama), hari Jumat, selain dianggap keramat, juga diyakini membawa berbungkus-bungkus keberkahan. (Belakangan saya tahu, dalam kepercayaan Islam, Adam diciptakan, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga, sampai datangnya kiamat, semua itu, terjadi di hari Jumat.)

Tetapi begini, pengetahuan itu gelap bagi seorang anak kelas tiga MI seperti saya. Bagi saya, hari yang diyakini dikabulkannya do’a-do’a itu, justru saya anggap sebagai “kutukan”. Tunggu, jangan emosi dulu! Begini ceritanya–dan ini ada hubungannya dengan teknologi ciptaan orang Skot itu.

Pada akhir ’90-an, Dusun Karang Binangun (dusun tempat ari-ari saya ditanam) heboh karena segelintir warganya mampu membeli penemuan bernama TV (tipi, lidah orang kampung saya menyebut). Di dekat rumah saya, sesamar ingatan, setidaknya ada tiga rumah yang memiliki benda ajaib itu. Rumah pertama memang rumah orang kaya. (Memangnya orang Karang Binangun macam apa yang menganggap kalau Mbah Paji itu orang miskin?). Zaman itu, rumah Mbah Paji–yang besar itu–sudah berlantai semen.

Bagi kami orang tegalan miskin pelosok, rumah tua dengan dinding kayu kokoh dan lantai semen mengkilat itu adalah kemustahilan. (Hanya karena rumah ini orang Karang Binangun terpaksa dan mau membasuh kakinya yang busuk dan pecah-pecah dan memakai terompah.) Dan rumah ini semakin membuat iler kami dlewer sampai lutut setelah benda kotak berisi macam-macam itu nongkrong, bertengger dengan gagah, mewah, angkuh, menantang, di meja tua di ujung ruang tamunya.

Tetapi Mak Resmi bukan orang kaya. Tapi kenyataannya rumahnyalah yang akan saya sebut selanjutnya. Ia dan suaminya berprofesi sebagai buruh migran di kota (yang tak jelas saya ketahui tepatnya di mana). Dan oleh karena itu, ia bisa sedikit mendongakkan kepala karena mampu menaruh TV di rumahnya yang berlantai tanah merah dengan seumbruk rayap di sudut-sudutnya. Sedangkan rumah ketiga, penemuan abad ke-20 yang oleh Mahfud Ikhwan dibilang “penemuan paling disesali ini” mendarat mulus di rumah pemiliki warung kelontong serba ada: Mbah Is.

Dan benar. Karena teknologi inilah, saya menjadi jengkel dan dengki kepada teman-teman saya yang sekolah di sekolah negeri (yang libur di hari Minggu.)

Selanjutnya, layar TV, dalam bilik memori saya, adalah TV milik Sholeh, milik Pak Towi, milik Mbok Kur, milik Mak Mi, dst..

***

Semenjak TV masuk kampung kami, (hampir) setiap malam kampung selalu rame. Anak-anak kecil yang sebelumnya segera ngumpet di balik punggung ibunya sejak sandikala, hampir pukul 9 masih asyik bergerombol bersama biang-biangnya di depan benda menyala dengan dunia mungil di dalamnya itu.

Dengan begitu, secara otomatis, beberapa anak menjadi (sangat) berani pada malam hari. Seolah hantu yang ngendog di gerumbul-gerumbul sintru, di atas pohon kelapa, di pojok jamban tua Mbah Siyan, di bekas rumah pasung Mbah Pasih, dalam bayangan saya, lenyap dengan ratapan yang menyedihkan. (Jika memang benar sungguh malang hantu-hantu itu.)

Ya, siapa yang tahan untuk tidak ikut nimbrung–dan rasan-rasan tetangga–sambil menonton sinetron kolosal macam ‘Tutur Tinular’, ‘Misteri Gunung Merapi’, atau film-film Barry Prima (Jaka Sembung dan Dewi Samudra, Prabu Anglingdarma II: Pemberontakan Batik Madrim,  Tarzan Raja Rimba dst..) atau film impor dari India, Mandarin, hingga Amerika itu secara gratis. (Mengenai film India saya sarankan Anda untuk membaca tulisan-tulisan Mahfud Ikhwan di blog pribadinya yang sangat “nehi”: dushman duniya ka atau di dalam bukunya Aku dan Film India Melawan Dunia [1 dan 2].)

Sebelum TV masuk kampung kami, kata bapak, beberapa orang bahkan nekat jalan kaki dari Karang Binangun, lewat pematang, nyeberang kali jobak (yang tidak ada jembatannya dan terkenal mitos Nyi Blorongnya itu), tembus SDN Margorejo, lurus ke timur menuju lapangan Margomulyo hanya untuk menonton film Barry Prima di layar tancap–itupun bayar. (Baru membayangkannya saja saya sudah dehidrasi.)

Sedangkan TV, yang menyediakan film-film dari yang ketengan sampai yang kutangan, penonton tanpa dipungut biaya seringgit pun.

Waktu itu, sudah barang pasti TV menjadi hiburan berkelas–dan penting–bagi kampung yang penuh stereotipe seperti Karang Binangun. Pasalnya, selain radio, wayang, ketoprak dan ludruk, hiburan kampung yang terisolasi ini hanya tayuban (dengan bintang sindirnya (penari) yang fenomenal, Endang Mursiah─rockstar tayub tahun ’90an—yang kemudian dilanjutkan oleh generasi selanjutnya: Wantikah, Yaya, dan Barsih.). “Budaya massa yang bagi kalangan Islam modernis dijadikan sebagai anasir yang mesti disingkirkan,” kata Mahdud Ikhwan.

Belum selesai dengan euforia  televisi, Karang Binangun kebanjiran teknologi bernama Digital Video Disc (DVD). Berkeping-keping cakram padat (CD) berisi film, lagu dangdut koplo, pop Melayu, ceramah agama (pengajian), langen tayub, banyolan Cak Supali dkk, dan pelawak Kirun dan Bagio.

Di Pasar Sapi (hewan) Kerek (yang menurut bisik-bisik juga dipakai sebagai tempat prostitusi pinggiran pematang sawah), setiap hari Senin, Anda akan dengan mudah mendapatkan kaset-kaset (orang kampung saya menyebut) bajakan lagu-lagu pop Melayu, film, hingga lagu dangdut koplo Pantura dari Om Palapa, Monata, hingga Sera seharga nasi pecel lengkap dengan paha ayam dan telur dadar.

TV, bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga tersihir oleh teknologi yang sampai hari ini masih kami bingungkan itu.

Dan Mahfud Ikhwan benar, bahwa televisi adalah bioskop, taman kota, pasar malam, kebun binatang, dan nyaris apa pun hal menyenangkan yang berhak didapatkan oleh seorang anak kecil. Bahkan, kata Mahfud, nyinyiran Neil Postman tentang televisi yang menganggap, untuk tradisi literasi, televisi gunanya hanya dua, yaitu jadi lampu cadangan jika lampu belajarmu mati dan jadi rak tambahan jika rak bukumu penuh, tak kuasa membuat anak-anak Karang Binangun membenci televisi.

Hari-hari anak Karang Binangun semakin berwarna setelah film-film kartun (kebanyakan dari Jepang dan Amerika) menghiasi layar kaca awal 2000-an. Sekali lagi, seperti kata Mahfud, Postman, orang Amerika nyinyir itu, pasti tak tahu apa-apa tentang hubungan rumit seorang bocah dengan benda yang sangat dibutuhkannya namun tak pernah berani dipikirkan untuk termiliki itu.

Film-film kartun juga jagoan seperti Satria Baja Hitam, Ultramen, film-film kungfu Jackie Chan, Bruce Lee, dan film-film Mandarin ketengan lainnya, termasuk film absurd Stephen Chow, kami lahap dengan mata berbinar. (Saya tahu film-film Hollywood busuk dan kungfu Hongkong ketengan dari Pakde Ngatim.)

Tetapi, yang bikin ngenes, hiburan yang selalu berasosiasi dengan frasa atau kata “kesempatan langka”, “mumpung”, “selagi nonton”, itu, hampir selalu diputar pada hari Minggu pagi.

Saya yang sekolah di sekolah NU sejak MI hingga MA selalu mendapat libur hari Jumat. Tapi libur Jumat tak pernah terasa benar-benar libur. Itulah kenapa, dulu saya selalu memendam iri dan jenggel kepada teman-teman yang sekolah negeri yang menikmati libur Minggu yang total dan lapang.

Dan ini yang membuat harga diri saya menjadi gedibal, saya selalu mendapat bully karena tak pernah menonton film anak yang diputar di hari Minggu. Teman-teman saya menganggap saya ketinggalan zaman.

Begitulah ceritanya, TV, dan pengalaman bersamanya, separoh kenangan saya di masa kecil adalah film-film yang terpotong, tak diketahui ending-nya. Dan itu, karena saya libur di hari Jumat—yang bagi orangtua yang sholeh (tahu agama), dianggap keramat, juga diyakini membawa berbungkus-bungkus keberkahan. [T]

Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Dari Puisi, Riki Dhamparan Putra Berdiang di Perapian Buya Syafii
Cerita Kecil dari Liburan di Bondowoso: Dari Bukit Arak-arak Hingga Situs Glingseran
Tags: bioskopfilmfilm kartuntelevisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Purnami dan Diva, Siswi SMPN 3 Sukasada, Juara Olimpiade Tingkat Nasional – Berawal dari Medsos

Next Post

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co