10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Libur Hari Jumat

Jaswanto by Jaswanto
March 7, 2023
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

AWAL 2000-an, saya pernah merasa sangat jengkel dan iri (dengki) sampai ujung rambut. Sisi antagonis itu seolah memenuhi ruang hati saya yang sempit—dan dengan begitu membuat dada saya terasa sesak.

Sebabnya hanya satu: saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) (yang liburnya di hari Jumat.)

Bagi orangtua yang sholeh (tahu agama), hari Jumat, selain dianggap keramat, juga diyakini membawa berbungkus-bungkus keberkahan. (Belakangan saya tahu, dalam kepercayaan Islam, Adam diciptakan, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga, sampai datangnya kiamat, semua itu, terjadi di hari Jumat.)

Tetapi begini, pengetahuan itu gelap bagi seorang anak kelas tiga MI seperti saya. Bagi saya, hari yang diyakini dikabulkannya do’a-do’a itu, justru saya anggap sebagai “kutukan”. Tunggu, jangan emosi dulu! Begini ceritanya–dan ini ada hubungannya dengan teknologi ciptaan orang Skot itu.

Pada akhir ’90-an, Dusun Karang Binangun (dusun tempat ari-ari saya ditanam) heboh karena segelintir warganya mampu membeli penemuan bernama TV (tipi, lidah orang kampung saya menyebut). Di dekat rumah saya, sesamar ingatan, setidaknya ada tiga rumah yang memiliki benda ajaib itu. Rumah pertama memang rumah orang kaya. (Memangnya orang Karang Binangun macam apa yang menganggap kalau Mbah Paji itu orang miskin?). Zaman itu, rumah Mbah Paji–yang besar itu–sudah berlantai semen.

Bagi kami orang tegalan miskin pelosok, rumah tua dengan dinding kayu kokoh dan lantai semen mengkilat itu adalah kemustahilan. (Hanya karena rumah ini orang Karang Binangun terpaksa dan mau membasuh kakinya yang busuk dan pecah-pecah dan memakai terompah.) Dan rumah ini semakin membuat iler kami dlewer sampai lutut setelah benda kotak berisi macam-macam itu nongkrong, bertengger dengan gagah, mewah, angkuh, menantang, di meja tua di ujung ruang tamunya.

Tetapi Mak Resmi bukan orang kaya. Tapi kenyataannya rumahnyalah yang akan saya sebut selanjutnya. Ia dan suaminya berprofesi sebagai buruh migran di kota (yang tak jelas saya ketahui tepatnya di mana). Dan oleh karena itu, ia bisa sedikit mendongakkan kepala karena mampu menaruh TV di rumahnya yang berlantai tanah merah dengan seumbruk rayap di sudut-sudutnya. Sedangkan rumah ketiga, penemuan abad ke-20 yang oleh Mahfud Ikhwan dibilang “penemuan paling disesali ini” mendarat mulus di rumah pemiliki warung kelontong serba ada: Mbah Is.

Dan benar. Karena teknologi inilah, saya menjadi jengkel dan dengki kepada teman-teman saya yang sekolah di sekolah negeri (yang libur di hari Minggu.)

Selanjutnya, layar TV, dalam bilik memori saya, adalah TV milik Sholeh, milik Pak Towi, milik Mbok Kur, milik Mak Mi, dst..

***

Semenjak TV masuk kampung kami, (hampir) setiap malam kampung selalu rame. Anak-anak kecil yang sebelumnya segera ngumpet di balik punggung ibunya sejak sandikala, hampir pukul 9 masih asyik bergerombol bersama biang-biangnya di depan benda menyala dengan dunia mungil di dalamnya itu.

Dengan begitu, secara otomatis, beberapa anak menjadi (sangat) berani pada malam hari. Seolah hantu yang ngendog di gerumbul-gerumbul sintru, di atas pohon kelapa, di pojok jamban tua Mbah Siyan, di bekas rumah pasung Mbah Pasih, dalam bayangan saya, lenyap dengan ratapan yang menyedihkan. (Jika memang benar sungguh malang hantu-hantu itu.)

Ya, siapa yang tahan untuk tidak ikut nimbrung–dan rasan-rasan tetangga–sambil menonton sinetron kolosal macam ‘Tutur Tinular’, ‘Misteri Gunung Merapi’, atau film-film Barry Prima (Jaka Sembung dan Dewi Samudra, Prabu Anglingdarma II: Pemberontakan Batik Madrim,  Tarzan Raja Rimba dst..) atau film impor dari India, Mandarin, hingga Amerika itu secara gratis. (Mengenai film India saya sarankan Anda untuk membaca tulisan-tulisan Mahfud Ikhwan di blog pribadinya yang sangat “nehi”: dushman duniya ka atau di dalam bukunya Aku dan Film India Melawan Dunia [1 dan 2].)

Sebelum TV masuk kampung kami, kata bapak, beberapa orang bahkan nekat jalan kaki dari Karang Binangun, lewat pematang, nyeberang kali jobak (yang tidak ada jembatannya dan terkenal mitos Nyi Blorongnya itu), tembus SDN Margorejo, lurus ke timur menuju lapangan Margomulyo hanya untuk menonton film Barry Prima di layar tancap–itupun bayar. (Baru membayangkannya saja saya sudah dehidrasi.)

Sedangkan TV, yang menyediakan film-film dari yang ketengan sampai yang kutangan, penonton tanpa dipungut biaya seringgit pun.

Waktu itu, sudah barang pasti TV menjadi hiburan berkelas–dan penting–bagi kampung yang penuh stereotipe seperti Karang Binangun. Pasalnya, selain radio, wayang, ketoprak dan ludruk, hiburan kampung yang terisolasi ini hanya tayuban (dengan bintang sindirnya (penari) yang fenomenal, Endang Mursiah─rockstar tayub tahun ’90an—yang kemudian dilanjutkan oleh generasi selanjutnya: Wantikah, Yaya, dan Barsih.). “Budaya massa yang bagi kalangan Islam modernis dijadikan sebagai anasir yang mesti disingkirkan,” kata Mahdud Ikhwan.

Belum selesai dengan euforia  televisi, Karang Binangun kebanjiran teknologi bernama Digital Video Disc (DVD). Berkeping-keping cakram padat (CD) berisi film, lagu dangdut koplo, pop Melayu, ceramah agama (pengajian), langen tayub, banyolan Cak Supali dkk, dan pelawak Kirun dan Bagio.

Di Pasar Sapi (hewan) Kerek (yang menurut bisik-bisik juga dipakai sebagai tempat prostitusi pinggiran pematang sawah), setiap hari Senin, Anda akan dengan mudah mendapatkan kaset-kaset (orang kampung saya menyebut) bajakan lagu-lagu pop Melayu, film, hingga lagu dangdut koplo Pantura dari Om Palapa, Monata, hingga Sera seharga nasi pecel lengkap dengan paha ayam dan telur dadar.

TV, bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga tersihir oleh teknologi yang sampai hari ini masih kami bingungkan itu.

Dan Mahfud Ikhwan benar, bahwa televisi adalah bioskop, taman kota, pasar malam, kebun binatang, dan nyaris apa pun hal menyenangkan yang berhak didapatkan oleh seorang anak kecil. Bahkan, kata Mahfud, nyinyiran Neil Postman tentang televisi yang menganggap, untuk tradisi literasi, televisi gunanya hanya dua, yaitu jadi lampu cadangan jika lampu belajarmu mati dan jadi rak tambahan jika rak bukumu penuh, tak kuasa membuat anak-anak Karang Binangun membenci televisi.

Hari-hari anak Karang Binangun semakin berwarna setelah film-film kartun (kebanyakan dari Jepang dan Amerika) menghiasi layar kaca awal 2000-an. Sekali lagi, seperti kata Mahfud, Postman, orang Amerika nyinyir itu, pasti tak tahu apa-apa tentang hubungan rumit seorang bocah dengan benda yang sangat dibutuhkannya namun tak pernah berani dipikirkan untuk termiliki itu.

Film-film kartun juga jagoan seperti Satria Baja Hitam, Ultramen, film-film kungfu Jackie Chan, Bruce Lee, dan film-film Mandarin ketengan lainnya, termasuk film absurd Stephen Chow, kami lahap dengan mata berbinar. (Saya tahu film-film Hollywood busuk dan kungfu Hongkong ketengan dari Pakde Ngatim.)

Tetapi, yang bikin ngenes, hiburan yang selalu berasosiasi dengan frasa atau kata “kesempatan langka”, “mumpung”, “selagi nonton”, itu, hampir selalu diputar pada hari Minggu pagi.

Saya yang sekolah di sekolah NU sejak MI hingga MA selalu mendapat libur hari Jumat. Tapi libur Jumat tak pernah terasa benar-benar libur. Itulah kenapa, dulu saya selalu memendam iri dan jenggel kepada teman-teman yang sekolah negeri yang menikmati libur Minggu yang total dan lapang.

Dan ini yang membuat harga diri saya menjadi gedibal, saya selalu mendapat bully karena tak pernah menonton film anak yang diputar di hari Minggu. Teman-teman saya menganggap saya ketinggalan zaman.

Begitulah ceritanya, TV, dan pengalaman bersamanya, separoh kenangan saya di masa kecil adalah film-film yang terpotong, tak diketahui ending-nya. Dan itu, karena saya libur di hari Jumat—yang bagi orangtua yang sholeh (tahu agama), dianggap keramat, juga diyakini membawa berbungkus-bungkus keberkahan. [T]

Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Dari Puisi, Riki Dhamparan Putra Berdiang di Perapian Buya Syafii
Cerita Kecil dari Liburan di Bondowoso: Dari Bukit Arak-arak Hingga Situs Glingseran
Tags: bioskopfilmfilm kartuntelevisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Purnami dan Diva, Siswi SMPN 3 Sukasada, Juara Olimpiade Tingkat Nasional – Berawal dari Medsos

Next Post

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
0
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

Read moreDetails

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
0
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

Read moreDetails
Next Post
Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co