23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berpuasa Sebagai Bentuk Cinta Kasih Kepada Diri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 23, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BULAN MARET 2023 ini bulan istimewa, karena pada tanggal 22 Maret 2023 jatuh sebagai Hari Raya Nyepi yang diperingati oleh umat Hindu, dan keesokannya untuk saudara kita umat muslim sudah mulai menjalankan ibadah puasa pada bulan suci ini.

Hal ini istimewa, karena pada perayaan Nyepi untuk umat Hindu dituntut untuk melakukan catur brata penyepian, yang di dalamnya bermakna mengistirahatkan buana agung dan buana alit.

Nah dalam buana alit yaitu diri kita sendiri, dituntut untuk kita berpuasa. Juga pada umat muslim yang akan menjalani ibadah puasa. Setiap agama selalu mengajarkan untuk belajar mengendalikan diri dengan berpuasa.

Dalam kehidupan kita di masyarakat, sebagai umat beragama yang kita lihat umat Hindu melalui hari raya Nyepi dan umat Muslim pada menjelang hari raya Idul fitri satu bulan melakukan laku puasa Dan dalam konteks yang lebih umum, ternyata puasa memiliki manfaat besar untuk kehidupan kita.

Jika kita menoleh ke belakang jelas bahwa puasa cukup dikenal oleh para rsi kita dan dilaksanakan oleh umat Hindu, bahkan oleh umat-umat lain juga, karena puasa diyakini memberi keuntungan-keuntungan baik fisik atau mental kepada pelakunya, bahkan puasa merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Filosof besar bangsa Yunani seperti Socrates, Plato, Phytagoras, selalu berpuasa sebelum menulis karya karya filsafat, mereka tahu berpuasa itu merangsang kekuatan mental dan mereka berpendapat “perut yang penuh tidak suka berpikir “.

Dan kenyataannya itu benar, ketika selesai makan, apalagi makan banyak, tiba-tiba kita terasa ngantuk dan mau tidur, hal ini tentunya dikarenakan saat habis makan, maka aliran darah semuanya dipusatkan ke organ pencernaannya, sehingga secara relatif darah di otak akan berkurang.

Dengan berkurangnya darah sudh pasti akan menurunkan oksigen di otak juga yang berakibat ngantuk.  Phytagoras ketika pergi ke Mesir  untuk mempelajari ilmu spritual okultisme, pertama-tama ia harus menjalani puasa selama 40 hari, supaya bisa menangkap dan menerima ilmu yang didapatkannya.

Orang-orang pandai di jaman dulu sangat mengetahui keampuhan puasa untuk mencegah dan mengobati semua jenis penyakit, tidak salah kalau dikatakan bahwa puasa adalah metoda pengobatan universal bagi penyakit.

Hipokrates, tabib bangsa Yunani, yang terkenal sebagai bapak ilmu kedokteran yang hidup sampai usia 90 tahun mengatakan dalam tulisannya “setiap orang memiliki dokter dalam dirinya, kita hanya membantu dokter itu bekerja, makan ketika kamu sakit hanyalah memberi makan kepada penyakitmu itu.”

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyaksikan dan melihat bahwa tidak ada orang yang sakit karena berpuasa, justru kenyataannya pada mereka yang sakit untuk kesembuhannya harus melakukan puasa atau pembatasan jenis makanan-makanan tertentu.

Kenyataannya tubuh memang harus diistirahatkan, dan salah satu cara untuk mengistirahatkan tubuh kita adalah dengan berpuasa, dan saat tubuh istirahat untuk mencerna, maka tubuh kita dengan sistem autophaginya akan membersihkan tubuh itu sendiri, sehingga ketika kita selesai melakukan puasa, justru bukan lemas yang kita rasakan, tapi kesegaran fisik dan pikiran yang lebih baik.

Phenomena yang muncul dimasyarakat, menjelang hari raya baik itu Nyepi untuk umat Hindu, dan umat Muslim berdesak-desakan dan berebut di pasar-pasar dan supermarket untuk membeli bahan makanan dan makanan yang sudah jadi sebagai “bekal” di hari raya. Padahal saat hari raya tersebut justru kita disarankan untuk berpuasa.

Puasa juga dikatakan dapat menunda proses penuaan tubuh, sebab puasa memberi kesempatan kepada sel, saluran pencernaan, dan enzim-enzim dalam tubuh beristirahat selama 14 jam. Hal ini membuat radikal bebas dalam tubuh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak puasa.

Radikal bebas bisa memicu berbagai penyakit degeneratif. Pengistirahatan sel -sel tubuh itu bisa optimal asalkan pengaturan makan selama puasa dilakukan secara benar. Kesalahan sering timbul karena menerapkan teori “balas dendam” dengan mengkonsumsi makanan sebanyak-banyaknya saat berbuka puasa.

Agar dampak positif puasa untuk membuat tubuh sehat, maka jangan makan berlebihan pada saat berbuka puasa.

Menghentikan mengkonsumsi makanan selama periode tertentu memberikan kesempatan kepada tubuh untuk membersihkan diri sendiri dan menghilangkan racun-racun yang terkumpul. Juga karena tenaga tidak digunakan untuk mencerna, maka tenaga ekstra itu diarahkan ke otak untuk untuk mendapatkan proses jiwa yang lebih tinggi.

Para ahli sepakat puasa dapat dipakai sebagai salah satu metode pembersihan diri yang tentunya akan meningkatkan kesehatan diri, bahkan lebih dari itu puasa bisa dimasukkan sebagai salah satu strategi anti penuaan.

Secara spiritual puasa yang berasal dari kata upa yang berarti dekat, dan wasa yang berarti Tuhan, yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan. Puasa memang salah satu cara untuk kita mendekatkan diri kepada sang pencipta, dalam puasa ada proses latihan, ya latihan mengendalikan diri, karena sejatinya orang yang hidupnya menjadi “bermasalah” justru karena tidak mampu mengendalikan dirinya.

Contoh dalam kehidupan kita sangat banyak, perkelahian, pembunuhan, kasus korupsi termasuk sakit dan sebagainya semua itu disebabkan karena tidak mampu mengendalikan diri.

Untuk diingat hidup ini adalah proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah belajar “berpuasa” untuk bisa mengendalikan diri kita, sehingga kita akan terhindar dari hal-hal buruk yang tidak kita inginkan demi kebaikan dan kedamaian kita bersama. [T]

Mencintai dan Dicintai
Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Tags: bulan puasaHari Raya Nyepi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ISIN PUYUNG

Next Post

Menyepi Bersama Kata-kata

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Menyepi Bersama Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co