6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Khayal Pilu Hari Valentine dari Pekerja Pemula di Restoran Romantis

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
February 2, 2018
in Esai

Google Image/www.glitzmedia.co

MITOS terciptanya Hari Valentine konon mulai dari kisah menyedihkan sekaligus mengharukan. Kalian tahulah apa bagaimana kisah itu. Radio, TV, majalah remaja, sudah membahas abis pada setiap perayaan Valentine.

Kisah haru itu kemudian diadaptasi oleh zaman menjadi Hari Kasih Sayang se-Dunia. Gila, jadi peringatan se-Dunia, Men! Gila ya, berita longsor Kintamani yang menelan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam saja paling mungkin hanya popular satu sampai dua minggu, padahal itu fakta.

Yang namanya mitos, kebenaran masih berupa “katanya” bisa ngalahin yang namanya “benar-benar terjadi”.

Tapi sah-sah saja kemudian jika ada suka dan tidak suka kalau Valentine dijadikan peringatan ajang tukaran coklat, bunga,  atau hadiah kecil lain yang intinya dipakai buat ajang selfie dan pamer di media sosial. “Ihh….makasi sayang ya untuk kejutannya, I LOVE U”. seratus komen, seribu like, followers nambah.

Gila, luar bisa sekali. Itu baru hanya caption ucapan terima aksih, belum kalau ditambah, “yang like dan komen masuk surga deh!”. Kelar idup Lo! Pas liat niat ndak komen jadi komen, niat ndak like jadi like. Maklum sekarang banyak orang kreatif, akhirnya tenar dari minta like.

Balik lagi ke masalah setuju dan tidak setujunya Valentine itu ya, saya sendiri pernah yang namanya demam merayakan Valentine Day lengkap dengan coklat dan gebetannya. Lambat laun saya sudah mulai melewatkannya.

Stop Merayakan

Tiga tahun belakangan ini saya sudah stop merayakannya. Alasannya macam-macam. Tahun  pertama saya jomblo, yang namanya jomblo wajar ya, ngarep bunga sama coklat dari siapa? Hellow, minta tolong ke balian pun hasilnya pasti “silakan coba tahun depan”.

Jadi wajar ya, banyak jomblo akhirnya apatis dengan perayaan ini. kemudian ngumpat, berdoa dan mengutuk agar tepat di tanggal 14 datang angin badai membawa hujan. Itu kualat Mas, Mbak, Gus, Gek yang jomblo. Jangan diulangi lagi. Besok pas punya pacar kelar idup lo, ada yang nyumpahin balik.

Nah alasan di tahun kedua, saya lagi gak ada duit. Deritanya mahasiswa, uang masih mingguan, boro-boro nyimpen duit buat beli kado, pulsa kadang masih ngutang sama temen, motor markir beberapa hari di parkiran kampus karena bensin ndak keisi.

Wajar lagi kalau mau ngayal ngajak gebetan makan malam romantis di restoran. Kanggoin kirim ucapan terus bilang, “maaf ya sayang, kita belum bisa rayain Valentine bareng. Aku diajak keluar Mama”.

Duduuudu, masalah selesai, tapi besok kita musti ngutang lagi karena uang jajan mingguan dipakai ganti kado yang terlambat. Kalau dipikir masih lebih enak alasan tahun pertama. Nyeseknya cuma di hati.

Tahun ketiga jauh-jauh hari akhirnya saya inisiatif ngumpulin receh, seribuan, dua ribuan masuk celengan. Saya sudah mikiri kado, tempat makan yang sesuai, hari ini saya siapkan tanggal 12 Februari, 13 Februari saya diputusi. Jadilah 14 di tahun ketiga saya merasa janda. Kalau saja ini kuis berhadiah, saya harusnya bisa dapat piring cantik.

Demikianlah akhirnya, saya dilema harus menyambut 14 Februari tahun ini dengan perasaan bagaimana. Setuju dan tidak akhirnya bisa kita pilih sendiri tergantung situasi bukan?

Khayal Pekerja Pemula

Tapi yang mau saya bicarakan, apakah di Hari Valentine semua merasa bahagia dan bisa merayakan dengan cara bertukar kejutan kecil, entah bunga, entah coklat, entah cincin, entahlah apapun itu?

Berdasarkan fenomena-fenomena di atas, saya iseng meneliti seberapa banyakkah orang yang merasa Valentine itu adalah waktunya merasakan kebahagiian dan hadiah?

Dari beberapa survey yang saya lakukan dan beberapa sumber tulisan yang dimuat di media sosial, ternyata Mbak, Mas, Gus, Gek, kamu harus tahu, bahwa hanya yang punya gebetanlah yang tahu rasanya manis valentine.

Bagi jomblo, “Kanker”, belum lagi kelas pekerja macam kami. Valentine akhinya hanya mitos. Baik kisahnya maupun keberadaannya di dunia nyata dan khayalan.

Kamu harus tahu, ya si Gek, ya si Gus, ya si Mbak, ya si Mas, ini hari besarnya kaula anak muda seluruh dunia, bisa jadi ngalahin yang namanya hari besar agama di seluruh dunia.

Yang beda, kalau biasanya hari besar keagamaan sekolah libur, toko-toko tutup, rumah makan tutup, jalanan sepi. Ini berbanding jungkrir balik, salto-salto dari yang terjadi seharusnya. Kalau orang Bali bilang “ne madan karya agung”. Karena perayaan ini sangat istimewa tidak ada yang libur, semua berjalan seperti biasa, jalanan bertambah ramai. Namanya juga karya gede. Tidak ada yang libur dan kelas pekerja macam kami ya lembur.

Jauh-jauh hari, biasanya rumah makan, sebut saja restoran mulai sibuk jualan promo, tawaran terbaik dan istimewa yang memikat. Jadilah sepaket cinta yang tak merepotkan dikemas sebuah restoran dan di balik semua itu ada kami kaum pekerja menyimpan khayalan, lalu banyak kekawatiran saat 14 sudah di depan mata.

Valentine tahun ini mungkin akan sangat mengerikan dari tiga tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, kisah-kisah mengerikan di balik Valentine bagi kaum pekerja itu menyakitkan, Men! Belum lagi, kerjanya di restoran yang jadi sasaran kaula muda untuk nyari tempat pilihan terbaiknya di hari kasih sayang.

Jadilah derita bagi staf di dalamnya. Saya kelas pekerja pemula, sudah mulai terserang khawatir berlebihan karena cerita-cerita seputar derita rekan kerja. Hari di mana harusnya kami ikut sibuk mencari hadiah dan memilih tempat kejutan, kami justru sibuk menyiapkan hadiah untuk pelanggan yang mengantri.

Kami sibuk menyulap restoran agar suasananya menjadi sangat romantis. Mulai dari mikirin yang namanya rasa coklat, bentik coklat, warna coklt, kemasan coklat, pita coklat, pajangan coklat, kata-kata pilihan di stiker coklat, sampai cara penyajian tempat untuk menerima tamu yang memesan coklat kami sibuk urus jauh-jauh hari.

Yang terjadi, segala ide brilian dalam pikiran untuk pujaan hati lenyap habis dipersembahkan untuk pelanggan.

Itu baru persiapan, bisa bayangkan di hari puncak yang terjadi. Beberapa cerita kelam berhasil saya simpan dan itu mengerikan. Ada namanya kelas pekerja jomblo. Jenis pekerja ini biasanya hanya akan bersyukur ia jomblo, alasannya jelas karena tidak perlu memikirkan jam kencan bareng gebetan yang dibebani jam kerja.

Tapi sayang derita yang namanya pekerja, apalagi di tempat yang memberikan pelayanan sekalipun kalian jomblo, pas kerja, tiba-tiba gebetan lama, atau mantan datang bawa gandengan, maka kelar kebahagiaan kalian sampai di sana.

Kelas pekerja kedua adalah yang punya pacar. Ada rasa yang njelimet antara kerjaan dan impian. Satu sisi ada mimpi kalau Valentine pakai rencana ke sana atau ke sini bareng gebetan, ngobrol bersama dengan suasan temaram, ini bagian mimpi. Bagian kerjaan, akhirnya apa yang kita pikirkan, kita impikan adalah apa yang orang lain lakukan dan kita adalah bagian yang memberi pelayanan.

Kelas pekerja ini deritanya agak double. Selain beban di pacar, beban di mantan juga. Iya syukur kalau hanya teman yang kita jumpai. Kalau yang terjadi sama halnya seperti jomblo? Maka berdoalah agar esok Valentine jatuhnya dua hari, dan di hari kedua kamu libur kerja lalu balas dendamlah karena kamu punya kesempatan melakukannya.

Padahal Valentine beberapa hari lagi, tapi peristiwa yang terjadi sudah ada di depan mata, saya hanya berdoa pada Tuhan, mohon setidaknya kalau waktu dan rencana saya hilang bersama gebetan tahun ini, jauhkan saya dari yang namanya ketemu mantan pacar, mantan gebetan, dan mantan lainnya yang pernah mengganjal di hati saya untuk bertemu di tempat kerja. (T)

Baca Seputar Valentine:

Valentine dan Kenangan Cinta yang Tak Seperti Coklat

Status Galau Jelang Valentine Day: Teman Rasa Pacar

 

Tags: cintaHari ValentinejombloRemajaRestaurant
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Pandji Tisna, Pujangga Besar yang Sepi dari Upacara Peringatan

Next Post

Apa Mungkin Istriku Dewi Sri?

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post

Apa Mungkin Istriku Dewi Sri?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co