25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
December 24, 2021
in Esai
Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Arya Bayu & Yoga Pramartha, bersama Tuhan (2016)

Ini mungkin contoh kecil dari sekian banyak cerita mereka yang jauh lebih luar biasa. Mimpi sederhana menjadi nyata. Punya tabungan 100 juta sebelum usia 30 tahun adalah apa yang saya ucapkan kepada diri sendiri kala berusia 22 tahun.

Saya baru tahu bahwa sama seperti saya, sahabat saya, Arya Bayu, memiliki mimpi yang dia gambarkan jelas menjelang selesainya pendidikan sarjana dulu. Kala itu Bayu bermimpi bahwa sebelum 30 tahun kursus rumahan keluarganya dapat menjangkau seluruh Kabupaten Jembrana.

Untuk hitungan orang-orang yang belum bekerja, berlatar belakang keluarga sederhana yang terbelit hutang, mimpi tersebut seakan sungguh luar biasa. Saat tulisan ini dimuat kami berusia 27 tahun dan puji Tuhan saya diberkati Tuhan aset senilai 2 kali lipat dari yang saya harapkan. Kursusnya Bayu kini memiliki 4 cabang di Jembrana dan bahkan dikenal oleh orang-orang di luar Bali.

Ini hanyalah 2 contoh mimpi manusia biasa yang menjadi nyata. Banyak sekali mimpi luar biasa manusia biasa yang telah termanifestasi. Entahlah kenapa, namun ada panggilan hati untuk membagikan kisah kami yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi penyimak.

Ayat Lukas 1:37 menyatakan, “Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” Hal ini diafirmasi oleh para tokoh New Thought idola saya seperti Wayne Dyer, Louise Hay, Joe Dispenza, Abraham Hicks, serta content creator lain yang dewasa ini semakin menggemakan ajaran Law of Attraction di media sosial. Terdapat beberapa prinsip Law of Attraction yang selama ini secara sadar ataupun tidak kami praktekkan dalam hidup hingga terwujudnya segala mimpi. Meskipun pada prakteknya Law of Attraction tidak sesederhana tulisan ini, beberapa prinsip di sini diharapkan dapat memberikan gambaran bermanfaat bagi pembaca dalam proses memanifestasi harapan.

Langkah pertama menurut Joe Dispenza adalah kita harus memiliki intensi yang jelas serta emosi positif. Dalam kasus saya, saya menyampaikan secara rinci bahwa saya menginginkan tabungan senilai 100 juta sebelum usia 30 tahun.

Pada kasus Bayu, dia menyatakan jelas bahwa ia ingin kursusnya menjangkau seluruh Jembrana. Kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin sukses namun tidak dapat merinci kesuksesan seperti apa yang diharapkan.

Menurut Joe Dispenza, pikiran kita adalah muatan listrik yang memancarkan intensi kita ke semesta. Lalu, emosi kita merupakan medan magnet yang menarik kembali jawaban semesta atas intensi yang kita pancarkan sebelumnya dalam bentuk manifestasi fisik. Sehingga, diperlukan emosi positif seperti kebahagiaan, kedamaian, syukur, dan kasih sayang untuk mewujudkan intensi tersebut dalam wujud fisik.

Selaras dengan Dr. Dispenza, mendiang Louise Hay menyampaikan bahwa semesta itu seperti restoran kosmik, di mana kita cukup ‘memesan’ apa yang kita harapkan lalu let go atau melepaskan segala kekhawatiran dan ketakutan bahwa ‘pesanan’ kita tidak akan sampai. Dalam analogi restoran kosmik, kita bisa membayangkan bagaimana saat kita ke restoran kita memesan makanan, lalu setelahnya kita tidak bolak-balik ke dapur untuk melihat apakah makanan kita sudah jadi atau belum.

Steve Harvey juga memberikan analogi serupa, di mana harapan kita itu seperti pesanan online. Kita tidak tahu kapan paket kita sampai, tapi kita yakin bahwa paket tersebut sampai. Hal inilah yang disebut dengan keyakinan. Seorang petani setelah menanam bibit tidak akan menggali tanah untuk memeriksa apakah bibitnya sudah tumbuh atau belum.

Jika dikaitkan dengan gagasan Joe Dispenza, inilah yang disebut dengan emosi positif, di mana tidak ada ketakutan, kemarahan, dan kesedihan yang merupakan contoh emosi negatif. Menurut tukang cukur langganan salah satu teman kami, Eri, yang ia manifestasi dengan Law of Attraction pula, ketika kita takut itu artinya kita meragukan Tuhan.

Prinsip selanjutnya adalah dari mendiang Wayne Dyer yang menyatakan bahwa kita mendapatkan apa yang kita berikan. Dalam mencapai 100 juta pertama saya, setiap bulan saya tidak pernah absen untuk melakukan donasi secara online maupun berbagi secara langsung. Hal ini merupakan suatu contoh Karma Phala. Apapun yang kita harapkan, kita harus dapat berikan terlebih dahulu.

Saat kita berbagi secara material, kita seakan-akan telah hidup dalam versi diri kita yang memiliki kelimpahan seperti yang diharapkan, dalam kasus saya misalnya memiliki uang 100 juta. Selain Karma Phala, prinsip Tri Kaya Parisudha pun sebenarnya masuk dalam hal ini. Kita hanya akan memiliki hidup yang positif ketika kita berpikir, berkata, dan bertindak positif. Apa yang kita berikan itulah yang kita dapatkan. Saat kita menuangkan pada semesta pikiran, perkataan, dan perbuatan positif, maka hal-hal positiflah yang ditarik kembali menuju kita.

Prinsip terpenting bagi saya adalah syukur. Syukur adalah tindakan yang kita lakukan saat menerima sesuatu yang membuat kita bahagia. Apapun yang kita harapkan, kita harus syukuri bahkan sebelum hal tersebut menjadi nyata. Ini juga merupakan wujud dari rasa keyakinan bahwa Tuhan sedang dalam proses mewujudkan harapan kita. Syukur adalah komposisi utama orang-orang hebat di dunia. Semakin kita mensyukuri apa yang telah kita miliki/capai, semakin banyak hal yang akan kita terima untuk dapat disyukuri.

Dalam hal mewujudkan harapan kita, kita tidak perlu tahu bagaimana caranya. Saya dan Bayu adalah sosok orang yang suka tenggelam dalam perenungan. Jika dipikir, merenung sama sensasinya dengan meditasi. Wayne Dyer mengatakan bahwa keheningan itu sama dengan kosong. Angka nol atau kosong jika kita bagi hasilnya adalah tak terhingga atau infinite.

Dari tempat tak terhingga inilah kita dapat mendapatkan intuisi dan kesempatan tak terhingga yang mengarahkan kita menuju harapan, tujuan, atau intensi yang sudah kita sematkan sebelumnya. Meditasi atau perenungan memberikan kejernihan pikiran sehingga segala intuisi dan petunjuk atas apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kita dapat diterima dengan baik. Dr. Dyer juga mengatakan bahwa, jika doa adalah kita berbicara dengan Tuhan, maka intuisi adalah jawaban atau pesan Tuhan atas doa tersebut.

Prinsip terakhir adalah selalu lakukan yang terbaik dan menjadi versi terbaik diri kita. Bayu adalah satu dari sedikit orang yang saya kenal yang senantiasa memberikan dan melakukan yang terbaik untuk orang lain tanpa harap kembali. Selain itu, emosi-emosi positif seperti cinta, kasih sayang, dan kebaikan hati dalam hidup kita, akan menjadi katalis agar pahala positif dapat terwujud lebih cepat.

Jadi, jangan pernah membatasi diri dan Tuhan. Sekonyol apapun mimpimu utarakanlah kepada semesta dan jadilah versi diri yang selaras dengan mimpi tersebut. Garis besarnya adalah bahwadengan berusaha menjadi orang baik dan berbuat baik, kesuksesan yang diharapkan akan datang menghampiri dengan sendirinya. Berpikir, berkata, dan berbuatlah positif, niscaya hal-hal positif akan ditarik ke dalam hidupmu berkali lipat. Salam damai. [T}

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengguh Nikmat di Desa Les, Mengguh Hingga Mencapai Mata Katak

Next Post

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co