6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Esai

Foto: Mursal Buyung

AKU terlahir dari rahim seorang wanita mulia yang kusebut ibu. Mungkin bagi sebagian orang menyebutnya dengan sebutan berbeda seperti mama, mami, meme, bunda, umi, dan inak. Tapi sejak aku lahir, ibuku mengajarku untuk memanggilnya “Ibu”.

Bagiku, Ibu adalah malaikat penyejuk hati. Sudah 20 tahun aku hidup bersama “malaikat” itu. Ia sosok wanita tegar, penyabar, pekerja keras, dan suka membuat lelucon, membuat siapa pun yang dekat dengannya tak ingin cepat-cepat berpisah. Mereka selalu menunggu setiap kata yang dilontarkan Ibu.

Sungguh sayang, aku mengetahui semua sosok itu dari rekan kerja Ibu setiap kali aku datang ke kantornya. Aku sendiri, sayang sekali, sangat sayang, tak pernah dekat dengan Ibu, ibuku sendiri.

Jangan salah. Kami tak bermusuhan.

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku mencium pipi Ibu. Mungkin 15 tahun lalu,  ketika aku masih murid kecil di taman kanak-kanak. Saat itu, aku menciumnya dengan perasaan malu-malu.

Aku – entah bagaimana menjelaskan perasaan ini – tak pernah dekat dengan Ibu.  Seperti teman-teman lain lakukan sepulang sekolah. Yang selalu bercerita tentang pengalaman di sekolah, bercerita tentang teman sepermainan, bahkan menceritakan tentang teman lelaki yang sedang mendekatinya.

Kadang aku merasa iri melihat teman-temanku menghabiskan waktu berdua dengan ibunya. Saling  berkirim pesan singkat, menanyakan kegiatan apa yang sedang dilakukan, sampai mengucapkan ‘I love you’ setiap hari. Jujur, aku tak pernah melakukan itu kepada Ibu. Ah…

Pernah aku merasa sakit yang amat dalam, seperti perasaan untuk ingin mendapatkan sesuatu, namun tak kan pernah mungkin aku dapatkan. Aku menghadiri acara ulang tahun temanku ketika aku masih di sekolah dasar. Ketika itu, temanku memberi potongan kue pertama untuk ibu dan ayahnya. Yang kemudian dilanjutkan dengan mendapat hadiah ciuman ibu dan ayahnya, hadiah ciuman yang mendarat di pipi temanku itu.

Sakit. Hanya itu yang bisa aku rasakan. Aku terdiam. Banyak sekali yang aku pikirkan pada saat itu. Aku meras ada kerinduan yang sangat dalam, ah! Aku tak pernah lagi mendapat ciuman itu. Ciuman hangat yang hanya aku rasakan saat umurku di bawah lima tahun.

Saat itu, aku segera memalingkan muka. Aku takut temanku tahu  bahwa aku meneteskan air mata. Ya, aku malu meneteskan air saat temanku bahagia.

Jika diingat-ingat, kenanganku bersama Ibu, aku rasa hampir tidak ada. Karena segalanya aku jalani dengan biasa saja. Aku menjalani aktivitas, dan ibu menjalani aktivitasnya sebagaimana mestinya. Tak ada yang spesial, tak ada yang istimewa. Semuanya biasa saja. Tak seperti orang-orang yang menghabiskan waktu santai bersama ibu atau keluarganya. Bukan hanya dengan Ibu, bahkan dengan Ayah saja aku tidak dekat. Aku sangat tidak dekat dengan kedua orang tuaku.

Entah aku yang malu-malu untuk mendekatkan diri, atau mereka yang sangat sibuk sehingga tak sempat untuk mendekatkan diri kepada anak-anaknya. Entah apa penyebabnya.

Kadang aku berpikir, andai saja dulu saat masih kecil aku diajarkan untuk terbuka kepada orang tua, pasti perasaan semacam ini tidak akan pernah ada. Tapi aku seakan belajar untuk sembunyi. Aku selalu bersembunyi, atau sembunyi-sembunyi, setiap melakukan kegiatan. Mungkin karena orang tua selalu lebih banyak melarang kegiatanku.

Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya bisa menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tua, terutama Ibu. Dan aku tak pernah tahu mengapa aku tak bisa merasakan apa yang teman-temanku rasakan ketika mereka bersama ibunya. Ketika aku bersama Ibu, aku seperti tidak menjadi diriku sendiri. Seperti selalu ada sesuatu yang aku tutup-tutupi.

Aku tak pernah bisa leluasa melakukan apa yang aku mau ketika bersama Ibu. Bukan karena Ibu galak atau akan memarahiku ketika aku melakukan kesalahan. Bukan karena itu. Tapi tak tahu karena apa. Mungkin karena aku anak yang lemah dan tak punya keberanian, bahkan untuk terbuka pada Ibu.

Kadang aku ingin mencoba untuk membuka diri kepada Ibu, menceritakan tentang aktivitasku seharian, menceritakan tentang lelahnya mengerjakan tugas-tugas kuliah, atau menceritakan tentang seseorang yang aku kagumi di kampus. Ya, aku tahu. Aku lemah. Karena aku tak akan pernah bisa melakukan itu.

Banyak sudah nasehat kudapat agar aku mencoba mendekatkan diri pada Ibu. Karena  kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil seseorang dalam hidup kita. Mereka mengatakan jangan sampai kita menyesal seumur hidup di kemudian hari.

Aku suka merenung sebelum pergi tidur, memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus aku lakukan agar dapat membuat diri ini dekat dengan Ibu. Aku ingin cerita banyak, tentang pacar, cinta, dan apa saja.

Aku menyayangi Ibu, sangat menyayangi ibuku. Namun aku tak pernah mau untuk menunjukkan perasaan itu. Selama ini, aku hanya mengikuti apa yang ibu katakan, dan mencoba untuk tidak melakukan apa yang ibu larang. Semenjak aku duduk di bangku kuliah, aku merasa bahwa ibuku juga ingin berdekatan denganku, ingin mendengar ceritaku, dan ingin mengetahui tentang lelakiku.

Aku merasa bahwa ibu juga ingin menjadi sahabat untukku. Tapi sayang, aku tak pernah berani untuk melakukan semua itu. Aku hanya merasa malu untuk membuka siapa diri ini sebenarnya.

Hari Ibu sudah lewat, ingin kumulai untuk mendekati Ibu saat itu. Tapi Hari Ibu telanjur lewat, sementara aku tak melakukan apa-apa. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, tahun di mana kita bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik dan meraih apa yang belum sempat kita capai di tahun-tahun sebelumnya.

Ya, tinggal menghitung beberapa hari saja. Aku harap di tahun 2017, aku bisa merubah segalanya. Aku bisa lebih dekat dengan Ibu, juga dengan Ayah.

Sehat selalu dan semoga panjang umur untuk Ibu dan Ayah. Karena saat ini hanya doa yang bisa aku berikan kepada kalian. Selamat tahun baru, Ibu dan Ayah.

Aku tahu, karena aku tidak akan pernah berani untuk mengucapkannya secara langsung. Maka perasaanku ini, aku ungkapkan lewat sebuah tulisan. Walaupun aku tahu mungkin kalian tidak akan pernah membacanya. Selamat menyambut Tahun Baru. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru arah. (T)

Tags: cintaibuKeluarga
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Siklus Mahasiswa: Awalnya Rasa Coklat, Lalu Rasa Pahit Getah Adenium

Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru – Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti…

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru - Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co