23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Ingin Dekat Ibu: Cerita tentang Pacar, Cinta, dan Apa Saja

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Esai

Foto: Mursal Buyung

AKU terlahir dari rahim seorang wanita mulia yang kusebut ibu. Mungkin bagi sebagian orang menyebutnya dengan sebutan berbeda seperti mama, mami, meme, bunda, umi, dan inak. Tapi sejak aku lahir, ibuku mengajarku untuk memanggilnya “Ibu”.

Bagiku, Ibu adalah malaikat penyejuk hati. Sudah 20 tahun aku hidup bersama “malaikat” itu. Ia sosok wanita tegar, penyabar, pekerja keras, dan suka membuat lelucon, membuat siapa pun yang dekat dengannya tak ingin cepat-cepat berpisah. Mereka selalu menunggu setiap kata yang dilontarkan Ibu.

Sungguh sayang, aku mengetahui semua sosok itu dari rekan kerja Ibu setiap kali aku datang ke kantornya. Aku sendiri, sayang sekali, sangat sayang, tak pernah dekat dengan Ibu, ibuku sendiri.

Jangan salah. Kami tak bermusuhan.

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku mencium pipi Ibu. Mungkin 15 tahun lalu,  ketika aku masih murid kecil di taman kanak-kanak. Saat itu, aku menciumnya dengan perasaan malu-malu.

Aku – entah bagaimana menjelaskan perasaan ini – tak pernah dekat dengan Ibu.  Seperti teman-teman lain lakukan sepulang sekolah. Yang selalu bercerita tentang pengalaman di sekolah, bercerita tentang teman sepermainan, bahkan menceritakan tentang teman lelaki yang sedang mendekatinya.

Kadang aku merasa iri melihat teman-temanku menghabiskan waktu berdua dengan ibunya. Saling  berkirim pesan singkat, menanyakan kegiatan apa yang sedang dilakukan, sampai mengucapkan ‘I love you’ setiap hari. Jujur, aku tak pernah melakukan itu kepada Ibu. Ah…

Pernah aku merasa sakit yang amat dalam, seperti perasaan untuk ingin mendapatkan sesuatu, namun tak kan pernah mungkin aku dapatkan. Aku menghadiri acara ulang tahun temanku ketika aku masih di sekolah dasar. Ketika itu, temanku memberi potongan kue pertama untuk ibu dan ayahnya. Yang kemudian dilanjutkan dengan mendapat hadiah ciuman ibu dan ayahnya, hadiah ciuman yang mendarat di pipi temanku itu.

Sakit. Hanya itu yang bisa aku rasakan. Aku terdiam. Banyak sekali yang aku pikirkan pada saat itu. Aku meras ada kerinduan yang sangat dalam, ah! Aku tak pernah lagi mendapat ciuman itu. Ciuman hangat yang hanya aku rasakan saat umurku di bawah lima tahun.

Saat itu, aku segera memalingkan muka. Aku takut temanku tahu  bahwa aku meneteskan air mata. Ya, aku malu meneteskan air saat temanku bahagia.

Jika diingat-ingat, kenanganku bersama Ibu, aku rasa hampir tidak ada. Karena segalanya aku jalani dengan biasa saja. Aku menjalani aktivitas, dan ibu menjalani aktivitasnya sebagaimana mestinya. Tak ada yang spesial, tak ada yang istimewa. Semuanya biasa saja. Tak seperti orang-orang yang menghabiskan waktu santai bersama ibu atau keluarganya. Bukan hanya dengan Ibu, bahkan dengan Ayah saja aku tidak dekat. Aku sangat tidak dekat dengan kedua orang tuaku.

Entah aku yang malu-malu untuk mendekatkan diri, atau mereka yang sangat sibuk sehingga tak sempat untuk mendekatkan diri kepada anak-anaknya. Entah apa penyebabnya.

Kadang aku berpikir, andai saja dulu saat masih kecil aku diajarkan untuk terbuka kepada orang tua, pasti perasaan semacam ini tidak akan pernah ada. Tapi aku seakan belajar untuk sembunyi. Aku selalu bersembunyi, atau sembunyi-sembunyi, setiap melakukan kegiatan. Mungkin karena orang tua selalu lebih banyak melarang kegiatanku.

Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya bisa menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tua, terutama Ibu. Dan aku tak pernah tahu mengapa aku tak bisa merasakan apa yang teman-temanku rasakan ketika mereka bersama ibunya. Ketika aku bersama Ibu, aku seperti tidak menjadi diriku sendiri. Seperti selalu ada sesuatu yang aku tutup-tutupi.

Aku tak pernah bisa leluasa melakukan apa yang aku mau ketika bersama Ibu. Bukan karena Ibu galak atau akan memarahiku ketika aku melakukan kesalahan. Bukan karena itu. Tapi tak tahu karena apa. Mungkin karena aku anak yang lemah dan tak punya keberanian, bahkan untuk terbuka pada Ibu.

Kadang aku ingin mencoba untuk membuka diri kepada Ibu, menceritakan tentang aktivitasku seharian, menceritakan tentang lelahnya mengerjakan tugas-tugas kuliah, atau menceritakan tentang seseorang yang aku kagumi di kampus. Ya, aku tahu. Aku lemah. Karena aku tak akan pernah bisa melakukan itu.

Banyak sudah nasehat kudapat agar aku mencoba mendekatkan diri pada Ibu. Karena  kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil seseorang dalam hidup kita. Mereka mengatakan jangan sampai kita menyesal seumur hidup di kemudian hari.

Aku suka merenung sebelum pergi tidur, memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus aku lakukan agar dapat membuat diri ini dekat dengan Ibu. Aku ingin cerita banyak, tentang pacar, cinta, dan apa saja.

Aku menyayangi Ibu, sangat menyayangi ibuku. Namun aku tak pernah mau untuk menunjukkan perasaan itu. Selama ini, aku hanya mengikuti apa yang ibu katakan, dan mencoba untuk tidak melakukan apa yang ibu larang. Semenjak aku duduk di bangku kuliah, aku merasa bahwa ibuku juga ingin berdekatan denganku, ingin mendengar ceritaku, dan ingin mengetahui tentang lelakiku.

Aku merasa bahwa ibu juga ingin menjadi sahabat untukku. Tapi sayang, aku tak pernah berani untuk melakukan semua itu. Aku hanya merasa malu untuk membuka siapa diri ini sebenarnya.

Hari Ibu sudah lewat, ingin kumulai untuk mendekati Ibu saat itu. Tapi Hari Ibu telanjur lewat, sementara aku tak melakukan apa-apa. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, tahun di mana kita bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik dan meraih apa yang belum sempat kita capai di tahun-tahun sebelumnya.

Ya, tinggal menghitung beberapa hari saja. Aku harap di tahun 2017, aku bisa merubah segalanya. Aku bisa lebih dekat dengan Ibu, juga dengan Ayah.

Sehat selalu dan semoga panjang umur untuk Ibu dan Ayah. Karena saat ini hanya doa yang bisa aku berikan kepada kalian. Selamat tahun baru, Ibu dan Ayah.

Aku tahu, karena aku tidak akan pernah berani untuk mengucapkannya secara langsung. Maka perasaanku ini, aku ungkapkan lewat sebuah tulisan. Walaupun aku tahu mungkin kalian tidak akan pernah membacanya. Selamat menyambut Tahun Baru. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru arah. (T)

Tags: cintaibuKeluarga
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Siklus Mahasiswa: Awalnya Rasa Coklat, Lalu Rasa Pahit Getah Adenium

Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru – Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti…

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post

“Om Telolet Om” Mungkin Rencana Tuhan di Tahun Baru - Tapi Pedagang Terompet tak Ngerti...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co