6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

dr. Vasmana by dr. Vasmana
September 11, 2021
in Esai
Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

Ilustrasi: Lukisan karya Made Griyawan

Setiap orang memiliki permasalahan di dalam hidupnya; tidak ada satu orang pun yang hidupnya tanpa masalah. Namun terkadang ada permasalahan yang munculnya tiba-tiba dan tidak pernah disangka sebelumnya.  Seperti dalam suatu kisah pertempuran antara seorang manusia yang ditelan dalam perut ikan yang sangat besar selama berhari-hari: dalam kegelapan, ia berusaha bertahan dan berdoa, berupaya mencari keselamatan dan jalan keluar.

Setiap orang pasti pernah mengalami fase yang terberat dalam hidupnya; berada dalam keadaan yang buntu dan  terdesak; tidak menemukan solusi dan jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dialaminya. Satu-satunya yang dapat menolong dan menyelamatkan hanyalah Sang Pencipta itu sendiri: Ia yang menciptakan seluruh alam semesta ini beserta segenap kehidupan yang ada di dalamnya.

Atas izin-Nya, permasalahan bisa muncul dalam hidup seseorang dan dengan Kuasa-Nya pula permasalahan itu dapat terselesaikan. Melalui doa dan puasa, dalam hitungan jam akhirnya semua permasalahan itu dapat terselesaikan. 

Dalam doa–dengan membawa nama Tuhan didalamnya–hal pertama yang dilakukan adalah meminta maaf yang setulusnya kemudian menyadari bahwa semua yang terjadi ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus diambil sepenuhnya.

Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, maka semua bentuk permasalahan–sebesar dan serumit  apapun permasalahan itu–hanya dapat diselesaikan oleh-Nya. Bergantunglah semata-mata hanya kepada Tuhan. Setelah meminta maaf dengan sepenuhnya kepada Tuhan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan,  berdoalah dengan sungguh sungguh. Berdoalah dengan melibatkan segenap emosi dan perasaan didalamnya. Niatkanlah dengan segenap kekuatan yang ada di dalam dirimu untuk memohon bantuan Tuhan. 

Dengan kekuatan keyakinan yang tak tergoyahkan, doamu akan menjadi keinginan Tuhan yang diikuti oleh segenap kekuatan alam semesta untuk mewujudkannya. Kekuatan doa menjadi ribuan kali lipat lebih dahsyat ketika diikuti dengan puasa. Ibarat jalanan yang penuh kemacetan, maka puasa adalah jalan tol yang membuat doa menjadi lebih cepat terwujud.

Dengan puasa, seseorang menjadi lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mencurahkan segenap emosi dan perasaan dalam berdoa. Dengan puasa, gelombang pikiran seseorang menjadi sinkron dengan gelombang alam semesta sehingga keinginan dan doamu menjadi doa dari seluruh alam semesta yang mengakibatkan seluruh kekuatan alam semesta akan berupaya untuk mewujudkan apa yang menjadi doa dan keinginanmu itu. 

Kekuatan doa dan puasa yang bersifat spiritual dapat pula dijelaskan dalam ilmu pengetahuan modern saat ini. Para ilmuwan di bidang neurosains telah lama melakukan penelitian di bidang spiritual yang melibatkan para biksu di Tibet. Salah satunya adalah Sharon Begley dalam bukunya “Train Your Mind, Change Your Brain” yang menyebutkan bagian otak yang terkait dengan perasan dan emosi adalah thalamus, yang memungkinkan seseorang merasakan Tuhan secara nyata.

Kemudian ada amygdala yang berkaitan dengan rasa takut, cemas dan khawatir yang membuat seseorang merasa tertekan sehingga membutuhkan kehadiran Tuhan. Peran dari bagian otak striatum akan menghambat aktivitas dari amygdala sehingga membuat pikiran dan perasaan seseorang menjadi nyaman dan tenang ketika memikirkan tentang Tuhan dan membawa nama Tuhan didalam doa.

Bagian otak terakhir yang terkait dengan Tuhan dan tidak kalah penting adalah anterior cingulate, dimana seseorang dapat merasakan pengalaman dicintai, dikasihi, dan disayangi oleh Tuhan. Semua bagian otak ini saling terkait satu sama lain dan cara kerjanya dibantu oleh triliunan sel saraf yang membentuk sinaps atau jalinan komunikasi antar sel saraf. 

Selain bagian otak yang berperan di dalam spiritual, ada peran neurotransmiter yang menyebabkan seseorang merasakan kebahagiaan ketika membawa nama Tuhan didalam doa dan puasa. Andrew Newberg, dalam bukunya “How God Changes Your Brain” menjelaskan mengenai beberapa neurotransmiter yang berperan penting dalam membuat seseorang menjadi bahagia, diantaranya adalah: dopamin, serotonin, endorphin, dan oksitosin.

Dopamin berkaitan dengan “reward system” yang membuat seseorang termotivasi untuk mendapatkan pengakuan, pujian dan penghargaan. Serotonin terkait dengan “mood stabilizer” yang membuat seseorang menjadi nyaman, rileks, dan tenang. Kegiatan relaksasi nafas seperti meditasi dapat meningkatkan kadar serotonin didalam tubuh. Selain itu, cinta dan kasih sayang terkait dengan neurotransmiter oksitosin.

Contoh dari hadirnya oksitosin adalah pada ibu yang sedang hamil ataupun menyusui yang kadar cinta dan kasih sayangnya begitu besar seiring dengan meningkatnya kadar oksitosin di dalam tubuhnya–hal yang sama juga terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh melibatkan fokus dan konsentrasi yang terkait dengan dopamin; metode relaksasi nafas ataupun alunan doa yang membuat perasaan seseorang menjadi nyaman melibatkan serotonin dan endorphin.

Ketika doa telah selesai dipanjatkan dan seseorang merasakan cinta dan kasih Tuhan mulai tercurah kepadanya, maka saat itulah kadar oksitosin di dalam tubuhnya meningkat. 

Puasa adalah kegiatan seseorang untuk membatasi asupan makanan dan minuman di dalam tubuh; kegiatan itu sudah dilakukan oleh manusia bahkan sejak awal peradaban manusia itu sendiri. Hal tersebut dijelaskan oleh David Perlmuttter dalam bukunya “Brain Maker” yang menjelaskan mengenai  “Gut-Brain Axis” dimana saluran pencernaan manusia terkait erat dengan otak manusia.

Dalam berbagai literatur lain juga disebutkan bahwa saluran cerna adalah “otak kedua” yang dimiliki manusia. Di dalam saluran cerna inilah terdapat mikrobiota usus yang memiliki peran penting dalam banyak hal, termasuk menjadi bahan baku dibentuknya neurotransmiter dan seluruh komponen penting yang mengalir ke semua bagian tubuh manusia.

Ketidakseimbangan dari mikrobiota usus ini akan memunculkan proses peradangan yang menjadi sumber utama semua penyakit di dalam tubuh seseorang. Puasa adalah cara dan jalan terbaik untuk menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan keharmonisan di dalam tubuh seseorang.

Dengan puasa, sel-sel di dalam tubuh menjadi semakin kuat melalui proses apoptosis yang hanya akan menyisakan sel sel tubuh yang sehat saja untuk bertahan. Kombinasi dari mikrobiota usus yang seimbang, sel-sel yang sehat, serta produksi neurotransmiter yang berkualitas akan lebih memudahkan seseorang untuk mewujudkan apapun yang menjadi doanya. Itulah kenapa puasa selalu dianjurkan dalam setiap kegiatan dan ritual keagamaan karena perannya yang begitu penting, baik untuk kesehatan tubuh maupun dalam terwujudnya suatu doa. [T]

Tags: doakesehatanNeurosainsSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang dan Kebutuhan Manusia yang Semu

Next Post

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

dr. Vasmana

dr. Vasmana

Bisa ditemui di facebook dan IG: Vasmana Humble

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co