24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

dr. Vasmana by dr. Vasmana
September 11, 2021
in Esai
Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

Ilustrasi: Lukisan karya Made Griyawan

Setiap orang memiliki permasalahan di dalam hidupnya; tidak ada satu orang pun yang hidupnya tanpa masalah. Namun terkadang ada permasalahan yang munculnya tiba-tiba dan tidak pernah disangka sebelumnya.  Seperti dalam suatu kisah pertempuran antara seorang manusia yang ditelan dalam perut ikan yang sangat besar selama berhari-hari: dalam kegelapan, ia berusaha bertahan dan berdoa, berupaya mencari keselamatan dan jalan keluar.

Setiap orang pasti pernah mengalami fase yang terberat dalam hidupnya; berada dalam keadaan yang buntu dan  terdesak; tidak menemukan solusi dan jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dialaminya. Satu-satunya yang dapat menolong dan menyelamatkan hanyalah Sang Pencipta itu sendiri: Ia yang menciptakan seluruh alam semesta ini beserta segenap kehidupan yang ada di dalamnya.

Atas izin-Nya, permasalahan bisa muncul dalam hidup seseorang dan dengan Kuasa-Nya pula permasalahan itu dapat terselesaikan. Melalui doa dan puasa, dalam hitungan jam akhirnya semua permasalahan itu dapat terselesaikan. 

Dalam doa–dengan membawa nama Tuhan didalamnya–hal pertama yang dilakukan adalah meminta maaf yang setulusnya kemudian menyadari bahwa semua yang terjadi ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus diambil sepenuhnya.

Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, maka semua bentuk permasalahan–sebesar dan serumit  apapun permasalahan itu–hanya dapat diselesaikan oleh-Nya. Bergantunglah semata-mata hanya kepada Tuhan. Setelah meminta maaf dengan sepenuhnya kepada Tuhan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan,  berdoalah dengan sungguh sungguh. Berdoalah dengan melibatkan segenap emosi dan perasaan didalamnya. Niatkanlah dengan segenap kekuatan yang ada di dalam dirimu untuk memohon bantuan Tuhan. 

Dengan kekuatan keyakinan yang tak tergoyahkan, doamu akan menjadi keinginan Tuhan yang diikuti oleh segenap kekuatan alam semesta untuk mewujudkannya. Kekuatan doa menjadi ribuan kali lipat lebih dahsyat ketika diikuti dengan puasa. Ibarat jalanan yang penuh kemacetan, maka puasa adalah jalan tol yang membuat doa menjadi lebih cepat terwujud.

Dengan puasa, seseorang menjadi lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mencurahkan segenap emosi dan perasaan dalam berdoa. Dengan puasa, gelombang pikiran seseorang menjadi sinkron dengan gelombang alam semesta sehingga keinginan dan doamu menjadi doa dari seluruh alam semesta yang mengakibatkan seluruh kekuatan alam semesta akan berupaya untuk mewujudkan apa yang menjadi doa dan keinginanmu itu. 

Kekuatan doa dan puasa yang bersifat spiritual dapat pula dijelaskan dalam ilmu pengetahuan modern saat ini. Para ilmuwan di bidang neurosains telah lama melakukan penelitian di bidang spiritual yang melibatkan para biksu di Tibet. Salah satunya adalah Sharon Begley dalam bukunya “Train Your Mind, Change Your Brain” yang menyebutkan bagian otak yang terkait dengan perasan dan emosi adalah thalamus, yang memungkinkan seseorang merasakan Tuhan secara nyata.

Kemudian ada amygdala yang berkaitan dengan rasa takut, cemas dan khawatir yang membuat seseorang merasa tertekan sehingga membutuhkan kehadiran Tuhan. Peran dari bagian otak striatum akan menghambat aktivitas dari amygdala sehingga membuat pikiran dan perasaan seseorang menjadi nyaman dan tenang ketika memikirkan tentang Tuhan dan membawa nama Tuhan didalam doa.

Bagian otak terakhir yang terkait dengan Tuhan dan tidak kalah penting adalah anterior cingulate, dimana seseorang dapat merasakan pengalaman dicintai, dikasihi, dan disayangi oleh Tuhan. Semua bagian otak ini saling terkait satu sama lain dan cara kerjanya dibantu oleh triliunan sel saraf yang membentuk sinaps atau jalinan komunikasi antar sel saraf. 

Selain bagian otak yang berperan di dalam spiritual, ada peran neurotransmiter yang menyebabkan seseorang merasakan kebahagiaan ketika membawa nama Tuhan didalam doa dan puasa. Andrew Newberg, dalam bukunya “How God Changes Your Brain” menjelaskan mengenai beberapa neurotransmiter yang berperan penting dalam membuat seseorang menjadi bahagia, diantaranya adalah: dopamin, serotonin, endorphin, dan oksitosin.

Dopamin berkaitan dengan “reward system” yang membuat seseorang termotivasi untuk mendapatkan pengakuan, pujian dan penghargaan. Serotonin terkait dengan “mood stabilizer” yang membuat seseorang menjadi nyaman, rileks, dan tenang. Kegiatan relaksasi nafas seperti meditasi dapat meningkatkan kadar serotonin didalam tubuh. Selain itu, cinta dan kasih sayang terkait dengan neurotransmiter oksitosin.

Contoh dari hadirnya oksitosin adalah pada ibu yang sedang hamil ataupun menyusui yang kadar cinta dan kasih sayangnya begitu besar seiring dengan meningkatnya kadar oksitosin di dalam tubuhnya–hal yang sama juga terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh melibatkan fokus dan konsentrasi yang terkait dengan dopamin; metode relaksasi nafas ataupun alunan doa yang membuat perasaan seseorang menjadi nyaman melibatkan serotonin dan endorphin.

Ketika doa telah selesai dipanjatkan dan seseorang merasakan cinta dan kasih Tuhan mulai tercurah kepadanya, maka saat itulah kadar oksitosin di dalam tubuhnya meningkat. 

Puasa adalah kegiatan seseorang untuk membatasi asupan makanan dan minuman di dalam tubuh; kegiatan itu sudah dilakukan oleh manusia bahkan sejak awal peradaban manusia itu sendiri. Hal tersebut dijelaskan oleh David Perlmuttter dalam bukunya “Brain Maker” yang menjelaskan mengenai  “Gut-Brain Axis” dimana saluran pencernaan manusia terkait erat dengan otak manusia.

Dalam berbagai literatur lain juga disebutkan bahwa saluran cerna adalah “otak kedua” yang dimiliki manusia. Di dalam saluran cerna inilah terdapat mikrobiota usus yang memiliki peran penting dalam banyak hal, termasuk menjadi bahan baku dibentuknya neurotransmiter dan seluruh komponen penting yang mengalir ke semua bagian tubuh manusia.

Ketidakseimbangan dari mikrobiota usus ini akan memunculkan proses peradangan yang menjadi sumber utama semua penyakit di dalam tubuh seseorang. Puasa adalah cara dan jalan terbaik untuk menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan keharmonisan di dalam tubuh seseorang.

Dengan puasa, sel-sel di dalam tubuh menjadi semakin kuat melalui proses apoptosis yang hanya akan menyisakan sel sel tubuh yang sehat saja untuk bertahan. Kombinasi dari mikrobiota usus yang seimbang, sel-sel yang sehat, serta produksi neurotransmiter yang berkualitas akan lebih memudahkan seseorang untuk mewujudkan apapun yang menjadi doanya. Itulah kenapa puasa selalu dianjurkan dalam setiap kegiatan dan ritual keagamaan karena perannya yang begitu penting, baik untuk kesehatan tubuh maupun dalam terwujudnya suatu doa. [T]

Tags: doakesehatanNeurosainsSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang dan Kebutuhan Manusia yang Semu

Next Post

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

dr. Vasmana

dr. Vasmana

Bisa ditemui di facebook dan IG: Vasmana Humble

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co