3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

dr. Vasmana by dr. Vasmana
September 11, 2021
in Esai
Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

Ilustrasi: Lukisan karya Made Griyawan

Setiap orang memiliki permasalahan di dalam hidupnya; tidak ada satu orang pun yang hidupnya tanpa masalah. Namun terkadang ada permasalahan yang munculnya tiba-tiba dan tidak pernah disangka sebelumnya.  Seperti dalam suatu kisah pertempuran antara seorang manusia yang ditelan dalam perut ikan yang sangat besar selama berhari-hari: dalam kegelapan, ia berusaha bertahan dan berdoa, berupaya mencari keselamatan dan jalan keluar.

Setiap orang pasti pernah mengalami fase yang terberat dalam hidupnya; berada dalam keadaan yang buntu dan  terdesak; tidak menemukan solusi dan jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dialaminya. Satu-satunya yang dapat menolong dan menyelamatkan hanyalah Sang Pencipta itu sendiri: Ia yang menciptakan seluruh alam semesta ini beserta segenap kehidupan yang ada di dalamnya.

Atas izin-Nya, permasalahan bisa muncul dalam hidup seseorang dan dengan Kuasa-Nya pula permasalahan itu dapat terselesaikan. Melalui doa dan puasa, dalam hitungan jam akhirnya semua permasalahan itu dapat terselesaikan. 

Dalam doa–dengan membawa nama Tuhan didalamnya–hal pertama yang dilakukan adalah meminta maaf yang setulusnya kemudian menyadari bahwa semua yang terjadi ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus diambil sepenuhnya.

Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, maka semua bentuk permasalahan–sebesar dan serumit  apapun permasalahan itu–hanya dapat diselesaikan oleh-Nya. Bergantunglah semata-mata hanya kepada Tuhan. Setelah meminta maaf dengan sepenuhnya kepada Tuhan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan,  berdoalah dengan sungguh sungguh. Berdoalah dengan melibatkan segenap emosi dan perasaan didalamnya. Niatkanlah dengan segenap kekuatan yang ada di dalam dirimu untuk memohon bantuan Tuhan. 

Dengan kekuatan keyakinan yang tak tergoyahkan, doamu akan menjadi keinginan Tuhan yang diikuti oleh segenap kekuatan alam semesta untuk mewujudkannya. Kekuatan doa menjadi ribuan kali lipat lebih dahsyat ketika diikuti dengan puasa. Ibarat jalanan yang penuh kemacetan, maka puasa adalah jalan tol yang membuat doa menjadi lebih cepat terwujud.

Dengan puasa, seseorang menjadi lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mencurahkan segenap emosi dan perasaan dalam berdoa. Dengan puasa, gelombang pikiran seseorang menjadi sinkron dengan gelombang alam semesta sehingga keinginan dan doamu menjadi doa dari seluruh alam semesta yang mengakibatkan seluruh kekuatan alam semesta akan berupaya untuk mewujudkan apa yang menjadi doa dan keinginanmu itu. 

Kekuatan doa dan puasa yang bersifat spiritual dapat pula dijelaskan dalam ilmu pengetahuan modern saat ini. Para ilmuwan di bidang neurosains telah lama melakukan penelitian di bidang spiritual yang melibatkan para biksu di Tibet. Salah satunya adalah Sharon Begley dalam bukunya “Train Your Mind, Change Your Brain” yang menyebutkan bagian otak yang terkait dengan perasan dan emosi adalah thalamus, yang memungkinkan seseorang merasakan Tuhan secara nyata.

Kemudian ada amygdala yang berkaitan dengan rasa takut, cemas dan khawatir yang membuat seseorang merasa tertekan sehingga membutuhkan kehadiran Tuhan. Peran dari bagian otak striatum akan menghambat aktivitas dari amygdala sehingga membuat pikiran dan perasaan seseorang menjadi nyaman dan tenang ketika memikirkan tentang Tuhan dan membawa nama Tuhan didalam doa.

Bagian otak terakhir yang terkait dengan Tuhan dan tidak kalah penting adalah anterior cingulate, dimana seseorang dapat merasakan pengalaman dicintai, dikasihi, dan disayangi oleh Tuhan. Semua bagian otak ini saling terkait satu sama lain dan cara kerjanya dibantu oleh triliunan sel saraf yang membentuk sinaps atau jalinan komunikasi antar sel saraf. 

Selain bagian otak yang berperan di dalam spiritual, ada peran neurotransmiter yang menyebabkan seseorang merasakan kebahagiaan ketika membawa nama Tuhan didalam doa dan puasa. Andrew Newberg, dalam bukunya “How God Changes Your Brain” menjelaskan mengenai beberapa neurotransmiter yang berperan penting dalam membuat seseorang menjadi bahagia, diantaranya adalah: dopamin, serotonin, endorphin, dan oksitosin.

Dopamin berkaitan dengan “reward system” yang membuat seseorang termotivasi untuk mendapatkan pengakuan, pujian dan penghargaan. Serotonin terkait dengan “mood stabilizer” yang membuat seseorang menjadi nyaman, rileks, dan tenang. Kegiatan relaksasi nafas seperti meditasi dapat meningkatkan kadar serotonin didalam tubuh. Selain itu, cinta dan kasih sayang terkait dengan neurotransmiter oksitosin.

Contoh dari hadirnya oksitosin adalah pada ibu yang sedang hamil ataupun menyusui yang kadar cinta dan kasih sayangnya begitu besar seiring dengan meningkatnya kadar oksitosin di dalam tubuhnya–hal yang sama juga terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh melibatkan fokus dan konsentrasi yang terkait dengan dopamin; metode relaksasi nafas ataupun alunan doa yang membuat perasaan seseorang menjadi nyaman melibatkan serotonin dan endorphin.

Ketika doa telah selesai dipanjatkan dan seseorang merasakan cinta dan kasih Tuhan mulai tercurah kepadanya, maka saat itulah kadar oksitosin di dalam tubuhnya meningkat. 

Puasa adalah kegiatan seseorang untuk membatasi asupan makanan dan minuman di dalam tubuh; kegiatan itu sudah dilakukan oleh manusia bahkan sejak awal peradaban manusia itu sendiri. Hal tersebut dijelaskan oleh David Perlmuttter dalam bukunya “Brain Maker” yang menjelaskan mengenai  “Gut-Brain Axis” dimana saluran pencernaan manusia terkait erat dengan otak manusia.

Dalam berbagai literatur lain juga disebutkan bahwa saluran cerna adalah “otak kedua” yang dimiliki manusia. Di dalam saluran cerna inilah terdapat mikrobiota usus yang memiliki peran penting dalam banyak hal, termasuk menjadi bahan baku dibentuknya neurotransmiter dan seluruh komponen penting yang mengalir ke semua bagian tubuh manusia.

Ketidakseimbangan dari mikrobiota usus ini akan memunculkan proses peradangan yang menjadi sumber utama semua penyakit di dalam tubuh seseorang. Puasa adalah cara dan jalan terbaik untuk menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan keharmonisan di dalam tubuh seseorang.

Dengan puasa, sel-sel di dalam tubuh menjadi semakin kuat melalui proses apoptosis yang hanya akan menyisakan sel sel tubuh yang sehat saja untuk bertahan. Kombinasi dari mikrobiota usus yang seimbang, sel-sel yang sehat, serta produksi neurotransmiter yang berkualitas akan lebih memudahkan seseorang untuk mewujudkan apapun yang menjadi doanya. Itulah kenapa puasa selalu dianjurkan dalam setiap kegiatan dan ritual keagamaan karena perannya yang begitu penting, baik untuk kesehatan tubuh maupun dalam terwujudnya suatu doa. [T]

Tags: doakesehatanNeurosainsSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang dan Kebutuhan Manusia yang Semu

Next Post

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

dr. Vasmana

dr. Vasmana

Bisa ditemui di facebook dan IG: Vasmana Humble

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co