24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

dr. Vasmana by dr. Vasmana
September 11, 2021
in Esai
Kekuatan Spiritual Doa dan Puasa Dari Sisi Neurosains

Ilustrasi: Lukisan karya Made Griyawan

Setiap orang memiliki permasalahan di dalam hidupnya; tidak ada satu orang pun yang hidupnya tanpa masalah. Namun terkadang ada permasalahan yang munculnya tiba-tiba dan tidak pernah disangka sebelumnya.  Seperti dalam suatu kisah pertempuran antara seorang manusia yang ditelan dalam perut ikan yang sangat besar selama berhari-hari: dalam kegelapan, ia berusaha bertahan dan berdoa, berupaya mencari keselamatan dan jalan keluar.

Setiap orang pasti pernah mengalami fase yang terberat dalam hidupnya; berada dalam keadaan yang buntu dan  terdesak; tidak menemukan solusi dan jalan keluar dari permasalahan hidup yang sedang dialaminya. Satu-satunya yang dapat menolong dan menyelamatkan hanyalah Sang Pencipta itu sendiri: Ia yang menciptakan seluruh alam semesta ini beserta segenap kehidupan yang ada di dalamnya.

Atas izin-Nya, permasalahan bisa muncul dalam hidup seseorang dan dengan Kuasa-Nya pula permasalahan itu dapat terselesaikan. Melalui doa dan puasa, dalam hitungan jam akhirnya semua permasalahan itu dapat terselesaikan. 

Dalam doa–dengan membawa nama Tuhan didalamnya–hal pertama yang dilakukan adalah meminta maaf yang setulusnya kemudian menyadari bahwa semua yang terjadi ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus diambil sepenuhnya.

Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, maka semua bentuk permasalahan–sebesar dan serumit  apapun permasalahan itu–hanya dapat diselesaikan oleh-Nya. Bergantunglah semata-mata hanya kepada Tuhan. Setelah meminta maaf dengan sepenuhnya kepada Tuhan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan,  berdoalah dengan sungguh sungguh. Berdoalah dengan melibatkan segenap emosi dan perasaan didalamnya. Niatkanlah dengan segenap kekuatan yang ada di dalam dirimu untuk memohon bantuan Tuhan. 

Dengan kekuatan keyakinan yang tak tergoyahkan, doamu akan menjadi keinginan Tuhan yang diikuti oleh segenap kekuatan alam semesta untuk mewujudkannya. Kekuatan doa menjadi ribuan kali lipat lebih dahsyat ketika diikuti dengan puasa. Ibarat jalanan yang penuh kemacetan, maka puasa adalah jalan tol yang membuat doa menjadi lebih cepat terwujud.

Dengan puasa, seseorang menjadi lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mencurahkan segenap emosi dan perasaan dalam berdoa. Dengan puasa, gelombang pikiran seseorang menjadi sinkron dengan gelombang alam semesta sehingga keinginan dan doamu menjadi doa dari seluruh alam semesta yang mengakibatkan seluruh kekuatan alam semesta akan berupaya untuk mewujudkan apa yang menjadi doa dan keinginanmu itu. 

Kekuatan doa dan puasa yang bersifat spiritual dapat pula dijelaskan dalam ilmu pengetahuan modern saat ini. Para ilmuwan di bidang neurosains telah lama melakukan penelitian di bidang spiritual yang melibatkan para biksu di Tibet. Salah satunya adalah Sharon Begley dalam bukunya “Train Your Mind, Change Your Brain” yang menyebutkan bagian otak yang terkait dengan perasan dan emosi adalah thalamus, yang memungkinkan seseorang merasakan Tuhan secara nyata.

Kemudian ada amygdala yang berkaitan dengan rasa takut, cemas dan khawatir yang membuat seseorang merasa tertekan sehingga membutuhkan kehadiran Tuhan. Peran dari bagian otak striatum akan menghambat aktivitas dari amygdala sehingga membuat pikiran dan perasaan seseorang menjadi nyaman dan tenang ketika memikirkan tentang Tuhan dan membawa nama Tuhan didalam doa.

Bagian otak terakhir yang terkait dengan Tuhan dan tidak kalah penting adalah anterior cingulate, dimana seseorang dapat merasakan pengalaman dicintai, dikasihi, dan disayangi oleh Tuhan. Semua bagian otak ini saling terkait satu sama lain dan cara kerjanya dibantu oleh triliunan sel saraf yang membentuk sinaps atau jalinan komunikasi antar sel saraf. 

Selain bagian otak yang berperan di dalam spiritual, ada peran neurotransmiter yang menyebabkan seseorang merasakan kebahagiaan ketika membawa nama Tuhan didalam doa dan puasa. Andrew Newberg, dalam bukunya “How God Changes Your Brain” menjelaskan mengenai beberapa neurotransmiter yang berperan penting dalam membuat seseorang menjadi bahagia, diantaranya adalah: dopamin, serotonin, endorphin, dan oksitosin.

Dopamin berkaitan dengan “reward system” yang membuat seseorang termotivasi untuk mendapatkan pengakuan, pujian dan penghargaan. Serotonin terkait dengan “mood stabilizer” yang membuat seseorang menjadi nyaman, rileks, dan tenang. Kegiatan relaksasi nafas seperti meditasi dapat meningkatkan kadar serotonin didalam tubuh. Selain itu, cinta dan kasih sayang terkait dengan neurotransmiter oksitosin.

Contoh dari hadirnya oksitosin adalah pada ibu yang sedang hamil ataupun menyusui yang kadar cinta dan kasih sayangnya begitu besar seiring dengan meningkatnya kadar oksitosin di dalam tubuhnya–hal yang sama juga terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh melibatkan fokus dan konsentrasi yang terkait dengan dopamin; metode relaksasi nafas ataupun alunan doa yang membuat perasaan seseorang menjadi nyaman melibatkan serotonin dan endorphin.

Ketika doa telah selesai dipanjatkan dan seseorang merasakan cinta dan kasih Tuhan mulai tercurah kepadanya, maka saat itulah kadar oksitosin di dalam tubuhnya meningkat. 

Puasa adalah kegiatan seseorang untuk membatasi asupan makanan dan minuman di dalam tubuh; kegiatan itu sudah dilakukan oleh manusia bahkan sejak awal peradaban manusia itu sendiri. Hal tersebut dijelaskan oleh David Perlmuttter dalam bukunya “Brain Maker” yang menjelaskan mengenai  “Gut-Brain Axis” dimana saluran pencernaan manusia terkait erat dengan otak manusia.

Dalam berbagai literatur lain juga disebutkan bahwa saluran cerna adalah “otak kedua” yang dimiliki manusia. Di dalam saluran cerna inilah terdapat mikrobiota usus yang memiliki peran penting dalam banyak hal, termasuk menjadi bahan baku dibentuknya neurotransmiter dan seluruh komponen penting yang mengalir ke semua bagian tubuh manusia.

Ketidakseimbangan dari mikrobiota usus ini akan memunculkan proses peradangan yang menjadi sumber utama semua penyakit di dalam tubuh seseorang. Puasa adalah cara dan jalan terbaik untuk menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan keharmonisan di dalam tubuh seseorang.

Dengan puasa, sel-sel di dalam tubuh menjadi semakin kuat melalui proses apoptosis yang hanya akan menyisakan sel sel tubuh yang sehat saja untuk bertahan. Kombinasi dari mikrobiota usus yang seimbang, sel-sel yang sehat, serta produksi neurotransmiter yang berkualitas akan lebih memudahkan seseorang untuk mewujudkan apapun yang menjadi doanya. Itulah kenapa puasa selalu dianjurkan dalam setiap kegiatan dan ritual keagamaan karena perannya yang begitu penting, baik untuk kesehatan tubuh maupun dalam terwujudnya suatu doa. [T]

Tags: doakesehatanNeurosainsSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang dan Kebutuhan Manusia yang Semu

Next Post

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

dr. Vasmana

dr. Vasmana

Bisa ditemui di facebook dan IG: Vasmana Humble

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ikutilah Festival Seni Pelajar Jembrana | Inilah Ruang Edukasi Alternatif

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co