23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
March 1, 2021
in Esai
Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Tak terasa beberapa hari lagi Hari Raya Nyepi tiba. Rangkaian Hari Raya Nyepi dimulai dari Upacara Melasti yang dilaksanakan 2 – 3 hari sebelum  Nyepi, yang bertujuan menyucikan diri melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan dan perbuatan. Selain untuk membersihkan diri juga menyucikan benda sakral yaitu pratima yang diarak ke laut sebagai sumber air kehidupan.

Biasanya di daerah kami, waktu mamargi ke segara diatur sedemikian rupa agar lalu lintas tak terlalu padat. Setiap sekaa dari masing-mamsing Pura sudah menyiapkan pratima dan benda sakral lainnya di pinggir jalan untuk diarak menuju segara.

Setelah melasti, pratima, tombak dan benda suci lainnya distanakan di Pura Desa. Dulu pratima-pratima ini diusung menuju segara atau sungai. Namun seiring perkembangan jaman, sekarang pratima-pratima diletakkan di sebuah tempat yang diberi roda di bawahnya untuk memudahkan membawa menuju segara. Tempat yang diberi roda ini dinamakan jempana. Pratima, tombak dan benda sakral lainnya kemudian di-pendak/dijemput dari Pura Desa pada sore hari sebelum pengrupukan dimulai. Namun setiap daerah memiliki kebijakan lokal berbeda-beda.

Rangkaian Nyepi selanjutnya adalah Upacara Tawur Kesanga  yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Upacara ini memiliki makna membersihkan jagad Bhuana Alit dan Bhuana Agung agar hubungan tiga elemen (manusia, Tuhan dan alam) menjadi selaras dan seimbang. Upacara Tawur Agung Kesanga ini biasanya dilaksanakan pada pagi hari, lalu sore harinya masyarakat bersiap-siap untuk melaksanakan pengrupukan.

Di daerah kami, Kerobokan Badung, sebelum melakukan upacara pengrupukan, petang harinya ada tradisi megobog. Tradisi megobog merupakan pembersihan pekarangan rumah dari Buthakala atau hal-hal yang bersifat negatif.

Biasanya setiap keluarga, di rumah masing-masing melaksanakan tradisi megobog dahulu pada petang hari sebelum pengrupukan. Saya masih ingat betul. Waktu kecil, inilah saat yang kami tunggu-tunggu. Saya membawa danyuh (daun kelapa kering), yang disulut api, kakak membawa sapu lidi, bapak membawa obor dan ibu membawa tirta. Kedua adik membawa kentungan. Kami berkeliling rumah dengan semangat dan gembira. Saat kulkul atau kentungan dibunyikan, danyuh yang dihentak-hentakkan ke tanah, tirta dipercikkan dan sapu lidi digerak-gerakkan (seperti gerakan menyapu) di tanah. Demikianlah kami berkeliling pekarangan rumah mengusir bhuta kala.

Selanjutnya barulah kami bersiap-siap melaksanakan upacara pengrupukan, turut membawa obor, mengarak ogoh-ogoh banjar kami ke rute yang telah ditentukan.  Biasanya  setelah berkeliling, ogoh-ogoh diarak menuju catus pata desa. Di catus pata penonton sudah berkumpul dengan antusias menonton ogoh-ogoh, Suasana semakin semarak saat lagu ogoh-ogohnya Yan Bero mengalun. Semakin malam semakin semarak dan menyenangkan.

Pengenter acara, memandu ogoh-ogoh berputar mengelilingi catus pata sebanyak tiga kali. Baru bisa kembali ke banjar masing-masing. Ogoh-ogoh yang lain menunggu giliran dengan sabar dan tertib untuk berputar di catus pata desa. Biasanya setelah ogoh-ogoh diarak, ogoh-ogoh dibakar.  

Pembuatan ogoh-ogoh menghabiskan waktu kurang lebih sebulan. Anak-anak pun tak mau kalah. Mereka juga ikut membuat ogoh-ogoh.  Mereka sangat antusias turut serta meramaikan upacara pengrupukan.

Dulu kebanyakan ogoh- ogoh mengambil rupa raksasa. Namun sekarang lebih variatif. Bahkan pernah ada yang membuat ogoh-ogoh Spongebob Squarepants, Upin Ipin, dan lain-lain. Tokoh-tokoh kartun dan anime yang turut memeriahkan suasana pengrupukan ini membuat euforia dari kalangan anak-anak sangat besar.  Mereka turut berkreasi, merancang, membuat ogoh-ogoh dan mengarak ogoh -ogohnya.

Di beberapa sekolah, menjelang pengrupukan tiba, anak-anak TK merayakannya di sekolah dengan mengusung ogoh-ogoh mini yang disediakan sekolah dengan diiringi baleganjur yang juga dimainkan anak-anak. Mereka mengaraknya ke jalan di sekitar sekolah, lalu kembali ke sekolah. Meskipun sederhana, ini memberikan pengalaman yang amat mengesankan di hati anak-anak. 

Hingar bingar pangerupukan berlalu, tibalah Hari Raya Nyepi yang merupakan perayaan Tahun Baru Hindhu berdasarkan penanggalan/ kalender caka. Pada hari ini Umat Hindhu menyepi melaksanakan catur brata penyepian. Yang terdiri dari amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak berkarya/ bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Perayaan Tahun Baru Caka ini dilaksanakan dengan menyepi, berpuasa, mulat sarira, bukan dengan kembang api namun dengan perjalanan sunyi ke dalam diri. Untuk menjadi diri yang baru, yang lebih baik lagi.

Namun terhitung  sudah dua kali sejak tahun 2020, kita merayakan rangkaian Hari Raya Nyepi seperti melasti dan  pengrupukan dalam kesunyian. Merayakan rangkaian nyepi yang dibalut pandemi.  Yang paling terasa adalah saat melasti, tawur kesanga dan pangrupukan. Mau tak mau kita mesti beradaptasi dengan situasi kondisi, menghindari kerumunan dan menjalankan protokol kesehatan agar situasi tak memburuk.

Hari raya di masa pandemi memang membuat ada yang hilang di dalam hati. Namun selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Hari-hari dengan membatasi sosialisasi dalam masyarakat, memungkinkan kita untuk  melakukan hal lain, perjalanan ke dalam diri yang tak pernah selesai dan tetap menumbuhkan rasa syukur, tetap berjuang dan bertahan dalam situasi seperti ini.

Harapan kita semoga situasi segera membaik, agar bisa melasti dan mengarak ogoh-ogoh kembali seperti dulu. Akhir kata Selamat Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943. Mari  menyalakan obor dalam diri kita. Agar kita senantiasa eling,  memperbarui diri menjadi lebih baik lagi. [T]

Tags: baliHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

Next Post

Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co