7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Pilihan Lomba Baca Puisi Komunitas Mahima 2020 – Katagori SMA/SMK

tatkala by tatkala
October 12, 2020
in Puisi
Puisi-puisi Pilihan Lomba Baca Puisi Komunitas Mahima 2020 – Katagori Sekolah Dasar

PUISI-PUISI LOMBA BACA PUISI KOMUNITAS MAHIMA 2020 – KATAGORI SMA/SMK

—–


Manik Sukadana

PERNYATAAN KEPADA PEREMPUAN PENGAGUM WARNA


Mengatakan cinta kepadamu seperti memotong nadi,

mencari-cari permata air yang terendap-terhempas di sana.

Laku gila: mirah bang atau luka akan tersisa.


Seketika usia cintaku kepadamu berhenti.

Kita memang tidak pernah sepaham mencampur warna pada diri.

Segurat luka itu membeku.

Tidak tertutup atau terbuka menganga.

Seperti yang kau katakan,

tidak ada luka yang benar-benar sembuh

meski dengan bantuan cinta.


Usia cintaku kepadamu berhenti setelah pertemuan abu-abu itu.

Angin serat-serat waktu yang mengantarku ke lautmu berbalik arah.

Pelayaran ditunda.

Sampai kapan?

Tidak ada yang tahu.


Waktu serupa laut yang tiap mula dan akhir ada pada kita,

persis seperti yang kau katakan.

Kita memang tidak pernah saling bertanya, berkata

tentang arah dan tujuan pelayaran.

Yang pasti hanya jalan pulang,

rumah masing-masing.


Hujan datang,

kita berteduh di simpang terdekat rumahmu

dan berharap segalanya reda.

Saling menunggu penjemput tiba

menuju impian masa depan

yang kita rencanakan secara terpisah.


Kita saling memutus waktu

ketika pernyataan ini telah kaubaca dengan cermat

dan (mungkin) tidak akan pernah dibuka lagi

untuk selamanya.

Olehmu, olehku.

.


Wayan Esa Bhaskara

SAJAK AKHIR TAHUN


sejak kapan kau jadi ahli patah hati

menerka tiap lembar kalender

ada garis takdir, memelukku hingga lembar terakhir


hati kian melapang, raga ini sajak rindu

kata demi kata menunggu hingga pilu

angka-angka kini terlihat abu


kita usai, kupilih diam

sedang bulan terus membesar

hari-hari makin mekar


kau, ialah usia tak utuh

berkali-kali di mataku tanggal merah main prosotan

jiwaku jalan asam garam


menurutku cukup, dada ini medan perang

angka-angka kusam lahir tiap pekan

kalender halaman terakhir terlanjur kutelan

.


AA Ayu Rahatri Ningrat

JENGGALA


Jenggala, Aku tak perlu pertemuan

karena berbagi kisah tak selalu dengan pertemuan

Akan kususun satu persatu serpihan bayangmu, yang kadang melukai

Sel-sel imajiku meng-ada-kanmu,

Walau tak me-nyata-kanmu

Tapi kita punya banyak cerita


Tentang wanginya kamboja, nada minor,

dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu

Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?

Kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang

Kita juga menggil karena subuh


Jenggala,

Kita adalah fatamorgana

Penghubung kita hanyalah hujan

dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan

.


Jong Santiasa Putra

DI PANTAI UTARA

                Celukan Bawang



Tiga nelayan menatap laut

matahari bias di matanya.


Ikan-ikan mengeram sunyi

mengenyam sebagian rahasia

saat buih paling tua

melibas kaki mungil si bungsu.


Karang jauh,

ayah belum berlabuh


Bilik bambu ditetak angin

satu ketapang tumbang

dari mana datang petaka

sebab muasal kita tak terpeta.


Datanglah, datanglah

bulan Sampar, akhir tahun

api unggun, tikar pandan,

ikan bakar, sayur lodehbuatan istri

malam bertamu, duduk bersila

dua gelas tuak, satu batang

mimpi-mimpi penuh dirajam

hal-hal telah diterjemahkan.


Jangkar berkarat di pasir,

rumpon kering ditenggat

Barakuda terjebak di jaring

doa-doa berlayar ke seberang.


Seekor ikan melompat

tubuhnya jadi tanah

matanya jadi benih

tumbuhlah-tumbuhlah.


Laut hanyalah kita

menyamar kemungkinan

batas-batas cahaya.


.


Wayan Sumahardika

EPILOG 


Inikah rasanya, berada di rahim bumi 

Kembali menjadi benih yang tak pasti 

Lahir disambut cium bibir matahari 

Atau membiarkan diri gugur 

          terkikis bisu tanah 


Jika sekarang waktunya memilih, 

Akan kupilih hidup bagi anakku 

Sebab telah kesekian kali 

diri lahir kembali 

Namun tak pernah sanggup 

         menanggalkan cemberut 

pada bibir anak sendiri 


Apalah yang beda dari kematian saat ini 

Sedang rumah tinggal berada 

        di antara palung dan tebing gunung 

Hari-hari adalah menanggalkan ketakutan 

Buat hidup sampai esok pagi 


Nak, 

Jika nanti, namaku ada dalam pencarian 

Jangan biarkan orang-orang itu 

Menggali tanah kita.

Relakan saja tubuh ini terkubur 

Menjadi pupuk buat bekal hidupmu kelak 


Lupakan saja aku, 

Seperti kau melupakan tangis kemarin 

Saat menginginkan mainan baru 

.


I Putu Agus Phebi Rosadi

PERPISAHAN


Hujan telah reda

Saat kau melambai padaku

Belum sempat kukatakan rindu

Tapi peluit kereta lekas membawamu lalu

Tinggal seorang perempuan yang tiba tiba menghampiriku

menggerutu dan menyeru;

Tak ada bahagia dan cinta di sini

Maka kau harus pergi


Dan perempuan itu berulang meyakinkanku.

Cinta adalah dusta rahasia. Sebab itu kita tak mesti percaya.

Sesekali mesti menduga atau berumpama ; Ia adalah perempuan ingkar janji;

semisal enggan berbagi ranjang di hari petang

Ada benarnya barangkali


Tak ada bahagia di sini

Maka kubalas lambaian tanganmu

Selamat tinggal

.


Julio Saputra

SENJA DI DHAMMADESA

Aku menaruh hati
Pada sayur mayur menebar sapa
Buah jambu mengharap senyum
Rumput hijau teramat ramah
Juga batas timur, memeluk
Memberi salam hangat

Sang Buddha menggenggam doa
Yang datang bersama wangi dan asap dupa
Di dalam pondok berdiri menepis hujan
Aku menyentuh dingin yang terbang
Hinggap dan merayap
Merasuk dalam diri
Menemui sepi, memintanya bahagia lagi

Pohon-pohon bersahabat
Pucuk dan kembang mengucap semangat
Seorang pelepas duduk, membawa cerita
Yang sederhana, yang bermakna
Bersama alam, kekasih hidup

Tiba-tiba, kabut putih menghampiri
Berjalan pelan-pelan
Menjelma selimut bumi
Menutup setiap sudut ruang

Ke mana aku harus berlabuh?
Sementara jalanku terlihat samar-samar

Sayup-sayup, ada yang berbisik
Ke alamlah, kau harus kembali

.


Wulan Dewi Saraswati

SURAT LENA


Sudah lama kau tak pulang

Kau pun belum tuntas menikmati sejuk halamanku

tempat untuk membisikan cerita

bila surat ini terbaca

maka sudah habis perjalanan rindu

yang kususun rapi di antara anyir airmata

dan waktu sudah berpulang

menjemput segala rahasia senja

sebentar lagi, kau akan pulang

kau pun boleh menitipkan isyarat

pada cemara depan rumah

atau pada kucing di pantai utara

katakan, kau masih ingin menyebutku

katakan saja tanpa ragu

dan harihari kita selipkan

bersama peluk ombak

meluluhkan pasir

yang akan mengajakmu pulang

.


Gede Gita Wiastra

SUARA YANG HILANG


Hari itu

aku kembali ke tanah rahim

menyapa masa kanak-kanak

sudah lama aku tak berjumpa lelakut

Kesetiaan dan keringatnya mengalir ke sawah-sawah

Menjelma mekar bunga padi


Sambil mengusir burung-burung itu

Ia selalu mendongengiku

: dongeng tentang kesedihan I Cetrung

Dongeng tentang nyanyian Kedis Kurkuak

Atau bercerita tentang Tuan Tani

Yang lahannya hilang

Entah ke mana


Seuntai kabar tak pernah kusampaikan padanya

Tentang diriku di tanah pengembaraan

Bukan karena lupa

Hanya ingin memupuk kerinduan


Tapi, di manakah dia

Aku tak mendengar lagi suara-suaranya

Mungkinkah hilang dimakan hari?

Sebab tak ada lagi yang dijaga

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Pilihan Lomba Baca Puisi Komunitas Mahima 2020 – Katagori SMP

Next Post

Lelakut Itu Hantu Sawah Bukan Menghantui Sawah Untuk Disulap Jadi Yang Lain

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
0
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails
Next Post
Lelakut Itu Hantu Sawah Bukan Menghantui Sawah Untuk Disulap Jadi Yang Lain

Lelakut Itu Hantu Sawah Bukan Menghantui Sawah Untuk Disulap Jadi Yang Lain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co