24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terbentuk, Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli – [Hikmah di Balik Wabah Covid-19]

I Komang Alit Juliartha by I Komang Alit Juliartha
June 7, 2020
in Khas
Terbentuk, Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli – [Hikmah di Balik Wabah Covid-19]

Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli

Jika kita bicara keadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid -19 ini, pasti semua sudah tahu dan melihat, betapa gusarnya pikiran PMI ini. Pertama, karena pemberitaan miring serta perlakuan negatif yang kerap menimpa mereka. Kedua adalah keuangan para PMI yang anjlok karena diputus kontrak sebelum habis masa kontrak, dan dirumahkan. Apalagi ditambah ketidakpastian kapan akan berangkat lagi. Sebuah situasi yang sangat sulit bagi para PMI.

Hal itu juga dirasakan oleh sahabat-sahabat di desa saya. Sekadar informasi, di desa saya Desa Adat Kubu, Bangli, kami memiliki kurang lebih 100 orang PMI. Dan sebagian besar sudah di rumah dan dirumahkan oleh pihak perusahaan. Apa yang saya paparkan di awal, ya terjadi juga pada saya dan PMI di desa saya. Banyak yang bercerita kehabisan uang. Ada juga secercah harapan yakni dapat kompensasi berupa uang dari perusahaan.  Meskipun berbeda besaran yang didapat karena disesuaikan dengan lamanya kontrak. Ada juga yang merana karena sampai detik ini belum dapat kompensasi tersebut. Banyak lagi kisah-kisah pahit di masa pandemi ini.

Tapi, tentu kita terlalu naif jadi manusia jika hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Kita harus bisa mengambil sisi positifnya. Bahwa ada hikmah dibalik pandemi covid-19 ini. Apa itu? Hikmahnya adalah sebagian besar PMI di desa saya sedang berada di rumah, dan kami memutuskan untuk membuat suatu perkumpulan yang  dinamakan Paguyuban Sameton PMI Kubu-Bangli.

Berawal dari rembug-rembug biasa antara I Nengah Sutarta Adi Putra yang sering dipanggil Nengah Godogan dengan Putu Arya Budiastika dimana mereka mencetuskan ide untuk membentuk satu wadah berkumpulnya para PMI di Desa Adat Kubu yang notabene bertetangga dengan Desa Wisata Penglipuran. Akhirnya Ide itu dilempar ke dalam forum yang lebih besar, sebut saja Hendra Santosa, Wahyu Adi Sena, Gede Suwidnyana, Putu Andi, Alit Joule, Komang Adi Suka Arsa, Kharisma Putra dan teman-teman yang lain yang memang mensupport penuh segala kegiatan yang tentunya bersifat positif dengan dua penasehat yakni I Nengah Satwika (Kekog) dan I Nengah Suastika.

Akan saya ceritakan sedikit sejarah singkat tentang pembentukan perkumpulan ini. Sejatinya sejak tahun 1994 sudah ada satu orang yang mengawali menjadi PMI. Ini merupakan cikal bakal dari PMI di desa saya. Tahun 2000 mulai semakin banyak pemuda yang berangkat ke kapal pesiar. Dan sampai hari ini, di tahun 2020 jumlah PMI di desa saya   Jumlahnya lebih dari 100 orang. Ini menyiratkan bahwa selalu ada perubahan di setiap jaman terutama dari segi lapangan pekerjaan. Yang dulunya kebanyakan pemuda berkutat dengan kerajinan, hingga akhirnya banyak yang melamar jadi pegawai. Saat ini bekerja di kapal pesiar adalah salah satu pekerjaan yang digandrungi oleh para pemuda di desa saya. Dan tidak menutup kemungkinan, jumlahnya akan bertambah banyak seiring perjalanan waktu. Tentu saja menunggu dunia sembuh dari covid-19.

Dari tahun 1994 sampai sekarang 2020, belum pernah teman-teman membentuk yang namanya wadah atau perkumpulan yang bisa mengkordinir para PMI ini. Mereka berjalan sendiri-sendiri. Benar-benar tidak ada komunikasi dan kordinasi. Maka dari itulah panglingsir PMI mencetuskan ide untuk membuat satu wadah yang menaungi seluruh PMI di Desa Adat Kubu, Bangli. Mumpung sebagian besar dari PMI sudah berada di rumah. Akhirnya semua sepakat. Paguyubanpun dibentuk.

Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli menyerahkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid-19

Dan program pertama yang dilakukan adalah pengumpulan donasi yang sedianya nanti akan digunakan untuk membeli sembako dan dibagikan kepada warga yang layak diberi bantuan. Beberapa persen akan disumbangkan kepada satgas penanggulangan covid-19 di desa. Entah dalam bentuk apa nanti diputuskan bersama-sama.

Dan tepatnya Minggu, 7 Juni 2020 kami berkumpul di sekretariat paguyuban (Warung Aplenk) dan melaksanakan kegiatan bansos berupa pembagian sembako dengan jumlah penerima sebanyak 67 KK. Kami membagi diri menjadi 4 kelompok dan menyerahkannya langsung ke penerima. Sebelumnya juga kami telah melaksanakan program kerja yang lain yakni memberikan support baik berupa dana duka maupun motivasi kepada anggota paguyuban dan  sanak family yang sedang dalam keadaan berduka (meninggal dunia) agar tidak larut dalam kesedihan.

Perkumpulan ini tentunya tidak berhenti sampai di penyerahan bansos saja. Nantinya perkumpulan yang sudah diketahui oleh Bendesa Adat, Kepala Lingkungan dan pihak kelurahan ini, segala kegiatan akan bersinergi dengan desa adat dan dinas. Apa yang mungkin nanti bisa dibantu oleh para PMI. Sehingga PMI bisa bermanfaat untuk desa. Karena PMI sangat sulit untuk selalu dekat dengan masyarakat sebab mereka harus bekerja jauh dari rumah dalam waktu yang sangat lama. Dengan adanya wadah ini akan mampu ikut serta dalam kegiatan sosial dan pembangunan di masyarakat. Karena PMI juga adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.

Perkumpulan ini selain membuat program jangka pendek, juga akan membuat program jangka menengah dan jangka panjang. Mudah-mudah atas restu Tuhan, ijin dari pimpinan desa dan dinas, serta kekompakan teman-teman PMI, akan bisa nantinya membuat sesuatu dalam bidang ekonomi kreatif yang akan sangat bermanfaat bagi PMI. Karena sekali lagi saya katakan, bahwa PMI tidak akan selamanya bekerja di kapal pesiar. Jadi perkumpulan inilah kelak menjadi solusi untuk bertukar pikiran tentang segala hal terutama bagaimana membangun sebuah usaha. Dan semoga bisa menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan sehingga mampu membuat roda perekonomian tetap berjalan ketika benar-benar berhenti bekerja sebagai PMI. Semoga  [T]

Tags: Banglicovid 19pekerja migran
Share1349TweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-sajak Ozik Ole-olang || Macam-macam Rindu dan Tata Cara Menyucikannya

Next Post

Sang Hyang Eta-Eto: Memahami Kalender Hindu Bali & Baik-Buruk Hari dengan Rumusan ‘Lanus’

I Komang Alit Juliartha

I Komang Alit Juliartha

Tinggal di Bangli. Peraih hadiah Sastera Rancage tahun 2014. Bergiat di Komunitas Bangli Sastra Komala. Ia berpulang Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Sastra Bali Modern

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Sang Hyang Eta-Eto: Memahami Kalender Hindu Bali & Baik-Buruk Hari dengan Rumusan ‘Lanus’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co