24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terbentuk, Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli – [Hikmah di Balik Wabah Covid-19]

I Komang Alit Juliartha by I Komang Alit Juliartha
June 7, 2020
in Khas
Terbentuk, Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli – [Hikmah di Balik Wabah Covid-19]

Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli

Jika kita bicara keadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid -19 ini, pasti semua sudah tahu dan melihat, betapa gusarnya pikiran PMI ini. Pertama, karena pemberitaan miring serta perlakuan negatif yang kerap menimpa mereka. Kedua adalah keuangan para PMI yang anjlok karena diputus kontrak sebelum habis masa kontrak, dan dirumahkan. Apalagi ditambah ketidakpastian kapan akan berangkat lagi. Sebuah situasi yang sangat sulit bagi para PMI.

Hal itu juga dirasakan oleh sahabat-sahabat di desa saya. Sekadar informasi, di desa saya Desa Adat Kubu, Bangli, kami memiliki kurang lebih 100 orang PMI. Dan sebagian besar sudah di rumah dan dirumahkan oleh pihak perusahaan. Apa yang saya paparkan di awal, ya terjadi juga pada saya dan PMI di desa saya. Banyak yang bercerita kehabisan uang. Ada juga secercah harapan yakni dapat kompensasi berupa uang dari perusahaan.  Meskipun berbeda besaran yang didapat karena disesuaikan dengan lamanya kontrak. Ada juga yang merana karena sampai detik ini belum dapat kompensasi tersebut. Banyak lagi kisah-kisah pahit di masa pandemi ini.

Tapi, tentu kita terlalu naif jadi manusia jika hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Kita harus bisa mengambil sisi positifnya. Bahwa ada hikmah dibalik pandemi covid-19 ini. Apa itu? Hikmahnya adalah sebagian besar PMI di desa saya sedang berada di rumah, dan kami memutuskan untuk membuat suatu perkumpulan yang  dinamakan Paguyuban Sameton PMI Kubu-Bangli.

Berawal dari rembug-rembug biasa antara I Nengah Sutarta Adi Putra yang sering dipanggil Nengah Godogan dengan Putu Arya Budiastika dimana mereka mencetuskan ide untuk membentuk satu wadah berkumpulnya para PMI di Desa Adat Kubu yang notabene bertetangga dengan Desa Wisata Penglipuran. Akhirnya Ide itu dilempar ke dalam forum yang lebih besar, sebut saja Hendra Santosa, Wahyu Adi Sena, Gede Suwidnyana, Putu Andi, Alit Joule, Komang Adi Suka Arsa, Kharisma Putra dan teman-teman yang lain yang memang mensupport penuh segala kegiatan yang tentunya bersifat positif dengan dua penasehat yakni I Nengah Satwika (Kekog) dan I Nengah Suastika.

Akan saya ceritakan sedikit sejarah singkat tentang pembentukan perkumpulan ini. Sejatinya sejak tahun 1994 sudah ada satu orang yang mengawali menjadi PMI. Ini merupakan cikal bakal dari PMI di desa saya. Tahun 2000 mulai semakin banyak pemuda yang berangkat ke kapal pesiar. Dan sampai hari ini, di tahun 2020 jumlah PMI di desa saya   Jumlahnya lebih dari 100 orang. Ini menyiratkan bahwa selalu ada perubahan di setiap jaman terutama dari segi lapangan pekerjaan. Yang dulunya kebanyakan pemuda berkutat dengan kerajinan, hingga akhirnya banyak yang melamar jadi pegawai. Saat ini bekerja di kapal pesiar adalah salah satu pekerjaan yang digandrungi oleh para pemuda di desa saya. Dan tidak menutup kemungkinan, jumlahnya akan bertambah banyak seiring perjalanan waktu. Tentu saja menunggu dunia sembuh dari covid-19.

Dari tahun 1994 sampai sekarang 2020, belum pernah teman-teman membentuk yang namanya wadah atau perkumpulan yang bisa mengkordinir para PMI ini. Mereka berjalan sendiri-sendiri. Benar-benar tidak ada komunikasi dan kordinasi. Maka dari itulah panglingsir PMI mencetuskan ide untuk membuat satu wadah yang menaungi seluruh PMI di Desa Adat Kubu, Bangli. Mumpung sebagian besar dari PMI sudah berada di rumah. Akhirnya semua sepakat. Paguyubanpun dibentuk.

Paguyuban Sameton PMI Desa Adat Kubu, Bangli menyerahkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid-19

Dan program pertama yang dilakukan adalah pengumpulan donasi yang sedianya nanti akan digunakan untuk membeli sembako dan dibagikan kepada warga yang layak diberi bantuan. Beberapa persen akan disumbangkan kepada satgas penanggulangan covid-19 di desa. Entah dalam bentuk apa nanti diputuskan bersama-sama.

Dan tepatnya Minggu, 7 Juni 2020 kami berkumpul di sekretariat paguyuban (Warung Aplenk) dan melaksanakan kegiatan bansos berupa pembagian sembako dengan jumlah penerima sebanyak 67 KK. Kami membagi diri menjadi 4 kelompok dan menyerahkannya langsung ke penerima. Sebelumnya juga kami telah melaksanakan program kerja yang lain yakni memberikan support baik berupa dana duka maupun motivasi kepada anggota paguyuban dan  sanak family yang sedang dalam keadaan berduka (meninggal dunia) agar tidak larut dalam kesedihan.

Perkumpulan ini tentunya tidak berhenti sampai di penyerahan bansos saja. Nantinya perkumpulan yang sudah diketahui oleh Bendesa Adat, Kepala Lingkungan dan pihak kelurahan ini, segala kegiatan akan bersinergi dengan desa adat dan dinas. Apa yang mungkin nanti bisa dibantu oleh para PMI. Sehingga PMI bisa bermanfaat untuk desa. Karena PMI sangat sulit untuk selalu dekat dengan masyarakat sebab mereka harus bekerja jauh dari rumah dalam waktu yang sangat lama. Dengan adanya wadah ini akan mampu ikut serta dalam kegiatan sosial dan pembangunan di masyarakat. Karena PMI juga adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.

Perkumpulan ini selain membuat program jangka pendek, juga akan membuat program jangka menengah dan jangka panjang. Mudah-mudah atas restu Tuhan, ijin dari pimpinan desa dan dinas, serta kekompakan teman-teman PMI, akan bisa nantinya membuat sesuatu dalam bidang ekonomi kreatif yang akan sangat bermanfaat bagi PMI. Karena sekali lagi saya katakan, bahwa PMI tidak akan selamanya bekerja di kapal pesiar. Jadi perkumpulan inilah kelak menjadi solusi untuk bertukar pikiran tentang segala hal terutama bagaimana membangun sebuah usaha. Dan semoga bisa menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan sehingga mampu membuat roda perekonomian tetap berjalan ketika benar-benar berhenti bekerja sebagai PMI. Semoga  [T]

Tags: Banglicovid 19pekerja migran
Share1349TweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-sajak Ozik Ole-olang || Macam-macam Rindu dan Tata Cara Menyucikannya

Next Post

Sang Hyang Eta-Eto: Memahami Kalender Hindu Bali & Baik-Buruk Hari dengan Rumusan ‘Lanus’

I Komang Alit Juliartha

I Komang Alit Juliartha

Tinggal di Bangli. Peraih hadiah Sastera Rancage tahun 2014. Bergiat di Komunitas Bangli Sastra Komala. Ia berpulang Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Sastra Bali Modern

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Sang Hyang Eta-Eto: Memahami Kalender Hindu Bali & Baik-Buruk Hari dengan Rumusan ‘Lanus’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co