24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersastra Online pada Sastra Bali Modern: Ramai dan Guyub

I Komang Alit Juliartha by I Komang Alit Juliartha
May 4, 2020
in Khas
Bersastra Online pada Sastra Bali Modern: Ramai dan Guyub

Poster kegiatan sastra online yang bertebaran di media sosial

Ketika semua diharuskan berada di rumah, akibat dari adanya pandemi covid-19 ini, membuat semua orang semakin kreatif. Akhir-akhir ini, ibu-ibu kebanyakan menghabiskan waktunya untuk mencoba resep-resep makanan yang dulunya mereka hanya sempat membaca saja, karena rutinitas pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Begitu juga bapak-bapak yang seperti mengembalikan jati diri mereka sebagai seorang petani. Mereka mulai menanam.

Bagaimana dengan para sastrawan? Yang saya lihat mereka kini semakin kreatif memanfaatkan waktu di rumah untuk hal-hal positif. Menulis sudah pasti menjadi agenda utama. Tentu banyak tulisan-tulisan yang tertunda dan harus diselesaikan sebagai pertanggungjawaban penulis terhadap dirinya sendiri. Namun ada yang menarik, mungkin di mulai dari Komunitas Mahima yang menggagas adanya acara Mendongeng Online. Jadi prosesnya para pendongeng mendongeng secara online, live streaming di facebook ataupun instagram. Sangat kreatif, dan bermanfaat. Mengingat yang menjadi pendongeng kebanyakan para penulis yang notabene lebih banyak menulis ketimbang tampil membawakan tulisannya ataupun tulisan orang lain.

Mungkin dari sini asalnya, Suara Saking Bali mengadakan acara yang serupa dengan mengambil tema “Maca Cerpen Bali Online; Mai Bareng “Buduh”. Mengingat, pimpinan dari majalah online tersebut, Putu Supartika merupakan teman dari Made Adnyana Ole dan Supartika adalah salah satu penulis di Komunitas Mahima dengan Tatkala.co sebagai tempat mempublikasikan tulisan-tulisan para penulis di Bali (termasuk saya yang baru memulai menulis menggunakan bahasa Indonesia).

Dimulai sejak 17 April, Dewa Ayu Carma Citrawati, penulis sastra Bali modern perempuan yang memang sangat aktif menulis cerpen khususnya, mencoba menerima tantangan untuk membaca cerpen berbahasa Bali. Dua sekaligus dengan judul Kampih di Kasisik karya IGG Djelantik Santha dan Les karya IDK Raka Kusuma. Namun sebelumnya Carma Citrawati sudah sering membacakan karya sahabat-sahabatnya di channel youtubenya.

Keesokan harinya, pangawi sastra Bali modern I Made Sugianto yang kini menjabat sebagai perbekel Desa Kukuh, membaca cerpen Bali yang berjudul Ulian Kis ILuh Nadak Tiwas yang merupakan karyanya sendiri.

Yang menarik lagi, setiap hari minggu diadakan acara bedah buku berbahasa Bali. Ini satu gebrakan yang memang sangat bagus menurut saya untuk perkembangan sastra Bali modern. Karena memang, sastra Bali modern butuh kritikus sastra. Tanpa kritikus sastra, mungkin saja para penulis khususnya di sastra Bali modern tidak pernah mau belajar karena merasa tulisannya sudah baik dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Dengan adanya kegiatan ini, sangat bermanfaat khususnya bagi para penulis. Demi kebaikan tulisan-tulisan selanjutnya.

I Gede Gita Purnama Arsa Putra atau sering dipanggil Bayu hadir menjadi yang pertama membedah buku Ling karya I Komang Alit Juliartha. Minggu berikutnya Ni Kadek Ayu Sulastri mahasiswa Fakultas Sastra Unud yang membedah buku Aud Kelor karya Dewa Ayu Carma Citrawati. Dan yang akan tampil selanjutnya adalah Siti Noviali mahasiswa Fakultas Sastra Unud yang akan membedah buku karya I Made Sugianto berjudul Ngipiang Jokowi.

Penulis-penulis lainpun tidak mau kalah. Mereka ikut serta dalam membaca cerpen Bali. Sebut saja, Wayan Paing, Agus Darma Putra, Guna Eka Yasa, Alit Juliartha, Ari Dwijayanti, Kadek Sonia Piscayanti, Supartika, Renes Muliani, dan yang akan tampil berikutnya adalah I Gde Aries Pidrawan. Disamping para penulis, ada juga teman yang ikut membaca cerpen online yakni I Nyoman Mahayasa, fotografer, dan juga Julia Shocink, selebgram. Puteri Yadnya Diari, Dosen Mpu Kuturan.

Kegiatan ini akan tetap berlanjut mungkin sampai semuanya kembali normal. Kembali berkutat dengan kesibukan masing-masing.

Bukan hanya kegiatan tersebut saja, ternyata para penulis sastra Bali modern juga memiliki kegiatan yang tak kalah kreatif dan positif. Sebut saja, Dewa Ayu Carma Citrawati yang membaca cerpen berbahasa Bali dan menggunggah di channel youtubenya. Begitu juga 4 orang penulis sastra Bali modern ikut tampil mendongeng online di Komunitas Mahima. I Made Sugianto, Putu Supartika dan Dewa Ayu Carma Citrawati bersama sang suami Bayu Gita Purnama.

Komang Alit Juliartha dari Bangli Sastra Komala juga membuat musikalisasi puisi dengan membawakan puisi-puisi para pangawi lainnya. Made Suar Timuhun sudah mulai membaca cerpen. Renes Muliani dan Angga Paradarma yang mencoba membaca puisi yang mereka unggah di grup Bangli Sastra Komala. Satua-satua pun kini mulai diperkenalkan secara modern oleh I Made Sugianto. Banyak satua-satua Bali yang dibacakan oleh Made Sugianto di channel youtubenya. Ini baik buat anak-anak dan tentunya para orang tua yang mungkin sudah meninggalkan kebiasan masatua.

Gusti Sutedja Narendra masih tetap menulis cerita berbahasa Bali dengah ciri khasnya yang kocal dan banyol yang diunggah di akun facebooknya. Agus Sudipta menulis beberapa puisi di akun facebooknya. Dan saya dengar, Sandiyasa lagi mengerjakan cerita berbahasa Indonesia.

Mas Ruscitadewi yang kini giat menuliskan dongeng-dongeng berbahasa Indonesia. Tulisan-tulisannya pun sering muncul di Tatkala.co. Begitu juga dengan IDK Raka Kusuma yang sering kontak-kontakan dengan saya melalui Whatsup, tetap giat menulis sastra Bali modern. Ketut Aryawan Kenceng masih tetap menulis puisi di media cetak dan di akun facebooknya. Ngakan Kasub Sidan juga tetap menggunggah tulisannya baik berbahasa Bali maupun berbahasa Indonesia. Ida Bagus Pawanasuta dan yang lainnya selalu mengapresiasi dengan komentar-komentar yang positif. Nampaknya hal ini terjadi pada semua penulis sastra Bali modern. Mereka tetap menulis meskipun tidak semua diunggah di media cetak maupun media sosial. Dan tentu saja para penulis yang rutin mengirim tulisannya di majalah online Suara Saking Bali. Suara Saking Balipun sebelum mangadakan kegiatan membaca cerpen Bali, sudah melaksanakan pameran cover majalah Suara Saking Bali secara online.

Khusus di Bangli Sastra Komala, mulai bermuculan penulis-penulis muda yang mau menulis Sastra Bali Modern. Ini sangat baik. Diharapkan tetap eksis menulis.

Yang paling mengejutkan, seperti yang di unggah oleh Nyoman Manda dan dishare oleh Darma Putra, Majalah Canang Sari dan Satua yang diasuh oleh Nyoman Manda hadir ditengah-tengah riuhnya kegiatan bersastra secara online. Nyoman Manda di usianya yang sudah tak lagi muda masih aktif mengumpulkan karya penulis sastra Bali modern dan menerbitkannya.

Luar biasa. Kegiatan-kegiatan seperti tersebut di atas merupakan kegiatan-kegiatan yang positif dan mermanfaat. Disamping untuk mengisi waktu yang luang, juga dapat mempengaruhi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai sastra khususnya sastra Bali modern. Dan pastinya, kegiatan-kegiatan ini juga sebagai usaha untul melestarikan sastra Bali modern.

Seperti yang dikatakan IDK Raka Kusuma pagi hari ini, sudah waktunya yang muda bergerak untuk mengembangkan dan melestarikan sastra Bali modern. Dan sayapun membalas ucapam beliau,” Ya. Tapi tanpa panglingsir di sastra Bali modern, generasi muda tidak akan menemukan jalan yang terang dalam bersastra. Semoga para panglingsir masih tetap menuntun generasi muda, hingga sastra Bali modern tetap tumbuh dan berkembang.” Semoga. [T]

Tags: sastrasastra bali modernsastra online
Share193TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” dan Sikap Self-conscious Seorang Seniman Modern

Next Post

Bahu Membahu di Tengah Pandemi

I Komang Alit Juliartha

I Komang Alit Juliartha

Tinggal di Bangli. Peraih hadiah Sastera Rancage tahun 2014. Bergiat di Komunitas Bangli Sastra Komala. Ia berpulang Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Sastra Bali Modern

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Bahu Membahu di Tengah Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co