23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Agus Wiratama by Agus Wiratama
April 24, 2020
in Esai
Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Suara sepeda motor yang agak kencang terdengar nyaring ketika beberapa anak sibuk bermain di depan sebuah kamar. Salah seorang anak tiba-tiba berteriak, “Bapak datang!”

Ia bergegas mangambil sandal yang tak jauh darinya. Belum jauh melangkah, anak itu langsung ditangkap oleh seorang wanita yang kebetulan melihatnya, “Gak boleh nyamperin orang baru datang!” tegur perempuan itu.

Anak itu pun terisak dan langsung menangis. Bagaimana tidak menangis, baru kali ini ia dilarang menyapa ayahnya yang baru sampai rumah.

Peristiwa tersebut mengingatkan saya dengan pesan-pesan lama nenek. Dulu, semasih nenek ada, saya selalu dilarang menghampiri siapa pun yang baru datang dari bekerja atau bepergian, jangankan tamu, ibu yang kala itu selalu membawakan oleh-oleh pun tak boleh langsung dihampiri. Tetapi, ponakan-ponakan saya tidak merasakan larangan itu, sebab nenek telah tak ada.

Mereka terbiasa dengan oleh-oleh yang disambar ketika orang tuanya datang. Memeluk manja bapak atau ibunya yang ditunggu dari pagi. Suasana ini memang sangat sejuk dilihat, tetapi inilah yang tidak dibenarkan nenek saya.

Selain menghampiri orang yang datang dari bepergian jauh atau dari tempat bekerja, ada satu hal yang sangat tabu dilakukan, yaitu menyentuh orang yang datang dari kuburan. Hal ini benar-benar tak boleh dilanggar. Bila itu saya lakukan, hukuman akan segera menimpa saya.

Setiap orang yang datang dari kuburan tidak boleh disentuh, jarak harus dijaga sebelum ia menuju dapur untuk melukat dari air yang dilempar ke atas genting untuk kemudian ditadah. Hal itu belum cukup, sebab orang-orang yang belum mandi dan keramas, masih dianggap belum bersih. Jadi, masih ada satu ritual sebelum boleh disentuh. Sebelum adanya wabah Corona saya memandang semua ini adalah peristiwa gaib. Sangat mistis.

Pikir saya, “Jangan-jangan orang yang datang dari perjalanan jauh diikuti oleh makhluk gaib, apalagi dari kuburan yang jelas-jelas merupakan rumah bagi orang meninggal, pasti roh yang entah baik atau jahat banyak di sana. Kalau yang jahat ikut pulang bagaimana?” Begitu pikir saya ketika mendengar larangan seperti itu. Semakin dewasa, saya belum juga berpikir logis, hanya beranggapan, “nak gae-gaene gen, to!”

Sesampainya di rumah sepupu saya yang dikejar oleh anaknya ketika datang dari tempat kerja itu langsung melakukan beberapa ritual yang lebih modern. Pertama, dia melepas hampir semua barang yang digunakan, lalu menyemprot barang-barangnya dengan disinfektan, beberapa pakaiannya yang lain langsung direndam untuk dicuci, kemudian mandi, keramas, besok setelah itu baru mulai menyapa anaknya. Barangkali ini terdengar sedikit berlebihan, tapi saya setuju dengan sikapnya di tengah situasi seperti saat ini.

Sekarang, saya boleh malu terhadap diri sendiri, sebab dulu saya menganggap remeh persoalan ini. Hal seperti ini didukung oleh teman sepergaulan, bahkan kadang orang yang lebih tua berani berkata, “sing ada keto!”

Dan itu membuat saya semakin yakin, bahwa apa yang disampaikan oleh nenek hanya sebuah mitos! Mitos…! Sekarang, pesan lawas itu dibungkus dengan istilah kekinian dan beseliweran di media sosial. Alhasil, saya mengikutinya! Bukankah ini memalukan?

Ketika saya masih gemar nongkrong. Anak muda seumuran saya ketika itu pasti memilih tempat yang dilewati banyak orang. Bagi pemuda kampung, tempat yang paling strategis untuk nongkrong adalah tempat yang barangkali tidak terpikir oleh anak-anak zaman sekarang yaitu, pinggir pertigaan atau perempatan!

Tak ada yang ditunggu di sana, hanya duduk untuk ngobrol, menyiuli gadis lewat, hingga manggang-manggang. Kalau pulang, saya akan mengendap-endap berharap nenek tidak tahu. Alhasil, cara ini tidak pernah gagal, sebab setiap saya pulang nenek sudah tidur, esok harinya kalau ditanya tinggal katakan, “kemarin main ke rumah si Anu” semua beres!

Dulu omongan nenek yang semacam ini hanya omong kosong yang tidak saya pedulikan. Barangkali, dari dunianya, kini ia tertawa cekikikan sambil nyengir, “tuh kan, dilakuin juga sekarang!”

Hal-hal semacam itu perlahan bisa saya cerna akibat pandemi Covid-19. Larangan nongkrong di pertigaan atau perempatan saya pahami secara sederhana saja. Pertigaan atau perempatan menjadi tempat yang seolah angker barangkali karena memberi peluang besar terjadinya pertemuan, terlebih tiupan angin dari banyak arah yang mungkin membawa penyakit. Hal ini tentu saja tidak baik.

Saya membayangkan, bila sekarang saya nongkrong di pinggir perempatan atau pertigaan. Teman yang tak sengaja lewat mungkin akan berhenti untuk basa-basi tanpa kita tahu, dia sehat atau tidak, dan entah penyakit apa yang dibawa. Atau bisa saja di jalan kampung yang sempit, seorang pengendara yang lewat bersin kemudian angin meniupkan ke arah kita, maka hal tidak mengenakkan bisa saja terjadi. Untuk saat ini, pesan nenek saya coba ingat-ingat kembali.

Begitu pula dengan kasus datang dari kuburan tadi. Setelah melihat berita bahwa pasien Covid-19 yang meninggal harus ditangani secara ahli plus pakaian khusus, saya mencoba menghubungkannya dengan pesan nenek. Barangkali, orang meninggal dengan penyakit pun dari dulu dipercayai masih berkemungkinan menularkan penyakit sehingga sepulang dari sana harus bersih terlebih dahulu.

Sekarang, keponakan saya mulai terbiasa dengan situasi semacam ini. Ia mulai sibuk dengan hal yang sedang dikerjakan ketika ayahnya datang meski saya yakin, perhatiannya jauh dari mainan, melainkan tas kecil yang selalu dijinjing ayahnya dengan kejutan yang dibawa setiap pulang. [T]

Tags: covid 19filsafat balirenunganvirusvirus corona
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Peran Nyata LPD Hadapi Covid-19

Next Post

Gadis China yang Menawan

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kerja di Kapal Pesiar, “Macolek Pamor” Dianggap Kaya

Gadis China yang Menawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co