2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peran Nyata LPD Hadapi Covid-19

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
April 23, 2020
in Esai
Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Koran Bali Post edisi 11 April 2020 memberitakan bahwa 90 Persen hotel di Bali sudah tutup akibat covid-19. Jika merujuk kondisi di tahun 2019, harusnya tahun 2020 ini, Bali mendapat devisa sebanyak Rp 146 triliun. Perhitungan kasar ini diperoleh dari jumlah kunjungan wisman ke Bali tahun 2019 sebanyak 6,3 juta dikali pengeluaran rata-rata wisman sebesar Rp 2,3 juta per hari dengan kurs dolar Rp 16.000.

Hitung-hitungan ini mendadak macet seiring dengan terhentinya kunjungan wisatawan ke Bali. Selama bulan Maret-April diperkirakan Bali kehilangan devisa sebanyak Rp 18 triliun. Kehilangan nominal sebesar itu membuat Bali mendadak sempoyongan. Ketahanan ekonomi Bali rapuh mengingat 53 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bergantung pada sektor pariwisata. Bali benar-benar sedang mengalami ujian dan cobaan.

Pekerja yang bersentuhan langsung dengan pariwisata merasakan dampak paling pertama. Pegawai hotel, restaurant dan usaha lainnya yang sejenis sudah merasakan dampak pandemi ini. Gede Suyasa selaku Sskretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa per tanggal 10 April 2020, sebanyak 1.981 karyawan di Buleleng sudah di-PHK. Selain itu, sebanyak 5.200 karyawan juga sudah dirumahkan. Dirumahkan artinya masih tetap bekerja tetapi dengan sistem shift.

Kondisi ini membuat para karyawan dan masyarakat tambah cemas, dan cenderung panik. Kepanikan juga dipicu oleh adanya imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Seperti adanya imbauan terkait pembatasan jam buka bagi pedagang tradisional dan toko. Buleleng adalah salah satu kabupaten yang pernah menerapkan pembatasan jam buka pedagang yakni dari jam 10.00 sampai dengan jam 14.00 wita. Kondisi ini malah menimbulkan kerumunan dan kemacetan di ruas jalan menuju pasar tradisional. Masyarakat panik, mereka mulai membeli makanan dengan jumlah tidak normal. Mereka menduga dan memiliki keyakinan bahwa setelah kebijakan ini akan dilanjutkan dengan kebijakan lockdown. Masyarakat menjadi bingung dan tambah panik.

Melihat kondisi yang semrawut dan cenderung membuat kerumunan, akhirnya Pemkab Buleleng mengubah kebijakan dengan memberi kelonggaran jam buka pedagang. Jam buka pedagang diubah menjadi dari jam 08.00 wita sampai dengan jam 16.00 wita. Kebijakan ini membuat kondisi relatif stabil dan kerumunan massa dapat terhindarkan. Tiba-tiba kepanikan dan kecemasan masyarakat mendadak muncul kembali. Kepanikan berasal dari adanya rencana atau wacana PHDI dan MDA untuk mengadakan sipeng 3 hari yakni pada tanggal 18 sampai dengan 20 April 2020.

Wacana tersebut direspon beragam oleh elemen masyarakat. Ada Bupati yang menyambut baik ide tersebut. Ada juga politisi dan wakil rakyat yang memberi pendapat yang berbeda. Pendapat yang cenderung menolak wacana tersebut sangat gencar datang dari kalangan masyarakat bawah terutama mereka yang berprofesi sebagai pekerja harian. Mereka berdalih, jika libur 3 hari maka siapa yang bertanggung jawab dengan perut anggota keluarganya. Mereka merasa tidak sanggup. Berbagai argumen penolakan yang ada di masyarakat didengar oleh elit PHDI dan MDA. Akhirnya keputusan diambil, sipeng 3 hari atau istilah lainnya eka brata dibatalkan. Masyarakat lega dan mulai tenang pasca keputusan tersebut.

Hampir satu bulan menjalankan aktivitas atau bekerja dari rumah membuat kondisi masyarakat bawah semakin tidak menentu. Pendapatan cenderung turun bahkan bisa menjadi nol. Kondisi tersebut mengetuk hati para politisi, LSM, wakil rakyat untuk membantu masyarakat. Mereka datang dengan memberikan masker, cairan disenfektan serta belakangan sudah mulai adanya pembagian sembako. Kampus-kampus dan sekolah juga mulai turun tangan untuk membantu. Undiksha sebagai salah satu kampus terbesar di Bali Utara juga ikut dalam aksi tersebut. Di internal Undiksha ada kebijakan pemotongan gaji bagi semua dosen dan pegawai. Besaran potongan gaji disesuaikan dengan jabatan fungsional. Uang yang terkumpul kemudian dibelikan alat pelindung diri (APD) dan sejenisnya kemudian diserahkan kepada Pemda Buleleng.

 Desa adat sebagai tempat kelahiran sekaligus sebagai tempat perlindungan terakhir juga hadir untuk memberi solusi. Desa adat diberi tugas oleh pemerintah provinsi agar membentuk Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19. Satgas bergerak cepat dan berkolaborasi dengan pecalang untuk melakukan penyemprotan disenfektan ke rumah-rumah warga. Tim ini juga memonitor dan mengontrol aktivitas warga untuk memastikan agar tidak adanya kerumunan.

Tim satgas gotong royong juga menyediakan ember dan cairan sabun di depan angkul-angkul warga sebagai wujud dukungan dan edukasi ke warga tentang pentingnya cuci tangan. Berikutnya, pemerintah provinsi membuat kebijakan agar dana desa adat yang jumlahnya Rp 300 juta bisa digunakan untuk penanganan covid-19. Dengan adanya kebijakan terebut, desa adat kian gencar melakukan tindakan dalam menyelamatkan warganya. Dalam konteks ini, desa adat dijadikan panglima perang dalam menghadapi virus corona. Desa adat adalah benteng terakhir pertahanan Bali. Gubernur selalu mengingatkan bahwa saatnya warga desa adat bersatu dan saling membantu dalam menghadapi cobaan ini.

LPD sebagai salah satu sumber pendapatan desa adat tidak tinggal diam. Melihat sejarah dan roh pendirian LPD, maka dalam kondisi seperti saat ini LPD dapat berperan dalam 2 hal. Pertama, LPD harus memerhatikan warga/nasabah peminjam. LPD diharapkan mengikuti/mengadopsi kebijakan yang dibuat oleh OJK. Dimana kebijakan OJK didasarkan atas instruksi Presiden Jokowi. Dalam instruksi tersebut, Pak Jokowi meminta agar pihak perbankan memberikan semacam relaksasi kredit bagi peminjam yang terdampak corona. Relaksasi bisa dilakukan dengan penundaan pembayaran bunga, penundaan pembayaran angsuran dan jangka waktu penundaanya adalah satu tahun.

Meskipun LPD tidak tunduk dengan UU LKM yang artinya pula tidak tunduk dengan kebijakan yang dibuat OJK, tetapi LPD harus mengindahkan instruksi Pak Prediden. Mengingat debitur LPD adalah warga desa adat sendiri. Beberapa LPD sudah membuat kebijakan seperti OJK yakni memberikan keringanan kepada debiturnya. LPD Bualu, LPD Peliatan Ubud, adalah beberapa contoh LPD yang sudah take action. Sampai saat ini, baru sedikit LPD yang melakukan ini, padahal ada 1.435 LPD yang ada di Bali. Jika seluruh LPD mau melakukan kebijakan ini maka warga desa adat yang terdampak corona akan sangat terbantu. Untuk itu, lewat tulisan ini saya mengajak seluruh pemucuk LPD di Bali agar eling terhadap roh pendirian LPD. Penting untuk diingat kembali bahwa debitur LPD adalah warga desa adat yang sekaligus sebagai pemilik LPD.

Kedua, LPD dapat menggunakan keuntungannya yang didapat untuk membantu warga desa adat. Perda tentang LPD mewajibkan sebesar 20 persen keuntungan LPD digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sebesar 5 persen keuntungan bersih LPD digunakan untuk dana sosial. Artinya sebanyak 25 persen keuntungan LPD harus kembali dinikmati oleh krama adat dan saat ini bisa digunakan untuk penanganan covid-19. Umumnya dana pembangunan desa digunakan untuk memperbaiki balai banjar, membuat pura, biaya odalan, ngenteg linggih, metatah massal, ngaben massal dan sejenisnya. Untuk saat ini, dana tersebut direalokasi (refocusing) untuk hal yang lebih urgen yakni penanganan covid-19. Saat ini dana tersebut dipastikan masih ada karena belum sebulan laporan pertanggungjawaban LPD dilakukan.

Selanjutnya, dana sosial sebesar 5 persen dapat dipergunakan untuk sumbangan kegiatan sosial, adat dan budaya dan/atau dana lainnya sesuai keputusan paruman desa (Pergub Nomor 44 tahun 2017). Dana ini sangat boleh digunakan dalam situasi ini. Beberapa LPD sudah melakukannya seperti LPD Bondalem, Singaraja, LPD Selatnyuhan, Bangli, LPD Datah Karangasem, dan masih ada lagi LPD yang lainnya. Tetapi, pemberitaan di media sosial dan media cetak menunjukkan bahwa masih banyak LPD yang belum  melakukan tindakan tersebut. Sekali lagi, jika seluruh LPD yang berjumlah 1.435 LPD mau menggunakan 25 persen keuntungannya untuk membantu warga desa adat maka kecemasan dan kepanikan akan dapat diminimalisir. Sebagai informasi, dana sosial seluruh LPD di kabupaten Buleleng sebesar Rp 2,8 milyar dan dana pembangunan desa sebesar Rp 11,4 milyar. Artinya saat ini di Kabupaten Buleleng ada dana sebesar  Rp 14,3 milyar dari keuntungan LPD yang bisa digunakan untuk membantu warga desa adat yang terdampak covid-19.

Sebenarnya LPD memiliki peran yang besar dalam kondisi seperti saat ini. Kebanyakan pemucuk LPD masih memiliki ketakutan untuk mengambil kebijakan. Sebagian dari mereka takut akan aturan dan sebagainya. Berdasarkan pemberitaan di koran, media sosial, TV dan sejenisnya dapat disimpulkan bahwa belum semua LPD membuat kebijakan seperti pemberian relaksasi kredit atau penggunaan dana sosial untuk penanganan covid-19. Untuk itu, lewat tulisan ini saya memohon kepada Majelis Desa Adat (MDA), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Badan Kerja Sama LPD, dan Lembaga Pemberdayaan LPD (LPLPD) Provinsi Bali agar mengeluarkan seruan atau imbauan bersama kepada seluruh LPD di Bali. Imbauan terebut memuat 2 hal penting. Pertama, seluruh LPD di Bali agar memberikan keringanan kepada peminjam kredit LPD. Kedua, seluruh LPD di Bali agar menggunakan dana pembangunan dan dan sosial yang dimiliki untuk penanganan covid-19.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucpakan terima kasih banyak kepada pemilik tabungan dan pemilik depsito di LPD karena tidak melakukan penarikan dana. Tindakan ini adalah tindakan yang patut diapresiasi karena sudah membantu kelancaran operasional LPD. Harapannya, LPD benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat kecil di desa, seperti yang dicita-citakan oleh pendiri LPD. Terakhir, semoga covid-19 segera berakhir dan kita semua bisa menjalani hidup dengan normal kembali. Swaha. [T]

Tags: covid 19LPD
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Bioritma Pemersatu Nusantara

Next Post

Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co