24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

I Made Sudiana by I Made Sudiana
April 1, 2020
in Esai
[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Pandemi  penyakit yang disebabkan oleh virus korona (Covid-19) telah membuat kepanikan di kalangan masyarakat kita. Salah satu antisipasi penyebaran virus ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan. Masyarakat menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda-benda yang berpeluang dihinggapi virus korona. Bahkan ada yang sampai menyemprotkan disinfektan ke badan padahal itu bisa membahayakan mereka.

Untuk menginformasikan kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut, berbagai ungkapan digunakan di media sosial berkaitan dengan disinfektan ini. Warganet menggunakan istilah disinfektan ini dalam bahasa tulis dengan ejaan yang beragam, dengan berbagai bentukan, dan dengan berbagai ungkapan kalimat pula. Hal ini menarik untuk dicermati.

Dalam masa bekerja dari/di rumah ini, saya mengamati pemakaian bahasa berkaitan dengan virus korona ini. Pengamatan saya tertuju pada bahasa tulis pada status di FB dan berita di media daring. Yang menjadi sorotan saya dalam tulisan kecil ini adalah disinfektan, mendisinfektan, dan disinfektanisasi.

Dalam menyoroti kesalahan/permasalahan berbahasa ini saya menggunakan model analisis kesalahan berbahasa (AKB) yang saya adaptasi dari Henry Guntur Tarigan. Dasar analisis kesalahan berbahasa ini adalah taksonomi kategori linguistik yang meliputi fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Dari sisi fonologi, dalam bahasa tulis, tentu ejaan yang menjadi fokus perhatian. Dari sisi morfologi, perhatian difokuskan pada pengimbuhan atau pembentukan kata. Dari segi sintaksis, perhatian difokuskan pada struktur kalimat.

Sebelum saya menguraikan ketiga hal tersebut, izinkan saya merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI versi daring dimuat kata disinfeksi yang berkelas nomina (kata benda), disinfektan juganomina. Kata disinfeksi bermakna ‘pemusnahan bakteri patogen, biasanya dengan bahan kimia antiseptik’. Kata disinfektan bermakna ‘bahan kimia (seperti lisol, kreolin) yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; obat untuk membasmi kuman penyakit’.

Kata disinfeksi berasal dari bahasa Inggris disinfection dengan makna dan kelas kata yang sama dengan bahasa Indonesia, yaitu nomina. Bahasa Indonesia tidak menyerap verba (kata kerja) disinfect menjadi disinfek yang bermakna ‘membersihkan sesuatu menggunakan bahan kimia untuk membunuh bakteri atau jasad renik yang menyebabkan penyakit’. Sedangkan kata disinfektan diserap dari bahasa Inggris disinfectant dengan makna dan kelas kata yang sama juga dengan bahasa Indonesia, yaitu nomina.

Dari sisi ejaan, sudah sangat jelas terjadi penyesuai ejaan dan lafal: disinfection menjadi disinfeksi dan disinfectant menjadi disinfektan. Pengguna bahasa tulis di media sosial dan media daring belakangan ini banyak memuat kesalahan ejaan penulisan disinfektan. Dari penelusuran saya dengan mesin pencari kata dengan kata kunci dispektan* (yang disarankan dengan disinfektan), ternyata banyak sekali tulisan yang menggunakan ejaan yang salah terhadap disinfektan ini. Warganet banyak juga yang menulis dengan ejaan desinfektan. Sekali lagi ejaan yang tepat adalah disinfektan.

Dari sisi pengimbuhan atau pembentukan kata, disinfektan berkelas kata nomina bisa dibentuk menjadi kelas kata verba dengan menambahkan (afiks) imbuhan. Dalam bahasa Indonesia pengimbuhan bisa mengubah kelas nomina menjadi kelas verba. Imbuhan yang bisa mengubah nomina menjadi verba adalah imbuhan me-N- (me-nasal- atau dibaca meng-). Kata disinfektan dapat diberikan imbuhan meng- sehingga menjadi me-N- + disinfektan menjadi mendisinfektan. Bentukan kata mendisinfektan bermakna ‘menyemprotkan disinfektan’.

Beberapa media daring telah menggunakan bentukan verba mendisinfektan secara tepat dalam beritanya. Salah satu berita media daring berjudul “Cara Aman Mendisinfektan Barang di Rumah dengan Alkohol” sudah tepat menggunakan kata mendisinfektan.

Perihal disinfektanisasi, saya harus melihat pembentukan kata dengan ‑isasi. Ternyata tidak ada imbuhan/akhiran ‑isasi dalam bahasa Indonesia. Imbuhan/akhiran -isasi (‑isatie, Belanda/‑ization, Inggris) sebenarnya tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia.  Kata atau istilah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa asing (Belanda/Inggris) adalah kata yang utuh, yaitu modernisatie, modernization menjadi modernisasi (pemodernan); normalisatie, normalization menjadi normalisasi (penormalan); legalisatie, legalization menjadi legalisasi (pelegalan); dan neutralisatie, neutralization menjadi netralisasi (penetralan).

Dahulu pernah ada istilah kuningisasi. Istilah tersebut merupakan pembetukan istilah yang “keliru” dari kuning + -isasi. Seharusnya istilah yang digunakan adalah penguningan. Kalau kita buka KBBI, kuningisasi merupakan kata tidak baku dari penguningan.

Kembali ke istilah disinfektanisasi, dari sisi pembentukan kata, disinfektanisasi merupakan bentukan kata yang tidak sesuai dengan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia karena tidak ada bentukan disinfektan + –isasi. Dalam bahasa Inggris juga tidak ada istilah disinfectantization sehingga seharusnya tidak ada serapan disinfektanisasi.

Mengapa tidak ditulis atau digunakan pendisinfektanan saja? Atau kita usulkan istilah  disinfektanisasi  ini ke KBBI?

Istilah pendisinfektanan berkelas nomina, bermakna ‘proses, cara, perbuatan menyemprot atau menyemprotkan disinfektan’.

Dari sisi sintaksis atau tata kalimat, terdapat banyak kesalahan atau permasalahan yang ditulis di FB maupun media daring berkaitan dengan struktur kalimat.

Perhatikan kalimat berikut ini.


(1) Warga menyemprot disinfektan dengan alat semprot seadanya.*

(2) Petugas mendisinfektan terhadap berbagai barang pribadi.*

(3) Dalam disinfektanisasi ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.*


Dari segi struktur kalimat, sepintas kalimat (1), (2), dan (3) tidak bermasalah. Coba kita perhatikan kalimat (1) yang berpola: Warga (S) menyemprot (P) disinfektan (O) dengan alat semprot seadanya (K). Kalimat (1) kalau kita selisik lebih jauh, ternyata predikat menyemprot seharusnya menyemprotkan. Kesalahan kalimat seperti ini sering tidak disadari.

Kalimat (2) permasalahannya di mana?

Ya, kata terhadap pada kalimat (2) membuat struktur kalimat tersebut kacau. Kalimat (2) seharusnya:  Petugas mendisinfektan berbagai barang pribadi. Pola kalimatnya S-P-O. Setelah predikat mendisinfektan seharusnya objek, bukan keterangan.

Lalu, bagaimana dengan kalimat (3)?

Kalimat (3) tidak bersubjek. Kata dalam membuat kalimat (3) tidak jelas subjeknya. Cara memperbaiki kalimat (3) adalah dengan menghilangkan kata dalam. Perbaikan kalimat (3): Disinfektanisasi ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Itu pun kalau disinfektanisasi sudah dijadikan kosakata bahasa Indonesia atau masuk KBBI. Ternyata susah juga mengatakan Pendisinfektanan ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Apakah kita perlu memaksakan kata disinfektanisasi?

Tags: BahasaBahasa Indonesiacovid 19Disinfektan
Share76TweetSendShareSend
Previous Post

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Next Post

Dari Corona Sampai ke Edmodo

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Corona Sampai ke Edmodo

Dari Corona Sampai ke Edmodo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co