4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Penulis Cerita Katagori Siswa by Penulis Cerita Katagori Siswa
April 1, 2020
in Esai
Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru / Oleh Ni Putu Watiasih -- SMA PGRI 1 Amlapura

Oleh Ni Putu Watiasih — SMA PGRI 1 Amlapura

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” _(Ki Hajar Dewantara)

Kutipan bapak Pendidikan Indonesia di atas saya rasa masih relevan, lebih-lebih pada masa krisi Civid-19 kini. Memang benar bahwa setiap orang mampu menjadi guru dan setiap rumah  menjadi sekolah. Sekolah yang saya maksud bukanlah ruang kelas dan ada kepala sekolahnya. Tapi di sini yang saya maksud adalah rumah tempat tinggal yang bisa menjadi tempat belajar anak-anak. Lebih-lebih bagi mereka yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan dan buta aksara.

Sekarang adalah zaman yang penuh dengan kemudahan, apalagi untuk mengenyam pendidikan, sangat mudah sebab pemerintah sudah mewajibkan Wajib Belajar 12 Tahun dengan beragam beasiswa dan pembebasan iuran. Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total belanja negara yang direncanakan. Adapun Dana BOS dalam RAPBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 54,31 triliun meningkat 9% dibandingkan dengan outlook APBN 2019 (CNBC Indonesia).

Walaupun demikian, tidak semua orang mampu mengenyam pendidikan yang normal seperti orang lainya. Mungkin saja mereka memiliki kebutuhan khusus yang menghambat cara kerja otak mereka untuk membaca, berhitung, dan mengingat, serta cenderung reaktif (nakal) sehingga mereka dikucilkan dari lingkungan sosial dan di cap bodoh di sekolah. Beberapa bahkan putus sekolah. Ada alternatif Kejar Paket (A, B, C) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Namun, orang tua mereka tidak cukup memahami prosedur ke arah sana atau memang tidak punya cukup waktu untuk mengurus itu karena sibuk sebagai buruh serabutan. Anak-anak seperti itulah yang ada di sekitar lingkungan saya. Anak-anak seperti itu, meski hanya 4 orang, meraka punya masa depan, kehidupan mereka harus berlanjut. Membaca dan menulis adalahy fondasi. Hanya saja, ternyata taksatupun dari mereka yang saya tanya mereka sama sekali tidak hafal alfabet, ‘buta aksara’ lebih tepatnya. Buta aksara itu adalah kondisi dimana kemampuan membaca dan menulis belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

 Bagaimana cara saya membantu mereka? Di mana saya akan mengajari mereka? Pertanyaan itu memberi jawaban kerinduan saya tentang guru dan sekolah akibat masa darurat Covid-19. Rumah menjadi sekolah dan saya adalah gurunya. Rumah adalah tempat yang ramah bagi mereka. Kawan adalah guru terbaik baginya.

Rumahku tepatnya dikamarku bisa kugunakan tempat untuk mengajar mereka membaca. Tembok kamar kusam berwarna merah marun adalah papan tulisnya. Kami memiliki kertas buram yang saya ambil di ruang perpustakaan sekolah. Namun, imajinasi liar mereka, mereka sering mencoreti tembok kamar saya.

Seperti yang dikatakan Bapak Ki Hajar Dewantara bahwa semua orang bisa menjadi guru. Maka, saya pun menjadi guru. Meski saya hanya seorang siswi SMA di sekolah swasta tapi itu tidak menghalangi tekad saya untuk membantu mereka. Saya tidak mau mengatakan bahwa mereka nantinya akan berperan bagi bangsa. Namun, paling tidak anak-anak itu adalah harapan orang tuanya. Contoh terbaik baik putra-putrinya. Sudah saya putuskan tugas mulia ini saya lakukan di rumah dengan tempat seadaanya.

Di rumah saya, saya memgajari mereka belajar membaca sambil bermain. Menanti mereka untuk paham satu huruf membutuhkan kesabaran  dan tidak mudah. Apalagi dengan kamar yang berukuran 3×3 terasa sempit dan panas. Alat perlengkapan menulis dan membaca pun terbatas, tidak ada papan, serta buku yang terbatas jumlahnya. Dulu, saat masa-masa sibuk sekolah dan membantu ibuku yang kerja serabutan, sempat saya ingin menyerah sebab untuk apa? Mereka siapa? Untungnya untuk siapa?

Namun, saya sadar bahwa jika bukan di rumah ini di mana mereka bisa belajar. Di sekolah mereka kadang mendapat perundungan apakah saya tega begitu saja.  Tidak, saya mulai ingat kata guru saya “Belajarlah menjadi lentera di desa kecil jika tak mampu menjadi lampu di dunia, karna kamu sama bermanfaatnya dengan secercah cahaya di kegelapan” dari kata-kata itu saya mulai bersemangat kembali.

Lebih dari itu, sesungguhnya saya sedang belajar. Menjadi guru bagi mereka adalah membelajarkan diri dalam kesabaran, membelajarakan diri dalam kepedulian, membelajarkan diri dalam keikhlasan. Menjadikan kamar saya sebagai sekolah adalah memberi nuansa pada setiap sudut. Memang di sudut kamar saya tidak ada laptop, tidak ada rak mewah, tidak ada lemari dengan baju bermerek, tidak ada rak sepatu mahal, tetapi di setiap sudutnya ada keriangan, ada kebahagiaan. Bukankah harga kebahagiaan itu tidak sebanding dengan harga komputer, baju, tas, dan sepeatu bermerek itu? Kebahagiaan tidak ada harganya. Ia tidak bisa dibeli.

Aku ingat satu momen pada hari itu, 10 April 2019. Hari itu adalah hari ulang tahunku yang ke-15. Ketika aku hendak masuk dan melakukan kegiatan mengajari mereka membaca ada yang aneh kurasa. Karena anak-anak itu menghalangi ku masuk ke dalam. Rama salah satu anak yang saya ajari sambil berlari menghampiriku mengatakan “ka-kaak selamat ma-suk” bicaranya masih terbata-bata karna mungkin kerja otaknya yang lemah meski umurnya sudah 8 tahun.’ I love you’ kata itu tertulis di tembok yang biasa ku gunakan sebagai papan.

Aku merasa terharu dengan kejutan ulang tahunku dari mereka. Satu doaku untuk mereka “Tuhan semoga mereka bisa membaca.” Begitu berharganya kalian dan juga ruang belajar ini yang saya tebar dengan rasa sayang dan pengabdian yang tulus. [T]

***

Biografi Penulis

Ni Luh Putu Watiasih, siswa kelas X IPS SMA PGRI 1 Amlapura. Beralamat di Jln Ahmad Yani, Gang Surya Cupung, Banjar Adat Galiran Kelod. Pernah meraih Juara I Lomba Kording Jumbara PMR PMI Kabupaten Karangasem 2019. Pengelola Waskita, Majalah sekolah SMA PGRI 1 Amlapura. Terlibat dalam Ekstrakurikuler Sastra dan Jurnalistik SMA PGRI 1 Amlapura. WA: 0895623448317

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share65TweetSendShareSend
Previous Post

Aroma Melati dari Secangkir Teh di Puri Loji

Next Post

[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

Penulis Cerita Katagori Siswa

Penulis Cerita Katagori Siswa

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori siswa

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

[Bahasa] - Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co