26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

I Made Sudiana by I Made Sudiana
April 1, 2020
in Esai
[Bahasa] – Disinfektan, Mendisinfektan, dan Disinfektanisasi

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Pandemi  penyakit yang disebabkan oleh virus korona (Covid-19) telah membuat kepanikan di kalangan masyarakat kita. Salah satu antisipasi penyebaran virus ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan. Masyarakat menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda-benda yang berpeluang dihinggapi virus korona. Bahkan ada yang sampai menyemprotkan disinfektan ke badan padahal itu bisa membahayakan mereka.

Untuk menginformasikan kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut, berbagai ungkapan digunakan di media sosial berkaitan dengan disinfektan ini. Warganet menggunakan istilah disinfektan ini dalam bahasa tulis dengan ejaan yang beragam, dengan berbagai bentukan, dan dengan berbagai ungkapan kalimat pula. Hal ini menarik untuk dicermati.

Dalam masa bekerja dari/di rumah ini, saya mengamati pemakaian bahasa berkaitan dengan virus korona ini. Pengamatan saya tertuju pada bahasa tulis pada status di FB dan berita di media daring. Yang menjadi sorotan saya dalam tulisan kecil ini adalah disinfektan, mendisinfektan, dan disinfektanisasi.

Dalam menyoroti kesalahan/permasalahan berbahasa ini saya menggunakan model analisis kesalahan berbahasa (AKB) yang saya adaptasi dari Henry Guntur Tarigan. Dasar analisis kesalahan berbahasa ini adalah taksonomi kategori linguistik yang meliputi fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Dari sisi fonologi, dalam bahasa tulis, tentu ejaan yang menjadi fokus perhatian. Dari sisi morfologi, perhatian difokuskan pada pengimbuhan atau pembentukan kata. Dari segi sintaksis, perhatian difokuskan pada struktur kalimat.

Sebelum saya menguraikan ketiga hal tersebut, izinkan saya merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI versi daring dimuat kata disinfeksi yang berkelas nomina (kata benda), disinfektan juganomina. Kata disinfeksi bermakna ‘pemusnahan bakteri patogen, biasanya dengan bahan kimia antiseptik’. Kata disinfektan bermakna ‘bahan kimia (seperti lisol, kreolin) yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; obat untuk membasmi kuman penyakit’.

Kata disinfeksi berasal dari bahasa Inggris disinfection dengan makna dan kelas kata yang sama dengan bahasa Indonesia, yaitu nomina. Bahasa Indonesia tidak menyerap verba (kata kerja) disinfect menjadi disinfek yang bermakna ‘membersihkan sesuatu menggunakan bahan kimia untuk membunuh bakteri atau jasad renik yang menyebabkan penyakit’. Sedangkan kata disinfektan diserap dari bahasa Inggris disinfectant dengan makna dan kelas kata yang sama juga dengan bahasa Indonesia, yaitu nomina.

Dari sisi ejaan, sudah sangat jelas terjadi penyesuai ejaan dan lafal: disinfection menjadi disinfeksi dan disinfectant menjadi disinfektan. Pengguna bahasa tulis di media sosial dan media daring belakangan ini banyak memuat kesalahan ejaan penulisan disinfektan. Dari penelusuran saya dengan mesin pencari kata dengan kata kunci dispektan* (yang disarankan dengan disinfektan), ternyata banyak sekali tulisan yang menggunakan ejaan yang salah terhadap disinfektan ini. Warganet banyak juga yang menulis dengan ejaan desinfektan. Sekali lagi ejaan yang tepat adalah disinfektan.

Dari sisi pengimbuhan atau pembentukan kata, disinfektan berkelas kata nomina bisa dibentuk menjadi kelas kata verba dengan menambahkan (afiks) imbuhan. Dalam bahasa Indonesia pengimbuhan bisa mengubah kelas nomina menjadi kelas verba. Imbuhan yang bisa mengubah nomina menjadi verba adalah imbuhan me-N- (me-nasal- atau dibaca meng-). Kata disinfektan dapat diberikan imbuhan meng- sehingga menjadi me-N- + disinfektan menjadi mendisinfektan. Bentukan kata mendisinfektan bermakna ‘menyemprotkan disinfektan’.

Beberapa media daring telah menggunakan bentukan verba mendisinfektan secara tepat dalam beritanya. Salah satu berita media daring berjudul “Cara Aman Mendisinfektan Barang di Rumah dengan Alkohol” sudah tepat menggunakan kata mendisinfektan.

Perihal disinfektanisasi, saya harus melihat pembentukan kata dengan ‑isasi. Ternyata tidak ada imbuhan/akhiran ‑isasi dalam bahasa Indonesia. Imbuhan/akhiran -isasi (‑isatie, Belanda/‑ization, Inggris) sebenarnya tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia.  Kata atau istilah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa asing (Belanda/Inggris) adalah kata yang utuh, yaitu modernisatie, modernization menjadi modernisasi (pemodernan); normalisatie, normalization menjadi normalisasi (penormalan); legalisatie, legalization menjadi legalisasi (pelegalan); dan neutralisatie, neutralization menjadi netralisasi (penetralan).

Dahulu pernah ada istilah kuningisasi. Istilah tersebut merupakan pembetukan istilah yang “keliru” dari kuning + -isasi. Seharusnya istilah yang digunakan adalah penguningan. Kalau kita buka KBBI, kuningisasi merupakan kata tidak baku dari penguningan.

Kembali ke istilah disinfektanisasi, dari sisi pembentukan kata, disinfektanisasi merupakan bentukan kata yang tidak sesuai dengan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia karena tidak ada bentukan disinfektan + –isasi. Dalam bahasa Inggris juga tidak ada istilah disinfectantization sehingga seharusnya tidak ada serapan disinfektanisasi.

Mengapa tidak ditulis atau digunakan pendisinfektanan saja? Atau kita usulkan istilah  disinfektanisasi  ini ke KBBI?

Istilah pendisinfektanan berkelas nomina, bermakna ‘proses, cara, perbuatan menyemprot atau menyemprotkan disinfektan’.

Dari sisi sintaksis atau tata kalimat, terdapat banyak kesalahan atau permasalahan yang ditulis di FB maupun media daring berkaitan dengan struktur kalimat.

Perhatikan kalimat berikut ini.


(1) Warga menyemprot disinfektan dengan alat semprot seadanya.*

(2) Petugas mendisinfektan terhadap berbagai barang pribadi.*

(3) Dalam disinfektanisasi ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.*


Dari segi struktur kalimat, sepintas kalimat (1), (2), dan (3) tidak bermasalah. Coba kita perhatikan kalimat (1) yang berpola: Warga (S) menyemprot (P) disinfektan (O) dengan alat semprot seadanya (K). Kalimat (1) kalau kita selisik lebih jauh, ternyata predikat menyemprot seharusnya menyemprotkan. Kesalahan kalimat seperti ini sering tidak disadari.

Kalimat (2) permasalahannya di mana?

Ya, kata terhadap pada kalimat (2) membuat struktur kalimat tersebut kacau. Kalimat (2) seharusnya:  Petugas mendisinfektan berbagai barang pribadi. Pola kalimatnya S-P-O. Setelah predikat mendisinfektan seharusnya objek, bukan keterangan.

Lalu, bagaimana dengan kalimat (3)?

Kalimat (3) tidak bersubjek. Kata dalam membuat kalimat (3) tidak jelas subjeknya. Cara memperbaiki kalimat (3) adalah dengan menghilangkan kata dalam. Perbaikan kalimat (3): Disinfektanisasi ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Itu pun kalau disinfektanisasi sudah dijadikan kosakata bahasa Indonesia atau masuk KBBI. Ternyata susah juga mengatakan Pendisinfektanan ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Apakah kita perlu memaksakan kata disinfektanisasi?

Tags: BahasaBahasa Indonesiacovid 19Disinfektan
Share76TweetSendShareSend
Previous Post

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Next Post

Dari Corona Sampai ke Edmodo

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Dari Corona Sampai ke Edmodo

Dari Corona Sampai ke Edmodo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co