2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aroma Melati dari Secangkir Teh di Puri Loji

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
April 1, 2020
in Esai
Aroma Melati dari Secangkir Teh  di Puri Loji

Aroma Melati dari Secangkir Teh di Puri Loji / Ngurah Windara

Oleh: AA Ngurah A Windara – Denpasar

Setelah senja kemarin diguyur hujan, suasana pagi ini benar-benar cerah. Halaman menghijau, mata jadi seger, bulir-bulir  sisa air hujan menggantung pada pucuk-pucuk daun, bening dan berpendar cahaya, lalu menetes pelan. Semilir angin menyapa, sejuk. Ada hembusan ringan  bersama keharuman lembut menggoda, keharuman khas bunga sandat & cempaka, terkadang bersamaan, terkadang bergantian.

Ini kampung saya, Serongga, kampung dengan ratusan pohon sandat dan cempaka menjulang tinggi tersebar di pakarangan dan teba rumah-rumah penduduk, sebagian menjadikannya tumpuan hidup. Seluruh warga kampung dan orang-orang yang ‘bertamu’ atau melintas di jalan yang membelah desa,  gratis menghirup wangi alaminya.

Di halaman, di atas rerumputan hijau, saya berdiri, membiarkan tubuh tetap terpaku  tenang, menghirup udara segar dalam-dalam. Memanjakan tubuh dicumbu sinar matahari. Ini nikmat pagi tiada taranya. Di tengah kecemasan global tentang wabah Covid-19, muncul gagasan tentang upaya mendisinfeksi kulit, pakaian, atau benda lain dengan sinar matahari pagi. Banyak orang tiba-tiba rajin berjemur, walau belum teruji keampuhannya.  Saya berjemur hanya dengan satu alasan, merasakan jiwa yang lebih tentram dan hati yang senang saja. Dan, ketika matahari meninggi, saatnya berpisah dengan kenikmatan pagi. Oh tidak ! Saya ingin memperpanjangnya beberapa saat lagi. 

Jam 10 pagi, sinar matahari mulai menyengat. Saya segera beringsut, melangkahkan kaki menuju  kebun di teba, di belakang rumah. “Mudah-mudahan dapat rezeki  durian runtuh, atau buah alpukat tua yang berserakan”, hati saya membatin. Ritual ke-dua di pagi ini juga sebuah bentuk kenikmatan lain,  atau paling tidak, inilah  sebuah ‘bonus ‘ hidup di kampung, di alam Bali, di alam Nusantara yang memiliki sinar matahari  berlimpah, juga alam flora, yang asal mau berusaha sedikit saja pasti ada hasilnya. Buah dan sayuran yang segar, tinggal petik dan lep, seperti iklan sosis di tivi itu,  atau pesona warna warni serta harumnya bunga-bunga. 

Belum sampai langkah kaki di teba, refleks, langkah terhenti seketika, seperti ada kekuatan menahan. Kekuatan apa ? Harum bunga ! Ini jelas bukan harum sandat atau cempaka yang juga tumbuh di sekitar rumah. Ini keharuman bunga melati yang tumbuh di halaman bagian selatan, di sebelah Bale Gede menuju teba, hmm…..

Tanpa sadar, keharumannya mampu melambungkan ingatan pada mendiang Ibu. Dulu, tanaman melati ini ditanam beliau, di depan Gedong Rata.  Ibu akan marah-marah jika ada orang lain, termasuk saya ketika salah memangkas ranting atau daunnya. Ibu sangat menyukai keharuman bunga melati. Disamping Melati juga favorit aroma bunga cempaka dan gardenia. Begitu juga saya, jadi ikut ketularan. Hal yang paling tidak bisa terhapus dari memori di kepala, ketika keharuman melati mampu merasuk ke semua ruangan di rumah, di halaman luar Loji, di dalam kamar Ibu. Oh…tentu juga di kamar saya. Dan, bila sedang musim, Ibu biasa memetiknya,  menampungnya dalam bakul kecil, lalu ditaruh di meja, atau sengaja diserakkan di tempat tidur.

Bila punya kuasa, ingin rasanya kembali ke masa itu, masa dimana Ibu masih ada, Ibu telah mengambil posisi ayah sebagai  penglingsir di Puri Loji, membesarkan ke-5 orang putra putrinya. Ibu yang sekaligus juga menjadi ayah, karena ketika usia saya 4 tahun, ayah sudah duluan meninggalkan kami. Saya sadar, bahwa hidup ini mengalir ke depan, tidak bisa surut ke belakang lagi.

Biarlah, pagi ini saya urungkan diri ke kebun belakang,  Saya langkahkan kaki ke dapur. Ambil cangkir, ambil teh tubruk, menyeduhnya dengan sedikit gula. Memetik beberapa kuntum melati, lalu mencelupkannya ke dalam cangkir. Hmmmmm… minum teh dengan aroma kesegaran melati, asli, ala saya.

Entah sampai kapan, menjalani semua aktifitas ‘di rumah saja’ tentu bikin bosan juga. Paling tidak, setelah tandas satu cangkir ‘teh melati’ ini, saya telah menyiapkan sekop kecil, tanah, sekam bakar dan pupuk organik. Beberapa anakan tanaman melati akan saya pisahkan, di tanam pada spot-spot lain di area taman ini. Saya ingin Loji ini akan tetap harum alami oleh bunga-bunga alam, termasuk bunga favorit Ibunda, melati.

Kesederhanaan tampilan bunga melati nan putih bersih, serta keharumannya telah menginspirasi banyak orang dalam kehidupan, termasuk salah satu lagu  yang saat  ini  saya suka banget, lagu lama yang telah ‘dicuci ulang’ dan dinyanyikan Sammy Simorangkir …..

“kau bunga di tamanku
di lubuk hati ini
mekar dan kian mewangi
melati pujaan hati 
bersemilah sepanjang hari
mewarnai hidupku
agar dapat kusadari
artimu bagiku 
kau melati  putih dan bersih
kau tumbuh diantara belukar berduri
seakan tak peduli lagi
meski dalam hidupmu kau hanya memberi 
kau tebar harum sebagai tanda
cinta yang telah kau hayati
di sepanjang waktu”

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Dimensi Biru

Next Post

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Ingin Sekolah, Kubuat Sekolah; Rindu Guru, Kujadi Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co