23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh dan Corona – [Kabar dari Jakarta]

Arnata Pakangraras by Arnata Pakangraras
March 20, 2020
in Khas
Ogoh-Ogoh dan Corona – [Kabar dari Jakarta]

Ogoh-ogoh karya anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara

Perawakannya tinggi besar, lebih dari dua meter. Kulit coklat legam. Rambut hitam tebal. Sepasang matanya melotot. Gigi runcing dengan taring lengkung menyembul dari gusi. Kuku-kuku jari tangannya panjang kumal. Sungguh mahluk aneh yang menyeramkan.

“Masih perlu dipoles agar karakter raksasanya semakin kuat,” ucap Putu Okayadi, siang itu di wantilan pura Dalem Purnajati, Tanjung Priok, Jakarta.

Ya, Bli Putu adalah salah seorang perencana sekaligus pembuat ogoh-ogoh. Dalam proses penggarapan Sang Kala Tiga, nama ogoh-ogoh tersebut, tentu tidak sendirian. Demi mengejar tenggat waktu, hampir setiap hari, siang bahkan sampai larut malam, anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara, membantu dengan suka cita. Mulai dari merakit kerangka hingga terwujud seperti sekarang. Termasuk penyediaan baju kaos khusus bagi pengarak, sekeha Beleganjur, dirancang dengan serius. Ogoh-ogoh ini dipersiapkan untuk acara pengerupukan Tawur Kesanga sebagai rangkaian perayaan menyambut Hari Raya Nyepi, tahun baru Saka  1942.

Sesuai rencana, ogoh-ogoh akan dipawaikan di Lapangan Banteng dan seputaran jalan Thamrin. Tahun sebelumnya diadakan di Monas. Tapi khusus tahun ini, Monas sedang sibuk berbenah, berkaitan dengan persiapan ajang international, balap mobil formula 1 dengan segala kontroversinya. Akhirnya, pemda DKI Jakarta mengakomodir kegiatan umat di Lapangan Banteng. Tentu, setelah melalui audensi para pihak.

Sekadar informasi, ogoh-ogoh pertama kali dipawaikan di Monas tahun 2010, tahun baru saka 1932. Pawai dilepas langsung oleh Bpk. Fauzi Bowo, gubernur Jakarta pada waktu itu. Beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa pawai ogoh-ogoh yang diadakan di Monumen Nasional ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh warga kota dalam berpartisipasi pada perayaan tahun baru Saka. Sejalan dengan kian diakuinya eksistensi umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya maka kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. Bahkan, pada tahun 2013 ogoh-ogoh dilombakan untuk memperebutkan piala gubernur.

Setelah semua persiapan mendekati rampung, tiba-tiba ada kabar mengejutkan. Mewabahnya ‘coronavirus disease’ (COVID-19) di beberapa negara termasuk Indonesia. Apalagi setelah presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa sudah ada pasien positif, yakni kasus-1 dan kasus-2. Kabar ini tentu saja berdampak luas dalam kehidupan masyarakat, pisik dan psikologisnya.

Ogoh-ogoh karya anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara

Seperti diketahui, virus mematikan ini, pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. Pergerakan jumlah korban yang begitu cepat, drastis, membuat paramedis  kewalahan. Dalam tekanan situasi, pemerintah China bertindak cepat dengan membangun rumah sakit tambahan guna menampung membludaknya pasien. Video-video dramatis dan mengharukan pun bertebaran di medsos dan televisi.

Memang, masifnya penyebaran virus dengan masa inkubasi 14 hari ini membuat dunia internasional tersentak, cenderung gagap. Semua golongan dengan status sosial berbeda-beda bisa terjangkit. Media memberitakan bagaimana bintang film terkenal, peraih 2 piala Oscar, Tomk Hanks beserta istrinya positif terpapar. Pejabat negarapun tak luput. Menteri Dalam Negeri Australia, Petter Dutton. Menteri Kebudayaan Perancis, Franck Riester. Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Irav Haririchi. Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi. Walikota Bogor, Bima Arya.

Dari dunia sepak bola, Mikel Arteta, pelatih Arsenal juga positif. Bek Tengah Juventus, Daniele Rugani adalah pemain top pertama yang terkena. Pemain bola lain yang juga terkena adalah Manolo Gabbiadini dari klub Sampdoria dan Timo Hubbers dari klub Hannover 96. Menghadapi kenyataan ini, beberapa klub sepak bola akhirnya mengkarantinakan para pemain dan official-nya. Diantaranya Juventus, Inter Milan, Arsenal, Manchester City dan Real Madrid. Seperti halnya ratusan WNI, mahasiswa-mahasiswi yang belajar di Wuhan yang dengan susah payah, karena ketatnya birokrasi, dipulangkan ke tanah air untuk menjalani masa karantina di Natuna.

Kegentingan ini dipertegas lagi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa COVID-19 berstatus pandemi. Di Indonesia, khususnya Jakarta, juga menunjukan jumlah suspect dan pasien positif terus bertambah. Nah, untuk memutus sebarannya maka Anies Baswedan, gubernur DKI Jakarta menyerukan agar kegiatan-kegiatan bersifat massal, baik itu kegiatan keagamaan , sosial dan budaya dibatalkan atau ditunda. Hal ini sejalan dengan terapan ‘social distancing’ dari pemerintah pusat . Menghindari kerumunan adalah salah satu cara agar tidak bersentuhan dengan pembawa virus yang susah diidentifikasi secara kasat mata. Harapannya ini dapat memutus mata rantai penyebaran.

Hari Senin, 17 Maret 2020, PHDI pusat, sebagai induk organisasi umat Hindu telah mengadakan rapat terbatas dengan Ditjen Bimas Hindu dan panitia Nasional Nyepi. Dengan memperhatikan arahan Bapak Presiden serta mencermati secara seksama situasi yang berkembang maka pada tanggal 19 Maret 2020 PHDI pusat mengeluarkan Surat Edaran No. 310/PHDI Pusat/III/2020, perihal Pedoman Pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Salah satu poin pentingnya adalah secara tegas meniadakan arak-arakan/pawai ogoh-ogoh.

Konsekwensinya, sebagai umat yang menghormati desa kala patra sekaligus ketaatan kepada Guru Wisesa, dalam hal ini pemerintah sebagai bagian dari Catur Guru. Maka, keputusan tersebut harus diterima dengan dada lapang. Rasa kecewa, tentu saja ada. Banyak komponen banjar yang berkontribusi apalagi anak-anak muda sudah mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran demi berdirinya ogoh-ogoh. Namun melihat fakta bencana kemanusiaan sudah seyogyanya kita turut prihatin. Mari kita yakini, masih ada pawai ogoh-ogoh tahun depan. Bisa jadi lebih meriah lagi.

Sekarang kita siapkan jasmani dan rohani untuk menyambut Nyepi dalam kesunyian, keheningan. Kesunyian, keheningan kerap membuka jalan untuk ‘terhubung’ dengan Sang Parama Kawi. Kita laksanakan Catur Brata Penyepian sebagaimana mestinya. Mari berusaha menempatkan spiritualitas dan rasionalitas pada takaran yang seimbang. Biarlah sejarah mencatat, pergantian tahun baru Saka kali ini diselimuti duka mendalam. Alam semesta selalu menjaga keseimbangan dengan rahasianya. Semoga tragedi ini cepat berlalu dan sisi kemanusiaan kita semakin peka sebagai mahluk tak sempurna sekaligus tak berdaya dihadapanNya.

Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1942.

Tags: covid 19DKI JakartaHari Raya Nyepihinduogoh-ogoh
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Surat Kecil Pekerja Kapal Pesiar dari Tengah Laut: “Saya Baik. Terima Kasih, Company!”

Next Post

Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) – Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Arnata Pakangraras

Arnata Pakangraras

Lahir di Gianyar 24 Februari 1967. Saat SMA puisi-puisinya tersebar di halaman apresiasi sekaligus ikut “kompetisi puisi” yang disuh Umbu Landu Paranggi di Bali Post Minggu. Kini tinggal di Jakarta

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) – Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) - Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co