24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
February 9, 2020
in Esai
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

Hai, hai, kamu-kamu yang mungkin saja sudah membangun hubungan sepesial dengan pasangan kamu sejak bertahun-tahun yang lalu, yang sudah capek LDR-an,  atau yang baru kenal kemarin sore tapi sudah siap tancap gas ke pelaminan, apa kabar kalian? Apakah sudah memilih Make Up Artist (MUA)?  

Sebelum kalian memilih MUA kalian pasti  sudah naik turunin layar Instagram berulangkali, dan akhirnya kamu memilih satu MUA yang dianggap pas.

Pada hari bahagia itu datang, ternyata kamu tidak puas dengan hasil pulasan tangan MUA yang kamu pilih. Apa yang terjadi? Padahal kalau dilihat dari beratus hasil riasannya MUA itu di Instagram, semua terlihat sempurna. Apalagi kamu juga pernah lihat hasilnya langsung misalnya karena saudara sudah pernah menggunakan MUA yang sama.

Apa yang terjadi? Mungkin saja mood MUA saat merias kamu sedang terganggu oleh sesuatu atau tabiat aneh bin unik dari kamu yang tidak kamu sadari.

***

Nah, ada  baiknya kamu  tau dulu apa saja biasanya yang merusak mood MUA dan mungkin akan sangat berpengaruh dengan hasil riasan di wajahmu.

1.      Calon pengantin yang paling tau tentang brand make-up

Brand make-up yang dipakai setiap perias tentu berbeda, tapi kebayang ngak sih kalau kamu yang dirias terus bertanya sama embak-mas MUA-nya. 

“Pondationnya apa? Ada lo brand dari luar yang bisa nge-cover banget. Bedaknya apa? Brand ABCD bagus ngak sih, kok ngak pakai itu aja kan mahal tuh? Aku lo nonton beautyvloger katanya itu bagus banget untuk type wajah aku. Lo kok pakai eyeliner gini bukannya lebih bagus gitu? Lipstik brand gini lo ngak terlalu mate jadi ngak cepet kering pas dibentuk.”

Itulah deretan pertanyaan yang bikin MUA bisa kehilangan konsentrasi dan mood penting.

Ingatlah, harga mahal bukan jaminan  bahwa itu selalu bagus dan cocok di semua jenis kulit.  Dan kamu wajib banget percaya dengan MUA yang sudah kamu pilih karena mereka pasti sudah berpengalaman dengan berbagai brand make-up dan jenis kulit yang ditangani.

Jika pertanyaan-pertanyaan itu digencarkan terus, mood perias bisa rusak dan akhirnya berpengaruh dengan hasil riasannya.

Tapi pertanyaan-pertanyaan itu ngak salah kok jika kamu emang tau, kan enak bisa jadi teman shareing MUA.  Biasanya yang bikin mood rusak itu adalah yang taunya setengah-setengah, yang masih pakai kata katanya, ngak pernah nyoba sama sekali, tapi pertanyaannya dan taunya luar biasa.

2.      Calon pengantin pendamba make-up natural

Make-up natural memang terihat sangat keren dan elegan, apa lagi dengan hasil yang glowing dengan minim polesan pondation, warna eye sadow, blush on, dan lipstick yang nude selaras dan alis yang hanya disisir. Luar biasa sempurna.

Tapi tidak semua kulit lo bisa mendapat treatment ini. Mungkin saja make-up natural itu ya buat kamu yang memang dianugrahi oleh Tuhan kulit mulus, glowing, tanpa pori, bentuk mata indah, alis dengan lekuk dan bulu-bulu yang sudah tertata, hidung mancung, dan bibir tipis bak artis korea.

Nah, bagaimana dengan kamu-kamu yang maaf banget ada bekas jerawatnya, bopengan, alis gondrong kayak ulat bulu, pipi tembem kayak pao, dan hidung pesek. Yakin tuh mau sentuhan tipis aja? Yakin tanpa kontur dan cukur alis? 

Percaya deh, MUA yang kamu pilih sudah punya caranya sendiri untuk membuatmu cantik dan tentunya menyesuaikan dengan acara kamu atau pilihan lainnya adalah pilih MUA yang memang kamu percayai untuk bisa memenuhi kebutuhan wajahmu. 

Biar nanti ngak gini kejadiannya: Baru dipoles pondation dikit, “Tipisin ya, Kak!” Baru dipakein bedak, “Loh kok kayak topeng?” Lalu, kamu terus-terusan mepetin wajah ke cermin mengoreksi satu persatu apa yang dipulas oleh mbak mas MUAnya. Biasanya mood MUA langsung berantakan nih. Semoga saja kalau kejadiannya seperti ini tidak memengaruhi hasil akhir ya.

3.      Calon pengantin full suporter

Sekarang saya mau nanya nih sama embak mas MUA, pernah ngak ngerias trus penontonnya udah kayak pendukung Bali United di lapangan Kapten Dipta? Banyak. Penuh sesak. Ngusir ngak enak. Hehe.

Ini penuturan salah seorang teman MUA juga yang kebetulan baru saja menghadapi masalah yang sama dengan saya. Saat ngerias di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas ada seorang pengantin perempuan, perias, dua asisten perias, dan beberapa orang dewasa yang mengaku suka menonton orang berias ditambah anak-anak yang juga ingin tau.

Awalnya mereka menjadi penonton yang baik, MUA yang melaksanakan tugasnya juga masih merasa baik-baik saja walaupun agak susuh bergerak karena ruangan penuh sesak.

Beberapa menit kemudian, seseorang berkata, “Kok eyeshadow-nya tebel sekali kayak habis ditonjok?” Padahal itu belum selesai, belum dibaur, belum pakai bulu mata, embak mas MUAnya menjawab dengan sigap, “Sabar ya, Bu, ini belum selesai”.

Sepuluh menit berlalu, seorang supporter kembali berkomentar, “Kok alisnya tebal gitu, lurus lagi,  padahal kalau perias A buat alis tu kecil ujungnya. Terus bagus melengkung warnanya juga hitam, jadi kalau dari jauh sudah terlihat, tapi ini malah pakai coklat”.

Suporter lain manggut-manggut. Embak mas MUAnya mulai garuk-garuk kepala. Terus seseorang datang turut meramaikan dan berkata, “Ih cantik sekali, tapi emang dasar cantik diapain juga cantik, biasanya yang cantik gini dirias malah jadi jelek”.

Embak mas MUAnya pasti mulai tarik nafas tipis-tipis secara teratur nih. Belum lagi anak-anak yang tadi nonton dengan wajah malu-malu mulai beraksi, mengambil salah satu make-up dan bertanya, “Om, ini apa? Kok warnanya gini? Boleh dipakai gini?”. Terus ngambil make up lain, menanyakan hal sama, begitu seterusnya.  

Mood MUA pengen cepet-cepet selesai kambuh, yang penting selesai bagaimanapun hasilnya. Kalau yang begini biasanya si pengantin juga enggan banyak komentar karena ia juga pendatang baru di rumah pengantin laki-laki.

4.      Calon pengantin perusak jadwal

Biasanya kalau sudah hari baik teman-teman MUA pasti kebanjiran job, tak ada satupun yang hanya merias di satu tempat. Ada yang tiga lokasi, empat lokasi, bahkan terbanyak yang pernah cerita adalah enam lokasi. Luar biasa ngak sih dan terntunya para MUA ini sudah mengatur strategi dan jadwal sedemikian rupa hingga  tidak ada satupun yang dikecewakan. Semua beres tepat pada waktunya dan tetap kualitas yang utama. Terus bagaimana dengan kamu yang dapat jadwal pertama dan sudah sanggup dirias pukul 02.00 wita misalnya.

Tetapi realitanya saat perias sudah tiba di rumah kamu gerbang masih dikunci, mesti gedor-gedor dulu, terus kamu belum bangun, bangunnya susah, terus mandinya lama, izin sarapan dulu. Akhirnya berias baru dimulai pada pukul 03.30 wita. Padahal rencananya pukul 04.30 wita sudah mulai berias di lokasi kedua. Kalau yang ini bukan ngerusak mood lagi, tapi bikin ambyar semua soalnya akan merusak semua jadwal berikutnya.

Embak mas MUAnya akan berusaha secepat mungkin, dan biasanya bikin tidak maksimal hasil riasan. Belum lagi masih di lokasi dua sudah ditelpon oleh yang di lokasi tiga. Pokoknya ambyar deh. Intinya mohon kerjasamanya, aktifkan semua alarem yang ada, MUA pasti mengerti lelah yang kalian hadapi, tetapi ini perkara hari bahagia banyak orang.

Penuturan dari salah seorang teman MUA, “Pernah suatu ketika ingin langsung kabur ke lokasi kedua dan memindahkan yang di lokasi pertama jadi terakhir, tetapi sungguh tak tega. Mengingat menikah bukan acara yang semain-main itu, akhirnya harus menerima kata-kata yang kurang sedap dan tatapan mata ketus di lokasi kedua dan seterusnya”.

***

Itu aja deh dulu, tapi ingat pilihlah MUA yang bisa memenuhi kebutuhan wajahmu. Percayai MUA yang sudah kamu pilih. Berikan ruang yang pantas untuk MUA yang kamu pilih. Dan ayo kita berkerja sama dengan baik. Percaya deh MUA yang kamu pilih sudah memiliki tangan ajaibnya masing-masing. 

Tags: make up artistMUApengantinpernikahan
Share213TweetSendShareSend
Previous Post

Imlek-an di Kota Rantau, Kota Singaraja: Imlek dengan Akulturasi dan Rasa Rindu

Next Post

Jimat CPNS

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Jimat CPNS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co