24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

I Putu Supartika by I Putu Supartika
January 18, 2020
in Esai
Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Nyoman Tusthi Eddy dengan sejumlah buku yang ditulisnya

Terhitung tiga kali saya datang ke rumah penulis Karangasem, Nyoman Tusthy Eddy bersama penulis IDK Raka Kusuma. Pertama saat saya masih kuliah, kedua saat saya masih menjadi guru honorer, dan ketiga saat saya sudah bekerja sebagai wartawan di Denpasar. Saya bukan muridnya di sekolah, sebagaimana sebagian besar penulis muda karangasem yang sudah berhasil, namun ia tetap adalah motivasi saya dalam menulis.

Pertama kali ke rumahnya, saya tak terlalu akrab dengannya, istilahnya saya hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali tersenyum mendengar obrolan antara dia dengan IDK Raka Kusuma. Sebagai pendengar yang baik saya banyak mendapat ilmu khususnya tentang sastra Indonesia di bawah tahun 90-an walaupun tak banyak yang bisa saya ingat. Saat itu saya menyerahkan buku pertama saya, kumpulan cerpen berbahasa Bali yang sangat sederhana, Yen Benjang Tiang Dados Presiden kepadanya.

Saat datang ke rumahnya untuk kedua kalinya saya sudah mulai akrab dengannya. Katanya ia suka dengan puisi saya yang berjudul Tutur Sanglir yang dimuat dalam buku Lelakut. Sebagai seorang penulis pemula yang masih kacangan, tentu saya sangat senang mendapat pujian dari seorang penulis senior. Bahkan ia mengaku akan menulis esai tentang puisi tersebut.

Dan untuk ketigakalinya, Februari 2019, saya kembali ke rumahnya, juga masih bersama IDK Raka Kusuma. Saat itu kami usai menjadi juri dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan Kantor Agama Karangasem. Kami sudah lebih fasih melakukan obrolan satu sama lainnya. Yang paling membuat saya berkesan dan merasa beruntung, dia memberikan dua karya cerpen berbahasa Balinya, Titiang dan Utang Karma dalam bentuk ketikan untuk dimuat di Majalah Suara Saking Bali. Jika tidak salah ingat, dia mengatakan hanya dua cerpen itu sajalah yang ditulisnya dalam bahasa Bali (jika salah mohon dikoreksi). 

Tak hanya memberikan cerpennya untuk dimuat, namun dia juga menceritakan asal-usul lahirnya dua cerpen itu. Yang paling saya ingat, cerpen Titiang diangkat dari kisah hidupnya sewaktu kecil hingga bersekolah. Cerpen itu saya muat pada edisi Maret 2019 dan kemudian dimuat dalam kumpulan cerpen Nyujuh Langit Duur Bukit yang memuat cerpen pilihan Suara Saking Bali selama hampir tiga tahun.

Sementara cerpen Utang Karma saya hampir melupakannya, hingga akhirnya Jumat, 17 Januari 2020 sore saya membaca dari sebuah grup WA sastra di Karangasem, bahwa ia telah meninggal. Awalnya saya tak mau percaya negitu saja. Saya mencari kabar tersebut di laman facebook dengan mengetik namanya. Ternyata benar, bahwa dia telah tiada. Ingatan saya kembali, satu cerpennya, Utang Karma belum saya muat. Saya masih punya hutang.

Pertemuan ketiga di rumahnya, adalah pertemuan terakhir saya dengan Nyoman Tusthy Eddy walaupun setelahnya saya sempat berkomunikasi lewat SMS. Itupun sudah lama sekali. Namun, jauh sebelum saya bertemu dengannya, saat saya mulai menyukai sastra, saya mengenal namanya lewat blog Penyair Bali.

Dari blog itu saya mulai mengenal karya-karyanya yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Perbandingan Kata dan Istilah bahasa Malaysia-Indonesia (Nusa Indah, 1987), Gumam Seputar Apresiasi Sastra: Sejumlah Esei dan Catatan (Nusa Indah, 1985), Kamus Istilah Sastra Indonesia (Nusa Indah, 1991), Mengenal sastra Bali Modern: Dua Buah Esei (Balai Pustaka, 1991), Wajah Tuhan: di Mata Penyair (Pustaka Manikgeni, 1994), Duh Ratnayu: Tembang Kawi Mendamba Cinta (Upada Sastra, 2001), Tafsir Simbolik Cerita Bagus Diarsa (Yayasan Dharma Sastra, 2002), kumpulan puisi Puisi Seputar Dunia-Terjemahan (Nusa Indah, 1984), Sajak-sajak Timur Jauh dalam Terjemahan (Nusa Indah, 1985), Rerasan Sajeroning Desa berupa kumpulan puisi berbahasa Bali (Buratwangi & Balai Bahasa Denpasar, 2000), Ning Brahman (Balai Bahasa Denpasar, 2002), SungaiMu (Balai Bahasa Denpasar, 2004), serta Somah.

Saya mulai mencari bukunya. Dan dari semua buku karyanya, tak semua bisa saya miliki. Bahkan ada yang sempat saya miliki sebentar untuk kemudian pindah ke tangan orang lain. Ini kisah yang lucu sekaligus menjengkelkan.

Tahun 2018 lalu, pada sebuah toko buku di kawasan Taman Ismail Marzuki, tak sengaja saya menemukan buku Mengenal Sastra Bali Modern. Buku ini sudah lama saya cari di Bali dan akhirnya ketemu juga di Jakarta. Ini adalah buku esai tentang sastra Bali modern karya Nyoman Tusthy Eddy. Selain memuat esai, juga terdapat lampiran yang memuat beberapa karya penulis sastra Bali modern lawas seperti Made Sanggra. Tanpa menimbang-nimbang, saya ambil buku itu. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp 20 ribu.

Pada sebuah pameran buku di Denpasar tahun 2019 kemarin, maksud hati ingin memperkenalkan buku-buku sastra Bali modern pada khalayak ramai, tanpa maksud berjualan, buku itu saya ikutkan. Stan bukunya terletak di dekat pintu masuk ruang pameran, namun nyaris tak ada yang menengok.

Karena saya sibuk mencari uang agar bisa membeli buku baru, saya minta bantuan pada panitia untuk menjaga stan saya. Sebelumnya saya sudah berpesan bahwa buku itu tidak dijual. Namun pada pameran hari terakhir beberapa buku dijual tanpa sepengetahuan saya. Salah satunya ya, buku Mengenal Sastra Bali Modern karya Nyoman Tusthi Eddy dengan harga Rp 15 ribu.

Sial memang. Buku itu susah-susah saya cari di Bali dan ketemunya di Jakarta, malah hilang dengan gampang di Bali. Tapi saya mencoba tak menunjukkan wajah kesal pada penjaga stan dan mencoba untuk tersenyum karena saya tak mungkin marah pada mereka yang telah membantu saya. Saya berpikir, siapa yang yang membeli buku itu. Belakangan saya tahu jika buku itu dibeli seorang teman. Dia tertawa kepada saya, dan mungkin suatu saat nanti saya akan membalas tawanya dengan me-WA dia untuk menagih buku itu kembali.

Perkenalan saya dengan Nyoman Tusthi Eddy memang singkat, namun kenangan-kenangan yang menyertainya akan saya ingat. Salah satunya, ya tentang buku Mengenal Sastra Bali Modern. [T]

Tags: in memoriamNyoman Tusthi Eddysastrasastra bali modern
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Next Post

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co