6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus” – Catatan Drama Seorang Ibu

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 22, 2019
in Esai
“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus”  – Catatan Drama Seorang Ibu

Ibu-ibu yang bermain dalam monolog 11 Ibu di Singaraja

Setahun lalu saya menulis 11 naskah drama tentang Ibu. Kesebelas naskah itu adalah dokumentasi estetik dan artistik dari 11 kisah ibu yang nyata. Mereka adalah pejuang kehidupan yang jauh dari spotlight panggung. Saya berbicara dengan mereka, mendengarkan, menuliskan kisah mereka. Suara suara yang selama ini belum terdengar jadi terdengar. Kisah kisah yang terpendam, muncul ke permukaan. Trauma trauma yang dalam, tercurahkan dan tersalurkan melalui teater.

Dalam perjalanan menulis 11 naskah itu, saya menemukan banyak kisah yang lebih dari sekedar kisah perjuangan semata. Namun ada rahasia rahasia kehidupan yang jauh lebih dahsyat dari apa yang saya bayangkan. Sebelum menulis naskah saya melalukan wawancara, riset dan observasi mendalam terhadap karakter.

Mereka tidak hanya tumbuh di kepala saya sebagai karakter, namun sebagai kisah itu sendiri yang lengkap dengan plot twist masing masing. Tidak ada yang klise dalam realita, sebab yang saya kira klise ternyata adalah bukan klise jika itu kenyataan. Semisal ada Ibu yang berjuang mencari penghidupan dengan menjadi tukang batu, bagi orang luar barangkali ada pikiran semua ibu juga berjuang mencari penghidupan. Namun yang  berbeda adalah sebuah kisah di balik perjuangan itu. Mengapa menjadi tukang batu, ada apa di balik keputusan itu, selain karena faktor ekonomi. Selain dari alasan mencari makan.

Lalu ada Ibu yang hidup dalam trauma berpuluh tahun, masih hingga sekarang, yang dihantui kekerasan dan hidup dalam kekerasan, namun sekarang mencoba berdamai dengan semua. Lalu ada ibu yang mencari identitas dirinya, siapa dia, sebagai diri, sebagai luar diri, sebagai representasi teks, sebagai gagasan, sebagai makhluk sosial, spiritual dan sebagainya. Ada pula yang sudah berada dalam tahap spiritual tinggi namun juga masih banyak belajar. Bahkan ada yang sudah hampir selesai, namun belum selesai. Semua masih dalam pencarian yang tidak berhenti.

Mengapa tidak berhenti? Karena drama tidak berakhir begitu saja ketika semua berakhir, sebab tak pernah ada batas jelas antara awal dan akhir, bahkan jika selama ini diduga bahwa kematian adalah akhir, justru sebaliknya, kematian adalah awal. Bagi perjalanan baru.

Beberapa malam yang lalu, 18 dan 19 Desember 2019, empat naskah drama yang saya tulis, yaitu “Schizophrenia”, “A Mother and A Monster”, “My Dearest Sister” dan “Because I am Who I am”, dipentaskan berturut turut oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Keempat naskah itu memiliki benang merah yang sama, bahwa seorang ibu adalah pusat energi kehidupan. Dalam “Schizophrenia” misalnya ditampilkan karakter seorang Ibu yang merawat anak dengan sakit schizophrenia dalam keterbatasan, miskin dan sendiri, tanpa suami. Seorang ibu yang mengalami perjuangan batin untuk mendamaikan dirinya dan juga anaknya yang berjuang dengan sakit, identitas dan cinta kepada lelaki.

“A Mother and A Monster” juga bicara soal isu Ibu yang kompleks. Ada Ibu yang membuang anaknya, ada ibu yang mengangkatnya lalu terjebak prostitusi. Anak itu bertumbuh dalam identitas yang hilang sejak sang ibu mengaku sebagai pelacur untuk membiayai hidupnya. Ia pergi dan mencari jati dirinya. Lalu di perjalanan ia kenal cinta, pengetahuan, kemarahan, kecemburuan dan sebagainya. Namun ia akhirnya bertemu ibu kandungnya dan akhirnya justru tragis. Hidupnya justru diakhiri ibu kandungnya. Apakah kisah ini imajinasi? Tidak juga. Namun tetap saja kenyataan kadang lebih imajinatif dari imajinasi.

“My Dearest Sister” bercerita tentang seorang ibu yang mencemaskan anaknya yang penulis. Ia ingin anaknya normal dan biasa, bukan menjadi seniman. Sang anak memberontak dan malah mencari cinta sejati yang ia temukan pada gurunya, seorang guru juga penyair. Ia tak tahu gurunya adalah kekasih ibunya. Mengejutkan tidak hanya pada karakternya tapi pada kisahnya. Tapi hidup adalah kejutan yang memang tiada habisnya.

Di “Because I am who I am” kisah ibu juga tak kalah haru. Sang ibu terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan, dikhianati suaminya berkali kali dan mencoba tegar. Anaknya pergi dan lalu terjebak cinta, hamil sebelum menikah. Dan kisah belum berakhir.

Benang merah cerita 11 Ibu maupun 4 ibu dalam naskah berbahasa Inggris memiliki hal hal universal yang sama. Bahwa seorang ibu tak pernah selesai. Di kehidupan dan di gagasan, di imajinasi dan di kenyataan. Bahwa yang selalu harus diingat adalah pertanyaan pertanyaan tentang keputusan keputusan yang diambil. Saya misalnya selalu memelihara kegelisahan dan memelihara pertanyaan agar terus bisa bergerak. Sebagai ibu, sebagai perempuan, sebagai manusia.

Dalam sebuah sesi di Ubud Writers and Readers Festival yang lalu, ada satu sesi bertema Enlightment for All. Dalam panel itu kami membahas spiritualisme. Apa konsep spirituality dalam hidup perempuan Bali.

Saya menjawab spiritualisme adalah cara menjaga keseimbangan peran antara menjadi ibu, perempuan, penulis, pengajar, pengelola komunitas dan bagian dari sistem sosial adat Bali.

Dalam sesi “Writing Out of Margin” di Macau China saya juga mendapat kesempatan berbicara soal perempuan yang berada di luar margin. Margin adalah batas. Namun batas itupun didefinisikan menurut perspektif yang menentukan. Margin bagi kita barangkali bukan margin bagi orang lain. Atau margin bagi orang lain bukanlah margin bagi kita. Jadi menulis adalah bagian dari mendobrak margin atau menciptakan margin baru.

Di Nepal, ketika saya bicara soal puisi, saya juga membahas tema perempuan Bali. Soal keseimbangan dan juga soal kesenjangan. Tapi di semua hal itu saya menegaskan bahwa perempuan Bali selalu bergerak menuju keseimbangan. Terutama spiritual.

Bagi orang lain barangkali spiritualisme adalah melulu pergi ke pura dan bersembahyang tapi spiritualisme dalam konteks saya adalah menjaga spirit menjaga keseimbangan peran, sambil berpikir dan bertanya, untuk terus bergerak. Menulis dan berkarya adalah sebuah upaya, sebuah cara dari banyak cara lainnya untuk menjadi “the creator”. Ibu adalah pencipta sejarah yang terus menerus harus diperbaharui.

Selamat Hari Ibu. [T]

Tags: Hari IbuibuPerempuan
Share60TweetSendShareSend
Previous Post

“Jalan Menjadi Ibu” – Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

Next Post

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co