23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus” – Catatan Drama Seorang Ibu

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 22, 2019
in Esai
“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus”  – Catatan Drama Seorang Ibu

Ibu-ibu yang bermain dalam monolog 11 Ibu di Singaraja

Setahun lalu saya menulis 11 naskah drama tentang Ibu. Kesebelas naskah itu adalah dokumentasi estetik dan artistik dari 11 kisah ibu yang nyata. Mereka adalah pejuang kehidupan yang jauh dari spotlight panggung. Saya berbicara dengan mereka, mendengarkan, menuliskan kisah mereka. Suara suara yang selama ini belum terdengar jadi terdengar. Kisah kisah yang terpendam, muncul ke permukaan. Trauma trauma yang dalam, tercurahkan dan tersalurkan melalui teater.

Dalam perjalanan menulis 11 naskah itu, saya menemukan banyak kisah yang lebih dari sekedar kisah perjuangan semata. Namun ada rahasia rahasia kehidupan yang jauh lebih dahsyat dari apa yang saya bayangkan. Sebelum menulis naskah saya melalukan wawancara, riset dan observasi mendalam terhadap karakter.

Mereka tidak hanya tumbuh di kepala saya sebagai karakter, namun sebagai kisah itu sendiri yang lengkap dengan plot twist masing masing. Tidak ada yang klise dalam realita, sebab yang saya kira klise ternyata adalah bukan klise jika itu kenyataan. Semisal ada Ibu yang berjuang mencari penghidupan dengan menjadi tukang batu, bagi orang luar barangkali ada pikiran semua ibu juga berjuang mencari penghidupan. Namun yang  berbeda adalah sebuah kisah di balik perjuangan itu. Mengapa menjadi tukang batu, ada apa di balik keputusan itu, selain karena faktor ekonomi. Selain dari alasan mencari makan.

Lalu ada Ibu yang hidup dalam trauma berpuluh tahun, masih hingga sekarang, yang dihantui kekerasan dan hidup dalam kekerasan, namun sekarang mencoba berdamai dengan semua. Lalu ada ibu yang mencari identitas dirinya, siapa dia, sebagai diri, sebagai luar diri, sebagai representasi teks, sebagai gagasan, sebagai makhluk sosial, spiritual dan sebagainya. Ada pula yang sudah berada dalam tahap spiritual tinggi namun juga masih banyak belajar. Bahkan ada yang sudah hampir selesai, namun belum selesai. Semua masih dalam pencarian yang tidak berhenti.

Mengapa tidak berhenti? Karena drama tidak berakhir begitu saja ketika semua berakhir, sebab tak pernah ada batas jelas antara awal dan akhir, bahkan jika selama ini diduga bahwa kematian adalah akhir, justru sebaliknya, kematian adalah awal. Bagi perjalanan baru.

Beberapa malam yang lalu, 18 dan 19 Desember 2019, empat naskah drama yang saya tulis, yaitu “Schizophrenia”, “A Mother and A Monster”, “My Dearest Sister” dan “Because I am Who I am”, dipentaskan berturut turut oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Keempat naskah itu memiliki benang merah yang sama, bahwa seorang ibu adalah pusat energi kehidupan. Dalam “Schizophrenia” misalnya ditampilkan karakter seorang Ibu yang merawat anak dengan sakit schizophrenia dalam keterbatasan, miskin dan sendiri, tanpa suami. Seorang ibu yang mengalami perjuangan batin untuk mendamaikan dirinya dan juga anaknya yang berjuang dengan sakit, identitas dan cinta kepada lelaki.

“A Mother and A Monster” juga bicara soal isu Ibu yang kompleks. Ada Ibu yang membuang anaknya, ada ibu yang mengangkatnya lalu terjebak prostitusi. Anak itu bertumbuh dalam identitas yang hilang sejak sang ibu mengaku sebagai pelacur untuk membiayai hidupnya. Ia pergi dan mencari jati dirinya. Lalu di perjalanan ia kenal cinta, pengetahuan, kemarahan, kecemburuan dan sebagainya. Namun ia akhirnya bertemu ibu kandungnya dan akhirnya justru tragis. Hidupnya justru diakhiri ibu kandungnya. Apakah kisah ini imajinasi? Tidak juga. Namun tetap saja kenyataan kadang lebih imajinatif dari imajinasi.

“My Dearest Sister” bercerita tentang seorang ibu yang mencemaskan anaknya yang penulis. Ia ingin anaknya normal dan biasa, bukan menjadi seniman. Sang anak memberontak dan malah mencari cinta sejati yang ia temukan pada gurunya, seorang guru juga penyair. Ia tak tahu gurunya adalah kekasih ibunya. Mengejutkan tidak hanya pada karakternya tapi pada kisahnya. Tapi hidup adalah kejutan yang memang tiada habisnya.

Di “Because I am who I am” kisah ibu juga tak kalah haru. Sang ibu terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan, dikhianati suaminya berkali kali dan mencoba tegar. Anaknya pergi dan lalu terjebak cinta, hamil sebelum menikah. Dan kisah belum berakhir.

Benang merah cerita 11 Ibu maupun 4 ibu dalam naskah berbahasa Inggris memiliki hal hal universal yang sama. Bahwa seorang ibu tak pernah selesai. Di kehidupan dan di gagasan, di imajinasi dan di kenyataan. Bahwa yang selalu harus diingat adalah pertanyaan pertanyaan tentang keputusan keputusan yang diambil. Saya misalnya selalu memelihara kegelisahan dan memelihara pertanyaan agar terus bisa bergerak. Sebagai ibu, sebagai perempuan, sebagai manusia.

Dalam sebuah sesi di Ubud Writers and Readers Festival yang lalu, ada satu sesi bertema Enlightment for All. Dalam panel itu kami membahas spiritualisme. Apa konsep spirituality dalam hidup perempuan Bali.

Saya menjawab spiritualisme adalah cara menjaga keseimbangan peran antara menjadi ibu, perempuan, penulis, pengajar, pengelola komunitas dan bagian dari sistem sosial adat Bali.

Dalam sesi “Writing Out of Margin” di Macau China saya juga mendapat kesempatan berbicara soal perempuan yang berada di luar margin. Margin adalah batas. Namun batas itupun didefinisikan menurut perspektif yang menentukan. Margin bagi kita barangkali bukan margin bagi orang lain. Atau margin bagi orang lain bukanlah margin bagi kita. Jadi menulis adalah bagian dari mendobrak margin atau menciptakan margin baru.

Di Nepal, ketika saya bicara soal puisi, saya juga membahas tema perempuan Bali. Soal keseimbangan dan juga soal kesenjangan. Tapi di semua hal itu saya menegaskan bahwa perempuan Bali selalu bergerak menuju keseimbangan. Terutama spiritual.

Bagi orang lain barangkali spiritualisme adalah melulu pergi ke pura dan bersembahyang tapi spiritualisme dalam konteks saya adalah menjaga spirit menjaga keseimbangan peran, sambil berpikir dan bertanya, untuk terus bergerak. Menulis dan berkarya adalah sebuah upaya, sebuah cara dari banyak cara lainnya untuk menjadi “the creator”. Ibu adalah pencipta sejarah yang terus menerus harus diperbaharui.

Selamat Hari Ibu. [T]

Tags: Hari IbuibuPerempuan
Share60TweetSendShareSend
Previous Post

“Jalan Menjadi Ibu” – Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

Next Post

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co