7 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-anak yang Terpanggil dan Memanggil-manggil – [Catatan Terakhir KKN Undiksha di Desa Puhu 2019]

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
August 8, 2019
in Khas
Anak-anak yang Terpanggil dan Memanggil-manggil – [Catatan Terakhir KKN Undiksha di Desa Puhu 2019]

Mahasiswa KKN Undiksha di Desa Puhu 2019

tamu akan pulang ke rumahnya

mengutuk pertemuan dengan perpisahan

karena yang datang akan pergi,

dan yang hidup akan mati.

Sebagaimana tiap susun kata yang mengawali catatan ini; ini adalah catatan perpisahan dari suatu pertemuan, yang barangkali akan menjadi momen langka meski sebenarnya bersifat umum. Karena setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan: antara cinta, kepulangan keluarga, dan kepergian sahabat atau teman atau kawan atau dengan sebutan yang lain. Karena setiap penamaan kepada orang terdekat memiliki sebutan-sebutan tersendiri. Bergantung tiap orang akan memberi nama apa kepada tiap-tiap orang yang datang dan menjadi karib.

KKN UNDIKSHA DESA PUHU, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR 2019.

Catatan perpisahan ini mewakili rasa keluh akan perpisahan kami ‘para Mahasiswa KKN Undiksha di Desa Puhu’. Kenangan yang tertanam pada diri kami yang ada di Desa Puhu adalah bentuk duka-suka pada hari-hari yang sempat dilalui bersama, dalam berkegiatan ‘menjalankan program kerja’ maupun ketika memasak: makan bersama dan menikmati hari-hari dengan santai dan penuh tawa-tiwi antarsejawatnya.

Dari program KKN ‘Kuliah Kerja Nyata’ yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), saya selaku penulis catatan ini dan sekaligus sebagai anggota KKN di Desa Puhu mendapat banyak pengalaman, dari desa maupun dari para masyarakatnya yang sangat baik menyambut dan menerima kedatangan kami segenap mahasiswa yang akan melaksanakan KKN untuk menimba ilmu. Hal semacam itu terlihat, dari betapa akrabnya para Mahasiswa KKN dengan masyarakat: petua maupun pemuda.

Bukan hanya dari mahasiswa saja yang sering datang menemui atau bermain ke rumah-rumah masyarakat, tetapi dari para masyarakatnya juga sering membalas kedatangan para mahasiswa yang bermain ke rumahnya dengan cara mendatangi posko/Balai Banjar Puhu yang oleh kami dianggap sebagai rumah sementara. Posko atau rumah sementara ini oleh kami tidak sekadar dijadikan tempat tidur, memasak, tempat bercanda, atau apalah yang mencakup kata SEBATAS kebutuhan-kebutuhan yang kami perlukan.

Tapi posko tersebut oleh kami dikemas dengan sebisa mungkin, menjadi tempat-tempat alternatif dan berguna bagi masyarakat desa; salah satunya menjadikan sebagai tempat Taman Belajar, yang menyasar pada siswa-siswa yang ada di SD se-Desa Puhu. Para peserta ‘anak didik’ yang datang cukup antusias sampai-sampai kami seringkali kewalahan dengan waktu yang terpelintir sangat sedikit, sedangkan program kerja yang dijalankan setiap harinya juga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Mereka anak-anak yang selalu terpanggil untuk belajar, sehingga mereka memanggil-manggil kami untuk siap mengajar.

Terkadang ketika hendak berbaring untuk istirahat dan ingin tidur sesudah melaksanakan program kerja yang sudah terjadwal, mereka datang beramai-ramai dan berteriak-teriak sebagaimana wajarnya anak kecil ketika memanggil ibu dan bapaknya.

Jika keadaannya sudah begitu, maka mata kami yang sebelumnya sudah merencanakan tidur pulas akan tertunda dengan panggilan mereka yang meraung dari depan teras. Kedatangan mereka tak dianggap sebagai pengganggu, tetapi sebagai malaikat kecil yang hendak ingin mengajari kami ‘Mahasiswa KKN’ agar tidak bermalas-malasan dan mengisi waktu kosong dengan tidur seperti kebo sesudah kenyang memakan rumput yang diberi tuannya.

Kami pun tanggung jawab dengan panggilan mereka yang meminta kami untuk membimbingnya belajar. Kami tentu tidak bisa menolak atau mengingkarinya dan menyuruh mereka pulang atau berpura-pura tidur; tidak mau mendengar panggilan mereka yang seperti anak ayam bercari induknya.

Sebagaimana adagium kuno yang mengatakan: yang memulai maka yang harus bertanggung jawab. Maka itu prinsip yang kami pegang dengan teguh dan disimpan rapi dalam tiap-tiap lubuk hati masing-masing anggota mahasiswa KKN di Desa Puhu. Dan kami pun dengan keteguhan prinsip itu memulai kegiatan Taman Belajar dengan senang, santai, dan bermakna, bahkan setiap hari—sampai sekarang. Hingga catatan ini lahir sebagai pelengkapnya bersama ucapan terima kasih atas yang sebentar lagi pergi.

SOSOK PENTING

Kami bukan kelompok yang dimaksud Chairil Anwar atau yang tersebut dalam penggalan sajaknya: binatang jalang//dari kumpulannya yang terbuang. Tapi kehadiran kami menimba ilmu di desa ini juga tak lepas dari sosok bapak ‘pembimbing’ Prof. Dr. I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A dan sosok ibu ‘monev/pemonitoring’ Dr. Desak Putu Parmiti, M.S.

Jadi, kami seperti dalam posisi menjadi anak dari mereka berdua, selain karena kebetulan yang membimbing dan mengawasi adalah pria dan wanita, selayaknya bapak dan ibu. Juga karena sikap dari keduanya yang sangat lembut dalam membimbing dan mengawasi kami, sehingga pada waktu kami membuat kesalahan dalam program kerja yang disusun ataupun yang sudah terlaksana, mereka tak lepas memberi arahan dan solusi, mereka tetap ingin ‘merawat’ seperti halnya meluruskan sebatang kayu yang bengkok, demi sebuah kecapakan pada suatu hari nanti, ataupun menginjak pada waktu-waktu jauh masa depan.

Selain itu, tak hanya dari dua sosok: pembimbing dan monev/pemonitoring itu saja yang memiliki peran penting bagi kesuksesan KKN yang kami laksanakan, tapi juga tak luput dari peran Bapak Kepala Desa I Gede Brata Aginawa S.H berserta jajarannya yang telah sungguh-sungguh memberi pengayoman yang luar biasa, mengawal  dengan penuh ketelatenan, dan menyajikan pendidikan-pendidikan nyata yang sulit terjangkau dengan teori-teori yang mengawang-awang di sekitaran kampus.

KEPADA SEGENAP ANGGOTA KKN UNDIKSHA DI DESA PUHU TAHUN 2019.

Sebelum mengarah pada salam-salam perpisahan, rasanya tidak lengkap jika tak mendahului dengan menyebut nama-nama anggota Mahasiswa KKN yang ada di Desa Puhu.

Bukan karena apa? Atau bagaimana? Tetapi ibarat sebuah peluru yang akan terlepas dari pistol seorang sniper, memang kurang lengkap jika tak menyebut satu persatu nama mereka yang tersasar atau mencantumkan dalam catatan ini, antara lain:  I Made Mahendra Saputra, Komang Ukir Tirta Yasa, Made Tedi Kurniawan, Ida Bagus Gede Surya Pangestu, I Kadek Astika, B. B. Soegiono, Ni Made Ratih Marlina, Monica, Ni Kadek Lia Windayani Putri, I Gusti Ayu Putri Pradnyandari, I Gusti Ayu Made Putri Ratmanacika AD, Ni Luh Eni Kadeari, Ni Putu Januarda Supriyanti, Ida Ayu Reinditia, Ni Kadek Dwi Trisna Rahayu, Desak Putu Intan, Mega Ningrum, dan terakhir Komang Paramitha Putri Arya Naraswari.

Semua nama-nama tersebut memiliki jasad sebagai penghuni posko/Balai Banjar di Desa Puhu ‘Banjar Puhu’. Yang sebentar lagi akan jarang sekali bertemu, bahkan ada yang tidak akan bertemu, jika tanpa sebuah rencana—merencanakan pertemuan. Karena faktor jarak yang cukup terbilang jauh. Dan sangat tidak memungkinkan jika harus bertemu setiap hari seperti sediakala ketika masih berkumpul dalam satu atap posko KKN. Semua akan sibuk dengan aktifitasnya masing-masing dan jika berharap bertemu dalam satu ruang kuliah sangat tidak mungkin, karena dari segi anggotanya yang mencakupi lintas jurusan.

Jadi untuk saling bertatap muka, hanya akan terjadi sekali-kali kecuali yang sedang terjebak Cinlok ‘Cinta Lokasi’, mungkin akan menyisakan waktu-waktu sibuknya untuk tetap saling bertemu. Meski tak seperti ketika masih tinggal satu posko.  Namun dengan besar duga, mereka tetap menyisihkan masing-masing waktunya untuk saling bertemu satu sama lain. Sebab jika tidak demikian, kemungkinman cinta yang terjebak karena lokasi itu akan gugur mengikuti alur KKN dan waktu yang telah ditentukan lembaga selama 6 Minggu, yang dimulai dari tanggal 24 Juni – 10 Agustus 2019.

Sekali lagi terucapkan untuk mengakhiri Catatan Terakhir ini: mungkin memang begitu; sebagaimana pertemuan harus menjamu perpisahan—seperti yang akan kami alami sebentar lagi, tingga menghitung siang dan beberapa malam saja. Untuk itu semua, tak ada kata-kata yang istimewa untuk menyambut perpisahan itu, hanya bisa menyambut dengan ucapan terima kasih yang barangkali akan menjadi ucapan terakhir untuk saling merayakan atas sebuah hadiah pertemuan dan pengalaman yang ‘kan segera usang. Dan kami juga menganggap itu semua sebagai bagian dari pelajaran, yang mungkin tidak hadir di atas kursi dan bangku kelas kuliah.

CATATAN KHUSUS DARI PENULIS

Kepada kalian semua, catatan ini pun akan segera berakhir dan akan segera tertutup. Namun sebelum itu, izinkan untuk mengucapkan terima kasih atas kemarahannya, yang menjadi pelajaran untuk menjadi sabar, terima kasih atas kesabarannya yang menjadi pelajaran untuk ditiru, terima kasih atas kebaikannya, yang menjadi pelajaran untuk menjadi baik, dan terima kasih atas semua hal-hal yang pernah kalian lakukan, kalian lukis, dan kalian perbuat, untuk menjadi pelajaran; menyadarkan bahwa dunia ini penuh dengan warna-warni manusia, dengan karakter-karakter yang berbeda/beragam. [T]

salam terhormat, kepada pertemuan yang mengajari ikhlas dalam menyikapi perpisahan (Gianyar, Puhu, 7 Agustus 2019)

Tags: GianyarKKNKuliah Kerja NyataPayanganPendidikanUndiksha
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

“I Kutun Pundukan” dalam Novel ”Tresnane Lebur Ajur Satonden Kembang”

Next Post

Seharusnya Tak Ada Satu pun Hari Kemerdekaan

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Seharusnya Tak Ada Satu pun Hari Kemerdekaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co