18 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-anak yang Terpanggil dan Memanggil-manggil – [Catatan Terakhir KKN Undiksha di Desa Puhu 2019]

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
August 8, 2019
in Khas
Anak-anak yang Terpanggil dan Memanggil-manggil – [Catatan Terakhir KKN Undiksha di Desa Puhu 2019]

Mahasiswa KKN Undiksha di Desa Puhu 2019

tamu akan pulang ke rumahnya

mengutuk pertemuan dengan perpisahan

karena yang datang akan pergi,

dan yang hidup akan mati.

Sebagaimana tiap susun kata yang mengawali catatan ini; ini adalah catatan perpisahan dari suatu pertemuan, yang barangkali akan menjadi momen langka meski sebenarnya bersifat umum. Karena setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan: antara cinta, kepulangan keluarga, dan kepergian sahabat atau teman atau kawan atau dengan sebutan yang lain. Karena setiap penamaan kepada orang terdekat memiliki sebutan-sebutan tersendiri. Bergantung tiap orang akan memberi nama apa kepada tiap-tiap orang yang datang dan menjadi karib.

KKN UNDIKSHA DESA PUHU, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR 2019.

Catatan perpisahan ini mewakili rasa keluh akan perpisahan kami ‘para Mahasiswa KKN Undiksha di Desa Puhu’. Kenangan yang tertanam pada diri kami yang ada di Desa Puhu adalah bentuk duka-suka pada hari-hari yang sempat dilalui bersama, dalam berkegiatan ‘menjalankan program kerja’ maupun ketika memasak: makan bersama dan menikmati hari-hari dengan santai dan penuh tawa-tiwi antarsejawatnya.

Dari program KKN ‘Kuliah Kerja Nyata’ yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), saya selaku penulis catatan ini dan sekaligus sebagai anggota KKN di Desa Puhu mendapat banyak pengalaman, dari desa maupun dari para masyarakatnya yang sangat baik menyambut dan menerima kedatangan kami segenap mahasiswa yang akan melaksanakan KKN untuk menimba ilmu. Hal semacam itu terlihat, dari betapa akrabnya para Mahasiswa KKN dengan masyarakat: petua maupun pemuda.

Bukan hanya dari mahasiswa saja yang sering datang menemui atau bermain ke rumah-rumah masyarakat, tetapi dari para masyarakatnya juga sering membalas kedatangan para mahasiswa yang bermain ke rumahnya dengan cara mendatangi posko/Balai Banjar Puhu yang oleh kami dianggap sebagai rumah sementara. Posko atau rumah sementara ini oleh kami tidak sekadar dijadikan tempat tidur, memasak, tempat bercanda, atau apalah yang mencakup kata SEBATAS kebutuhan-kebutuhan yang kami perlukan.

Tapi posko tersebut oleh kami dikemas dengan sebisa mungkin, menjadi tempat-tempat alternatif dan berguna bagi masyarakat desa; salah satunya menjadikan sebagai tempat Taman Belajar, yang menyasar pada siswa-siswa yang ada di SD se-Desa Puhu. Para peserta ‘anak didik’ yang datang cukup antusias sampai-sampai kami seringkali kewalahan dengan waktu yang terpelintir sangat sedikit, sedangkan program kerja yang dijalankan setiap harinya juga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Mereka anak-anak yang selalu terpanggil untuk belajar, sehingga mereka memanggil-manggil kami untuk siap mengajar.

Terkadang ketika hendak berbaring untuk istirahat dan ingin tidur sesudah melaksanakan program kerja yang sudah terjadwal, mereka datang beramai-ramai dan berteriak-teriak sebagaimana wajarnya anak kecil ketika memanggil ibu dan bapaknya.

Jika keadaannya sudah begitu, maka mata kami yang sebelumnya sudah merencanakan tidur pulas akan tertunda dengan panggilan mereka yang meraung dari depan teras. Kedatangan mereka tak dianggap sebagai pengganggu, tetapi sebagai malaikat kecil yang hendak ingin mengajari kami ‘Mahasiswa KKN’ agar tidak bermalas-malasan dan mengisi waktu kosong dengan tidur seperti kebo sesudah kenyang memakan rumput yang diberi tuannya.

Kami pun tanggung jawab dengan panggilan mereka yang meminta kami untuk membimbingnya belajar. Kami tentu tidak bisa menolak atau mengingkarinya dan menyuruh mereka pulang atau berpura-pura tidur; tidak mau mendengar panggilan mereka yang seperti anak ayam bercari induknya.

Sebagaimana adagium kuno yang mengatakan: yang memulai maka yang harus bertanggung jawab. Maka itu prinsip yang kami pegang dengan teguh dan disimpan rapi dalam tiap-tiap lubuk hati masing-masing anggota mahasiswa KKN di Desa Puhu. Dan kami pun dengan keteguhan prinsip itu memulai kegiatan Taman Belajar dengan senang, santai, dan bermakna, bahkan setiap hari—sampai sekarang. Hingga catatan ini lahir sebagai pelengkapnya bersama ucapan terima kasih atas yang sebentar lagi pergi.

SOSOK PENTING

Kami bukan kelompok yang dimaksud Chairil Anwar atau yang tersebut dalam penggalan sajaknya: binatang jalang//dari kumpulannya yang terbuang. Tapi kehadiran kami menimba ilmu di desa ini juga tak lepas dari sosok bapak ‘pembimbing’ Prof. Dr. I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A dan sosok ibu ‘monev/pemonitoring’ Dr. Desak Putu Parmiti, M.S.

Jadi, kami seperti dalam posisi menjadi anak dari mereka berdua, selain karena kebetulan yang membimbing dan mengawasi adalah pria dan wanita, selayaknya bapak dan ibu. Juga karena sikap dari keduanya yang sangat lembut dalam membimbing dan mengawasi kami, sehingga pada waktu kami membuat kesalahan dalam program kerja yang disusun ataupun yang sudah terlaksana, mereka tak lepas memberi arahan dan solusi, mereka tetap ingin ‘merawat’ seperti halnya meluruskan sebatang kayu yang bengkok, demi sebuah kecapakan pada suatu hari nanti, ataupun menginjak pada waktu-waktu jauh masa depan.

Selain itu, tak hanya dari dua sosok: pembimbing dan monev/pemonitoring itu saja yang memiliki peran penting bagi kesuksesan KKN yang kami laksanakan, tapi juga tak luput dari peran Bapak Kepala Desa I Gede Brata Aginawa S.H berserta jajarannya yang telah sungguh-sungguh memberi pengayoman yang luar biasa, mengawal  dengan penuh ketelatenan, dan menyajikan pendidikan-pendidikan nyata yang sulit terjangkau dengan teori-teori yang mengawang-awang di sekitaran kampus.

KEPADA SEGENAP ANGGOTA KKN UNDIKSHA DI DESA PUHU TAHUN 2019.

Sebelum mengarah pada salam-salam perpisahan, rasanya tidak lengkap jika tak mendahului dengan menyebut nama-nama anggota Mahasiswa KKN yang ada di Desa Puhu.

Bukan karena apa? Atau bagaimana? Tetapi ibarat sebuah peluru yang akan terlepas dari pistol seorang sniper, memang kurang lengkap jika tak menyebut satu persatu nama mereka yang tersasar atau mencantumkan dalam catatan ini, antara lain:  I Made Mahendra Saputra, Komang Ukir Tirta Yasa, Made Tedi Kurniawan, Ida Bagus Gede Surya Pangestu, I Kadek Astika, B. B. Soegiono, Ni Made Ratih Marlina, Monica, Ni Kadek Lia Windayani Putri, I Gusti Ayu Putri Pradnyandari, I Gusti Ayu Made Putri Ratmanacika AD, Ni Luh Eni Kadeari, Ni Putu Januarda Supriyanti, Ida Ayu Reinditia, Ni Kadek Dwi Trisna Rahayu, Desak Putu Intan, Mega Ningrum, dan terakhir Komang Paramitha Putri Arya Naraswari.

Semua nama-nama tersebut memiliki jasad sebagai penghuni posko/Balai Banjar di Desa Puhu ‘Banjar Puhu’. Yang sebentar lagi akan jarang sekali bertemu, bahkan ada yang tidak akan bertemu, jika tanpa sebuah rencana—merencanakan pertemuan. Karena faktor jarak yang cukup terbilang jauh. Dan sangat tidak memungkinkan jika harus bertemu setiap hari seperti sediakala ketika masih berkumpul dalam satu atap posko KKN. Semua akan sibuk dengan aktifitasnya masing-masing dan jika berharap bertemu dalam satu ruang kuliah sangat tidak mungkin, karena dari segi anggotanya yang mencakupi lintas jurusan.

Jadi untuk saling bertatap muka, hanya akan terjadi sekali-kali kecuali yang sedang terjebak Cinlok ‘Cinta Lokasi’, mungkin akan menyisakan waktu-waktu sibuknya untuk tetap saling bertemu. Meski tak seperti ketika masih tinggal satu posko.  Namun dengan besar duga, mereka tetap menyisihkan masing-masing waktunya untuk saling bertemu satu sama lain. Sebab jika tidak demikian, kemungkinman cinta yang terjebak karena lokasi itu akan gugur mengikuti alur KKN dan waktu yang telah ditentukan lembaga selama 6 Minggu, yang dimulai dari tanggal 24 Juni – 10 Agustus 2019.

Sekali lagi terucapkan untuk mengakhiri Catatan Terakhir ini: mungkin memang begitu; sebagaimana pertemuan harus menjamu perpisahan—seperti yang akan kami alami sebentar lagi, tingga menghitung siang dan beberapa malam saja. Untuk itu semua, tak ada kata-kata yang istimewa untuk menyambut perpisahan itu, hanya bisa menyambut dengan ucapan terima kasih yang barangkali akan menjadi ucapan terakhir untuk saling merayakan atas sebuah hadiah pertemuan dan pengalaman yang ‘kan segera usang. Dan kami juga menganggap itu semua sebagai bagian dari pelajaran, yang mungkin tidak hadir di atas kursi dan bangku kelas kuliah.

CATATAN KHUSUS DARI PENULIS

Kepada kalian semua, catatan ini pun akan segera berakhir dan akan segera tertutup. Namun sebelum itu, izinkan untuk mengucapkan terima kasih atas kemarahannya, yang menjadi pelajaran untuk menjadi sabar, terima kasih atas kesabarannya yang menjadi pelajaran untuk ditiru, terima kasih atas kebaikannya, yang menjadi pelajaran untuk menjadi baik, dan terima kasih atas semua hal-hal yang pernah kalian lakukan, kalian lukis, dan kalian perbuat, untuk menjadi pelajaran; menyadarkan bahwa dunia ini penuh dengan warna-warni manusia, dengan karakter-karakter yang berbeda/beragam. [T]

salam terhormat, kepada pertemuan yang mengajari ikhlas dalam menyikapi perpisahan (Gianyar, Puhu, 7 Agustus 2019)

Tags: GianyarKKNKuliah Kerja NyataPayanganPendidikanUndiksha
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

“I Kutun Pundukan” dalam Novel ”Tresnane Lebur Ajur Satonden Kembang”

Next Post

Seharusnya Tak Ada Satu pun Hari Kemerdekaan

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Seharusnya Tak Ada Satu pun Hari Kemerdekaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban
Esai

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

by Angga Wijaya
August 17, 2026
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!
Ekonomi

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana
Esai

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati
Pameran

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co