23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih, Singaraja…

Jaswanto by Jaswanto
July 17, 2019
in Esai
Siapa Orang yang Paling Baik?

2015, untuk kali pertama, saya menginjakkan kaki di Pulau Dewata, tepatnya di Kota Singaraja, Bali Utara. Sampai sekarang, terhitung, sudah hampir empat tahun saya merantau dari Tuban, Jawa Timur, ke Kota Singaraja. Bukan untuk kerja, atau jalan-jalan, tapi untuk menuntut ilmu (walaupun sampai sekarang saya tidak tahu apa salahnya ilmu kok dituntut).

Saya tercatat sebagai mahasiswa di salah satu kampus negeri di Singaraja. Tentu untuk masuk ke universitas ini, bukan tanpa tantangan. Sebenarnya, sejak 2014, mimpi untuk bisa kuliah ke Bali iu sudah tumbuh. Hanya saja, kesempatan itu baru bisa saya dapatkan setahun setelah saya dinyatakan tidak lolos tes SBMPTN tahun 2014.

Pada tahun itu juga, saya merasa tidak punya harapan lagi. Saya yang malu tiap kali ditanya oleh rekan sejawat selalu berusaha menyembunyikan rasa kecewa. Caranya adalah dengan berusaha tetap tenang, setenang telaga dan tetap menebar senyum walau mungkin terasa hambar.

Pelan-pelan saya dapat kembali menata hati, konsentrasi penuh pada pekerjaan sehari-hari, membantu orang tua dengan semangat tinggi, didukung oleh semangat keluarga di rumah, menyiapkan mental dengan serius. Saya tidak boleh berpikir negatif apalagi cengeng. Saya harus berpikir positif, harus semangat.

***

Sejatinya saya tak pernah berani memimpikan pergi kuliah di luar pulau. Realistis saja, saya ini siapa? Orang tua saya tak punya cukup uang! Jika pun ada, jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga plus biaya sekolah adik saya. Tetapi ternyata saya salah, “banyak jalan menuju Roma”, begitu bunyi pepatah yang terkenal itu. Dengan harapan suatu saat mimpi itu menjadi kenyataan.

Dan benar saja, melalui beasiswa Bidikmisi, akhirnya saya bisa kuliah di luar pulau—dan tentu saja ini sangat menyenangkan.

Saya sengaja daftar kuliah di luar pulau Jawa. Di samping peluang untuk diterimanya sangat menyakinkan, di sisi yang lain, saya ingin sekali mengetahui kehidupan dari sudut pandang yang lain. Agar saya bisa membuka telinga dan mata. Mendengar dan membaca. Menapaki ruang-ruang baru di berbagai tempat—tempat yang mempertemukan raga dan jiwa. Bukankah, tubuh dan hati ini perlu melalang buana? Melihat cakrawala dari sudut yang berbeda.

Dalam hal ini, pilihan saya jatuh kepada pulau Bali.

Bali yang dulu termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil—yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi tiga provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur—, selama ini, telah mengajarkan banyak hal kepada saya.

Pulau yang secara grografis, terletak di 8⁰25ꞌ23″ Lintang Selatan dan 115⁰14ꞌ55″ Bujur Timur ini—yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain—melalui seni, keelokan pantai, gunung, danau, dan budayanya, agama dan kepercayaan yang diyakininya, menusianya, dan kearifan-kearifan lokalnya, tampaknya selalu memberikan eksotisme tersendiri bagi siapa pun yang pernah, atau baru pertama kali mengunjunginya. Dan di pulau inilah, saya diajarkan tentang proses untuk menjadi manusia yang manusia.

Sejak saya tinggal di Singaraja, entah sudah berapa ratus orang baru yang saya temui. Di sini sempat saya menyimpulkan—entah benar atau tidak—dalam menilai seorang pendatang, setidaknya saya membagi orang Bali menjadi tiga: Mereka yang menganggap pendatang (seperti saya) sebagai ancaman (status quo), mereka yang menganggap pendatang hanya sebagai nilai ekonomis, dan mereka yang menganggap pendatang tak lain sebagai saudara sebangsa setanah air.

Dan saya bersyukur, di Singaraja, saya selalu menemukan orang-orang jenis yang ketiga ini, yang menganggap saya sebagai saudara sebangsa. Walaupun beberapa kali juga menemukan jenis orang pertama dan kedua. Namun demikian, saya selalu menganggap itu sebagai pembelajaran—suatu proses untuk menjadi manusia yang menemukan sebuah realitas sosial, dan tentu bukan hanya sekadar menemukan fakta.

Bertemu dengan berbagai karakter, bahasa, bangsa, suku, agama, telah mempengaruhi kehidupan, pemikiran, dan dalam hal apa pun. Dan itu semua saya dapatkan di Singaraja ini.

Di sini, saya tidak hanya belajar tentang satu jenis ilmu pengetahuan saja. Di sini saya belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan: seni-budaya, sastra, filsafat, kepempinan-manajemen-organisasi, toleransi, keberagaman, dan tentu saja, ilmu kehidupan.

Saya merasa beruntung, selalu bertemu dengan orang-orang yang bisa saya jadikan guru untuk laku kehidupan. Mereka yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Mereka yang dengan senang hati mengajarkan saya untuk menjadi manusia.

Dan dari semua rangkaian prsoses itulah, saya bisa sampai pada satu titik—yang mungkin, sekali lagi mungkin—inilah yaang disebut sebagai: Cinta. Saya menemukan cinta di sini. Di mana pun, di agama apa pun. Seperti katanya Rumi, ada Cinta dalam setiap agama. Tetapi, Cinta sendiri tak punya agama.

Dan tentang agama, misalnya. Saya yakin, setiap agama mengajarkan cinta kepada pemeluknya, tetapi cinta itu sendiri tak punya agama—karena cinta adalah tujuan dari setiap agama. Menurut saya, kedudukan cinta itu di atas agama. Agama adalah jalan, cinta adalah tujuan yang hendak dicapai oleh jalan itu. Bagaimana bisa tujuan lebih rendah tingkatannya daripada jalan yang menuju kepada-Nya?

Maka, jika engkau mengaku sebagai orang yang beragama namun belum mampu merasakan cinta dan melihat cinta di mana-mana, engkau patut memperbaiki caramu beragama. Dan jika engkau mengaku sebagai orang yang beragama namun senantiasa masih menyebarkan kebencian dan permusuhan, memandang orang lain yang tidaki segama denganmu lebih rendah derajanya darimu, maka beragamamu sia-sia belaka. Karena Tuhan adalah Cinta!

Terima kasih, Singaraja. Kau telah menjadi guru yang baik. [T]

Tags: balimahasiswaPendidikanSingarajaUndiksha
Share105TweetSendShareSend
Previous Post

Kita Ini Sekumpulan Sedih

Next Post

Bukan Tubuh Super, Namun Seimbang

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Bukan Tubuh Super, Namun Seimbang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co