2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih, Singaraja…

Jaswanto by Jaswanto
July 17, 2019
in Esai
Siapa Orang yang Paling Baik?

2015, untuk kali pertama, saya menginjakkan kaki di Pulau Dewata, tepatnya di Kota Singaraja, Bali Utara. Sampai sekarang, terhitung, sudah hampir empat tahun saya merantau dari Tuban, Jawa Timur, ke Kota Singaraja. Bukan untuk kerja, atau jalan-jalan, tapi untuk menuntut ilmu (walaupun sampai sekarang saya tidak tahu apa salahnya ilmu kok dituntut).

Saya tercatat sebagai mahasiswa di salah satu kampus negeri di Singaraja. Tentu untuk masuk ke universitas ini, bukan tanpa tantangan. Sebenarnya, sejak 2014, mimpi untuk bisa kuliah ke Bali iu sudah tumbuh. Hanya saja, kesempatan itu baru bisa saya dapatkan setahun setelah saya dinyatakan tidak lolos tes SBMPTN tahun 2014.

Pada tahun itu juga, saya merasa tidak punya harapan lagi. Saya yang malu tiap kali ditanya oleh rekan sejawat selalu berusaha menyembunyikan rasa kecewa. Caranya adalah dengan berusaha tetap tenang, setenang telaga dan tetap menebar senyum walau mungkin terasa hambar.

Pelan-pelan saya dapat kembali menata hati, konsentrasi penuh pada pekerjaan sehari-hari, membantu orang tua dengan semangat tinggi, didukung oleh semangat keluarga di rumah, menyiapkan mental dengan serius. Saya tidak boleh berpikir negatif apalagi cengeng. Saya harus berpikir positif, harus semangat.

***

Sejatinya saya tak pernah berani memimpikan pergi kuliah di luar pulau. Realistis saja, saya ini siapa? Orang tua saya tak punya cukup uang! Jika pun ada, jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga plus biaya sekolah adik saya. Tetapi ternyata saya salah, “banyak jalan menuju Roma”, begitu bunyi pepatah yang terkenal itu. Dengan harapan suatu saat mimpi itu menjadi kenyataan.

Dan benar saja, melalui beasiswa Bidikmisi, akhirnya saya bisa kuliah di luar pulau—dan tentu saja ini sangat menyenangkan.

Saya sengaja daftar kuliah di luar pulau Jawa. Di samping peluang untuk diterimanya sangat menyakinkan, di sisi yang lain, saya ingin sekali mengetahui kehidupan dari sudut pandang yang lain. Agar saya bisa membuka telinga dan mata. Mendengar dan membaca. Menapaki ruang-ruang baru di berbagai tempat—tempat yang mempertemukan raga dan jiwa. Bukankah, tubuh dan hati ini perlu melalang buana? Melihat cakrawala dari sudut yang berbeda.

Dalam hal ini, pilihan saya jatuh kepada pulau Bali.

Bali yang dulu termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil—yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi tiga provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur—, selama ini, telah mengajarkan banyak hal kepada saya.

Pulau yang secara grografis, terletak di 8⁰25ꞌ23″ Lintang Selatan dan 115⁰14ꞌ55″ Bujur Timur ini—yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain—melalui seni, keelokan pantai, gunung, danau, dan budayanya, agama dan kepercayaan yang diyakininya, menusianya, dan kearifan-kearifan lokalnya, tampaknya selalu memberikan eksotisme tersendiri bagi siapa pun yang pernah, atau baru pertama kali mengunjunginya. Dan di pulau inilah, saya diajarkan tentang proses untuk menjadi manusia yang manusia.

Sejak saya tinggal di Singaraja, entah sudah berapa ratus orang baru yang saya temui. Di sini sempat saya menyimpulkan—entah benar atau tidak—dalam menilai seorang pendatang, setidaknya saya membagi orang Bali menjadi tiga: Mereka yang menganggap pendatang (seperti saya) sebagai ancaman (status quo), mereka yang menganggap pendatang hanya sebagai nilai ekonomis, dan mereka yang menganggap pendatang tak lain sebagai saudara sebangsa setanah air.

Dan saya bersyukur, di Singaraja, saya selalu menemukan orang-orang jenis yang ketiga ini, yang menganggap saya sebagai saudara sebangsa. Walaupun beberapa kali juga menemukan jenis orang pertama dan kedua. Namun demikian, saya selalu menganggap itu sebagai pembelajaran—suatu proses untuk menjadi manusia yang menemukan sebuah realitas sosial, dan tentu bukan hanya sekadar menemukan fakta.

Bertemu dengan berbagai karakter, bahasa, bangsa, suku, agama, telah mempengaruhi kehidupan, pemikiran, dan dalam hal apa pun. Dan itu semua saya dapatkan di Singaraja ini.

Di sini, saya tidak hanya belajar tentang satu jenis ilmu pengetahuan saja. Di sini saya belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan: seni-budaya, sastra, filsafat, kepempinan-manajemen-organisasi, toleransi, keberagaman, dan tentu saja, ilmu kehidupan.

Saya merasa beruntung, selalu bertemu dengan orang-orang yang bisa saya jadikan guru untuk laku kehidupan. Mereka yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Mereka yang dengan senang hati mengajarkan saya untuk menjadi manusia.

Dan dari semua rangkaian prsoses itulah, saya bisa sampai pada satu titik—yang mungkin, sekali lagi mungkin—inilah yaang disebut sebagai: Cinta. Saya menemukan cinta di sini. Di mana pun, di agama apa pun. Seperti katanya Rumi, ada Cinta dalam setiap agama. Tetapi, Cinta sendiri tak punya agama.

Dan tentang agama, misalnya. Saya yakin, setiap agama mengajarkan cinta kepada pemeluknya, tetapi cinta itu sendiri tak punya agama—karena cinta adalah tujuan dari setiap agama. Menurut saya, kedudukan cinta itu di atas agama. Agama adalah jalan, cinta adalah tujuan yang hendak dicapai oleh jalan itu. Bagaimana bisa tujuan lebih rendah tingkatannya daripada jalan yang menuju kepada-Nya?

Maka, jika engkau mengaku sebagai orang yang beragama namun belum mampu merasakan cinta dan melihat cinta di mana-mana, engkau patut memperbaiki caramu beragama. Dan jika engkau mengaku sebagai orang yang beragama namun senantiasa masih menyebarkan kebencian dan permusuhan, memandang orang lain yang tidaki segama denganmu lebih rendah derajanya darimu, maka beragamamu sia-sia belaka. Karena Tuhan adalah Cinta!

Terima kasih, Singaraja. Kau telah menjadi guru yang baik. [T]

Tags: balimahasiswaPendidikanSingarajaUndiksha
Share105TweetSendShareSend
Previous Post

Kita Ini Sekumpulan Sedih

Next Post

Bukan Tubuh Super, Namun Seimbang

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Bukan Tubuh Super, Namun Seimbang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co