2 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
July 16, 2019
in Tualang
Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Kafe Sawah dikelola Bumdes di Desa Pujonkidul, Malang

Ini cerita sukses Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur, mengembangkan potensi pertanian dan peternakan sebagai desa wisata. Pengembangan ini merupakan ide yang cemerlang di tengah warganya banyak kesusahan ekonomi.  Bersama masyarakat dan semua unsur berkomitmen membangun desa.

Alhasil desa yang dulu banyak penganguran sekarang sebagai destinasi unggulan di Malang. Konsep pemberdayaan masyarakat mengelola desa wisata untuk kebermanfaatan masyarakat. 

Desa Pujonkidul menawarkan berbagai macam tempat-tempat yang menarik untuk foto, kuliner hingga merasakan suasana pedesaan yang sejuk dan asri. Instagramble sekali objek di desa ini. Secara geografi lokasinya berada di dataran tinggi, sehingga dipastikan udaranya sangat sejuk dan banyak pemadangan alam yang terpelihara.

Ini desa wisata yang iconik menawarkan fasilitas outbond seperti bermain paintball,ATV, trail dan panahan. Menyusuri menggunakan ATV (All Terrain Vehicle) perkebunan dan pertanian yang ada di sana. 

Selain itu, wisatawan dapat belajar mengenal pertanian dan perkebunan seperti tomat, cabai dan tumbuhan herbal serta peternakan sapi. Sementara rumah warga banyak memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam berbagai sayuran. 


Wisata pertanian di Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur

Kepala Desa Pujonkidul,  Udi Hartoko saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu, mengatakan potensi desa yang dikembangkan menjadi desa wisata yang paling pokok adalah kesungguhan dan komitmen bersama. Sementara potensi desa itu adalah pertanian dan perkebunan, aktifitas masyarakat dua kegiatan tersebut. Masyarakat diajak besama membangun desa dengan begitu masyarakat mengelola dan memiliki. Pengelolaan dana desa yang dikembangakn menjadi desa wisata tersebut setiap tahunnya menghasilakn 14 miliar. 

“Dulu banyak pengangguran di sini, dan di bawah kemiskinan. Tapi semenjak dikembangakn mereka ada yang jadi pengusaha, pengelola akomodasi berupa homestay. Petani  merasa lega hasil garapannya bisa diserap maksimal bertumbuh begitu peternak dan sektor kerajinan lainya,” tuturnya kepala desa dua periode itu. 

Tak sekedar melihat-lihat saja, Kata Udi, wisatawan diajak belajar bertani misalnya menanam tomat,cabai serta pertanian herbal lainya. Aktifitas pertanian menarik bagi wisatawan terkesan sekali tatkala sudah kembali dari Malang. Kafe Sawah yang berada di tengah destinasi yang dikelola oleh Bumdes setempat. 

Kafe Sawah dilengkapi dengan spot-spot unik dan menarik yang pastinya hits dan instagramable. Selaras dengan namanya, Kafe Sawah memang terletak di persawahan, pemandangan tidak akan membosankan karena ada beberapa spot selfie yang memukau seperti taman bunga, jembatan, hingga bangunan yang terbuat dari bambu, latar belakang pengunungan nilai tambah serta masih banyak lagi. 

Studi Banding Perangkat Desa se-Kecamatan Nusa Penida

Kucuran dana desa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat untuk kepentingan masyarakat desa mengembangkan potensi yang ada. Seperti halnya Desa Pujonkidul berhasil mengembangkan potensi pertanian dan peternak menjadi desa wisata. Hasil kerja keras Kepala Desa bersama masyarakat membangun desa dari keterpurukan pengangguran dan kemiskinan.

Banyak ganjaran prestasi yang diraih Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupatan Malang. Seperti meraih penghargaan sebagai Desa Pro Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Desa Wisata Award & Desa Wisata Agro dari Kementerian Desa, Pengembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

Melihat berbagai prestasi Desa Wisata Pujonkidul, perangkat desa se-Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, melakukan studi tiru/lapangan. Rombongan yang dipimpin oleh Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra didampingi Ketua Forum Perbekel Nusa Penida.Rombongan tiga bus langsung disambut Kepala Desa Pujonkidul Udi Hartoko di ruang pertemuan desa setempat. 


Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dan Kepala Desa Pujonkidul  Udi Hartoko

Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra memaparkan profil Kecamatan Nusa Penida. Walaupun secara potensi berbeda tapi dari segi pariwisata bahari sangat potensial. Studi tiru, kata Widyasa  seperti dipaparkan Kepala Desa Pujonkidul masalah pengelolaan dana desa dibawah Bumdes memberikan semacam pengalamannya dalam hal mengelola dari sebelumnya hingga sekarang terkenal dengan pendapatan fantastis. Inovasi dan trobosan yang dilakukan Kades Pujonkidul dari pengalamannya pengelolaan desa. 

Spirit yang sama membangun bukan keegoaan masing-masing. Bagaimana desa mempetakan dan melihat potensi yanga ada menyusuri kebutuhan masyarakat bukan keinginan, sehingga permasalahan dan pemetaan yang dilakukan diketahui potensi yang ada.

Cuma, menurut Widyasa dari hasil data yang didapat pihaknya memulai melaksankan atau mengeksekusi kerja sama baik perbekel, perangkat desa serta peran masyarakat. Tidak bisa dilakukan sendiri, dukungan masyarakat sangat berperan di sini untuk membangun desa.

“Pemecahan masalah dari potensi yang ada perbekel dan perangkat desa didukung peran aktif masyarakat mengelola desa. Sinergi semua pihak tidak jalan sendiri atau ego saja,“ kata Camat asal Lembongan ini. 

Sekali lagi, Widyasa yang penting adalah perbekel dan perangkat desa management partisipatif masyarakat desa bersama-sama membangun desa. Dari sini komitmen bersama jajaran desa kebermanfaatan dengan tujuan akhir kesejahteraan masyarakat. 

I Gede Ketut Arjaya Ketua Forum Perkebel Nusa Penida,  ada beberapa hal perlu disampaikan rekan-rekan perbekel maupun perangkat desa tujuan kita studi tiru/lapangan adalah ATM yang sering kita dengar yakni Amati, Tiru dan Modifikasi sesuai hasil pengamatan mendengarkan informasi dari Kades Pujonkidul. 

Kata Arjaya, sangat inspiratif sosok kades Pujonkidul empat S yang disampaikan dihadapan rombongan.

Pertama, Solit dimana perbekel, perangkat desa berkomunikasi yang baik. Kedua, Speed kecepatan melangkah dan komunikasi ikut bersama-sama menginformasikan perencanaan program yang harus sampai kepada masyarakat.

Ketiga, smart mengwujudkan tampilan desa sebaik mungkin melalui sosial media memaksimalkan informasi kelebihan desa masing-masing bukan menonjolkan sisi negatif. Keempat, spirit kenyakinan bersama-sama dari perbedaan pemikiran, misalnya membuat suatu perencanaan terjadi perselisihan dengan perangkat desa yang sifatnya permanen. Itu perlu dihindari agar terjadi keharmonisasi membangun desa yang betul-betul menyeluruh penunjang program yang direncanakan. 

Sementara Kades Desa Pujonkidul sangat berterima kasih telah memilih Desa Kujonkidul sebagai studi tiru/lapngan. Gayung bersambut membangun desa berbagi pengalaman yang kita miliki. Spirit, komitmen dan solit membangun desa sesuai dengan potensi yang dimiliki. “ mari kita kelola potensi desa untuk kepentingan masyarakat desa, ayo kita torehkan tinta emas dibawah kepemimpinan kita mengelola desa, “ tuturnya dengan nada semangat. [T] [*]

Tags: Desa Pujonkiduldesa wisataMalangNusa PenidaPariwisatapertanian
Share206TweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api

Next Post

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co