24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gelaran Hari Lahir Pancasila, Bulan Bung Karno, dan Gebrakan Pak Kadisbud Bali

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
June 4, 2019
in Khas
Gelaran Hari Lahir Pancasila, Bulan Bung Karno, dan Gebrakan Pak Kadisbud Bali

. Komunitas Seni Lukis Batuan, mengerjakan dinding mural utama. Mereka melukis Garuda.

Beberapa hari menjelang 1 Juni 2019, tiba-tiba saya mendapat pesan pendek (sandek) dari seorang kawan. Isi pesan singkat. Minta ketemu. Dia sedang menyiapkan sebuah gelaran. Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

Dari sebuah hotel, tempat dia bersama tim –nya menginap, kami meluncur ke Taman Budaya Bali, untuk melihat lokasi yang akan dijadikan ajang gelaran selama satu bulan.

Saya cukup akrab dengan setiap orang dan ruang di Taman Budaya, yang biasa disebut Art Center. Hampir satu tahun, saya ngantor di sana, di sekreatariat Bali Art Society (BAS). Menyiapkan pelbagai program diskusi dan pameran, untuk para perupa, kurator dan penulis seni. BAS menghimpun 335 anggota. Lintas generasi. Lintas negara. Ketuanya 7 orang, mengingatkan pada Seven Samurai. Para ketua menjalankan organisasi secara kolegial. Hampir mirip seperti KPK.

Saya didapuk menjadi sektretaris harian. Betapa sibuk tujuh keliling. Begitu menyelesaikan event pameran Bali Art Fair 2013. Saya pamit, undur diri. Saya pergi ke Australia. Semenjak saya pergi, organisasi pun mangkrak. Lalu bubar. Tak satu pun para perupa yang membicarakan BAS. Padahal waktu pemilihan pengurus cukup heboh. Melalui Pemilu. One man one vote.

Mobil kami telah berhenti persis di depan kantor Art Center. Para pejabat menyambut. Salah seorang pejabat, yang berpenampilan necis. Saya kenal betul. Dia salah seorang ketua di BAS. Namun kini mendapat amanah baru, sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali: Wayan Kun Adnyana.

“Hai, bro,” sapanya singkat, senyumnya mengembang.

Kami langsung menuju ruang kantor Kepala Art Center. Ruang adem.Cahaya menyorot langit-langit berhias lukisan Kamasan. Kami duduk di kursi berukir.

“Kantor ini bagus. Lebih bagus dari ruang kantor saya,” ujar Pak Kadisbud.

“Kantor ini dipakai untuk ruang transit Presiden setelah meresmikan PKB (Pesta Kebudayaan Bali,” jawab Kepala Art Center. Presiden SBY pernah singgah di kantor itu. Bila Presiden datang, semua meja dan kursi diganti dengan meja dan kursi yang didatangkan dari Istana Presiden di Tampaksiring.

Pak Kadisbud langsung menanyakan perihal rencana teknis pelaksanaan gelaran. Mulai dari materi pameran, desain display, logistik dan jadwal. Tim dari Jakarta menyiapkan pameran foto dokumentasi, tilas perjalanan Bung Karno, sedari tahun 1945 hingga tahun 1963.

Mujib Hermani meriset foto Bung Karno di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Hasilnya 74 foto terpilih, sebagai penanda 74 tahun Pancasila, menjadi ideologi dan dasar negara. Foto Presiden Indonesia pertama itu , dalam pelbagai momen penting republik , dicetak dalam ukuran besar, yang dijalin dengan nukilan teks pidato, yang memberi konteks di sebalik peristiwa.

“Waktu peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Kantor Pos Surabaya, begitu selesai pameran semua foto diambil Ibu Riasma untuk koleksi Pemkot Surabaya,” ujar Mujib, menyebut Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Di Art Center, Bali, pameran foto digelar di ruang terbuka. Dipasang pada panel bambu. Adalah Aidil Usman, art director yang telah malang-melintang menggarap pelbagai festival, yang membuat desain. Di bagian atas dipasang 118 lampion. Lampion bergambar Bung Karno dalam pelbagai pose. Angka 118 sebagai penanda ulang tahun Bung Karno.

“Gubernur membuat Pergub untuk event ini. Berarti bisa diselenggarakan setiap tahun di Bali,” ujar Pak Kadisbud. Peserta langsung rapat senyum sumringah.

Ketika meninjau lokasi sekeliling Art Center, tim artistik melihat sebuah sudut ruang terbuka, yang teduh dinaungi pohon dan rimbun rumpun bambu. Spot yang menarik dijadikan ajang melukis mural. Perlu menutup tempat itu dengan kayu-lapis setinggi 5 meter. Sebagai dinding mural. Di sudut lain pun dibangun dinding mural. Di arena terbuka itu disediakan 74 tempat duduk, tong dari bekas kaleng cat, yang dilukis oleh siswa.

Rancang bangun acara yang dibicarakan hari itu, akhirnya mulai dieksekusi beberapa hari kemudian. Kontruksi panel bambu yang pada desain menggunakan bambu yang dipakai untuk penjor, setinggi 9 meter, batal dilaksanakan di lapangan. Pihak vendor bilang sulit mencari bambu yang dibutuhkan. Kontruksi dibuat sederhana. Mengingatkan kita pada rumah dangau di sawah, atau warung di ujung jalan desa. Desain awal memang cukup impresif: kontruksi bambu yang tinggi mencakar langit, dengan lengkungnya merunduk pada bumi.

Dinding mural mulai dikerjakan oleh para pelukis yang datang malam hari. Semakin malam semakin banyak pelukis yang datang. Komunitas Seni Lukis Batuan, mengerjakan dinding mural utama. Mereka melukis Garuda. Dengan latar belakang kekayaan hayati Nusantara. Di bagian bawah digambarkan ragam kebudayaan Indonesia.

Pada dinding mural yang lain, digambarkan wajah Bung Karno. Dengan latar belakang bendera Merah Putih dan Garuda. Sisi yang lain, dibubuhkan teks pemikiran Bung Karno.

Komunitas Alas Tipis, Komunitas Sambung dan perempuan pelukis dari mancanegara, yang dengan spontan turut melukis tong untuk tempat duduk. Di bawah koordinasi Made Kaek, perupa, penggiat budaya dan pemilik Paros Galeri di Sukawati.

Beberapa hari persiapan gelaran, membentuk atmosfer yang baru di Art Center. Para perupa, mahasiswa datang silih-berganti. Menghidupkan suasana, percakapan dan wacana. Art center tidak sekadar daerah melintas para mahasiswa yang kuliah di ISI. Art center tidak sekadar tempat latihan menari dan teater remaja. Pun Art Center bukan sekadar latar untuk pemotretan pre-wedding. Dari spot mural, para senima, budayawan , paranormal, aparat, dan khalayak lainnya, merasa nyaman untuk berbincang.

Tidak berlebihan ketika seorang pelukis mumpuni memberi komentar bahwa Art Center mendapat limpahan energi baru. Dan ini berkat gebrakan Pak Kadisbud yang baru, Kun Adnyana. Gebrakan yang membangunkan para birokrat kesenian. Selama ini birokratisasi kesenian dianggap tak sungguh-sungguh melayani hajat seniman.

NB: Yang ingin menyaksikan pamerannya masih dibuka selama bulan Juni 2019. [T]

Tags: baliBung Karnokebudayaanpancasila
Share140TweetSendShareSend
Previous Post

Rita dan Minikino

Next Post

Cinta dan Kematian – [Kritik Kepada Kaum Jomblo dan Tidak Jomblo]

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Cinta dan Kematian - [Kritik Kepada Kaum Jomblo dan Tidak Jomblo]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co