28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
in Pameran
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Karya pelukis I Wayan Mardiana berjudul “Melasti di Pantai” yang akan dipamerkan di Jerman.

JAKARTA | TATKALA.CO — Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026. Pameran internasional itu akan dilangsungkan 11-13 September 2026 di RheinMain CongressCenter (RMCC), Wiesbaden, Jerman. Ajang seni ini akan diikuti ratusan seniman dari kawasan regional Jerman, Eropa, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut Niluh Swati, ARTe Kunstmesse Wiesbaden merupakan perhelatan seni rupa kontemporer (Gegenwartskunst) dan karya modern klasik (Klassische Moderne) terbesar di Frankfurt, Jerman. “Ratusan seniman dan galeri-galeri terpilih akan hadir dan memamerkan karya-karya terbaik mereka di Wiesbaden. Karena itu ini perhelatan yang tak main-main, mereka semua pasti melakukan kurasi karya secara ketat,” ujar Niluh Swati, seniman Indonesia yang menetap di Frankfurt, Jerman, Senin (27/7/2026), dari Jerman.

Hal yang menarik, NSIAP menjaring para pelukis Indonesia lewat platform media sosial di bawah tajuk “Terciduk”. Niluh Swati bersama tim kurator “mengintip” akun-akun media sosial para seniman Indonesia dan memilih karya secara hati-hati.

Niluh Swati, inisiator Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP), yang menetap di Franfurt, Jerman

“Setelah ‘terciduk’, saya hubungi senimannya, bukan untuk langsung diajak pameran, tetapi minta izin karyanya dikurasi dulu oleh kurator saya. Kalau lolos barulah kita bicarakan soal pengiriman karya dan pameran di Jerman,” kata Niluh Swati. Pameran ini menjadi lebih istimewa karena Niluh Swati mempersiapkannya secara independen, sejak membeli kayu sampai membuat spanram. “Tukang di Jerman mahal, jadi kerjakan saja sendiri…” ujarnya.  

Kuratorial independen

Niluh Swati selanjutnya mengatakan, NSIAP merupakan platform kuratorial independen berbasis di Jerman yang hadir dengan misi memperluas akses seniman Indonesia ke panggung seni internasional. NSIAP akan terus berpartisipasi dalam pameran, art fair, pertukaran budaya, serta kolaborasi dengan galeri, institusi seni, kolektor, dan mitra budaya di Eropa.

“Kami ingin menciptakan peluang baru seniman Indonesia. Ini jalan “go international”.

“Saya lihat banyak seniman kita tidak memiliki jejaring, apalagi pameran di luar negeri,” kata perempuan asal Bali itu. Dan ARTe Kuntsmesse Wiesbaden akan menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan seni dan budaya antara Indonesia dan Eropa, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni kontemporer Indonesia kepada audiens internasional. “Indonesia tak hanya punya seni tradisi, seni kontemporer juga berkembang. Itu penting diperkenalkan,” tambah Niluh Swati.

Karya Juan Widhiyanto berjudul “Asri”, turut dipamerkan di Jerman

Dalam sistem kuratorial independen itu, NSIAP bekerja sama dengan para kurator, baik di Jerman maupun di Indonesia. “Mereka yang akan memberi pertimbangan, mana karya yang layak dipamerkan. Tentu saja ukuran layak itu bisa diperdebatkan. Setidaknya kami telah memiliki tolok ukurnya sendiri,” tegasnya.

Seniman

Berdasarkan program “Terciduk”, serta kuratorial independen itu, maka para seniman Indonesia yang lolos dan akan berpartisipasi dalam ARTe Kunstmesse Wiesbaden sebagai berikut: I Wayan Mardiana, Doddy “MR D” Hernanto, Fahmi DNR, Arzethian, Putu Arcana, Prassboedhi, Agus Wicaksono, Con, Didik Hamdi, Dodi Darussalam, Achy Askwana, Epot Owl, Hary Nurdianto, Harhari Gustaf, Ifat Futuh, Juan Widhiyanto, Kusswoyo, I Made Sesangka Puja Laksana, Masadjie Noer, Rizal Ramdhani, Restu Adi, Sanher, Sapto Oetomo, Tingga, Yuni Daud, Zulfian Hariyadi, dan Niluh Swati.

“Pameran ini bukan tentang satu seniman. Ini adalah tentang menciptakan sebuah platform agar seniman Indonesia dapat dikenal; membangun koneksi yang bermakna, dan menjadi bagian dari percakapan seni internasional. Saya berharap NSIAP dapat menjadi jembatan yang terus membuka pintu bagi semakin banyak seniman Indonesia di masa depan,” kata Niluh Swati.

Sebenarnya, Indonesia memiliki salah satu ekosistem seni kontemporer paling dinamis di Asia Tenggara. Namun, banyak seniman Indonesia masih menghadapi tantangan untuk dikenal secara global, mulai dari keterbatasan jaringan profesional, jarak geografis, hingga tingginya biaya untuk mengikuti pameran di Eropa.

Karya Putu Arcana, berjudul: “Garden of the Vailed Moon” (2025), yang akan dipamerkan di Jerman

Seniman “terciduk”, Putu Arcana mengatakan NSIAP memberi peluang besar bagi seniman Indonesia untuk berani bertarung pada ajang internasional. “Di dalam negeri seni rupa kita sangat riuh dengan begitu banyak seniman lahir, banyak punya ajang pameran, dan galeri tumbuh di mana-mana. Sayangnya di antara itu semua, sangat sedikit yang punya kesempatan berjejaring secara internasional,” katanya.

Seniman asal Bali yang menetap di Jakarta ini menambahkan, ia tidak menyangka akan menjadi “yang terciduk” di antara banyak seniman bagus dari Indonesia. “Kuncinya cuma rajin upload karya di media sosial. Sekarang mau tidak mau, medsos jadi etalase seniman untuk memperkenalkan karya,” ujar Putu, yang juga jurnalis itu.

Niluh Swati berharap ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 akan menjadi pintu masuk bagi seniman Indonesia untuk malang-melintang dalam pergaulan seni rupa di Eropa. “Banyak ajang seni dan budaya yang bisa jadi pintu masuk. Kita tidak hanya menunggu diundang ke biennale, misalnya. NSIAP akan secara aktif menciduk para seniman Indonesia. Tunggu ya…” pungkas Niluh Swati. [T]

Reporter/Penulis: Rilis/Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: JermanPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Next Post

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co