15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

Iwan Setiawan by Iwan Setiawan
March 28, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

Iwan Setiawan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN

  • Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga

di rambutnya, senja tersesat seperti burung yang lupa pulang
cahaya tembaga berjalan perlahan
di antara gelombang malam yang belum lahir
angin berhenti di sana
seperti pengembara yang menemukan mata air
aku melihat matahari kecil tidur di bahunya
dan dunia tiba-tiba menjadi sunyi
seolah waktu menahan napasnya sendiri
rambut itu bergerak pelan
seperti laut yang sedang bermimpi
setiap helainya menyimpan rahasia langit
setiap bayangnya seperti pintu menuju musim lain
barangkali senja tidak pernah benar-benar pergi
ia hanya bersembunyi di kepala seorang perempuan
yang berjalan pelan melewati hari
membawa cahaya yang terlalu lembut untuk dipahami dunia
dan sejak saat itu aku mengerti
mengapa langit selalu memerah
ketika ia menoleh sedikit saja

Padang, 2026

MALAM YANG DIAM-DIAM TINGGAL DI DALAM MATANYA

  • Lea Kathe Ritonga

di matanya malam tinggal tanpa suara
ia tidak datang seperti badai, hanya duduk perlahan
di kedalaman yang tidak bisa dijangkau cahaya
aku melihat bintang-bintang kecil bernapas di sana
Seperti ikan yang berenang di laut yang terlalu sunyi
tatapannya panjang
seolah membawa perjalanan yang belum selesai
angin yang lewat di wajahnya tiba-tiba menjadi lebih pelan
seperti takut mengganggu rahasia
yang sedang tidur di dalam pandangannya
kadang aku merasa malam belajar menjadi tenang
dari matanya
sebab tidak ada gelap yang benar-benar gelap
ketika cahaya tinggal diam di dalamnya
dan setiap kali ia memandang jauh langit terasa lebih luas
seolah seluruh alam sedang bersembunyi
di dalam dua mata yang menyimpan malam
dengan begitu lembut

Padang, 2026

PEREMPUAN YANG MENYEMBUNYIKAN LAUT DI DADANYA

di dalam dadanya ada laut yang tidak pernah disebut peta
ombak tumbuh perlahan
di kedalaman yang bahkan angin tidak pahami
ketika ia berjalan aku mendengar suara air yang jauh
seperti pantai yang memanggil bulan
dadanya sunyi, namun di dalam sunyi itu
pasang dan surut terus terjadi
kadang matanya menjadi pantai
kadang napasnya menjadi badai kecil
orang-orang hanya melihat senyumnya
yang lembut seperti cahaya pagi
mereka tidak tahu bahwa di balik tulang rusuknya
ombak sedang menabrak karang
malam sering datang kepadanya
membawa langit yang penuh bintang
dan laut itu diam-diam memantulkan semuanya
seolah dada seorang perempuan
adalah samudra yang terlalu luas
tempat rindu berenang
tanpa pernah benar-benar sampai

Padang, 2026

KETIKA ANGIN BELAJAR BERDOA DI BAHU SEORANG PEREMPUAN

suatu sore angin berhenti di bahunya
ia datang dari jauh
membawa debu perjalanan dan suara pohon yang letih
namun ketika menyentuh bahu itu
angin tiba-tiba menjadi lembut
seperti seseorang yang baru saja menemukan rumah
rambutnya bergerak pelan
seperti tirai yang membuka rahasia langit
daun-daun berbisik, langit menundukkan cahaya
dan angin tinggal lebih lama dari biasanya
di sana, di bahu seorang perempuan
ia belajar sesuatu yang tidak pernah diajarkan bumi
tentang diam, tentang keheningan yang hangat
tentang doa yang tidak memerlukan kata
angin berputar perlahan
seperti tasbih yang bergerak tanpa tangan
dan sejak hari itu setiap kali perempuan itu berjalan
udara di sekitarnya berubah
menjadi doa yang lembut yang tidak terdengar
namun membuat dunia sedikit lebih tenang

Padang, 2026

DOA YANG TUMBUH DI TAMAN KESEPIAN

di dalam kesunyiannya
ada taman yang tidak diketahui siapa pun
tidak ada gerbang, tidak ada jalan batu
hanya rumput waktu
yang tumbuh pelan di antara napasnya
perempuan itu sering datang ke sana
pada malam yang panjang
ia duduk di bawah langit yang rendah
membawa rindu yang belum selesai
di tangannya tidak ada kitab
namun di dadanya doa tumbuh seperti bunga liar
satu demi satu kelopaknya terbuka dalam diam
angin yang lewat menjadi saksi
bahwa doa tidak selalu berupa kata
kadang ia hanya air mata yang jatuh perlahan
kadang ia hanya napas
yang bergetar di antara dada dan langit
dan taman itu semakin luas
dipenuhi bunga yang tidak bernama
bunga-bunga yang lahir dari kesepian yang sabar

Padang, 2026

PEREMPUAN PENENUN BADAI

  • Kepada Kakakku Lea Kathe Ritonga-

di matamu malam tidak benar-benar selesai
ia hanya bersembunyi di sela-sela cahaya
yang pura-pura tenang
aku melihat angin terlipat seperti kain tua
di pangkuan jiwamu
kau menenun badai dengan jarum kesabaran
dari benang-benang luka yang pernah mencoba menenggelamkan namamu
langit pernah jatuh di bahumu aku tahu itu
sebab ada bayang petir yang masih tinggal di kedalaman matamu
namun kau tidak berteriak kau hanya duduk seperti penenun purba
yang mengubah kemarahan angin menjadi selimut sunyi
orang-orang melihat senyummu
seperti jendela kecil yang terbuka sebentar
mereka tidak tahu di belakangnya laut hitam sedang tidur
dan kau perempuan yang tenang itu
telah belajar bagaimana menjahit petir
menjadi garis halus di dalam takdir

Padang, 2026

Penulis: Iwan Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

Next Post

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Iwan Setiawan

Iwan Setiawan

Lahir di Kota bumi, Lampung Utara, 23 Agustus 1980. Penyair dengan karya-karya bernapas sufistik dan melankolis yang menempatkan puisi sebagai ziarah batin, doa, dan perenungan atas iman, sejarah, serta penderitaan manusia. Puisinya dimuat di berbagai media daring dan cetak, serta terkumpul dalam buku Sang Pencari Cinta dan Kitab Puisi Melankolia (bersama Silvia Ikhsan). Ia menerima Anugerah Sastra Majalah Littera pada 2017.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co