12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
in Panggung
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Penabuh Taruna ketika Penilaian Lomba Baleganjur Ngarap | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen gamelan yang sedang eksis belakangan ini, yaitu gamelan baleganjur? Pasti menarik dan dibuat penasaran.

Tahun ini, tepatnya pada Minggu 8 Maret 2026, penabuhtaruna SMA Taruna Mandara (TM) mengikuti Lomba Baleganjur Ngarap dalam rangka HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Hari itu, terik matahari di daerah seputaran Pantai Lovina di minggu tenang yang biasanya diisi dengan kegiatan santai oleh para taruna, mereka justru menyuguhkan ‘gempuran’ gending baleganjur ngarap di hadapan 3 juri. Sekolah yang dikenal sering meraih juara di bidang olahraga, salah satunya yang paling ikonik di Buleleng yaitu lomba Gerak Jalan 45 kilometer yang diadakan rutin setiap tahunnya, pada kesempatan ini TM mencoba hal baru mengikuti lomba di bidang seni baleganjur ngarap.

Para Taruna dan Taruni SMA Taruna Mandara | Dok. HUMAS SMA Taruna Mandara

TM, merupakan boarding school yang didirikan sekaligus dibina oleh mantan gubernur Bali 2 periode yaitu Komjen. Pol. (Prun) Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (dengan sapaan Mangku Pastika) bersama Yayasan Mandara Sejati yang diketuai oleh Putu Pasek Sandoz Prawirottama, anak kandung dari Mangku Pastika. Sekolah TM didirikan tahun 2018 merupakan sekolah umum dengan pendidikan berbasis asrama yang awalnya fokus mendidik murid laki-laki, di tahun 2024 di bawah pimpinan Ketut Arkama, S.Pd., Gr., TM mulai mendidik murid perempuan hingga sekarang.

Di umur TM yang ke-8 tahun ini, untuk pertamakalinya para taruna diberikan pengalaman diluar kebiasaan mereka, yaitu mengikuti lomba seni Baleganjur Ngarap. Termasuk seni yang baru taruna pelajari, yang sebelum-sebelumnya Baleganjur Ngarap belum pernah mereka pelajari di sekolah atau di asrama.

Lomba kali ini terbilang lain dari biasanya. Lomba Baleganjur Ngarap yang biasanya dinilai satu persatu dalam satu panggung namun kali ini beda. Rencana awal penilaian atau lomba dilaksanakan di Taman Bung Karno di Sukasada, namun karena ada miskomunikasi antara pengelola tempat penilaian dengan panitia lomba bahwa di hari yang sama terjadi benturan kegiatan, akhirnya diputuskan penilaian dilakukan di masing-masing sekolah peserta. Juri mandatangi setiap sekolah dari peserta lomba dengan jangka waktu 1 minggu penilaian, dan hasil penilaian akan diumuman pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026.

Tiga Juri (berdiri paling depan) ketika Disuguhkan Adat Taruna | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di hari penilaian, setibanya para juri di TM, mereka dijamu di Ayodya (gedung kantor sekolah), dan hingga akhirnya diantarkan ke Gedung Asaka (tempat penilaian). Juri dibuat speechless dengan kebiasan adat di TM ketika memasuki Gedung Akasa (aula sekolah). Saat ketiga juri baru tiba di Akasa, salah satu taruna mengambil alih seluruh hadirin yang sudah siap menyaksikan penilaian lomba Baleganjur Ngarap.

“Seorang taruna memimpin instruksi dengan menyebutkan ‘SMA Taruna Mandara!’, dijawab ‘Leader, Spirit Skill Stamina!’, dan disambung dengan mengucapkan ‘Janji Taruna’ seperti adat di TM biasanya,” tutur I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. (Mr. Beni/Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana).

Proses penilaian di Gedung Akasa dihadiri oleh Kepala Sekolah Ketut Arkama, S.Pd., Gr. atau Mr. Arkama, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan I Gusti Ayu Agung Darma Pertiwi, S.Pd., Gr. atau Ms. Agung, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas Putu Agus, S.Pd., Gr. atau Mr. Agus, dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. atau Mr. Beni, dan juga dihadiri oleh para taruna dan taruni TM.

Mr. Arkama Ketika Memberi Sambutan dalam Penilaian Lomba | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Tiga juri menilai dengan teliti. Garapan Balagenjur Ngarap SEITAMA mengusung tema garapan Baleganjur Ngarap ‘Nugtug Bangke’, dengan komposer sekaligus pembina yaitu Kadek Teddy Mertayasa, S.Sn., Gr., dengan sapaan Mr. Teddy. Nugtug (Bahasa Bali) berarti ‘mengikuti’ dan ‘bangke’ sendiri merupakan kata dalam Bahasa Bali yang berarti mayat atau jenazah. Itu adalah prosesi pengantaran jenazah atau layon atau lelayu menuju setra (pemakaman) dalam rangkaian upacara pengabenan, dan dalam prosesi itu baleganjur ngarap sebagai pengiring upacara.

Tetabuhan baleganjur yang keras, ritmis dan dinamis dirancang sebagai pemantik bangunnya semangat secara fisik maupun secara spiritual para pengarap atau penyandang bade. Dari prosesi upacara pitra yadnya itulah Mr. Teddy mencoba menuangkan idenya ke dalam bentuk garapan baleganjur ngarap dalam Lomba Baleganjur Ngarap HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Berbagai Ekspresi Penabuh Taruna ketika Penilaian | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Penampilan penabuh taruna SEITAMA dalam penilaian itu tampil sangat atraktif. Gending yang disajikan di atas rata-rata, terlihat profesional layaknya penabuh yang sudah terbiasa memainkan baleganjur ngarap. Penilaian berlangsung lancar, penampilannya pun bersih tanpa adanya kekeliruan dalam memainkan gending materi lomba.

Ms. Agung setelah menyaksikan penampilan para tarunanya, “Kesan saya sangat bangga terhadap para taruna yang mengikuti lomba Baleganjur Ngarap dengan proses yang singkat. Pemanfaatan waktu yang sangat baik, mereka mampu menyajikan karya dengan maksimal dan garapan yang apik yang dihasilkan setiap bagian-bagian lagu Baleganjur,” katanya.

Ms. Agung menyebutkan bahwa, para taruna sebelumnya belum pernah mengikuti lomba Baleganjur Ngarap, Ia terpukau dan kagum dengan para tarunanya di era moderen saat ini, para taruna masih peduli dengan musik tradisi yang mereka miliki.

Para Juri Ketika Menilai penampilan SEITAMA | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di balik penampilan yang apik, ada jerih payah Mr. Teddy membina penabuh taruna. Para taruna dilatih memainkan Baleganjur Ngarap dengan tekun dan rutin setiap hari.

“Saya latih tarunanya setiap sore pulang sekolah kurang lebih selama dua jam dari jam 3 sampai jam 5 sore. Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, dan Minggu dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore kurang lebih selama 2 bulan. Menjelang lomba, H-2 minggu para taruna diberikan dispensasi untuk fokus Latihan Baleganjur Ngarap untuk persiapan lomba tersebut,” kata Mr. Teddy.

Mr. Teddy menceritakan hal menarik selama proses latihan. “Cukup memutar otak melatih murid yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan, walaupun beberapa sudah ada yang pernah memainkan gamelan dan ikut sanggar seni di rumah. Menyiasati taruna yang belum pernah memainkan gamelan, saya menggunakan teknik menghitung untuk menyesuaikan dan mudah diterima oleh para taruna dari apa yang saya ajarkan dan tuangkan dalam karya Baleganjur Ngarap ini,” kata Mr. Teddy.

Ia bersama sekolah berupaya memberikan pengalaman baru untuk mengembangkan bakat taruna dan taruninya. Khusus di bidang seni, Mr. Teddy akan terus mengembangkan bakat seni taruna dengan mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi, di samping melestarikan seni dengan ngayah di masyarakat. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapkarawitan baliSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Next Post

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co