10 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
in Panggung
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Penabuh Taruna ketika Penilaian Lomba Baleganjur Ngarap | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen gamelan yang sedang eksis belakangan ini, yaitu gamelan baleganjur? Pasti menarik dan dibuat penasaran.

Tahun ini, tepatnya pada Minggu 8 Maret 2026, penabuhtaruna SMA Taruna Mandara (TM) mengikuti Lomba Baleganjur Ngarap dalam rangka HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Hari itu, terik matahari di daerah seputaran Pantai Lovina di minggu tenang yang biasanya diisi dengan kegiatan santai oleh para taruna, mereka justru menyuguhkan ‘gempuran’ gending baleganjur ngarap di hadapan 3 juri. Sekolah yang dikenal sering meraih juara di bidang olahraga, salah satunya yang paling ikonik di Buleleng yaitu lomba Gerak Jalan 45 kilometer yang diadakan rutin setiap tahunnya, pada kesempatan ini TM mencoba hal baru mengikuti lomba di bidang seni baleganjur ngarap.

Para Taruna dan Taruni SMA Taruna Mandara | Dok. HUMAS SMA Taruna Mandara

TM, merupakan boarding school yang didirikan sekaligus dibina oleh mantan gubernur Bali 2 periode yaitu Komjen. Pol. (Prun) Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (dengan sapaan Mangku Pastika) bersama Yayasan Mandara Sejati yang diketuai oleh Putu Pasek Sandoz Prawirottama, anak kandung dari Mangku Pastika. Sekolah TM didirikan tahun 2018 merupakan sekolah umum dengan pendidikan berbasis asrama yang awalnya fokus mendidik murid laki-laki, di tahun 2024 di bawah pimpinan Ketut Arkama, S.Pd., Gr., TM mulai mendidik murid perempuan hingga sekarang.

Di umur TM yang ke-8 tahun ini, untuk pertamakalinya para taruna diberikan pengalaman diluar kebiasaan mereka, yaitu mengikuti lomba seni Baleganjur Ngarap. Termasuk seni yang baru taruna pelajari, yang sebelum-sebelumnya Baleganjur Ngarap belum pernah mereka pelajari di sekolah atau di asrama.

Lomba kali ini terbilang lain dari biasanya. Lomba Baleganjur Ngarap yang biasanya dinilai satu persatu dalam satu panggung namun kali ini beda. Rencana awal penilaian atau lomba dilaksanakan di Taman Bung Karno di Sukasada, namun karena ada miskomunikasi antara pengelola tempat penilaian dengan panitia lomba bahwa di hari yang sama terjadi benturan kegiatan, akhirnya diputuskan penilaian dilakukan di masing-masing sekolah peserta. Juri mandatangi setiap sekolah dari peserta lomba dengan jangka waktu 1 minggu penilaian, dan hasil penilaian akan diumuman pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026.

Tiga Juri (berdiri paling depan) ketika Disuguhkan Adat Taruna | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di hari penilaian, setibanya para juri di TM, mereka dijamu di Ayodya (gedung kantor sekolah), dan hingga akhirnya diantarkan ke Gedung Asaka (tempat penilaian). Juri dibuat speechless dengan kebiasan adat di TM ketika memasuki Gedung Akasa (aula sekolah). Saat ketiga juri baru tiba di Akasa, salah satu taruna mengambil alih seluruh hadirin yang sudah siap menyaksikan penilaian lomba Baleganjur Ngarap.

“Seorang taruna memimpin instruksi dengan menyebutkan ‘SMA Taruna Mandara!’, dijawab ‘Leader, Spirit Skill Stamina!’, dan disambung dengan mengucapkan ‘Janji Taruna’ seperti adat di TM biasanya,” tutur I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. (Mr. Beni/Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana).

Proses penilaian di Gedung Akasa dihadiri oleh Kepala Sekolah Ketut Arkama, S.Pd., Gr. atau Mr. Arkama, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan I Gusti Ayu Agung Darma Pertiwi, S.Pd., Gr. atau Ms. Agung, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas Putu Agus, S.Pd., Gr. atau Mr. Agus, dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. atau Mr. Beni, dan juga dihadiri oleh para taruna dan taruni TM.

Mr. Arkama Ketika Memberi Sambutan dalam Penilaian Lomba | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Tiga juri menilai dengan teliti. Garapan Balagenjur Ngarap SEITAMA mengusung tema garapan Baleganjur Ngarap ‘Nugtug Bangke’, dengan komposer sekaligus pembina yaitu Kadek Teddy Mertayasa, S.Sn., Gr., dengan sapaan Mr. Teddy. Nugtug (Bahasa Bali) berarti ‘mengikuti’ dan ‘bangke’ sendiri merupakan kata dalam Bahasa Bali yang berarti mayat atau jenazah. Itu adalah prosesi pengantaran jenazah atau layon atau lelayu menuju setra (pemakaman) dalam rangkaian upacara pengabenan, dan dalam prosesi itu baleganjur ngarap sebagai pengiring upacara.

Tetabuhan baleganjur yang keras, ritmis dan dinamis dirancang sebagai pemantik bangunnya semangat secara fisik maupun secara spiritual para pengarap atau penyandang bade. Dari prosesi upacara pitra yadnya itulah Mr. Teddy mencoba menuangkan idenya ke dalam bentuk garapan baleganjur ngarap dalam Lomba Baleganjur Ngarap HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Berbagai Ekspresi Penabuh Taruna ketika Penilaian | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Penampilan penabuh taruna SEITAMA dalam penilaian itu tampil sangat atraktif. Gending yang disajikan di atas rata-rata, terlihat profesional layaknya penabuh yang sudah terbiasa memainkan baleganjur ngarap. Penilaian berlangsung lancar, penampilannya pun bersih tanpa adanya kekeliruan dalam memainkan gending materi lomba.

Ms. Agung setelah menyaksikan penampilan para tarunanya, “Kesan saya sangat bangga terhadap para taruna yang mengikuti lomba Baleganjur Ngarap dengan proses yang singkat. Pemanfaatan waktu yang sangat baik, mereka mampu menyajikan karya dengan maksimal dan garapan yang apik yang dihasilkan setiap bagian-bagian lagu Baleganjur,” katanya.

Ms. Agung menyebutkan bahwa, para taruna sebelumnya belum pernah mengikuti lomba Baleganjur Ngarap, Ia terpukau dan kagum dengan para tarunanya di era moderen saat ini, para taruna masih peduli dengan musik tradisi yang mereka miliki.

Para Juri Ketika Menilai penampilan SEITAMA | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di balik penampilan yang apik, ada jerih payah Mr. Teddy membina penabuh taruna. Para taruna dilatih memainkan Baleganjur Ngarap dengan tekun dan rutin setiap hari.

“Saya latih tarunanya setiap sore pulang sekolah kurang lebih selama dua jam dari jam 3 sampai jam 5 sore. Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, dan Minggu dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore kurang lebih selama 2 bulan. Menjelang lomba, H-2 minggu para taruna diberikan dispensasi untuk fokus Latihan Baleganjur Ngarap untuk persiapan lomba tersebut,” kata Mr. Teddy.

Mr. Teddy menceritakan hal menarik selama proses latihan. “Cukup memutar otak melatih murid yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan, walaupun beberapa sudah ada yang pernah memainkan gamelan dan ikut sanggar seni di rumah. Menyiasati taruna yang belum pernah memainkan gamelan, saya menggunakan teknik menghitung untuk menyesuaikan dan mudah diterima oleh para taruna dari apa yang saya ajarkan dan tuangkan dalam karya Baleganjur Ngarap ini,” kata Mr. Teddy.

Ia bersama sekolah berupaya memberikan pengalaman baru untuk mengembangkan bakat taruna dan taruninya. Khusus di bidang seni, Mr. Teddy akan terus mengembangkan bakat seni taruna dengan mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi, di samping melestarikan seni dengan ngayah di masyarakat. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapkarawitan baliSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Next Post

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails
Next Post
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”
Budaya

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

by tatkala
August 10, 2026
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan
Bahasa

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

by I Made Sudiana
August 9, 2026
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman
Khas

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’
Kuliner

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia
Esai

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz
Khas

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026
Sudahi Isme-Ismemu Itu!
Kritik Seni

Sudahi Isme-Ismemu Itu!

ADA satu pertanyaan yang masih menjadi survei teratas ketika publik bertanya tentang karya seorang seniman. Karyamu ini gayanya apa? Abstrak,...

by Made Chandra
August 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co