2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
in Panggung
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Penabuh Taruna ketika Penilaian Lomba Baleganjur Ngarap | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen gamelan yang sedang eksis belakangan ini, yaitu gamelan baleganjur? Pasti menarik dan dibuat penasaran.

Tahun ini, tepatnya pada Minggu 8 Maret 2026, penabuhtaruna SMA Taruna Mandara (TM) mengikuti Lomba Baleganjur Ngarap dalam rangka HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Hari itu, terik matahari di daerah seputaran Pantai Lovina di minggu tenang yang biasanya diisi dengan kegiatan santai oleh para taruna, mereka justru menyuguhkan ‘gempuran’ gending baleganjur ngarap di hadapan 3 juri. Sekolah yang dikenal sering meraih juara di bidang olahraga, salah satunya yang paling ikonik di Buleleng yaitu lomba Gerak Jalan 45 kilometer yang diadakan rutin setiap tahunnya, pada kesempatan ini TM mencoba hal baru mengikuti lomba di bidang seni baleganjur ngarap.

Para Taruna dan Taruni SMA Taruna Mandara | Dok. HUMAS SMA Taruna Mandara

TM, merupakan boarding school yang didirikan sekaligus dibina oleh mantan gubernur Bali 2 periode yaitu Komjen. Pol. (Prun) Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (dengan sapaan Mangku Pastika) bersama Yayasan Mandara Sejati yang diketuai oleh Putu Pasek Sandoz Prawirottama, anak kandung dari Mangku Pastika. Sekolah TM didirikan tahun 2018 merupakan sekolah umum dengan pendidikan berbasis asrama yang awalnya fokus mendidik murid laki-laki, di tahun 2024 di bawah pimpinan Ketut Arkama, S.Pd., Gr., TM mulai mendidik murid perempuan hingga sekarang.

Di umur TM yang ke-8 tahun ini, untuk pertamakalinya para taruna diberikan pengalaman diluar kebiasaan mereka, yaitu mengikuti lomba seni Baleganjur Ngarap. Termasuk seni yang baru taruna pelajari, yang sebelum-sebelumnya Baleganjur Ngarap belum pernah mereka pelajari di sekolah atau di asrama.

Lomba kali ini terbilang lain dari biasanya. Lomba Baleganjur Ngarap yang biasanya dinilai satu persatu dalam satu panggung namun kali ini beda. Rencana awal penilaian atau lomba dilaksanakan di Taman Bung Karno di Sukasada, namun karena ada miskomunikasi antara pengelola tempat penilaian dengan panitia lomba bahwa di hari yang sama terjadi benturan kegiatan, akhirnya diputuskan penilaian dilakukan di masing-masing sekolah peserta. Juri mandatangi setiap sekolah dari peserta lomba dengan jangka waktu 1 minggu penilaian, dan hasil penilaian akan diumuman pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026.

Tiga Juri (berdiri paling depan) ketika Disuguhkan Adat Taruna | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di hari penilaian, setibanya para juri di TM, mereka dijamu di Ayodya (gedung kantor sekolah), dan hingga akhirnya diantarkan ke Gedung Asaka (tempat penilaian). Juri dibuat speechless dengan kebiasan adat di TM ketika memasuki Gedung Akasa (aula sekolah). Saat ketiga juri baru tiba di Akasa, salah satu taruna mengambil alih seluruh hadirin yang sudah siap menyaksikan penilaian lomba Baleganjur Ngarap.

“Seorang taruna memimpin instruksi dengan menyebutkan ‘SMA Taruna Mandara!’, dijawab ‘Leader, Spirit Skill Stamina!’, dan disambung dengan mengucapkan ‘Janji Taruna’ seperti adat di TM biasanya,” tutur I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. (Mr. Beni/Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana).

Proses penilaian di Gedung Akasa dihadiri oleh Kepala Sekolah Ketut Arkama, S.Pd., Gr. atau Mr. Arkama, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan I Gusti Ayu Agung Darma Pertiwi, S.Pd., Gr. atau Ms. Agung, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas Putu Agus, S.Pd., Gr. atau Mr. Agus, dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. atau Mr. Beni, dan juga dihadiri oleh para taruna dan taruni TM.

Mr. Arkama Ketika Memberi Sambutan dalam Penilaian Lomba | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Tiga juri menilai dengan teliti. Garapan Balagenjur Ngarap SEITAMA mengusung tema garapan Baleganjur Ngarap ‘Nugtug Bangke’, dengan komposer sekaligus pembina yaitu Kadek Teddy Mertayasa, S.Sn., Gr., dengan sapaan Mr. Teddy. Nugtug (Bahasa Bali) berarti ‘mengikuti’ dan ‘bangke’ sendiri merupakan kata dalam Bahasa Bali yang berarti mayat atau jenazah. Itu adalah prosesi pengantaran jenazah atau layon atau lelayu menuju setra (pemakaman) dalam rangkaian upacara pengabenan, dan dalam prosesi itu baleganjur ngarap sebagai pengiring upacara.

Tetabuhan baleganjur yang keras, ritmis dan dinamis dirancang sebagai pemantik bangunnya semangat secara fisik maupun secara spiritual para pengarap atau penyandang bade. Dari prosesi upacara pitra yadnya itulah Mr. Teddy mencoba menuangkan idenya ke dalam bentuk garapan baleganjur ngarap dalam Lomba Baleganjur Ngarap HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Berbagai Ekspresi Penabuh Taruna ketika Penilaian | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Penampilan penabuh taruna SEITAMA dalam penilaian itu tampil sangat atraktif. Gending yang disajikan di atas rata-rata, terlihat profesional layaknya penabuh yang sudah terbiasa memainkan baleganjur ngarap. Penilaian berlangsung lancar, penampilannya pun bersih tanpa adanya kekeliruan dalam memainkan gending materi lomba.

Ms. Agung setelah menyaksikan penampilan para tarunanya, “Kesan saya sangat bangga terhadap para taruna yang mengikuti lomba Baleganjur Ngarap dengan proses yang singkat. Pemanfaatan waktu yang sangat baik, mereka mampu menyajikan karya dengan maksimal dan garapan yang apik yang dihasilkan setiap bagian-bagian lagu Baleganjur,” katanya.

Ms. Agung menyebutkan bahwa, para taruna sebelumnya belum pernah mengikuti lomba Baleganjur Ngarap, Ia terpukau dan kagum dengan para tarunanya di era moderen saat ini, para taruna masih peduli dengan musik tradisi yang mereka miliki.

Para Juri Ketika Menilai penampilan SEITAMA | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di balik penampilan yang apik, ada jerih payah Mr. Teddy membina penabuh taruna. Para taruna dilatih memainkan Baleganjur Ngarap dengan tekun dan rutin setiap hari.

“Saya latih tarunanya setiap sore pulang sekolah kurang lebih selama dua jam dari jam 3 sampai jam 5 sore. Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, dan Minggu dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore kurang lebih selama 2 bulan. Menjelang lomba, H-2 minggu para taruna diberikan dispensasi untuk fokus Latihan Baleganjur Ngarap untuk persiapan lomba tersebut,” kata Mr. Teddy.

Mr. Teddy menceritakan hal menarik selama proses latihan. “Cukup memutar otak melatih murid yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan, walaupun beberapa sudah ada yang pernah memainkan gamelan dan ikut sanggar seni di rumah. Menyiasati taruna yang belum pernah memainkan gamelan, saya menggunakan teknik menghitung untuk menyesuaikan dan mudah diterima oleh para taruna dari apa yang saya ajarkan dan tuangkan dalam karya Baleganjur Ngarap ini,” kata Mr. Teddy.

Ia bersama sekolah berupaya memberikan pengalaman baru untuk mengembangkan bakat taruna dan taruninya. Khusus di bidang seni, Mr. Teddy akan terus mengembangkan bakat seni taruna dengan mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi, di samping melestarikan seni dengan ngayah di masyarakat. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapkarawitan baliSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Next Post

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co