14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Singaraja Tahun Sembilan Puluhan dan Empat Puluh Tahun Kemudian

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 28, 2026
in Esai
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Putu Arya Nugraha

MESKI asal dan desa kelahiran saya adalah Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng, di tahun 1975, namun sejak SMP saya sudah berdomisili di kota Singaraja. Jadi itu sekitar tahun 1987, saat besekolah di SMPN 1 Singaraja dan melanjutkan studi di SMAN 1 Singaraja (Smansa). Selama kurun waktu itu, sebelum melanjutkan kuliah di Denpasar, di Fakultas Kedokteran Unud di tahun 1993, boleh dikatakan, sebagai remaja bersama teman-teman, kami menikmati kota Singaraja, hampir setiap hari.

Saya membuat tulisan ini, karena begitu terasa bagi saya, perubahan wajah kota Singaraja setelah 40 tahun tersebut. Semoga tulisan ini dapat memberi gambaran masa lalu kepada generasi Z, Alpha dan seterusnya, kota di mana mereka tinggal sekarang.

Hal yang paling mencolok adalah, berpindahnya hingar-bingar pusat ekonomi dari Jalan Diponegoro dan sekitarnya, ke Jalan Ahmad Yani. Di tahun 90-an, Jalan Diponegoro adalah Blok M-nya Buleleng. Sebut saja toserba Bahtera, toko sepatu Bata, toko perlengkapan sekolah legendaris  Indra Jaya atau toko fesyen Karya Murni dan lain-lain.

Oh ya, hampir lupa. Karena suka buku, saya sering mengunjungi toko buku favorit dulu di Jalan Sutomo, di sekitar Bank BCA sekarang. Masih dekat dengan Jalan Diponegoro. Namanya Toko Gunung Agung. Di sanalah saya mendapatkan novel-novel karya penulis terkenal seperti Marga T, Mira W, dan Hilman Hariwijaya yang menulis serial Lupus. Tahu Lupus kan?

Dan tentu saja saya juga mendapatkan buku-buku penulis hebat Gola Gong. Di seberang sebelah baratnya, tepat di tikungan Jalan Ngurah Rai mau ke Jalan Ahmad Yani ada toko kaset bernama Asean. Mungkin hampir semua rekaman musik di era kaset koleksi saya, dibeli di sana. Selain Asean, ada lagi satu toko kaset terkenal di Jalan Diponegoro agak ke utara, bernama toko Terminal Music. Saya masih ingat dan tersimpan sampai saat ini kaset yang saya beli di sana yaitu album kedua band trash metal Megadeth bertajuk Peace Sells… But Who’s Buying?

Di tahun 90-an, keramaian dan gemerlap lampu kota bertahan hingga tengah malam. Kini, ruas Jalan Diponegoro sudah sepi menjelang sore. Hanya Pasar Senggol yang berdekatan dengan Pasar Anyar yang mengisi malam di sekitar Jalan Diponegoro. Mungkin toko-toko di sepanjang Jalan Diponegoro perlu didesain ulang agar bisa kembali menjadi daya tarik ekonomi produktif seperti yang sekarang melaju kencang di Jalan Ahmad Yani.

Dulu, hanya ada satu kafe yang menjadi tempat nongkrong namanya pun sangat sederhana Kafetaria. Bandingkan dengan nama-nama kafe buat anak muda nongkrong sekarang: Danke, Kopi Nau, Kopi Kenangan atau Key Coffee dengan pilihan kata-kata untuk nama yang jauh lebih berani dan to the point. Lokasinya kira-kira di sekitar toko buku Gramedia sekarang di Jalan Ahmad Yani. Tepat di seberang gerai wara laba Pizza Hut.

Toko buku Gramedia, Pizza Hut dan resto-resto fast food lain seperti KFC dan McDonald atau toko perlengkapan rumah tangga pabrikan modern seperti Asko dan Mr DIY kini memberi wajah baru bagi kota Singaraja.

Begitu pula, di bidang farmasi. Jika dulu kita semua mengenal toko obat Sumber Waras yang ikonik di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Kampung Baru, kini di sepanjang Jalan Ahmad Yani berdiri apotek-apotek dengan layanan lebih modern seperti K24 atau Apotekku. Masih terkait bidang kesehatan, dulu sangat terkenal keberadaan RS Tentara (RST) di Jalan Ngurah Rai. Warga Buleleng, hingga pelosok-pelosok memilih RST untuk berobat. Sekarang ada begitu banyak RS yang baru di setiap sudut kota.

Romantika di tahun 90-an yang tak mungkin terlupakan, tentu saja adalah moda transportasi bemo dengan berbagai warna sesuai jalur trayeknya. Bemo selalu ditunggu-tunggu para pelajar, pegawai atau warga umum untuk bepergian di seputar kota. Kami pun sampai punya bemo langganan yang memang didesain khusus oleh sopirnya untuk menarik perhatian anak muda. Mulai dari stiker di sekujur bodi bemo, sound sistem dan interiornya.

Kini, angkutan bemo nyaris punah digantikan oleh kendaraan pribadi terutama sepeda motor yang tentu saja memakan lebih banyak subsidi BBM dan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas serta kemacetan. Oh ya, meskipun didesak bisnis kuliner modern seperti disebutkan tadi, berbagai resto fast food import, namun sejumlah ikon kuliner asli Singaraja masih tetap eksis sampai kini, seperti syobak Khelok, nasi Bik Juk atau roti legendaris Roti Go.

Namun ada yang kian hari makin tersisih. Yaitu pasar tradisional dan toko-toko kelontok wirausaha lokal yang menjajakan keperluan hidup sehari-hari akibat ekspansi tak terbendung retail mini market yang didukung modal dan pemegang kebijakan. [T]

Penulis: Putu Arya Nugraha
Editor: Adnyana Ole

Tags: bali utaranostalgiaromantikaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Menyoal Gosip: Evolusi Menguak Fungsi Paling Rahasia Manusia

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Menyoal Gosip: Evolusi Menguak Fungsi Paling Rahasia Manusia

Menyoal Gosip: Evolusi Menguak Fungsi Paling Rahasia Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co