3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
February 13, 2026
in Esai
Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

JUMAT, 13 Februari 2026, dunia pendidikan Bali mendapat energi baru. Hari itu benar-benar menjadi momentum penting. Peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja (Stemsi) menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan zaman.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi adalah bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana diamanatkan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pidato Sambutan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Beliau menyampaikan bahwa pembangunan dan pembaruan fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, kreatif, dan mendorong penguatan karakter peserta didik. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan. Tak tanggung-tanggung, bantuan revitalisasi yang dikucurkan untuk wilayah ini mencapai Rp90,7 miliar.

Lalu pertanyaannya, “Apakah artinya angka bantuan revitalisasi ini bagi Pembangunan Pendidikan Bali ke depan?” Bantuan revitalisasi sebesar Rp 90,7 miliar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peresmian di SMKN 3 Singaraja tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dana tersebut adalah simbol kepercayaan pusat dan investasi masa depan bagi Bali.

Pertanyaannya lagi, apakah ia hanya akan menjelma menjadi bangunan dan fasilitas baru, atau benar-benar menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan? Jika dikelola dengan visi yang kuat, Rp 90,7 miliar adalah energi transformasi untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, revitalisasi ini seharusnya dimaknai sebagai mandat untuk melahirkan generasi Bali yang unggul dan berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar budayanya. Terutama bagi SMK, dana tersebut harus memperkokoh pendidikan berbasis dunia kerja dan mewujudkan lulusan dengan kemampuan MWB: Melanjutkan, Wirausaha, dan Bekerja. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan masa depan pendidikan Bali, melainkan kesungguhan semua pihak menjadikannya momentum perubahan nyata. Walau baru hanya menyentuh sebagian kecil saja sekolah di Bali, bantuan ini sudah merupakan stimulus untuk geliat pendidikan Bali bisa lebih maju lagi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Kadisdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia Meninjau Lingkungan SMKN 3 Singaraja (Stemsi)

Bali memiliki keunikan tersendiri. Sebagai daerah yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, dan budaya, sekolah-sekolah di Bali dituntut mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kompetensi global.

Bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan, revitalisasi membuka peluang besar meliputi tersedianya laboratorium praktik yang lebih modern, ruang belajar yang nyaman, dan penguatan kurikulum yang lebih adaptif. Selain itu dapat pula menumbuhkan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Tantangan

Tentu, revitalisasi bukan tanpa tantangan. Gedung baru tidak otomatis menghasilkan lulusan unggul jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah yang visioner, serta kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tanpa guru yang siap bertransformasi, ruang kelas modern bisa kehilangan maknanya.

Kesenjangan antarwilayah juga perlu diperhatikan. Sekolah di daerah pegunungan atau pinggiran Bali tetap harus mendapat perhatian setara. Revitalisasi harus adil, tidak hanya terpusat.

Yang paling penting untuk disadari, modernisasi tidak boleh membuat sekolah kehilangan jati diri. Bali adalah destinasi dunia, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pendidikan harus menjaga keseimbangan itu.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi yang lahir dari dalamnya — generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menatap masa depan dengan percaya diri.

Kurikulum hari ini tidak bisa lagi kaku, melainkan adaptif. Dunia berubah cepat—digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan dinamika industri pariwisata menuntut sekolah ikut bergerak. Adaptif bukan berarti ikut arus tanpa arah, tetapi cerdas memadukan potensi lokal dengan tuntutan global. Adaptif berarti wajib menguatkan jati diri.

Sekolah di Bali tetap harus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi moral peserta didik. Sekolah di Bali harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya seperti Tri Hita Karana, gotong royong banjar, dan karakter spiritual yang kuat, sambil tetap menatap dunia.

Revitalisasi menurut saya juga harus menjawab realitas yang tidak ringan. Beberapa peristiwa yang terjadi di sejumlah sekolah di Bali belakangan ini, mulai dari pembulian, campur tangan pihak luar sekolah, ketidakadilan, hingga perilaku menyimpang murid yang melampaui batas norma, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Inilah hakikat yang perlu disadari dengan bijak. Peresmian revitalisasi ini seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni. Ia adalah titik awal transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dengan dukungan anggaran yang besar, kebijakan yang berpihak pada kualitas, dan komitmen membangun SDM Bali Unggul, revitalisasi menjadi peluang emas bagi sekolah-sekolah di Bali untuk bangkit dan berinovasi.

Khusus bagi SMK

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), revitalisasi memiliki makna yang lebih tajam. SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa kesiapan hidup. SMK merupakan pusat pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan kerja.

Lebih jauh lagi, lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk dapat melanjutkan, wirausaha, dan bekerja (MWB). Melanjutkan, berarti punya fondasi akademik yang kuat untuk kuliah. Wirausaha, berarti mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan. Bekerja, berarti siap masuk dunia industri dengan kompetensi yang diakui. Inilah makna revitalisasi bagi SMK, yakni memperkuat link and match, menjembatani sekolah dengan dunia kerja secara nyata.

Revitalisasi satuan pendidikan sejatinya adalah awal perjalanan panjang. Ia bukan proyek sesaat, melainkan gerakan perubahan. Jika dimaknai dengan benar, revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan sekolah, tetapi memperbarui harapan. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas yang lebih layak akan lahir generasi Bali yang cerdas, terampil, berkarakter, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, sekolah yang benar-benar hidup bukanlah yang dindingnya dicat baru, melainkan yang di dalamnya tumbuh mimpi, kreativitas, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSMKN 3 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

Next Post

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co