24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
February 13, 2026
in Esai
Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

JUMAT, 13 Februari 2026, dunia pendidikan Bali mendapat energi baru. Hari itu benar-benar menjadi momentum penting. Peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja (Stemsi) menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan zaman.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi adalah bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana diamanatkan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pidato Sambutan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Beliau menyampaikan bahwa pembangunan dan pembaruan fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, kreatif, dan mendorong penguatan karakter peserta didik. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan. Tak tanggung-tanggung, bantuan revitalisasi yang dikucurkan untuk wilayah ini mencapai Rp90,7 miliar.

Lalu pertanyaannya, “Apakah artinya angka bantuan revitalisasi ini bagi Pembangunan Pendidikan Bali ke depan?” Bantuan revitalisasi sebesar Rp 90,7 miliar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peresmian di SMKN 3 Singaraja tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dana tersebut adalah simbol kepercayaan pusat dan investasi masa depan bagi Bali.

Pertanyaannya lagi, apakah ia hanya akan menjelma menjadi bangunan dan fasilitas baru, atau benar-benar menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan? Jika dikelola dengan visi yang kuat, Rp 90,7 miliar adalah energi transformasi untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, revitalisasi ini seharusnya dimaknai sebagai mandat untuk melahirkan generasi Bali yang unggul dan berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar budayanya. Terutama bagi SMK, dana tersebut harus memperkokoh pendidikan berbasis dunia kerja dan mewujudkan lulusan dengan kemampuan MWB: Melanjutkan, Wirausaha, dan Bekerja. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan masa depan pendidikan Bali, melainkan kesungguhan semua pihak menjadikannya momentum perubahan nyata. Walau baru hanya menyentuh sebagian kecil saja sekolah di Bali, bantuan ini sudah merupakan stimulus untuk geliat pendidikan Bali bisa lebih maju lagi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Kadisdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia Meninjau Lingkungan SMKN 3 Singaraja (Stemsi)

Bali memiliki keunikan tersendiri. Sebagai daerah yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, dan budaya, sekolah-sekolah di Bali dituntut mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kompetensi global.

Bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan, revitalisasi membuka peluang besar meliputi tersedianya laboratorium praktik yang lebih modern, ruang belajar yang nyaman, dan penguatan kurikulum yang lebih adaptif. Selain itu dapat pula menumbuhkan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Tantangan

Tentu, revitalisasi bukan tanpa tantangan. Gedung baru tidak otomatis menghasilkan lulusan unggul jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah yang visioner, serta kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tanpa guru yang siap bertransformasi, ruang kelas modern bisa kehilangan maknanya.

Kesenjangan antarwilayah juga perlu diperhatikan. Sekolah di daerah pegunungan atau pinggiran Bali tetap harus mendapat perhatian setara. Revitalisasi harus adil, tidak hanya terpusat.

Yang paling penting untuk disadari, modernisasi tidak boleh membuat sekolah kehilangan jati diri. Bali adalah destinasi dunia, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pendidikan harus menjaga keseimbangan itu.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi yang lahir dari dalamnya — generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menatap masa depan dengan percaya diri.

Kurikulum hari ini tidak bisa lagi kaku, melainkan adaptif. Dunia berubah cepat—digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan dinamika industri pariwisata menuntut sekolah ikut bergerak. Adaptif bukan berarti ikut arus tanpa arah, tetapi cerdas memadukan potensi lokal dengan tuntutan global. Adaptif berarti wajib menguatkan jati diri.

Sekolah di Bali tetap harus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi moral peserta didik. Sekolah di Bali harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya seperti Tri Hita Karana, gotong royong banjar, dan karakter spiritual yang kuat, sambil tetap menatap dunia.

Revitalisasi menurut saya juga harus menjawab realitas yang tidak ringan. Beberapa peristiwa yang terjadi di sejumlah sekolah di Bali belakangan ini, mulai dari pembulian, campur tangan pihak luar sekolah, ketidakadilan, hingga perilaku menyimpang murid yang melampaui batas norma, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Inilah hakikat yang perlu disadari dengan bijak. Peresmian revitalisasi ini seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni. Ia adalah titik awal transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dengan dukungan anggaran yang besar, kebijakan yang berpihak pada kualitas, dan komitmen membangun SDM Bali Unggul, revitalisasi menjadi peluang emas bagi sekolah-sekolah di Bali untuk bangkit dan berinovasi.

Khusus bagi SMK

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), revitalisasi memiliki makna yang lebih tajam. SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa kesiapan hidup. SMK merupakan pusat pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan kerja.

Lebih jauh lagi, lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk dapat melanjutkan, wirausaha, dan bekerja (MWB). Melanjutkan, berarti punya fondasi akademik yang kuat untuk kuliah. Wirausaha, berarti mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan. Bekerja, berarti siap masuk dunia industri dengan kompetensi yang diakui. Inilah makna revitalisasi bagi SMK, yakni memperkuat link and match, menjembatani sekolah dengan dunia kerja secara nyata.

Revitalisasi satuan pendidikan sejatinya adalah awal perjalanan panjang. Ia bukan proyek sesaat, melainkan gerakan perubahan. Jika dimaknai dengan benar, revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan sekolah, tetapi memperbarui harapan. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas yang lebih layak akan lahir generasi Bali yang cerdas, terampil, berkarakter, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, sekolah yang benar-benar hidup bukanlah yang dindingnya dicat baru, melainkan yang di dalamnya tumbuh mimpi, kreativitas, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSMKN 3 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

Next Post

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co