14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
February 13, 2026
in Esai
Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

JUMAT, 13 Februari 2026, dunia pendidikan Bali mendapat energi baru. Hari itu benar-benar menjadi momentum penting. Peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja (Stemsi) menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan zaman.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi adalah bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana diamanatkan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pidato Sambutan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Beliau menyampaikan bahwa pembangunan dan pembaruan fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, kreatif, dan mendorong penguatan karakter peserta didik. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan. Tak tanggung-tanggung, bantuan revitalisasi yang dikucurkan untuk wilayah ini mencapai Rp90,7 miliar.

Lalu pertanyaannya, “Apakah artinya angka bantuan revitalisasi ini bagi Pembangunan Pendidikan Bali ke depan?” Bantuan revitalisasi sebesar Rp 90,7 miliar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peresmian di SMKN 3 Singaraja tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dana tersebut adalah simbol kepercayaan pusat dan investasi masa depan bagi Bali.

Pertanyaannya lagi, apakah ia hanya akan menjelma menjadi bangunan dan fasilitas baru, atau benar-benar menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan? Jika dikelola dengan visi yang kuat, Rp 90,7 miliar adalah energi transformasi untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, revitalisasi ini seharusnya dimaknai sebagai mandat untuk melahirkan generasi Bali yang unggul dan berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar budayanya. Terutama bagi SMK, dana tersebut harus memperkokoh pendidikan berbasis dunia kerja dan mewujudkan lulusan dengan kemampuan MWB: Melanjutkan, Wirausaha, dan Bekerja. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan masa depan pendidikan Bali, melainkan kesungguhan semua pihak menjadikannya momentum perubahan nyata. Walau baru hanya menyentuh sebagian kecil saja sekolah di Bali, bantuan ini sudah merupakan stimulus untuk geliat pendidikan Bali bisa lebih maju lagi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Kadisdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia Meninjau Lingkungan SMKN 3 Singaraja (Stemsi)

Bali memiliki keunikan tersendiri. Sebagai daerah yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, dan budaya, sekolah-sekolah di Bali dituntut mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kompetensi global.

Bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan, revitalisasi membuka peluang besar meliputi tersedianya laboratorium praktik yang lebih modern, ruang belajar yang nyaman, dan penguatan kurikulum yang lebih adaptif. Selain itu dapat pula menumbuhkan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Tantangan

Tentu, revitalisasi bukan tanpa tantangan. Gedung baru tidak otomatis menghasilkan lulusan unggul jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah yang visioner, serta kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tanpa guru yang siap bertransformasi, ruang kelas modern bisa kehilangan maknanya.

Kesenjangan antarwilayah juga perlu diperhatikan. Sekolah di daerah pegunungan atau pinggiran Bali tetap harus mendapat perhatian setara. Revitalisasi harus adil, tidak hanya terpusat.

Yang paling penting untuk disadari, modernisasi tidak boleh membuat sekolah kehilangan jati diri. Bali adalah destinasi dunia, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pendidikan harus menjaga keseimbangan itu.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi yang lahir dari dalamnya — generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menatap masa depan dengan percaya diri.

Kurikulum hari ini tidak bisa lagi kaku, melainkan adaptif. Dunia berubah cepat—digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan dinamika industri pariwisata menuntut sekolah ikut bergerak. Adaptif bukan berarti ikut arus tanpa arah, tetapi cerdas memadukan potensi lokal dengan tuntutan global. Adaptif berarti wajib menguatkan jati diri.

Sekolah di Bali tetap harus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi moral peserta didik. Sekolah di Bali harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya seperti Tri Hita Karana, gotong royong banjar, dan karakter spiritual yang kuat, sambil tetap menatap dunia.

Revitalisasi menurut saya juga harus menjawab realitas yang tidak ringan. Beberapa peristiwa yang terjadi di sejumlah sekolah di Bali belakangan ini, mulai dari pembulian, campur tangan pihak luar sekolah, ketidakadilan, hingga perilaku menyimpang murid yang melampaui batas norma, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Inilah hakikat yang perlu disadari dengan bijak. Peresmian revitalisasi ini seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni. Ia adalah titik awal transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dengan dukungan anggaran yang besar, kebijakan yang berpihak pada kualitas, dan komitmen membangun SDM Bali Unggul, revitalisasi menjadi peluang emas bagi sekolah-sekolah di Bali untuk bangkit dan berinovasi.

Khusus bagi SMK

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), revitalisasi memiliki makna yang lebih tajam. SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa kesiapan hidup. SMK merupakan pusat pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan kerja.

Lebih jauh lagi, lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk dapat melanjutkan, wirausaha, dan bekerja (MWB). Melanjutkan, berarti punya fondasi akademik yang kuat untuk kuliah. Wirausaha, berarti mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan. Bekerja, berarti siap masuk dunia industri dengan kompetensi yang diakui. Inilah makna revitalisasi bagi SMK, yakni memperkuat link and match, menjembatani sekolah dengan dunia kerja secara nyata.

Revitalisasi satuan pendidikan sejatinya adalah awal perjalanan panjang. Ia bukan proyek sesaat, melainkan gerakan perubahan. Jika dimaknai dengan benar, revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan sekolah, tetapi memperbarui harapan. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas yang lebih layak akan lahir generasi Bali yang cerdas, terampil, berkarakter, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, sekolah yang benar-benar hidup bukanlah yang dindingnya dicat baru, melainkan yang di dalamnya tumbuh mimpi, kreativitas, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSMKN 3 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

Next Post

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co