3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
February 13, 2026
in Esai
Energi Baru Pendidikan Bali —Catatan dari Kunjungan Mendikdasmen di Buleleng

JUMAT, 13 Februari 2026, dunia pendidikan Bali mendapat energi baru. Hari itu benar-benar menjadi momentum penting. Peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja (Stemsi) menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan zaman.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Revitalisasi adalah bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana diamanatkan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pidato Sambutan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti

Beliau menyampaikan bahwa pembangunan dan pembaruan fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, kreatif, dan mendorong penguatan karakter peserta didik. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan. Tak tanggung-tanggung, bantuan revitalisasi yang dikucurkan untuk wilayah ini mencapai Rp90,7 miliar.

Lalu pertanyaannya, “Apakah artinya angka bantuan revitalisasi ini bagi Pembangunan Pendidikan Bali ke depan?” Bantuan revitalisasi sebesar Rp 90,7 miliar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat peresmian di SMKN 3 Singaraja tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Dana tersebut adalah simbol kepercayaan pusat dan investasi masa depan bagi Bali.

Pertanyaannya lagi, apakah ia hanya akan menjelma menjadi bangunan dan fasilitas baru, atau benar-benar menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan? Jika dikelola dengan visi yang kuat, Rp 90,7 miliar adalah energi transformasi untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kompetensi guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, revitalisasi ini seharusnya dimaknai sebagai mandat untuk melahirkan generasi Bali yang unggul dan berdaya saing global tanpa tercerabut dari akar budayanya. Terutama bagi SMK, dana tersebut harus memperkokoh pendidikan berbasis dunia kerja dan mewujudkan lulusan dengan kemampuan MWB: Melanjutkan, Wirausaha, dan Bekerja. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan masa depan pendidikan Bali, melainkan kesungguhan semua pihak menjadikannya momentum perubahan nyata. Walau baru hanya menyentuh sebagian kecil saja sekolah di Bali, bantuan ini sudah merupakan stimulus untuk geliat pendidikan Bali bisa lebih maju lagi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Kadisdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia Meninjau Lingkungan SMKN 3 Singaraja (Stemsi)

Bali memiliki keunikan tersendiri. Sebagai daerah yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, dan budaya, sekolah-sekolah di Bali dituntut mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kompetensi global.

Bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan, revitalisasi membuka peluang besar meliputi tersedianya laboratorium praktik yang lebih modern, ruang belajar yang nyaman, dan penguatan kurikulum yang lebih adaptif. Selain itu dapat pula menumbuhkan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Tantangan

Tentu, revitalisasi bukan tanpa tantangan. Gedung baru tidak otomatis menghasilkan lulusan unggul jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah yang visioner, serta kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Tanpa guru yang siap bertransformasi, ruang kelas modern bisa kehilangan maknanya.

Kesenjangan antarwilayah juga perlu diperhatikan. Sekolah di daerah pegunungan atau pinggiran Bali tetap harus mendapat perhatian setara. Revitalisasi harus adil, tidak hanya terpusat.

Yang paling penting untuk disadari, modernisasi tidak boleh membuat sekolah kehilangan jati diri. Bali adalah destinasi dunia, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pendidikan harus menjaga keseimbangan itu.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi yang lahir dari dalamnya — generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan siap menatap masa depan dengan percaya diri.

Kurikulum hari ini tidak bisa lagi kaku, melainkan adaptif. Dunia berubah cepat—digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan dinamika industri pariwisata menuntut sekolah ikut bergerak. Adaptif bukan berarti ikut arus tanpa arah, tetapi cerdas memadukan potensi lokal dengan tuntutan global. Adaptif berarti wajib menguatkan jati diri.

Sekolah di Bali tetap harus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter lokal sebagai fondasi moral peserta didik. Sekolah di Bali harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya seperti Tri Hita Karana, gotong royong banjar, dan karakter spiritual yang kuat, sambil tetap menatap dunia.

Revitalisasi menurut saya juga harus menjawab realitas yang tidak ringan. Beberapa peristiwa yang terjadi di sejumlah sekolah di Bali belakangan ini, mulai dari pembulian, campur tangan pihak luar sekolah, ketidakadilan, hingga perilaku menyimpang murid yang melampaui batas norma, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Inilah hakikat yang perlu disadari dengan bijak. Peresmian revitalisasi ini seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni. Ia adalah titik awal transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dengan dukungan anggaran yang besar, kebijakan yang berpihak pada kualitas, dan komitmen membangun SDM Bali Unggul, revitalisasi menjadi peluang emas bagi sekolah-sekolah di Bali untuk bangkit dan berinovasi.

Khusus bagi SMK

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), revitalisasi memiliki makna yang lebih tajam. SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa kesiapan hidup. SMK merupakan pusat pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan kerja.

Lebih jauh lagi, lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk dapat melanjutkan, wirausaha, dan bekerja (MWB). Melanjutkan, berarti punya fondasi akademik yang kuat untuk kuliah. Wirausaha, berarti mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan. Bekerja, berarti siap masuk dunia industri dengan kompetensi yang diakui. Inilah makna revitalisasi bagi SMK, yakni memperkuat link and match, menjembatani sekolah dengan dunia kerja secara nyata.

Revitalisasi satuan pendidikan sejatinya adalah awal perjalanan panjang. Ia bukan proyek sesaat, melainkan gerakan perubahan. Jika dimaknai dengan benar, revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan sekolah, tetapi memperbarui harapan. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas yang lebih layak akan lahir generasi Bali yang cerdas, terampil, berkarakter, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, sekolah yang benar-benar hidup bukanlah yang dindingnya dicat baru, melainkan yang di dalamnya tumbuh mimpi, kreativitas, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSMKN 3 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

Next Post

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Green Valentine’, Ketika Cinta Tak Berhenti pada Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co