26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
February 3, 2026
in Esai
Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

MEDIA sosial hari ini bukan lagi sekadar “ruang curhat”, melainkan infrastruktur saraf bangsa. Ia adalah pedang bermata dua paling tajam dalam sejarah peradaban: di satu sisi mampu mengasuh edukasi publik secara masif, namun di sisi lain, ia adalah mesin perusak kohesi sosial yang bekerja dengan kecepatan cahaya.

Jika negara memilih bersikap lamban — apalagisekadar menjadi penonton atau hakim garis—maka kita sedang menyerahkan kedaulatan mental rakyat kepada algoritma komersial yang tidak mengenal etika, selain hanya mengenal engagement.

Bahaya Pembiaran = Anarki Informasi

Ketika peran negara lemah dalam mengatur media sosial, yang terjadi adalah disrupsi kebenaran. Publik dipaksa mengonsumsi informasi yang dipilah oleh algoritma berdasarkan preferensi emosional, bukan akurasi. Efeknya?

Polarisasi Ekstrem: Masyarakat terbelah dalam “ruang gemanya sendiri-sendiri”. Mereka hanya terpapar oleh apa yang mereka inginkan saja (entah itu ideologi, selera, idola dan sebagainya). Kohesivitas sosial menjadi tersekat-sekat melahirkan cikal bakal separatisme yang merasuk bukan pada ideologi politik semata tetapi pada psikologis sosial berujung kuat-kuatan pembenaran, bukan berujung pada kebenaran.

Erosi Edukasi: Konten sampah yang viral mengalahkan konten edukatif yang substansif.

Ancaman Kedaulatan: Opini publik bisa disetir oleh aktor asing atau kepentingan pemilik modal tanpa filter pelindung. Kalaupun ada hanya

 

Transformasi Kehadiran Negara: Sebuah Usulan

Kita tidak butuh negara yang represif (pembungkaman), tapi negara yang hadir secara fungsional. Lembaga-lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Informasi (KI) tidak boleh gagap menghadapi konvergensi media seperti yang telah niscaya terjadi saat ini. Prinsip dasar dalam hal ini adalah bahwa setiap informasi yang disebarkan dengan memakai wahana siar ruang publik (teresterial, frekuensi, broadband, dstnya!), adalah menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola tunggal “kekayaan negara”.

Berikut adalah bentuk kehadiran negara yang menurut saya, sudah mendesak:

1. Amalgamasi Regu Penjaga (Lembaga Super Konvergensi):

Mungkin sudah saatnya KPI, KI, dan Dewan Pers berkolaborasi atau dilebur (?) ke dalam satu otoritas yang memiliki taji regulasi di ranah digital. Jangan sampai media televisi diatur ketat, sementara media sosial dibiarkan menjadi “Wild West” tanpa pengawasan konten.

2. Audit Algoritma Publik:

Negara harus memiliki wewenang untuk memastikan algoritma platform global untuk tidak memprioritaskan hoaks demi keuntungan materi. Platform harus transparan mengenai bagaimana sebuah informasi didistribusikan kepada rakyat Indonesia. Negarta-negara Uni Eropa bisa dijadikan referensi bagaimana negara bisa menjatuhkan sanksi (denda hingga cabut izin) kepada pihak platform, tidak sibuk mensanksi warga pengguna saja.

3. Literasi Digital sebagai Kurikulum Nasional:

Kehadiran negara bukan hanya soal membatasi, tapi justru memperkuat daya tahan internal warga. Negara harus membiayai gerakan literasi digital yang agresif, agar publik mampu membedakan antara fakta, opini, dan manipulasi.

4. Kedaulatan Data dan Konten Lokal:

Negara harus memberi insentif pada konten edukatif lokal agar mampu bersaing dengan gempuran konten asing yang seringkali tidak relevan dengan nilai kebangsaan kita.

Melebur Sekat Regulasi

Penggabungan fungsi lembaga seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan KI (Komisi Informasi) bukan sekadar persoalan efisiensi birokrasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan Konvergensi Media.

Penguatan peran negara melalui lembaga super-regulator seperti ini juga didasari nama Kementerian urusan lalu lintas informasi menjadi: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Secara nomenklatur sudah jelas menunjukkan riwayat transformasi dari nomenklatur Penerangan, Informasi, hingga komunikasi digital.

Dari sekian banyak diskusi public yang diadakan oleh masyarakat maupun negara, sudah ada upaya membumikan nomenklatur itu dalam terapannya di lapangan. Salah satu usul yang mencuat menguat adalah: Transformasi semua komisi negara yang terkait komunikasi dan digital menjadi “Komisi Komunikasi dan Digital Nasional” (KKDN)

Negara perlu melebur sekat-sekat regulasi yang selama ini terpisah antara “penyiaran” (udara) dan “informasi” (data). Lembaga baru ini harus memiliki mandat yang melampaui frekuensi radio dan TV, menjangkau hingga ke lapisan platform digital.

•Mandat Baru: Mengatur arus informasi di semua medium yang memiliki dampak massal, baik itu TV kabel, layanan streaming (OTT), hingga media sosial.

•Independensi: Harus bersifat independen dari kepentingan politik praktis namun memiliki taji eksekutif untuk memberikan sanksi administratif kepada platform global yang melanggar norma publik.

Kesimpulan:

Media sosial adalah kedaulatan baru. Membiarkannya tanpa regulasi yang cerdas adalah bentuk pengabaian negara terhadap masa depan kognitif rakyatnya. Kita butuh wasit yang tegas, bukan sekadar tukang sapu setelah kekacauan terjadi. Dan yang utama, yang harus jadi sasaran pokok regulasi adalah “pemilik-pemodal” platform, dalam rangka (justru) melindungi warga pengguna.

Adanya suara sinis bahwa ini pengekangan kebebasan berekspresi, sesungguhnya masih premature dan janganlah ditiupkan secara menyeramkan atau jangan-jangan ini bagian dari orkestrasi sang pemilik algoritma yang cenderung ogah diatur-atur? [T]

Prambanan, 3/02/2026

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: media sosialnegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Next Post

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co