3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
February 3, 2026
in Esai
Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

MEDIA sosial hari ini bukan lagi sekadar “ruang curhat”, melainkan infrastruktur saraf bangsa. Ia adalah pedang bermata dua paling tajam dalam sejarah peradaban: di satu sisi mampu mengasuh edukasi publik secara masif, namun di sisi lain, ia adalah mesin perusak kohesi sosial yang bekerja dengan kecepatan cahaya.

Jika negara memilih bersikap lamban — apalagisekadar menjadi penonton atau hakim garis—maka kita sedang menyerahkan kedaulatan mental rakyat kepada algoritma komersial yang tidak mengenal etika, selain hanya mengenal engagement.

Bahaya Pembiaran = Anarki Informasi

Ketika peran negara lemah dalam mengatur media sosial, yang terjadi adalah disrupsi kebenaran. Publik dipaksa mengonsumsi informasi yang dipilah oleh algoritma berdasarkan preferensi emosional, bukan akurasi. Efeknya?

Polarisasi Ekstrem: Masyarakat terbelah dalam “ruang gemanya sendiri-sendiri”. Mereka hanya terpapar oleh apa yang mereka inginkan saja (entah itu ideologi, selera, idola dan sebagainya). Kohesivitas sosial menjadi tersekat-sekat melahirkan cikal bakal separatisme yang merasuk bukan pada ideologi politik semata tetapi pada psikologis sosial berujung kuat-kuatan pembenaran, bukan berujung pada kebenaran.

Erosi Edukasi: Konten sampah yang viral mengalahkan konten edukatif yang substansif.

Ancaman Kedaulatan: Opini publik bisa disetir oleh aktor asing atau kepentingan pemilik modal tanpa filter pelindung. Kalaupun ada hanya

 

Transformasi Kehadiran Negara: Sebuah Usulan

Kita tidak butuh negara yang represif (pembungkaman), tapi negara yang hadir secara fungsional. Lembaga-lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Informasi (KI) tidak boleh gagap menghadapi konvergensi media seperti yang telah niscaya terjadi saat ini. Prinsip dasar dalam hal ini adalah bahwa setiap informasi yang disebarkan dengan memakai wahana siar ruang publik (teresterial, frekuensi, broadband, dstnya!), adalah menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola tunggal “kekayaan negara”.

Berikut adalah bentuk kehadiran negara yang menurut saya, sudah mendesak:

1. Amalgamasi Regu Penjaga (Lembaga Super Konvergensi):

Mungkin sudah saatnya KPI, KI, dan Dewan Pers berkolaborasi atau dilebur (?) ke dalam satu otoritas yang memiliki taji regulasi di ranah digital. Jangan sampai media televisi diatur ketat, sementara media sosial dibiarkan menjadi “Wild West” tanpa pengawasan konten.

2. Audit Algoritma Publik:

Negara harus memiliki wewenang untuk memastikan algoritma platform global untuk tidak memprioritaskan hoaks demi keuntungan materi. Platform harus transparan mengenai bagaimana sebuah informasi didistribusikan kepada rakyat Indonesia. Negarta-negara Uni Eropa bisa dijadikan referensi bagaimana negara bisa menjatuhkan sanksi (denda hingga cabut izin) kepada pihak platform, tidak sibuk mensanksi warga pengguna saja.

3. Literasi Digital sebagai Kurikulum Nasional:

Kehadiran negara bukan hanya soal membatasi, tapi justru memperkuat daya tahan internal warga. Negara harus membiayai gerakan literasi digital yang agresif, agar publik mampu membedakan antara fakta, opini, dan manipulasi.

4. Kedaulatan Data dan Konten Lokal:

Negara harus memberi insentif pada konten edukatif lokal agar mampu bersaing dengan gempuran konten asing yang seringkali tidak relevan dengan nilai kebangsaan kita.

Melebur Sekat Regulasi

Penggabungan fungsi lembaga seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan KI (Komisi Informasi) bukan sekadar persoalan efisiensi birokrasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan Konvergensi Media.

Penguatan peran negara melalui lembaga super-regulator seperti ini juga didasari nama Kementerian urusan lalu lintas informasi menjadi: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Secara nomenklatur sudah jelas menunjukkan riwayat transformasi dari nomenklatur Penerangan, Informasi, hingga komunikasi digital.

Dari sekian banyak diskusi public yang diadakan oleh masyarakat maupun negara, sudah ada upaya membumikan nomenklatur itu dalam terapannya di lapangan. Salah satu usul yang mencuat menguat adalah: Transformasi semua komisi negara yang terkait komunikasi dan digital menjadi “Komisi Komunikasi dan Digital Nasional” (KKDN)

Negara perlu melebur sekat-sekat regulasi yang selama ini terpisah antara “penyiaran” (udara) dan “informasi” (data). Lembaga baru ini harus memiliki mandat yang melampaui frekuensi radio dan TV, menjangkau hingga ke lapisan platform digital.

•Mandat Baru: Mengatur arus informasi di semua medium yang memiliki dampak massal, baik itu TV kabel, layanan streaming (OTT), hingga media sosial.

•Independensi: Harus bersifat independen dari kepentingan politik praktis namun memiliki taji eksekutif untuk memberikan sanksi administratif kepada platform global yang melanggar norma publik.

Kesimpulan:

Media sosial adalah kedaulatan baru. Membiarkannya tanpa regulasi yang cerdas adalah bentuk pengabaian negara terhadap masa depan kognitif rakyatnya. Kita butuh wasit yang tegas, bukan sekadar tukang sapu setelah kekacauan terjadi. Dan yang utama, yang harus jadi sasaran pokok regulasi adalah “pemilik-pemodal” platform, dalam rangka (justru) melindungi warga pengguna.

Adanya suara sinis bahwa ini pengekangan kebebasan berekspresi, sesungguhnya masih premature dan janganlah ditiupkan secara menyeramkan atau jangan-jangan ini bagian dari orkestrasi sang pemilik algoritma yang cenderung ogah diatur-atur? [T]

Prambanan, 3/02/2026

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: media sosialnegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Next Post

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co