4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
February 3, 2026
in Esai
Bahaya Medsos Tanpa Negara — Sebuah usulan

MEDIA sosial hari ini bukan lagi sekadar “ruang curhat”, melainkan infrastruktur saraf bangsa. Ia adalah pedang bermata dua paling tajam dalam sejarah peradaban: di satu sisi mampu mengasuh edukasi publik secara masif, namun di sisi lain, ia adalah mesin perusak kohesi sosial yang bekerja dengan kecepatan cahaya.

Jika negara memilih bersikap lamban — apalagisekadar menjadi penonton atau hakim garis—maka kita sedang menyerahkan kedaulatan mental rakyat kepada algoritma komersial yang tidak mengenal etika, selain hanya mengenal engagement.

Bahaya Pembiaran = Anarki Informasi

Ketika peran negara lemah dalam mengatur media sosial, yang terjadi adalah disrupsi kebenaran. Publik dipaksa mengonsumsi informasi yang dipilah oleh algoritma berdasarkan preferensi emosional, bukan akurasi. Efeknya?

Polarisasi Ekstrem: Masyarakat terbelah dalam “ruang gemanya sendiri-sendiri”. Mereka hanya terpapar oleh apa yang mereka inginkan saja (entah itu ideologi, selera, idola dan sebagainya). Kohesivitas sosial menjadi tersekat-sekat melahirkan cikal bakal separatisme yang merasuk bukan pada ideologi politik semata tetapi pada psikologis sosial berujung kuat-kuatan pembenaran, bukan berujung pada kebenaran.

Erosi Edukasi: Konten sampah yang viral mengalahkan konten edukatif yang substansif.

Ancaman Kedaulatan: Opini publik bisa disetir oleh aktor asing atau kepentingan pemilik modal tanpa filter pelindung. Kalaupun ada hanya

 

Transformasi Kehadiran Negara: Sebuah Usulan

Kita tidak butuh negara yang represif (pembungkaman), tapi negara yang hadir secara fungsional. Lembaga-lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Informasi (KI) tidak boleh gagap menghadapi konvergensi media seperti yang telah niscaya terjadi saat ini. Prinsip dasar dalam hal ini adalah bahwa setiap informasi yang disebarkan dengan memakai wahana siar ruang publik (teresterial, frekuensi, broadband, dstnya!), adalah menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola tunggal “kekayaan negara”.

Berikut adalah bentuk kehadiran negara yang menurut saya, sudah mendesak:

1. Amalgamasi Regu Penjaga (Lembaga Super Konvergensi):

Mungkin sudah saatnya KPI, KI, dan Dewan Pers berkolaborasi atau dilebur (?) ke dalam satu otoritas yang memiliki taji regulasi di ranah digital. Jangan sampai media televisi diatur ketat, sementara media sosial dibiarkan menjadi “Wild West” tanpa pengawasan konten.

2. Audit Algoritma Publik:

Negara harus memiliki wewenang untuk memastikan algoritma platform global untuk tidak memprioritaskan hoaks demi keuntungan materi. Platform harus transparan mengenai bagaimana sebuah informasi didistribusikan kepada rakyat Indonesia. Negarta-negara Uni Eropa bisa dijadikan referensi bagaimana negara bisa menjatuhkan sanksi (denda hingga cabut izin) kepada pihak platform, tidak sibuk mensanksi warga pengguna saja.

3. Literasi Digital sebagai Kurikulum Nasional:

Kehadiran negara bukan hanya soal membatasi, tapi justru memperkuat daya tahan internal warga. Negara harus membiayai gerakan literasi digital yang agresif, agar publik mampu membedakan antara fakta, opini, dan manipulasi.

4. Kedaulatan Data dan Konten Lokal:

Negara harus memberi insentif pada konten edukatif lokal agar mampu bersaing dengan gempuran konten asing yang seringkali tidak relevan dengan nilai kebangsaan kita.

Melebur Sekat Regulasi

Penggabungan fungsi lembaga seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan KI (Komisi Informasi) bukan sekadar persoalan efisiensi birokrasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan Konvergensi Media.

Penguatan peran negara melalui lembaga super-regulator seperti ini juga didasari nama Kementerian urusan lalu lintas informasi menjadi: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Secara nomenklatur sudah jelas menunjukkan riwayat transformasi dari nomenklatur Penerangan, Informasi, hingga komunikasi digital.

Dari sekian banyak diskusi public yang diadakan oleh masyarakat maupun negara, sudah ada upaya membumikan nomenklatur itu dalam terapannya di lapangan. Salah satu usul yang mencuat menguat adalah: Transformasi semua komisi negara yang terkait komunikasi dan digital menjadi “Komisi Komunikasi dan Digital Nasional” (KKDN)

Negara perlu melebur sekat-sekat regulasi yang selama ini terpisah antara “penyiaran” (udara) dan “informasi” (data). Lembaga baru ini harus memiliki mandat yang melampaui frekuensi radio dan TV, menjangkau hingga ke lapisan platform digital.

•Mandat Baru: Mengatur arus informasi di semua medium yang memiliki dampak massal, baik itu TV kabel, layanan streaming (OTT), hingga media sosial.

•Independensi: Harus bersifat independen dari kepentingan politik praktis namun memiliki taji eksekutif untuk memberikan sanksi administratif kepada platform global yang melanggar norma publik.

Kesimpulan:

Media sosial adalah kedaulatan baru. Membiarkannya tanpa regulasi yang cerdas adalah bentuk pengabaian negara terhadap masa depan kognitif rakyatnya. Kita butuh wasit yang tegas, bukan sekadar tukang sapu setelah kekacauan terjadi. Dan yang utama, yang harus jadi sasaran pokok regulasi adalah “pemilik-pemodal” platform, dalam rangka (justru) melindungi warga pengguna.

Adanya suara sinis bahwa ini pengekangan kebebasan berekspresi, sesungguhnya masih premature dan janganlah ditiupkan secara menyeramkan atau jangan-jangan ini bagian dari orkestrasi sang pemilik algoritma yang cenderung ogah diatur-atur? [T]

Prambanan, 3/02/2026

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: media sosialnegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Next Post

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

Etika Al-Ma’un dan Pendidikan Pembebasan: Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Dialektika Pendidikan Islam di Masa Kolonial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co