12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Perempuan yang Belajar Mencintai Pelan-pelan

Silvia Maharani Ikhsan by Silvia Maharani Ikhsan
January 31, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Perempuan yang Belajar Mencintai Pelan-pelan

Silvia Maharani

IBLIS BETINA DI DALAM CERMIN

seperti itu wajahku
tak lebih dari iblis betina
wadah dari segala rasa

terpancar dari wajahku :
cinta, benci, luka dan rindu
bercampur menjadi amarah yang jahat

kalian bisa melihatnya pada mataku
ada sedikit mimpi yang mencabik
seperti hendak memeluk luka dari rindu yang tak pernah tuntas

sekali memandang ke bintang yang berguguran
sekali pada rembulan yang pudar
sekali pada diri sendiri
yang selalu bertanya :
siapakah iblis betina ini?

Boyolali, 2026

PLASMA

zat ketiga yang lahir dari luka antara langit dan garam
kabut itu turun perlahan
menduduki ruang yang semula dihuni oleh arwah
bersamanya,
datang bisikan-bisikan dari waktu yang telah melepaskan tulangnya
aku berdiri disini
tubuhku diam
tetapi di dalam dadaku ada pintu yang terbuka satu persatu
seolah ada tamu-tamu tua yang kembali dari pengasingan mengendus bau masa silam dari liang kerongkonganku
mereka bukan arwah
bukan kenangan
mereka lebih tua dari keduanya
mereka adalah bentuk lain dari diriku yang telah lama mati
karena aku pernah menolak mendengarkan
ketika plasma datang
jiwa-jiwa yang dulu dipasung dalam penghakiman akan bangkit
mereka tak berkata
tapi dalam diamnya
kau akan merasa berguncang
lebih dalam dari gempa manapun
mereka menatapmu dari balik kabut
dengan mata yang pernah kau miliki waktu kau masih murni
dan bila kau berani memandang balik
kau tak akan tahu
siapa yang sesungguhnya sedang dilihat

mereka atau engkau yang telah lama hilang
tak ada penjelasan
tak ada permisi
yang ada hanyalah kembalinya mereka
yang pernah engkau buang demi menjadi waras
dan mungkin
itulah saat engkau benar-benar hidup untuk pertama kalinya
ketika kau biarkan yang telah mati
menumpang di perahu jiwamu
untuk satu pelayaran terakhir
tanpa arah
tanpa kompas
dan tanpa nama
“laut adalah ibu bagi segala rahasia, kabut adalah nafasnya, dan plasma adalah suara yang kau sembunyikan dalam tubuhmu sendiri.”

Boyolali, 2026

SALAM CINTA

kebahagiaanku ada di balik kelopak matamu
mari menyelesaikan segala itu
mengambil segenap kedua
kemenangan dan kekalahan manusia
dalam mengatasi kehadirannya
sedikit meninggalkan sesuatu
ialah cinta dan kumpulan puisi dalam nafas alam
dan pergulatan menentang dera
bercerita dari lembar ke lembar
menangkap segala kejadian dan peristiwa
menyanyi dalam segala lagu dan irama getar
dari hati demi hati
mengembalikan segala cahaya
yang tiba dari bintang, bulan dan mimpi
semacam pelangi melingkari alam
dalam susunan warna dan rasa
dan tercapailah satu pengenalan
tercapai satu pendekatan
seakan satu saudara sekandung
dengan segenap perasaan
salamku padamu
cintaku bersamamu selamanya

Boyolali 2026

JIWAKU PERGI

malam menyungkur bayangannya
menghanyutkan tubuh yang sudah tak kenal batas
di bawah langit yang berdenyut dengan sinar hitam
dimana batu-batu gurun
memanggil nama yang hilang
dimana waktu berhenti
menghadap cermin yang retak
dan naga-langit tertidur
dalam pikiran yang kosong
roh telah mengembara
terperangkap di sela-sela
pujangga angin yang berkelana
tak ada harapan untuk kembali
hanya sisa-sisa darah di dalam tanah merah
terbungkus kain berasap yang tak sempat terbakar
ia tak lagi mampu mengenali wajahnya
berkeliaran dalam jurang naya
yang tak meraba batas
meski bibir pernah mengucap doa
tapi tiap kata meluncur kekosongan
menemui jalan buntu
di ruang gelap tak terdefinisi
ia menunggu
menunggu sesuatu yang terlupakan
terlalu lama, sampai jejak kaki di pasir menjadi abu
dan tiba-tiba langit
meremukkan gigi-gigi bintang
menghadirkan kematian
dalam wujud padi rontok
berdebu di tangan yang tak lagi menggenggam harapan
sesuatu yang tak pernah diberitahu datang
seperti ombak yang menggulung
pulang ke lembah penghisaban
lalu ia bersandar pada pohon delima tua
dimana daunnya yang merah jatuh satu-satu
meninggalkan cahaya bayangan
yang kabur diantara rongga tubuh
jika nanti
jika kelak
nama ini terhapus oleh hujan
biarkan ia menghilang dalam bisu tanah yang tak bersuara
karena kematian adalah ruang
yang menelan seluruh cerita

Boyolali, 2026

KITA YANG TUMBUH DI ANTARA RETAKAN KOTA

aku mencintaimu
seperti trotoar mencintai langkah kaki yang letih
tak pernah dipeluk
hanya diinjak berkali-kali
namun tetap setia menahan arah
di dadamu
aku belajar bahwa cinta bukan perayaan
melainkan antrean panjang di depan loket harapan
orang-orang membawa luka
dan kita saling menyembunyikan tangis
agar tampak dewasa di hadapan dunia
malam menurunkan baliho wajah-wajah bahagia
iklan keluarga sempurna
sementara kita berdua
menyusup di gang sempit perasaan
mencuri waktu
membagi sunyi
seperti roti terakhir
kau bilang
cinta tak selalu punya rumah
kadang ia hanya berteduh
di bawah jembatan ingatan
menunggu seseorang yang berani tinggal
meski air pasang kenyataan terus datang
aku memelukmu
bukan sebagai kekasih semata
melainkan sebagai sesama manusia
yang pernah dipatahkan sistem
dilupakan doa-doa
dan dipaksa tersenyum demi kelangsungan hidup
jika suatu hari
kita tak lagi bersama
biarlah kota ini mengingat
bahwa pernah ada dua orang
yang saling mencintai
tanpa modal selain keberanian
dan kejujuran untuk tetap merasa
karena cinta
adalah satu-satunya kemewahan
yang masih bisa dimiliki
oleh mereka
yang tak punya apa-apa

Boyolali, 2026

KITA MENUNGGU DI TEPI YANG SAMA

kita jatuh cinta di antara berita-berita buruk
tentang harga yang naik dan doa yang tak sempat diucapkan
kau menyeduh kopi seolah sedang merawat luka kota
aku meminumnya perlahan agar tak ikut pahit
di luar, lampu-lampu jalan bekerja keras menipu gelap
sementara kita belajar mencintai tanpa janji
tanpa peta, tanpa jaminan hari esok
aku ingin memelukmu seperti hujan memeluk atap seng
berisik, namun jujur
tak menyembunyikan apa-apa
kadang kita lelah menjadi manusia
yang harus kuat di siang hari
dan pura-pura baik-baik saja di hadapan orang banyak
tapi malam tahu cinta kita bukan sekadar rasa
ia adalah perlawanan kecil terhadap sepi
terhadap dunia yang terlalu sering lupa cara mendengarkan
jika suatu saat kita harus berpisah arah
biarlah kenangan ini tinggal di sela-sela hidup orang lain
sebagai kabar baik, bahwa dua manusia
pernah saling memilih
meski segalanya serba terbatas
karena mencintaimu
adalah caraku tetap percaya
bahwa duniamasih bisa diselamatkan
oleh hal-hal sederhana

Boyolali, 2026

PEREMPUAN YANG BELAJAR MENCINTAI PELAN-PELAN

aku mencintaimu, dengan cara yang tidak riuh
seperti perempuan menyimpan rahasia di lipatan bajunya sendiri
setiap pagi aku menanak rindu
di dapur yang sempit
sementara dunia di luar terus meminta perempuan
agar kuat, agar sabar, agar tak banyak berharap
aku belajar mencintaimu tanpa suara
sebab terlalu sering,
perasaan perempuan dianggap berlebihan
atau tak perlu didengar
kau datang bukan sebagai penyelamat
melainkan sebagai jeda
tempat aku boleh lelah
tanpa harus menjelaskan apa pun
di pelukmu, aku tak perlu menjadi siapa-siapa
selain perempuan yang ingin dicintai
tanpa syarat, tanpa penghakiman
jika suatu hari aku memilih diam
jangan kira itu ketiadaan
itu hanya caraku merawat cinta
agar tidak habis dipakai dunia
aku mencintaimu seperti perempuan mencintai hidup
pelan
namun sepenuh hati
meski berkali-kali harus terluka

Boyolali, 2026

.

Penulis: Silvia Maharani Ikhsan
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

Next Post

Hujan, Payung, dan Sekuntum Mawar Berduri | Cerpen Khairul A. El Maliky

Silvia Maharani Ikhsan

Silvia Maharani Ikhsan

Lahir di Yogyakarta pada 4 September 1992. Penulis dan penyair yang menempatkan kata-kata sebagai cermin perasaan, sejarah, dan pengalaman hidup. Kini menetap di Karang gede, Boyolali, Jawa Tengah, Silvia aktif menulis puisi dan esai yang meresapi keseharian sekaligus menyentuh dimensi emosional pembacanya. Karya-karyanya mencakup antologi puisi dan kompilasi sastra, antara lain Kompilasi Jejak-jejak Sajak (2013) dan Kompilasi Pena Kartini (2013). Pada 2025, Silvia bersama Iwan Setiawan menerbitkan Kitab Puisi Melankolia, sebuah karya yang memadukan nuansa sufistik, melankolis, dan reflektif, menegaskan kepekaannya terhadap perasaan dan spiritualitas manusia

Related Posts

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Hujan, Payung, dan Sekuntum Mawar Berduri | Cerpen Khairul A. El Maliky

Hujan, Payung, dan Sekuntum Mawar Berduri | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co