3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR-LONTAR BESAKIH: TAWUR KESANGA PADA HARI TILEM

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 23, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2026

Bagaimana pelaksanaan Tawur dan Nyepi menurut Parhyangan Besakih dan Desa Adat Besakih?

Awig-awig Desa Adat Besakih secara jelas menyebutkan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem.

Berikut petikannya:

Pawos 38

(1) Satunggil ngewarsa rikalaning tilem sasih kesanga (9) kemargiyang caru tawur kesanga ngangge banteng makacihna pacang magpag rahina penyepian.
(2) Penyepian sane kemargian antuk kerama desa:
(Ha) Mati geni, tan kalugra ngendihang geni
(Na) Mati karya, tan kalugra ngambil seraja karya
(Ca) Mati lelungan, tan kalugra lunga ka margi agung utawi ka jaba desa
(Ra) Mati lelanguan, tan kalugra nyuarayang suaran gambelan maoneng onengan utawi sapanunggilannia.
(3) Berata penyepian inucap kemargian rahina ngawit saking semeng ngantos semeng benjange (matetenger suaran kulkul ring pura penataran agung).
(4) Riwus rahina nyepi (benjangne) maka cihna pengawit isaka warsa patut sowang-sowang warga kerama desa sami ngaksama utawi medharma sanhi.

LONTAR-LONTAR & PRASASTI BESAKIH

Isi dari Awig-awig Desa Adat Besakih yang menyatakan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem sesuai dengan berbagai lontar-lontar Besakih.

Berikut list lontar-lontar kesejarahan dan aturan ritual dll yang menjadi pedoman Pura Kahyangan Jagat Besakih*.

A. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH I (RPB I)

•⁠ ⁠Koleksi I Gusti Mangku Ngurah, Besakih
Manuskrip ini, tampaknya, sebelumnya disimpan di Merajan Selonding, Besakih. I Gusti Mangku Ngurah (I Gusti Mangku Kabayan), di rumahnya manuskrip ini sekarang disimpan untuk keamanan yang lebih besar, dengan ramah mengizinkan saya untuk mempelajari teks ini, pada hari yang tepat dan dengan persembahan yang sesuai. Saya tidak membuat transkripsi teks ini. Teks ini identik dengan manuskrip RPB I lainnya.

•⁠ ⁠Koleksi Padanda Gede Putra Telaga (Geria Gede, Banjarangkan)
Manuskrip ini (58 lembar) berisi teks Raja Purana BesakihI dan Raja Purana BesakihII.

•⁠ ⁠HKS.2590 –Raja Purana Pura Besakih
Lontar asli (28 lembar) dimiliki oleh I Gusti Agung Mas Putra, Lumintang, Denpasar. Transkripsi (18 halaman) oleh Sagung Putri, tertanggal 14 Oktober 1978.

•⁠ ⁠HKS. ? – – Pangandika ring Gunung Agung
Lontar asli (28 lembar) dalam koleksi I Dewa Wayan Pucangan, Jero Kanginan, Sidemen. Transkripsi Gusti Lanang Mantra, tertanggal 12 Mei 1979.

•⁠ ⁠Koleksi Grader, Perpustakaan Universitas, Leiden
Manuskrip ini, 36 halaman tulisan tangan di atas kertas bergaris, terdapat dalam map hijau bertanda “Archie£ Korn. NB.Prasasti Purana Pabantjangah Pura Besakih”. Pada saat penelitian saya, koleksi Grader belum dikatalogkan. Koleksi ini terdiri dari transkripsi yang telah dibagi menjadi pengantar dan 87 paragraf. Paragraf 1-82 berasal dari RPB I, paragraf 83-84 berasal dari RPB II (1.14-2.29: lih. ms.S), sedangkan paragraf 85-87 adalah memorandum tambahan yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain.

•⁠ ⁠Prasasti Bali 907 (Selat B)
Prasasti ini, yang disebut “Bhatara Ratu Putra”, disimpan di desa Selat, di mana ia memainkan peran penting dalam upacara 107 tahun desa tersebut (Goris 1969, khususnya hlm. 101, 110; Goris 1954: I.46). Prasasti ini bertanggal Saka 1393. Teksnya sangat mirip dengan bagian dari RPI (5.20-7.25), dengan sedikit tambahan. Dalam transkripsi yang dibuat untuk Ketut Ginarsa, prasasti ini secara keliru disebut Prasasti Pura Pasar Agung.

•⁠ ⁠ Korn Col1.253/7
Manuskrip ini mencakup teks RPB I dalam aksara Bali di sisi kiri halaman, dan terjemahan ‘Melayu’ dalam aksara Latin di sisi kanan. Manuskrip diakhiri dengan kolofon singkat yang menyatakan bahwa transkripsi dan terjemahan adalah karya Gusti Putu Jiwa, pada saat itu (sekitar tahun 1922) kanca (juru tulis) pertama di Raad Kerta di Klungkung. Ia juga memberikan ringkasan tentang pentingnya Pura Besakih menurut sang [Ida Padanda] Gde Pidada, seorang anggota Raad Kerta. Manuskrip ini mungkin disiapkan untuk V.E.Korn, yang koleksinya kini berada di dalamnya lagi setelah berada dalam kepemilikan sementara C.Grader selama bertahun-tahun (Grader 1970:76).

•⁠ ⁠Museum Nasional No.958b — Prasasti Gunung Agung
Sumber ms. tidak dikenal. Dikutip dalam Jaarboek KBG 1933:346. Transkripsi diterbitkan oleh Hadisutjipto (1975).

•⁠ ⁠K.385 — Purana Kahyangan Besakih
Disalin dari buku (60 halaman) asli milik Puri Gobraja, Singaraja. Transkripsi karya I Gde Suparna (21 halaman). Dikutip dalam katalog Gedong Kirtya sekitar tahun 1935.

•⁠ ⁠K.1341 — Rajapurana Pura Besakih
Disalin dari buku catatan aslinya milik C.Grader, Controleur di Singaraja. Ringkasan dalam Goris 1937. Transkripsi oleh I K. Windia (28 lembar, 21 halaman), tertanggal 4 Oktober 1977.

•⁠ ⁠Anandakusuma 1978 — Raja Purana Pura Besakih
Buku kecil berstempel yang diterbitkan oleh Satya Hindu Dharma, Klungkung, 1978 (28 halaman). Sumber teks tidak disebutkan. Editor membagi teks menjadi 20 bagian, bagian terakhir tidak ditemukan dalam manuskrip RPB lainnya, tetapi dikenal dalam teks dari Besakih (HKS.3828, SF-Bes.3).

B. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH II (RPB II)

•⁠ ⁠Raja Purana Besakih Ki Kabayan Basukih, aparab Ki Tonjaha (Catatan: Referensi ke teks adalah ke halaman dan baris manuskrip Q)

•⁠ ⁠(P) K.153 – – Rajapurana
Lontar asli (24 lembar) dalam koleksi Ida Made Bukian, Sanur, Badung. Transkripsi (21 halaman) oleh I Mangku Resi Kadjeng, tertanggal 16 Agustus 1948. Manuskrip ini berisi dua karya terpisah, yang pertama (lembar 1-15b), yang kedua (lembar 15b-24b) berisi Purana Tatwa Gagaduhan’ sesuai dengan kata-kata terakhirnya. Namun, teks yang terakhir ini tidak terlepas dari Besakih; teks ini juga membahas berbagai hal lainnya.

•⁠ ⁠(Q) L.Or. 13.607 – – Rajapurana
Dikatakan berasal dari lontar asli (24 lembar) dalam koleksi I Gusti Bagus Kuta, Jero Celuk Negara, Amlapura. Transkripsi (15 halaman) oleh I Gusti Ngurah Rai. Teks ini identik dengan K. 1531, bahkan hingga pemisah antar lembar. Ada kemungkinan transkripsi tersebut disalin dari K.l531.

(•⁠ ⁠R) K.955 – – Babad Pasek Gelgel
Manuskrip asli berada dalam koleksi Anak Agung Putu Djlantik, raja Buleleng. Manuskrip dimulai dengan teks Babad Pasek Gelgel (lembar lb-19a), dilanjutkan dengan teks RPB II (19b-41b) yang berisi beberapa bagian tambahan (36b-39a), beberapa bagian dari RPB I (41b-45a = RPB I 2.23-5.19), dan diakhiri dengan bagian yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain (45a-53a).

*Silahkan lebih terinci tentang Parahyangan Besakih bisa dibaca disertasi David J. Stuart-Fox yang telah disidangkan tahun 1987 untuk gelar Doctor of Philosophy di The Australian National University, disertasinya berjudul: PURA BESAKIH, A Study of Balinese Religion and Society.

Tags: besakihHari Raya Nyepilontarsastra balitilem kasanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sandal Sebelah dan Sebilah Pisau | Cerpen Yuditeha

Next Post

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co