12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR-LONTAR BESAKIH: TAWUR KESANGA PADA HARI TILEM

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 23, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2026

Bagaimana pelaksanaan Tawur dan Nyepi menurut Parhyangan Besakih dan Desa Adat Besakih?

Awig-awig Desa Adat Besakih secara jelas menyebutkan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem.

Berikut petikannya:

Pawos 38

(1) Satunggil ngewarsa rikalaning tilem sasih kesanga (9) kemargiyang caru tawur kesanga ngangge banteng makacihna pacang magpag rahina penyepian.
(2) Penyepian sane kemargian antuk kerama desa:
(Ha) Mati geni, tan kalugra ngendihang geni
(Na) Mati karya, tan kalugra ngambil seraja karya
(Ca) Mati lelungan, tan kalugra lunga ka margi agung utawi ka jaba desa
(Ra) Mati lelanguan, tan kalugra nyuarayang suaran gambelan maoneng onengan utawi sapanunggilannia.
(3) Berata penyepian inucap kemargian rahina ngawit saking semeng ngantos semeng benjange (matetenger suaran kulkul ring pura penataran agung).
(4) Riwus rahina nyepi (benjangne) maka cihna pengawit isaka warsa patut sowang-sowang warga kerama desa sami ngaksama utawi medharma sanhi.

LONTAR-LONTAR & PRASASTI BESAKIH

Isi dari Awig-awig Desa Adat Besakih yang menyatakan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem sesuai dengan berbagai lontar-lontar Besakih.

Berikut list lontar-lontar kesejarahan dan aturan ritual dll yang menjadi pedoman Pura Kahyangan Jagat Besakih*.

A. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH I (RPB I)

•⁠ ⁠Koleksi I Gusti Mangku Ngurah, Besakih
Manuskrip ini, tampaknya, sebelumnya disimpan di Merajan Selonding, Besakih. I Gusti Mangku Ngurah (I Gusti Mangku Kabayan), di rumahnya manuskrip ini sekarang disimpan untuk keamanan yang lebih besar, dengan ramah mengizinkan saya untuk mempelajari teks ini, pada hari yang tepat dan dengan persembahan yang sesuai. Saya tidak membuat transkripsi teks ini. Teks ini identik dengan manuskrip RPB I lainnya.

•⁠ ⁠Koleksi Padanda Gede Putra Telaga (Geria Gede, Banjarangkan)
Manuskrip ini (58 lembar) berisi teks Raja Purana BesakihI dan Raja Purana BesakihII.

•⁠ ⁠HKS.2590 –Raja Purana Pura Besakih
Lontar asli (28 lembar) dimiliki oleh I Gusti Agung Mas Putra, Lumintang, Denpasar. Transkripsi (18 halaman) oleh Sagung Putri, tertanggal 14 Oktober 1978.

•⁠ ⁠HKS. ? – – Pangandika ring Gunung Agung
Lontar asli (28 lembar) dalam koleksi I Dewa Wayan Pucangan, Jero Kanginan, Sidemen. Transkripsi Gusti Lanang Mantra, tertanggal 12 Mei 1979.

•⁠ ⁠Koleksi Grader, Perpustakaan Universitas, Leiden
Manuskrip ini, 36 halaman tulisan tangan di atas kertas bergaris, terdapat dalam map hijau bertanda “Archie£ Korn. NB.Prasasti Purana Pabantjangah Pura Besakih”. Pada saat penelitian saya, koleksi Grader belum dikatalogkan. Koleksi ini terdiri dari transkripsi yang telah dibagi menjadi pengantar dan 87 paragraf. Paragraf 1-82 berasal dari RPB I, paragraf 83-84 berasal dari RPB II (1.14-2.29: lih. ms.S), sedangkan paragraf 85-87 adalah memorandum tambahan yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain.

•⁠ ⁠Prasasti Bali 907 (Selat B)
Prasasti ini, yang disebut “Bhatara Ratu Putra”, disimpan di desa Selat, di mana ia memainkan peran penting dalam upacara 107 tahun desa tersebut (Goris 1969, khususnya hlm. 101, 110; Goris 1954: I.46). Prasasti ini bertanggal Saka 1393. Teksnya sangat mirip dengan bagian dari RPI (5.20-7.25), dengan sedikit tambahan. Dalam transkripsi yang dibuat untuk Ketut Ginarsa, prasasti ini secara keliru disebut Prasasti Pura Pasar Agung.

•⁠ ⁠ Korn Col1.253/7
Manuskrip ini mencakup teks RPB I dalam aksara Bali di sisi kiri halaman, dan terjemahan ‘Melayu’ dalam aksara Latin di sisi kanan. Manuskrip diakhiri dengan kolofon singkat yang menyatakan bahwa transkripsi dan terjemahan adalah karya Gusti Putu Jiwa, pada saat itu (sekitar tahun 1922) kanca (juru tulis) pertama di Raad Kerta di Klungkung. Ia juga memberikan ringkasan tentang pentingnya Pura Besakih menurut sang [Ida Padanda] Gde Pidada, seorang anggota Raad Kerta. Manuskrip ini mungkin disiapkan untuk V.E.Korn, yang koleksinya kini berada di dalamnya lagi setelah berada dalam kepemilikan sementara C.Grader selama bertahun-tahun (Grader 1970:76).

•⁠ ⁠Museum Nasional No.958b — Prasasti Gunung Agung
Sumber ms. tidak dikenal. Dikutip dalam Jaarboek KBG 1933:346. Transkripsi diterbitkan oleh Hadisutjipto (1975).

•⁠ ⁠K.385 — Purana Kahyangan Besakih
Disalin dari buku (60 halaman) asli milik Puri Gobraja, Singaraja. Transkripsi karya I Gde Suparna (21 halaman). Dikutip dalam katalog Gedong Kirtya sekitar tahun 1935.

•⁠ ⁠K.1341 — Rajapurana Pura Besakih
Disalin dari buku catatan aslinya milik C.Grader, Controleur di Singaraja. Ringkasan dalam Goris 1937. Transkripsi oleh I K. Windia (28 lembar, 21 halaman), tertanggal 4 Oktober 1977.

•⁠ ⁠Anandakusuma 1978 — Raja Purana Pura Besakih
Buku kecil berstempel yang diterbitkan oleh Satya Hindu Dharma, Klungkung, 1978 (28 halaman). Sumber teks tidak disebutkan. Editor membagi teks menjadi 20 bagian, bagian terakhir tidak ditemukan dalam manuskrip RPB lainnya, tetapi dikenal dalam teks dari Besakih (HKS.3828, SF-Bes.3).

B. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH II (RPB II)

•⁠ ⁠Raja Purana Besakih Ki Kabayan Basukih, aparab Ki Tonjaha (Catatan: Referensi ke teks adalah ke halaman dan baris manuskrip Q)

•⁠ ⁠(P) K.153 – – Rajapurana
Lontar asli (24 lembar) dalam koleksi Ida Made Bukian, Sanur, Badung. Transkripsi (21 halaman) oleh I Mangku Resi Kadjeng, tertanggal 16 Agustus 1948. Manuskrip ini berisi dua karya terpisah, yang pertama (lembar 1-15b), yang kedua (lembar 15b-24b) berisi Purana Tatwa Gagaduhan’ sesuai dengan kata-kata terakhirnya. Namun, teks yang terakhir ini tidak terlepas dari Besakih; teks ini juga membahas berbagai hal lainnya.

•⁠ ⁠(Q) L.Or. 13.607 – – Rajapurana
Dikatakan berasal dari lontar asli (24 lembar) dalam koleksi I Gusti Bagus Kuta, Jero Celuk Negara, Amlapura. Transkripsi (15 halaman) oleh I Gusti Ngurah Rai. Teks ini identik dengan K. 1531, bahkan hingga pemisah antar lembar. Ada kemungkinan transkripsi tersebut disalin dari K.l531.

(•⁠ ⁠R) K.955 – – Babad Pasek Gelgel
Manuskrip asli berada dalam koleksi Anak Agung Putu Djlantik, raja Buleleng. Manuskrip dimulai dengan teks Babad Pasek Gelgel (lembar lb-19a), dilanjutkan dengan teks RPB II (19b-41b) yang berisi beberapa bagian tambahan (36b-39a), beberapa bagian dari RPB I (41b-45a = RPB I 2.23-5.19), dan diakhiri dengan bagian yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain (45a-53a).

*Silahkan lebih terinci tentang Parahyangan Besakih bisa dibaca disertasi David J. Stuart-Fox yang telah disidangkan tahun 1987 untuk gelar Doctor of Philosophy di The Australian National University, disertasinya berjudul: PURA BESAKIH, A Study of Balinese Religion and Society.

Tags: besakihHari Raya Nyepilontarsastra balitilem kasanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sandal Sebelah dan Sebilah Pisau | Cerpen Yuditeha

Next Post

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co