2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR-LONTAR BESAKIH: TAWUR KESANGA PADA HARI TILEM

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 23, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Januari 2026

Bagaimana pelaksanaan Tawur dan Nyepi menurut Parhyangan Besakih dan Desa Adat Besakih?

Awig-awig Desa Adat Besakih secara jelas menyebutkan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem.

Berikut petikannya:

Pawos 38

(1) Satunggil ngewarsa rikalaning tilem sasih kesanga (9) kemargiyang caru tawur kesanga ngangge banteng makacihna pacang magpag rahina penyepian.
(2) Penyepian sane kemargian antuk kerama desa:
(Ha) Mati geni, tan kalugra ngendihang geni
(Na) Mati karya, tan kalugra ngambil seraja karya
(Ca) Mati lelungan, tan kalugra lunga ka margi agung utawi ka jaba desa
(Ra) Mati lelanguan, tan kalugra nyuarayang suaran gambelan maoneng onengan utawi sapanunggilannia.
(3) Berata penyepian inucap kemargian rahina ngawit saking semeng ngantos semeng benjange (matetenger suaran kulkul ring pura penataran agung).
(4) Riwus rahina nyepi (benjangne) maka cihna pengawit isaka warsa patut sowang-sowang warga kerama desa sami ngaksama utawi medharma sanhi.

LONTAR-LONTAR & PRASASTI BESAKIH

Isi dari Awig-awig Desa Adat Besakih yang menyatakan Caru Tawur Kesanga dilaksanakan pada hari Tilem sesuai dengan berbagai lontar-lontar Besakih.

Berikut list lontar-lontar kesejarahan dan aturan ritual dll yang menjadi pedoman Pura Kahyangan Jagat Besakih*.

A. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH I (RPB I)

•⁠ ⁠Koleksi I Gusti Mangku Ngurah, Besakih
Manuskrip ini, tampaknya, sebelumnya disimpan di Merajan Selonding, Besakih. I Gusti Mangku Ngurah (I Gusti Mangku Kabayan), di rumahnya manuskrip ini sekarang disimpan untuk keamanan yang lebih besar, dengan ramah mengizinkan saya untuk mempelajari teks ini, pada hari yang tepat dan dengan persembahan yang sesuai. Saya tidak membuat transkripsi teks ini. Teks ini identik dengan manuskrip RPB I lainnya.

•⁠ ⁠Koleksi Padanda Gede Putra Telaga (Geria Gede, Banjarangkan)
Manuskrip ini (58 lembar) berisi teks Raja Purana BesakihI dan Raja Purana BesakihII.

•⁠ ⁠HKS.2590 –Raja Purana Pura Besakih
Lontar asli (28 lembar) dimiliki oleh I Gusti Agung Mas Putra, Lumintang, Denpasar. Transkripsi (18 halaman) oleh Sagung Putri, tertanggal 14 Oktober 1978.

•⁠ ⁠HKS. ? – – Pangandika ring Gunung Agung
Lontar asli (28 lembar) dalam koleksi I Dewa Wayan Pucangan, Jero Kanginan, Sidemen. Transkripsi Gusti Lanang Mantra, tertanggal 12 Mei 1979.

•⁠ ⁠Koleksi Grader, Perpustakaan Universitas, Leiden
Manuskrip ini, 36 halaman tulisan tangan di atas kertas bergaris, terdapat dalam map hijau bertanda “Archie£ Korn. NB.Prasasti Purana Pabantjangah Pura Besakih”. Pada saat penelitian saya, koleksi Grader belum dikatalogkan. Koleksi ini terdiri dari transkripsi yang telah dibagi menjadi pengantar dan 87 paragraf. Paragraf 1-82 berasal dari RPB I, paragraf 83-84 berasal dari RPB II (1.14-2.29: lih. ms.S), sedangkan paragraf 85-87 adalah memorandum tambahan yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain.

•⁠ ⁠Prasasti Bali 907 (Selat B)
Prasasti ini, yang disebut “Bhatara Ratu Putra”, disimpan di desa Selat, di mana ia memainkan peran penting dalam upacara 107 tahun desa tersebut (Goris 1969, khususnya hlm. 101, 110; Goris 1954: I.46). Prasasti ini bertanggal Saka 1393. Teksnya sangat mirip dengan bagian dari RPI (5.20-7.25), dengan sedikit tambahan. Dalam transkripsi yang dibuat untuk Ketut Ginarsa, prasasti ini secara keliru disebut Prasasti Pura Pasar Agung.

•⁠ ⁠ Korn Col1.253/7
Manuskrip ini mencakup teks RPB I dalam aksara Bali di sisi kiri halaman, dan terjemahan ‘Melayu’ dalam aksara Latin di sisi kanan. Manuskrip diakhiri dengan kolofon singkat yang menyatakan bahwa transkripsi dan terjemahan adalah karya Gusti Putu Jiwa, pada saat itu (sekitar tahun 1922) kanca (juru tulis) pertama di Raad Kerta di Klungkung. Ia juga memberikan ringkasan tentang pentingnya Pura Besakih menurut sang [Ida Padanda] Gde Pidada, seorang anggota Raad Kerta. Manuskrip ini mungkin disiapkan untuk V.E.Korn, yang koleksinya kini berada di dalamnya lagi setelah berada dalam kepemilikan sementara C.Grader selama bertahun-tahun (Grader 1970:76).

•⁠ ⁠Museum Nasional No.958b — Prasasti Gunung Agung
Sumber ms. tidak dikenal. Dikutip dalam Jaarboek KBG 1933:346. Transkripsi diterbitkan oleh Hadisutjipto (1975).

•⁠ ⁠K.385 — Purana Kahyangan Besakih
Disalin dari buku (60 halaman) asli milik Puri Gobraja, Singaraja. Transkripsi karya I Gde Suparna (21 halaman). Dikutip dalam katalog Gedong Kirtya sekitar tahun 1935.

•⁠ ⁠K.1341 — Rajapurana Pura Besakih
Disalin dari buku catatan aslinya milik C.Grader, Controleur di Singaraja. Ringkasan dalam Goris 1937. Transkripsi oleh I K. Windia (28 lembar, 21 halaman), tertanggal 4 Oktober 1977.

•⁠ ⁠Anandakusuma 1978 — Raja Purana Pura Besakih
Buku kecil berstempel yang diterbitkan oleh Satya Hindu Dharma, Klungkung, 1978 (28 halaman). Sumber teks tidak disebutkan. Editor membagi teks menjadi 20 bagian, bagian terakhir tidak ditemukan dalam manuskrip RPB lainnya, tetapi dikenal dalam teks dari Besakih (HKS.3828, SF-Bes.3).

B. KELOMPOK RAJA PURAN BESAKIH II (RPB II)

•⁠ ⁠Raja Purana Besakih Ki Kabayan Basukih, aparab Ki Tonjaha (Catatan: Referensi ke teks adalah ke halaman dan baris manuskrip Q)

•⁠ ⁠(P) K.153 – – Rajapurana
Lontar asli (24 lembar) dalam koleksi Ida Made Bukian, Sanur, Badung. Transkripsi (21 halaman) oleh I Mangku Resi Kadjeng, tertanggal 16 Agustus 1948. Manuskrip ini berisi dua karya terpisah, yang pertama (lembar 1-15b), yang kedua (lembar 15b-24b) berisi Purana Tatwa Gagaduhan’ sesuai dengan kata-kata terakhirnya. Namun, teks yang terakhir ini tidak terlepas dari Besakih; teks ini juga membahas berbagai hal lainnya.

•⁠ ⁠(Q) L.Or. 13.607 – – Rajapurana
Dikatakan berasal dari lontar asli (24 lembar) dalam koleksi I Gusti Bagus Kuta, Jero Celuk Negara, Amlapura. Transkripsi (15 halaman) oleh I Gusti Ngurah Rai. Teks ini identik dengan K. 1531, bahkan hingga pemisah antar lembar. Ada kemungkinan transkripsi tersebut disalin dari K.l531.

(•⁠ ⁠R) K.955 – – Babad Pasek Gelgel
Manuskrip asli berada dalam koleksi Anak Agung Putu Djlantik, raja Buleleng. Manuskrip dimulai dengan teks Babad Pasek Gelgel (lembar lb-19a), dilanjutkan dengan teks RPB II (19b-41b) yang berisi beberapa bagian tambahan (36b-39a), beberapa bagian dari RPB I (41b-45a = RPB I 2.23-5.19), dan diakhiri dengan bagian yang tidak ditemukan dalam manuskrip lain (45a-53a).

*Silahkan lebih terinci tentang Parahyangan Besakih bisa dibaca disertasi David J. Stuart-Fox yang telah disidangkan tahun 1987 untuk gelar Doctor of Philosophy di The Australian National University, disertasinya berjudul: PURA BESAKIH, A Study of Balinese Religion and Society.

Tags: besakihHari Raya Nyepilontarsastra balitilem kasanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sandal Sebelah dan Sebilah Pisau | Cerpen Yuditeha

Next Post

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co