2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Remaja Kota Denpasar Adu Suara di Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025: Keberanian dan Kepercayaan Diri

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
in Panggung
Ketika Remaja Kota Denpasar Adu Suara di Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025: Keberanian dan Kepercayaan Diri

Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025│Foto: Dok. Forkom Denpasar

IRINGAN musik mulai diputar, lalu suara seorang remaja mengalun dari panggung. Riuh percakapan perlahan mereda. Penonton diam, juri menajamkan perhatian, dan sorot lampu tertuju pada satu peserta yang bernyanyi di atas panggung. Dalam beberapa menit penampilan, yang dipertaruhkan bukan hanya ketepatan nada, tetapi juga keberanian untuk tampil dan menyampaikan perasaan lewat suara. Suasana seperti inilah yang berulang dari satu peserta ke peserta lainnya sepanjang Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025, yang digelar di Graha Yowana Suci, Denpasar, Minggu, 21 Desember 2025.

Lomba tersebut tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perhelatan FORKOM Festival (FORFEST) 2025. Festival ini sendiri dirancang sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan unjuk karya bagi siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Denpasar. Melalui FORFEST 2025, kompetisi tidak berdiri sendiri sebagai tujuan akhir, melainkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk saling mengenal, berinteraksi, dan tumbuh bersama. Di panggung lomba vokal solo, semangat itu terasa jelas. Setiap peserta datang membawa latar belakang, karakter, dan cerita yang berbeda, namun bertemu dalam satu ruang yang sama.

FORFEST 2025 mengusung tema “Greenlight to the Future: Empowering Youth in Harmony”. Tema ini menjadi benang merah seluruh rangkaian acara, termasuk lomba vokal solo. Festival ini dimaknai sebagai ruang bagi generasi muda untuk melahirkan ide-ide baru, mengembangkan potensi diri, dan berkarya secara positif. Nilai kebersamaan dan solidaritas menjadi landasan utama, sejalan dengan spirit Kota Denpasar, “Vasudhaiva Kutumbakam”.

Lomba vokal solo sendiri terbuka untuk remaja berusia 13 hingga 18 tahun dan diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah di Kota Denpasar. Sejak penampilan pertama, atmosfer kompetisi terasa hangat dan inklusif. Lagu-lagu dibawakan dengan pendekatan yang beragam. Ada peserta yang tampil penuh penghayatan, ada pula yang menonjolkan kekuatan teknik dan kontrol suara. Perbedaan itu justru memperkaya suasana lomba, menjadikan setiap penampilan memiliki daya tarik tersendiri.

Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Di dalam ruangan, suasana lomba terasa hidup dan intim. Penonton yang hadir datang dari beragam latar belakang. Orang tua tampak duduk dengan raut tegang sekaligus bangga, guru-guru menyimak dengan serius, sementara para remaja hadir sebagai supporter bagi teman sekolah mereka yang berlomba. Tepuk tangan mengalir setiap kali satu penampilan berakhir, diselingi sorakan dan isyarat dukungan dari bangku penonton. Beberapa penonton terlihat sibuk merekam momen dengan gawai, berusaha mengabadikan detik-detik penting saat peserta tampil di atas panggung.

Sebanyak 12 peserta mengikuti Lomba Vokal Solo FORFEST 2025 ini. Setiap peserta membawakan dua lagu, terdiri atas satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang harus dibawakan seluruh peserta adalah Cinta Luar Biasa milik Andmesh Kamaleng. Sementara untuk lagu pilihan, peserta bebas memilih satu di antara beberapa judul, yakni Lesung Pipi dari Raim Laode, Love milik Keyshia Cole, Pesan Terakhir karya Lyodra, atau Talking to the Moon dari Bruno Mars. Perbedaan pilihan lagu tersebut memberi warna tersendiri pada setiap penampilan, sekaligus menunjukkan karakter dan kekuatan vokal masing-masing peserta.

Di belakang layar, FORFEST 2025 tidak hadir secara instan, persiapan telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan. Ketut Rima Redita Pakris, yang akrab disapa Rima selaku Ketua Panitia, mengaku lega sekaligus bangga melihat seluruh rangkaian acara dapat terlaksana.

“Empat bulan yang lalu kami sudah mulai merancang acara ini. Rasanya lega dan bangga karena akhirnya bisa terwujud sesuai rencana,” ujar Rima.

Rima menuturkan, sejak awal FORFEST dirancang sebagai wadah untuk menunjukkan bakat di bidang non-akademik. Namun lebih dari itu, ia berharap festival ini dapat menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda. “Goals kami adalah menjadikan FORFEST sebagai tempat generasi muda bisa menunjukkan bakat, berinteraksi, dan menjalin pertemanan,” katanya. Menurut Rima, dukungan pembina, sekolah-sekolah di Denpasar, para juri, sponsor, dan peserta menjadi faktor penting yang membuat tujuan tersebut dapat tercapai.

Kendati demikian, perjalanan menuju hari pelaksanaan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Rima mengakui terdapat berbagai kendala, mulai dari miskomunikasi, peserta mendadak berhalangan hadir, hingga pengaturan waktu sempat tidak sesuai dengan susunan acara. Namun tantangan tersebut tidak sampai menghambat jalannya acara. “Saya bangga dengan rekan-rekan panitia karena bisa mengatasi masalah dengan tenang dan mau berdiskusi. Kendala itu justru menjadi evaluasi dan pengalaman berharga untuk kami ke depan,” ujarnya.

Para juara bersama dewan juri│Foto: Dok. Forkom Denpasar

Di tengah dinamika lomba, satu per satu peserta naik ke panggung membawa cerita masing-masing. Salah satunya adalah Ni Made Dovita Upadhani. Siswi berusia 18 tahun dari SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar ini tampil dengan penuh keyakinan. Di balik penampilannya, terdapat proses persiapan yang tidak mudah. Saat lomba berlangsung, Dovita tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL), sehingga waktu latihannya sangat terbatas.

“Waktu lomba saya sedang PKL, jadi tidak dapat banyak waktu latihan,” kata Dovita. Ia hanya sempat berlatih satu kali di sekolah, sehari sebelum lomba digelar. Keesokan harinya, ia langsung tampil di panggung. Dengan keterbatasan tersebut, ia mengaku hanya mengandalkan kesiapan mental dan pengalaman yang dimiliki.

Untuk menjaga kondisi suara, Dovita melakukan persiapan sederhana. “Setiap lomba, saya selalu sedia permen strepsil warna biru supaya tenggorokan lebih sejuk. Pengganti kencur, hahaha,” katanya sambil tertawa ringan. Cara sederhana itu membantunya tampil lebih nyaman dan percaya diri. Tak disangka, usaha tersebut berbuah hasil. Dovita berhasil menempati posisi sebagai Juara 2.

Hari itu, Juara 1 Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025 berhasil diraih oleh Nithi Warsiki Prajawati dari SMP Dwijendra. Penampilannya dinilai paling menonjol oleh dewan juri dari segi teknik vokal dan penghayatan lagu. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Ni Made Dovita Upadhani dari SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, dan Juara 3 diraih oleh Luh Eka Juni Antari dari SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Ketiga peserta tersebut menjadi pemenang setelah melalui seluruh tahapan penilaian yang ditetapkan panitia dan juri lomba.

Pada akhirnya, melalui lomba vokal solo ini, FORKOM Festival 2025 menegaskan perannya sebagai ruang penyaluran bakat non-akademik bagi pelajar di Kota Denpasar. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari berbagai sekolah, melibatkan orang tua dan guru sebagai pendamping yang memberi dukungan langsung. Lomba vokal solo pun menjadi salah satu bagian dari rangkaian FORFEST yang memperkuat fungsi Forum Komunikasi OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kota Denpasar sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan potensi generasi muda. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarlomba vocalRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Ruang yang Hilang, Masalah yang Datang

Next Post

Pisang, Adat dan Budaya Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Pisang, Adat dan Budaya Bali

Pisang, Adat dan Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co