23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Remaja Kota Denpasar Adu Suara di Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025: Keberanian dan Kepercayaan Diri

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
in Panggung
Ketika Remaja Kota Denpasar Adu Suara di Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025: Keberanian dan Kepercayaan Diri

Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025│Foto: Dok. Forkom Denpasar

IRINGAN musik mulai diputar, lalu suara seorang remaja mengalun dari panggung. Riuh percakapan perlahan mereda. Penonton diam, juri menajamkan perhatian, dan sorot lampu tertuju pada satu peserta yang bernyanyi di atas panggung. Dalam beberapa menit penampilan, yang dipertaruhkan bukan hanya ketepatan nada, tetapi juga keberanian untuk tampil dan menyampaikan perasaan lewat suara. Suasana seperti inilah yang berulang dari satu peserta ke peserta lainnya sepanjang Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025, yang digelar di Graha Yowana Suci, Denpasar, Minggu, 21 Desember 2025.

Lomba tersebut tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perhelatan FORKOM Festival (FORFEST) 2025. Festival ini sendiri dirancang sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan unjuk karya bagi siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Denpasar. Melalui FORFEST 2025, kompetisi tidak berdiri sendiri sebagai tujuan akhir, melainkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk saling mengenal, berinteraksi, dan tumbuh bersama. Di panggung lomba vokal solo, semangat itu terasa jelas. Setiap peserta datang membawa latar belakang, karakter, dan cerita yang berbeda, namun bertemu dalam satu ruang yang sama.

FORFEST 2025 mengusung tema “Greenlight to the Future: Empowering Youth in Harmony”. Tema ini menjadi benang merah seluruh rangkaian acara, termasuk lomba vokal solo. Festival ini dimaknai sebagai ruang bagi generasi muda untuk melahirkan ide-ide baru, mengembangkan potensi diri, dan berkarya secara positif. Nilai kebersamaan dan solidaritas menjadi landasan utama, sejalan dengan spirit Kota Denpasar, “Vasudhaiva Kutumbakam”.

Lomba vokal solo sendiri terbuka untuk remaja berusia 13 hingga 18 tahun dan diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah di Kota Denpasar. Sejak penampilan pertama, atmosfer kompetisi terasa hangat dan inklusif. Lagu-lagu dibawakan dengan pendekatan yang beragam. Ada peserta yang tampil penuh penghayatan, ada pula yang menonjolkan kekuatan teknik dan kontrol suara. Perbedaan itu justru memperkaya suasana lomba, menjadikan setiap penampilan memiliki daya tarik tersendiri.

Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Di dalam ruangan, suasana lomba terasa hidup dan intim. Penonton yang hadir datang dari beragam latar belakang. Orang tua tampak duduk dengan raut tegang sekaligus bangga, guru-guru menyimak dengan serius, sementara para remaja hadir sebagai supporter bagi teman sekolah mereka yang berlomba. Tepuk tangan mengalir setiap kali satu penampilan berakhir, diselingi sorakan dan isyarat dukungan dari bangku penonton. Beberapa penonton terlihat sibuk merekam momen dengan gawai, berusaha mengabadikan detik-detik penting saat peserta tampil di atas panggung.

Sebanyak 12 peserta mengikuti Lomba Vokal Solo FORFEST 2025 ini. Setiap peserta membawakan dua lagu, terdiri atas satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang harus dibawakan seluruh peserta adalah Cinta Luar Biasa milik Andmesh Kamaleng. Sementara untuk lagu pilihan, peserta bebas memilih satu di antara beberapa judul, yakni Lesung Pipi dari Raim Laode, Love milik Keyshia Cole, Pesan Terakhir karya Lyodra, atau Talking to the Moon dari Bruno Mars. Perbedaan pilihan lagu tersebut memberi warna tersendiri pada setiap penampilan, sekaligus menunjukkan karakter dan kekuatan vokal masing-masing peserta.

Di belakang layar, FORFEST 2025 tidak hadir secara instan, persiapan telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan. Ketut Rima Redita Pakris, yang akrab disapa Rima selaku Ketua Panitia, mengaku lega sekaligus bangga melihat seluruh rangkaian acara dapat terlaksana.

“Empat bulan yang lalu kami sudah mulai merancang acara ini. Rasanya lega dan bangga karena akhirnya bisa terwujud sesuai rencana,” ujar Rima.

Rima menuturkan, sejak awal FORFEST dirancang sebagai wadah untuk menunjukkan bakat di bidang non-akademik. Namun lebih dari itu, ia berharap festival ini dapat menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda. “Goals kami adalah menjadikan FORFEST sebagai tempat generasi muda bisa menunjukkan bakat, berinteraksi, dan menjalin pertemanan,” katanya. Menurut Rima, dukungan pembina, sekolah-sekolah di Denpasar, para juri, sponsor, dan peserta menjadi faktor penting yang membuat tujuan tersebut dapat tercapai.

Kendati demikian, perjalanan menuju hari pelaksanaan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Rima mengakui terdapat berbagai kendala, mulai dari miskomunikasi, peserta mendadak berhalangan hadir, hingga pengaturan waktu sempat tidak sesuai dengan susunan acara. Namun tantangan tersebut tidak sampai menghambat jalannya acara. “Saya bangga dengan rekan-rekan panitia karena bisa mengatasi masalah dengan tenang dan mau berdiskusi. Kendala itu justru menjadi evaluasi dan pengalaman berharga untuk kami ke depan,” ujarnya.

Para juara bersama dewan juri│Foto: Dok. Forkom Denpasar

Di tengah dinamika lomba, satu per satu peserta naik ke panggung membawa cerita masing-masing. Salah satunya adalah Ni Made Dovita Upadhani. Siswi berusia 18 tahun dari SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar ini tampil dengan penuh keyakinan. Di balik penampilannya, terdapat proses persiapan yang tidak mudah. Saat lomba berlangsung, Dovita tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL), sehingga waktu latihannya sangat terbatas.

“Waktu lomba saya sedang PKL, jadi tidak dapat banyak waktu latihan,” kata Dovita. Ia hanya sempat berlatih satu kali di sekolah, sehari sebelum lomba digelar. Keesokan harinya, ia langsung tampil di panggung. Dengan keterbatasan tersebut, ia mengaku hanya mengandalkan kesiapan mental dan pengalaman yang dimiliki.

Untuk menjaga kondisi suara, Dovita melakukan persiapan sederhana. “Setiap lomba, saya selalu sedia permen strepsil warna biru supaya tenggorokan lebih sejuk. Pengganti kencur, hahaha,” katanya sambil tertawa ringan. Cara sederhana itu membantunya tampil lebih nyaman dan percaya diri. Tak disangka, usaha tersebut berbuah hasil. Dovita berhasil menempati posisi sebagai Juara 2.

Hari itu, Juara 1 Lomba Vokal Solo FORKOM Festival 2025 berhasil diraih oleh Nithi Warsiki Prajawati dari SMP Dwijendra. Penampilannya dinilai paling menonjol oleh dewan juri dari segi teknik vokal dan penghayatan lagu. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Ni Made Dovita Upadhani dari SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, dan Juara 3 diraih oleh Luh Eka Juni Antari dari SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Ketiga peserta tersebut menjadi pemenang setelah melalui seluruh tahapan penilaian yang ditetapkan panitia dan juri lomba.

Pada akhirnya, melalui lomba vokal solo ini, FORKOM Festival 2025 menegaskan perannya sebagai ruang penyaluran bakat non-akademik bagi pelajar di Kota Denpasar. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari berbagai sekolah, melibatkan orang tua dan guru sebagai pendamping yang memberi dukungan langsung. Lomba vokal solo pun menjadi salah satu bagian dari rangkaian FORFEST yang memperkuat fungsi Forum Komunikasi OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kota Denpasar sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan potensi generasi muda. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarlomba vocalRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Ruang yang Hilang, Masalah yang Datang

Next Post

Pisang, Adat dan Budaya Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Pisang, Adat dan Budaya Bali

Pisang, Adat dan Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co