2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Surabaya ke Jakarta, Keluar untuk Melihat ke Dalam

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 19, 2025
in Tualang
Dari Surabaya ke Jakarta, Keluar untuk Melihat ke Dalam

Sudut Jakarta

PERJALANAN saya ke Kota Jakarta kali ini memang berbeda. Sudah 15 kali ke Jakarta, naik bus 6 kali, 9 kali naik pesawat udara. Tapi kali ini saya naik kereta api dari Surabaya, tepatnya dari Stasiun Gubeng.

Ya, petang itu, di Kota Surabaya, setelah hampir seharian berbincang di Desa Ketapanrame, Mojokerto, saya masih punya satu agenda. Mengutip istilah pertemuan para penjabat, anggap saja agendanya adalah silaturahmi.

Mas jas, begitu saya memanggilnya, sudah menunggu saya di Kota Surabaya. Ia adalah keluarga saya dari Tuban, Jawa Timur—kelurga ketemu gede, maksudnya. Mas Jas sempat tinggal lama di Singaraja dan sekarang sudah pindah, ikut sang istri, ke Surabaya.

Ngopi di Surabaya

Akhirnya, bersama Mbak Ninik, sosok yang mengantar sekaligus menemani saya ke Ketapanrame, saya memutuskan untuk mencari tempat bertemu di titik yang tidak jauh dari Stasiun Gubeng. Ketemulah Kopi Nako Surabaya. Di sana saya dan Mas Jas bertemu.

Seperti biasa, selain tempat ngopi, Kopi Nako juga jual makanan. Dan saya memesan makan bukan kopi. Mas Jas datang bersama istri.

Obrolan petang itu sangat khas, seperti pertemuan di meja Mahima-Tatkala—tempat Mas Jas dan saya belajar menulis. Obrolan mengalir, kadang soal remeh-temeh sampai ke ranah paling serius. Saya menyebutnya “obrolan filsafat ala Mas Jas.”

Stasiun Surabaya Gubeng

Tepat pukul 21.00 WIB, saya pamit ke stasiun.  Kereta api telat 15 menit dari jadwal di tiket 21.40 WIB. Kereta Blambangan Express datang, saya bergegas KE gerbong executive 1, seat 11. Dalam pikiran saya, selama kurang lebih 10 jam perjalanan di dalam kereta semoga nyaman.

Ketera melaju dari Stasiun Gubeng Surabaya dengan tujuan akhir Pasar Senen, Jakarta. Nyatanya sangat nyaman meski dengan durasi waktu yang cukup panjang. Harus diakui, KAI hari ini mengubah image dari gerbong yang kumel menjadi elit, tidak seperti berita yang saya lihat di televisi waktu SMP—yang penumpangnya sampai naik ke atap, kasus pencopetan, dan hal-hal butuk lainnya. Untuk kemajuan ini saya harus acungkan jempol kepada Kereta Api Indonesia.

***

Kereta tiba di Jakarta pukul 09.00 WIB. Saya langsung menuju hotel tempat menginap di daerah Kebon Sirih. Di Jakarta ada beberapa agenda yang harus saya lakukan. Tapi untuk satu hari sebelum kegiatan, saya akan menjadi pelacong di Ibu Kota atau barang kali sudah menjadi mantan Ibu Kota, semenjak IKN dibangun dan diresmikan di era Jokowi.

Untuk kulineran saya berkunjung ke Dapur Bandha. Warung mungil di daerah Tebet. Kebetulan saya ketemu pemiliknya di Bali tempo hari. Nasi curry daging dan telor dadar menjadi pesanan saya. Sedap dan sangat nikmat, ditambah suasana sekitar warung yang lengang, tak seperti di kota metropolitan.

Kulineran di Jakarta

Lalu saya mencoba menemukan kenikmatan untuk melihat dan mengisi hati di Jakarta. Mulai dari berjalan kaki di sekitar hotel di kawasan Kebon Sirih ke Monas, melewati JPO patung kuda dengan latar kantor kementerian di sekelilingnya adalah hal yang bisa sedikit membunuh waktu yang cepat dan memacetkan pikiran.

Kemudian saya berkunjung ke kawasan pecinaan, Pasar Glodok, dengan aneka kuliner khas pecinaan dan juga arsitektur Tiongkok. Saya menikmati Soto Betawi Afung di Glodok Food Street Lane—sebuah kawasan yang penuh penjual kuliner.

Di sekitar kawasan ini, busway, kereta komuter, mobil pribadi, angkot, sepeda motor, serasa tidak ada celah untuk berhenti. Kota Jakarta seakan enggan tidur hanya untuk satu detik saja.

Bagi saya orang Bali, berkunjung ke Jakarta atau ke kota mana pun, berkunjung ke pura dan sembahyang—selama saya tahu di kota itu ada pura—adalah bagian untuk bercermin. Juga mencari tahu bagaimana laku sosial perantau Bali di luar Bali. Maka saya berkunjung ke Pura Adhitya Jaya di Rawamangun.

Saya selalu merasa bahwa sembahyang adalah harmoni. Di Pura Adhitya saya melihat orang beribadah tidak terkungkung oleh busana tapi kemauan bersih di perilaku. Tak ada sampah berserakan bahkan selandang dan dupa di sediakan. Mungkin ini yang dimaksud “kita harus keluar untuk melihat ke dalam.”

Sampai di sini, Jakarta setelah kesekian kali, selalu ada yang berubah. Tidak hanya pemimpinnya, tapi juga rasanya. Saya memaknai perjalanan ke Jakarta kali ini sebagai wisata untuk merasakan lebih dini bagaimana ibu kota bisa saja berubah jadi mantan, dielu-elukan lalu diejek dan dijelek-jelakan.

Dulu sampai sekarang, setiap kali stasiun berita menayangkan banjir, saya akan teringat Kota Jakarta. Macet juga Jakarta. Tapi setelah saya balik, ternyata ibu kota Bali juga sama. Ternyata nasib ibu kota atau mantan ibu kota sama saja. Sama-sama pernah dan sering terendam banjir.[T]

Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: JakartarenunganSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prana Karma: Potret Pilu Kerusakan Hutan Indonesia

Next Post

Wisata Literasi dan Seni Akhir Tahun di Desa Adat Gulinten: Acara Dadakan dan Serba-serbinya

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Wisata Literasi dan Seni Akhir Tahun di Desa Adat Gulinten: Acara Dadakan dan Serba-serbinya

Wisata Literasi dan Seni Akhir Tahun di Desa Adat Gulinten: Acara Dadakan dan Serba-serbinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co