6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 14, 2025
in Panggung
Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Pementasan 'Tubuh yang Menari' oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

TELEPON itu berdering ketika Denpasar belum sepenuhnya reda dari lalu lintas sore. Saya sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu jeda antara klakson dan napas sendiri, ketika nama Nanoq da Kansas muncul di layar. Ia di Negara, Jembrana. Saya di Denpasar. Jarak itu terasa lebih jauh dari sekadar angka kilometer.

“Bagaimana Medan?” tanya saya, membuka percakapan.

Di seberang, suaranya tenang, seperti biasa. Ada lelah yang tak ia sembunyikan, tapi juga kepuasan yang tak ia pamerkan. Ia bercerita tentang panggung, tentang penonton yang berdiri, tentang tubuh-tubuh yang menari bukan hanya di atas panggung, tetapi juga di bangku penonton. Tentang Bali Eksperimental Teater (BET) yang akhirnya berdiri sejajar dengan kelompok-kelompok teater dari berbagai kota di Indonesia, dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Medan, Sumatera Utara.

Percakapan itu singkat, tapi cukup untuk membuat saya sadar, bahwa perjalanan panjang yang sedang mencapai satu titik penting. Dan titik itu bernama Tubuh yang Menari.

Eksperimen Tubuh

BET bukan kelompok teater yang lahir dari pusat keramaian seni. Ia tumbuh dari barat Bali, dari Negara, Jembrana, dari ruang-ruang yang sering luput dari peta besar kesenian nasional. Sejak berdiri pada 16 Juni 1993, BET memilih jalan yang tidak mudah, yakni, jalan eksperimen, jalan tubuh, jalan yang tidak selalu ramah terhadap selera arus utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Di baliknya ada Nanoq da Kansas, nama panggung dari Wayan Udiana, lahir 2 Desember 1965 di Dusun Moding, Candikusuma, Jembrana. Ia bukan tipe seniman yang sibuk membangun citra. Ia lebih sering membangun ruang. Ruang latihan, ruang diskusi, ruang bagi anak-anak muda untuk gagal, mencoba lagi, dan menemukan bahasa tubuh mereka sendiri.

Dalam perjalanan panjang itu, BET berkembang menjadi lebih dari sekadar kelompok pementasan. Ia menjadi semacam laboratorium kultural, tempat tubuh diuji, tradisi dibongkar, lalu dirangkai ulang dengan keberanian artistik.

Ketika Festival Teater Indonesia 2025 digelar untuk pertama kalinya, BET mendapat undangan resmi untuk tampil. Bagi mereka, ini bukan sekadar tampil di luar Bali, tetapi hadir di panggung nasional dalam edisi perdana festival.

FTI 2025 digelar di empat kota, Medan sebagai pembuka selama tiga hari, lalu Palu, Mataram, dan ditutup di Jakarta. Di Medan, BET berdiri sejajar dengan kelompok teater dari Makassar, Bandar Lampung, Tangerang, Jakarta, dan daerah lain.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Pada 3 Desember 2025 malam, di Auditorium RRI Medan, BET mementaskan Tubuh yang Menari. Sebuah karya yang diadaptasi dari novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dengan naskah adaptasi oleh Sasti Gotama. Produksi ini diproduseri Dewa Made Dwi Dharma Putra, dengan musik yang digarap I Komang Sukma Upadana.

Di atas panggung, tubuh-tubuh para performer, Kadek Cinthya Ayu Bestari, Ni Putu Ayu Puspita Dewi, dan Kanahaya Elang Semesta, menjadi bahasa utama. Kata-kata ada, tetapi bukan satu-satunya alat bicara.

Cinta, Kasta, dan Tubuh Perempuan

Secara artistik, Tubuh yang Menari mengangkat isu yang tidak ringan, yakni cinta, kasta, dan perjuangan perempuan Bali. Namun BET tidak menyampaikannya lewat narasi verbal yang panjang. Mereka memilih tubuh sebagai medium utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Gerak, tarian, musik gamelan dan seruling, asap dupa yang perlahan menyelimuti panggung—semuanya bekerja bersama membangun atmosfer yang intens dan khidmat. Ada rasa ritual di sana, tapi bukan ritual yang beku. Ia bergerak, bernafas, dan sesekali mengguncang. Pendekatan ini menegaskan karakter BET; tubuh bukan pelengkap cerita, melainkan cerita itu sendiri.

Tentu saja, tidak ada pertunjukan yang sempurna. Beberapa pengamat mencatat bahwa kekuatan vokal pemain belum sepenuhnya setara dengan kekuatan visual panggung. Catatan ini bukan cela, melainkan pengingat bahwa proses masih berjalan.

Namun secara keseluruhan, BET dinilai berhasil menghadirkan pertunjukan yang kuat secara estetika, emosional, dan penuh energi. Video cuplikan pementasan yang beredar di media sosial festival menunjukkan antusiasme besar. Auditorium RRI Medan dipadati penonton sejak awal. BET menjadi salah satu kelompok yang paling banyak dibicarakan selama FTI di Medan.

Nanoq dan Anak-anak Muda Jembrana

Keterlibatan BET di FTI tidak bisa dilepaskan dari peran Nanoq da Kansas sebagai sutradara. Lebih dari itu, ia adalah sosok yang mendorong anak-anak muda Jembrana untuk masuk ke jejaring teater nasional. Bukan dengan janji instan, tetapi dengan kerja panjang, disiplin tubuh, dan kesetiaan pada proses.

Nanoq bukan tipe pemimpin yang berdiri di depan memberi komando. Ia berjalan bersama, sering kali di belakang, memastikan semua orang menemukan pijakan mereka sendiri. Ia tahu, teater tidak tumbuh dari ambisi semata, tetapi dari ketekunan yang sering kali sunyi.

Ketika pementasan usai, ketika lampu panggung padam dan penonton pulang, BET kembali ke titik awal mereka; kota Negara, Jembrana. Tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada selebrasi yang berisik.

Nanoq da Kansas | Foto: Dok. pribadi

Seperti telepon kami yang terputus sore itu, ada jeda yang justru memberi ruang untuk merenung. Tentang apa arti tampil di panggung nasional. Tentang bagaimana tubuh-tubuh dari barat Bali bisa berbicara kepada penonton dari latar budaya yang berbeda.

Bagi saya, Tubuh yang Menari bukan hanya pementasan di FTI 2025. Ia adalah penanda bahwa teater dari daerah, dari pinggiran, dari ruang yang sering diabaikan, masih punya daya getar yang kuat.

Dan Nanoq da Kansas, dengan segala kesederhanaannya, telah menunjukkan bahwa keberanian artistik tidak selalu lahir dari pusat. Ia bisa tumbuh dari Negara, dari latihan yang berulang, dari tubuh yang jatuh dan bangkit, lalu menari lagi.

Telepon itu sudah lama berakhir. Denpasar kembali bising. Negara kembali tenang. Tapi tubuh-tubuh yang menari di Medan, malam itu, masih menyisakan gema. Dan mungkin, gema itulah yang disebut teater; sesuatu yang selesai dipentaskan, tetapi belum selesai dirasakan. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali Eksperimental TeaterNanoq da Kansasseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Amerta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co