23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

I Komang Sucita by I Komang Sucita
November 2, 2025
in Ulas Rupa
Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

Bagian panel visual komik “Beluluk” | Dok.Penulis, TAT artspace 2025

KETIKA membayangkan karya visual komik yang identik dengan Bali, nama “Beluluk” selalu terlintas dalam pikiran saya.  “Beluluk” bukan sekadar sebuah karakter komik biasa; ia adalah refleksi dari dinamika sosial dan budaya Bali yang dikemas dalam bentuk yang menghibur sekaligus sarat makna. Karya ini lahir dari tangan kreatif Putu Dian Ujiana, seorang komikus asal Buleleng yang berhasil mengangkat komik lokal menjadi medium kritik sosial yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Awal mula nama Beluluk sendiri adalah plesetan dari Celuluk, sosok mitologi Bali yang memiliki citra menakutkan. Namun, Putu Dian mengubahnya menjadi tokoh yang lucu dan menggemaskan, yang mampu menyuarakan keresahan masyarakat tanpa harus menimbulkan ketegangan. Melalui gambar dan narasi yang ringan, Beluluk menyampaikan pesan-pesan sosial yang penting dengan cara yang cermat dan mengena. Komik ini menggunakan bahasa lokal Bali yang kuat, sehingga terasa dekat dan otentik.

Beluluk; “Jele Melah Gumi Gelah” | Foto: Dok.Penulis,2025

Ketika saya berkesempatan hadir dalam riuh acara pameran “Beluluk” pada Sabtu, 01 November 2025, yang bertempat di TAT artspace Denpasar, saya langsung merasakan sebuah pengalaman unik dalam menikmati karya seni komik. Pameran ini menyuguhkan visual komik dalam bentuk panel cetak grafis berukuran persegi panjang yang terpampang rapi di dinding galeri, setiap karya menyajikan narasi reflektif yang mencerminkan dinamika sosial yang tengah melanda Bali saat kini.

Riuh suasana pameran “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Tema pameran yang diusung, “jele melah gumi gelah,” secara harfiah bermakna “jelek bagusnya bumi, masih milik kita.” Menurut penuturan Putu Dian, sang komikus, gagasan tema ini muncul ketika ia melihat sebuah gapura di desanya, Desa Banyuning, Buleleng, yang memuat kalimat serupa. Rasa ingin tahunya mendorongnya menanyakan makna kalimat itu kepada ayahnya, namun sayangnya ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ketidakjelasan makna tersebut justru menjadi ruang terbuka untuk interpretasi dan refleksi yang dituangkan dalam karya-karyanya.

Karya visual komik “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Sebagai pengunjung, saya merasakan bagaimana karya-karya ini mengajak untuk merenungi keadaan sosial dan budaya Bali dengan cara yang lugas namun penuh kekuatan visual dan narasi. Setiap panel dalam gambar pameran ini mengisahkan cerita yang relatable, mengundang saya untuk berpikir tentang keadaan manusia dan bumi khusunya Bali yang kita tinggali penuh keindahan namun juga penuh tantangan dan ketidaksempurnaan.

Karya Komik Beluluk dengan bentuk Cetak Grafis | Foto: Dok.Penulis,TAT artspace 2025

Menariknya, tidak hanya visual karya yang menyita perhatian saya dalam pameran “Beluluk”. Acara ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menggandeng komika lokal, Satria Wibawa, untuk mengisi opening act melalui sesi stand up comedy. Bagi saya, sesi ini menjadi momen paling menarik dan menghidupkan suasana pameran.

Satria Wibawa selaku komedian dengan piawai merespon setiap panel visual yang terpajang dalam karya komik Beluluk. Pada sesi ini juga menjadi komunikasi interaktif yang penuh canda tawa antara komedian Satria Wibawa dengan Komikus Beluluk Putu Dian. Komedinya yang mengundang tawa tidak hanya rileks dan menghibur, tetapi sarat dengan satire yang mengajak para pengunjung untuk menelaah isu-isu sosial secara jenaka namun ringan untuk dipahami.

Sesi Stand Up Comedy oleh Satria Wibawa | Foto: Dok.Penulis, TAT Artspace 2025

Sebagai salah satu penikmat dari rangkaian acara pameran karya visual komik “Beluluk” ini banyak hal yang bisa saya kantongi ketika akan bergegas pulang. Rasa terkesan dengan cara karya visual disajikan secara kompleks, namun tetap dibalut dengan narasi yang jenaka. Selain itu, ruang galeri yang saya singgahi itu manawarkan interaksi hangat antara visual karya dan pengunjung yang hadir di ruang pameran.

Namun, di balik kehangatan itu, sebagai generasi muda yang resah saya tak bisa menutup mata terhadap pertanyaan mendasar yang menyangkut di bagian otak kiri saya tentang: bagaimana nasib lingkungan dan kondisi sosial Bali ke depan? Apakah karya seni seperti ini cukup untuk membuka mata orang orang yang kepalanya batu itu? Ataukah dunia akan terus berjalan seperti biasa, sementara kritik dan pesan dalam komik hanya menjadi hiasan yang nikmat disimak tapi jarang diresapi hingga menjadi tindakan?

Di sebelah ranjang tidur, beranjak menutup tulisan ini. Saya berharap komik-komik seperti “Beluluk” mampu menjadi pemantik kesadaran yang lebih luas, bukan sekadar hiburan semata, agar kita semua punya keberanian untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan ruang kita hidup sebelum semuanya terlambat. Memulai resolusi dari diri sendiri, tidak perlu tergesa, perlahan namun pasti, agar tidak hanya menjadi basa basi. [T]

Penulis: I Komang Sucita
Editor: Adnyana Ole

Tags: komikKomik BelulukSeni Rupaseni rupa BaliTAT Art Space
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnalisme Pelan ala Menot Sukadana

Next Post

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

I Komang Sucita

I Komang Sucita

Akrab disapa rompis, kaula muda kelahiran 12 February 2002, Sibetan, Karangasem, Bali. Seseorang yang menuangkan kemanusiawiannya dengan melukis, serta menggugat dengan menulis dan menganyam puisi.

Related Posts

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails
Next Post
B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co