14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

I Komang Sucita by I Komang Sucita
November 2, 2025
in Ulas Rupa
Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

Bagian panel visual komik “Beluluk” | Dok.Penulis, TAT artspace 2025

KETIKA membayangkan karya visual komik yang identik dengan Bali, nama “Beluluk” selalu terlintas dalam pikiran saya.  “Beluluk” bukan sekadar sebuah karakter komik biasa; ia adalah refleksi dari dinamika sosial dan budaya Bali yang dikemas dalam bentuk yang menghibur sekaligus sarat makna. Karya ini lahir dari tangan kreatif Putu Dian Ujiana, seorang komikus asal Buleleng yang berhasil mengangkat komik lokal menjadi medium kritik sosial yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Awal mula nama Beluluk sendiri adalah plesetan dari Celuluk, sosok mitologi Bali yang memiliki citra menakutkan. Namun, Putu Dian mengubahnya menjadi tokoh yang lucu dan menggemaskan, yang mampu menyuarakan keresahan masyarakat tanpa harus menimbulkan ketegangan. Melalui gambar dan narasi yang ringan, Beluluk menyampaikan pesan-pesan sosial yang penting dengan cara yang cermat dan mengena. Komik ini menggunakan bahasa lokal Bali yang kuat, sehingga terasa dekat dan otentik.

Beluluk; “Jele Melah Gumi Gelah” | Foto: Dok.Penulis,2025

Ketika saya berkesempatan hadir dalam riuh acara pameran “Beluluk” pada Sabtu, 01 November 2025, yang bertempat di TAT artspace Denpasar, saya langsung merasakan sebuah pengalaman unik dalam menikmati karya seni komik. Pameran ini menyuguhkan visual komik dalam bentuk panel cetak grafis berukuran persegi panjang yang terpampang rapi di dinding galeri, setiap karya menyajikan narasi reflektif yang mencerminkan dinamika sosial yang tengah melanda Bali saat kini.

Riuh suasana pameran “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Tema pameran yang diusung, “jele melah gumi gelah,” secara harfiah bermakna “jelek bagusnya bumi, masih milik kita.” Menurut penuturan Putu Dian, sang komikus, gagasan tema ini muncul ketika ia melihat sebuah gapura di desanya, Desa Banyuning, Buleleng, yang memuat kalimat serupa. Rasa ingin tahunya mendorongnya menanyakan makna kalimat itu kepada ayahnya, namun sayangnya ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ketidakjelasan makna tersebut justru menjadi ruang terbuka untuk interpretasi dan refleksi yang dituangkan dalam karya-karyanya.

Karya visual komik “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Sebagai pengunjung, saya merasakan bagaimana karya-karya ini mengajak untuk merenungi keadaan sosial dan budaya Bali dengan cara yang lugas namun penuh kekuatan visual dan narasi. Setiap panel dalam gambar pameran ini mengisahkan cerita yang relatable, mengundang saya untuk berpikir tentang keadaan manusia dan bumi khusunya Bali yang kita tinggali penuh keindahan namun juga penuh tantangan dan ketidaksempurnaan.

Karya Komik Beluluk dengan bentuk Cetak Grafis | Foto: Dok.Penulis,TAT artspace 2025

Menariknya, tidak hanya visual karya yang menyita perhatian saya dalam pameran “Beluluk”. Acara ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menggandeng komika lokal, Satria Wibawa, untuk mengisi opening act melalui sesi stand up comedy. Bagi saya, sesi ini menjadi momen paling menarik dan menghidupkan suasana pameran.

Satria Wibawa selaku komedian dengan piawai merespon setiap panel visual yang terpajang dalam karya komik Beluluk. Pada sesi ini juga menjadi komunikasi interaktif yang penuh canda tawa antara komedian Satria Wibawa dengan Komikus Beluluk Putu Dian. Komedinya yang mengundang tawa tidak hanya rileks dan menghibur, tetapi sarat dengan satire yang mengajak para pengunjung untuk menelaah isu-isu sosial secara jenaka namun ringan untuk dipahami.

Sesi Stand Up Comedy oleh Satria Wibawa | Foto: Dok.Penulis, TAT Artspace 2025

Sebagai salah satu penikmat dari rangkaian acara pameran karya visual komik “Beluluk” ini banyak hal yang bisa saya kantongi ketika akan bergegas pulang. Rasa terkesan dengan cara karya visual disajikan secara kompleks, namun tetap dibalut dengan narasi yang jenaka. Selain itu, ruang galeri yang saya singgahi itu manawarkan interaksi hangat antara visual karya dan pengunjung yang hadir di ruang pameran.

Namun, di balik kehangatan itu, sebagai generasi muda yang resah saya tak bisa menutup mata terhadap pertanyaan mendasar yang menyangkut di bagian otak kiri saya tentang: bagaimana nasib lingkungan dan kondisi sosial Bali ke depan? Apakah karya seni seperti ini cukup untuk membuka mata orang orang yang kepalanya batu itu? Ataukah dunia akan terus berjalan seperti biasa, sementara kritik dan pesan dalam komik hanya menjadi hiasan yang nikmat disimak tapi jarang diresapi hingga menjadi tindakan?

Di sebelah ranjang tidur, beranjak menutup tulisan ini. Saya berharap komik-komik seperti “Beluluk” mampu menjadi pemantik kesadaran yang lebih luas, bukan sekadar hiburan semata, agar kita semua punya keberanian untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan ruang kita hidup sebelum semuanya terlambat. Memulai resolusi dari diri sendiri, tidak perlu tergesa, perlahan namun pasti, agar tidak hanya menjadi basa basi. [T]

Penulis: I Komang Sucita
Editor: Adnyana Ole

Tags: komikKomik BelulukSeni Rupaseni rupa BaliTAT Art Space
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnalisme Pelan ala Menot Sukadana

Next Post

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

I Komang Sucita

I Komang Sucita

Akrab disapa rompis, kaula muda kelahiran 12 February 2002, Sibetan, Karangasem, Bali. Seseorang yang menuangkan kemanusiawiannya dengan melukis, serta menggugat dengan menulis dan menganyam puisi.

Related Posts

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails
Next Post
B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co