14 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

I Komang Sucita by I Komang Sucita
November 2, 2025
in Ulas Rupa
Ekspresi Lokal dalam Komik Beluluk: Menilik Pameran ‘Jele Melah Gumi Gelah’

Bagian panel visual komik “Beluluk” | Dok.Penulis, TAT artspace 2025

KETIKA membayangkan karya visual komik yang identik dengan Bali, nama “Beluluk” selalu terlintas dalam pikiran saya.  “Beluluk” bukan sekadar sebuah karakter komik biasa; ia adalah refleksi dari dinamika sosial dan budaya Bali yang dikemas dalam bentuk yang menghibur sekaligus sarat makna. Karya ini lahir dari tangan kreatif Putu Dian Ujiana, seorang komikus asal Buleleng yang berhasil mengangkat komik lokal menjadi medium kritik sosial yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Awal mula nama Beluluk sendiri adalah plesetan dari Celuluk, sosok mitologi Bali yang memiliki citra menakutkan. Namun, Putu Dian mengubahnya menjadi tokoh yang lucu dan menggemaskan, yang mampu menyuarakan keresahan masyarakat tanpa harus menimbulkan ketegangan. Melalui gambar dan narasi yang ringan, Beluluk menyampaikan pesan-pesan sosial yang penting dengan cara yang cermat dan mengena. Komik ini menggunakan bahasa lokal Bali yang kuat, sehingga terasa dekat dan otentik.

Beluluk; “Jele Melah Gumi Gelah” | Foto: Dok.Penulis,2025

Ketika saya berkesempatan hadir dalam riuh acara pameran “Beluluk” pada Sabtu, 01 November 2025, yang bertempat di TAT artspace Denpasar, saya langsung merasakan sebuah pengalaman unik dalam menikmati karya seni komik. Pameran ini menyuguhkan visual komik dalam bentuk panel cetak grafis berukuran persegi panjang yang terpampang rapi di dinding galeri, setiap karya menyajikan narasi reflektif yang mencerminkan dinamika sosial yang tengah melanda Bali saat kini.

Riuh suasana pameran “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Tema pameran yang diusung, “jele melah gumi gelah,” secara harfiah bermakna “jelek bagusnya bumi, masih milik kita.” Menurut penuturan Putu Dian, sang komikus, gagasan tema ini muncul ketika ia melihat sebuah gapura di desanya, Desa Banyuning, Buleleng, yang memuat kalimat serupa. Rasa ingin tahunya mendorongnya menanyakan makna kalimat itu kepada ayahnya, namun sayangnya ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ketidakjelasan makna tersebut justru menjadi ruang terbuka untuk interpretasi dan refleksi yang dituangkan dalam karya-karyanya.

Karya visual komik “Beluluk” | Foto: Dok.Penulis, TAT artspace 2025

Sebagai pengunjung, saya merasakan bagaimana karya-karya ini mengajak untuk merenungi keadaan sosial dan budaya Bali dengan cara yang lugas namun penuh kekuatan visual dan narasi. Setiap panel dalam gambar pameran ini mengisahkan cerita yang relatable, mengundang saya untuk berpikir tentang keadaan manusia dan bumi khusunya Bali yang kita tinggali penuh keindahan namun juga penuh tantangan dan ketidaksempurnaan.

Karya Komik Beluluk dengan bentuk Cetak Grafis | Foto: Dok.Penulis,TAT artspace 2025

Menariknya, tidak hanya visual karya yang menyita perhatian saya dalam pameran “Beluluk”. Acara ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menggandeng komika lokal, Satria Wibawa, untuk mengisi opening act melalui sesi stand up comedy. Bagi saya, sesi ini menjadi momen paling menarik dan menghidupkan suasana pameran.

Satria Wibawa selaku komedian dengan piawai merespon setiap panel visual yang terpajang dalam karya komik Beluluk. Pada sesi ini juga menjadi komunikasi interaktif yang penuh canda tawa antara komedian Satria Wibawa dengan Komikus Beluluk Putu Dian. Komedinya yang mengundang tawa tidak hanya rileks dan menghibur, tetapi sarat dengan satire yang mengajak para pengunjung untuk menelaah isu-isu sosial secara jenaka namun ringan untuk dipahami.

Sesi Stand Up Comedy oleh Satria Wibawa | Foto: Dok.Penulis, TAT Artspace 2025

Sebagai salah satu penikmat dari rangkaian acara pameran karya visual komik “Beluluk” ini banyak hal yang bisa saya kantongi ketika akan bergegas pulang. Rasa terkesan dengan cara karya visual disajikan secara kompleks, namun tetap dibalut dengan narasi yang jenaka. Selain itu, ruang galeri yang saya singgahi itu manawarkan interaksi hangat antara visual karya dan pengunjung yang hadir di ruang pameran.

Namun, di balik kehangatan itu, sebagai generasi muda yang resah saya tak bisa menutup mata terhadap pertanyaan mendasar yang menyangkut di bagian otak kiri saya tentang: bagaimana nasib lingkungan dan kondisi sosial Bali ke depan? Apakah karya seni seperti ini cukup untuk membuka mata orang orang yang kepalanya batu itu? Ataukah dunia akan terus berjalan seperti biasa, sementara kritik dan pesan dalam komik hanya menjadi hiasan yang nikmat disimak tapi jarang diresapi hingga menjadi tindakan?

Di sebelah ranjang tidur, beranjak menutup tulisan ini. Saya berharap komik-komik seperti “Beluluk” mampu menjadi pemantik kesadaran yang lebih luas, bukan sekadar hiburan semata, agar kita semua punya keberanian untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan ruang kita hidup sebelum semuanya terlambat. Memulai resolusi dari diri sendiri, tidak perlu tergesa, perlahan namun pasti, agar tidak hanya menjadi basa basi. [T]

Penulis: I Komang Sucita
Editor: Adnyana Ole

Tags: komikKomik BelulukSeni Rupaseni rupa BaliTAT Art Space
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnalisme Pelan ala Menot Sukadana

Next Post

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

I Komang Sucita

I Komang Sucita

Akrab disapa rompis, kaula muda kelahiran 12 February 2002, Sibetan, Karangasem, Bali. Seseorang yang menuangkan kemanusiawiannya dengan melukis, serta menggugat dengan menulis dan menganyam puisi.

Related Posts

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails
Next Post
B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

B-PART 2025: Merayakan Bali Sebagai Ruang Pertemuan Seni Pertunjukan Kontemporer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?
Bahasa

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co