24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Komang Berata | Ayah Tidak Dia Sayangi

Komang Berata by Komang Berata
October 25, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Komang Berata  |  Ayah Tidak Dia Sayangi

Komang Berata

AYAH TIDAK DIA SAYANGI

meski dia sangat ayah sayangi
selalu ayah bawakan santapan
di jam-jam laparnya
selalu ayah timbakan air
di jam-jam tidak nyamannya
selalu ayah temani
di jam-jam risaunya
bunga-bunga dan daun-daun
di halaman berguguran
selalu ayah singkirkan
sebelum tatapannya tersandung
mengusik khidmat mengalir
perasan perasaan
sepertinya ayah tidak dia sayangi
dibiarkannya tersisa jarak
tidak ayah tempuh
dibiarkannya tersisa waktu
tidak ayah kayuh
risaumu kini
tidak beruncing tuah
ranting bambu dan ujung kuku
ketakutan masa lalu ayah
halaman kosong pada buku
tiada berkawan
tersisa jarak dan waktu
huruf patah di akhir buku
melukai tidak diakhiri
memungkiri untuk diakhiri
ayah digiring terjebak
kisah Kumbakarna
lidah dirajah huruf-huruf
dibencinya membaca
telanjur terucap
kesadaran kemudian
tidak menyembuhkan
maka jangan ayah
menjadi mata airku
meski tegak batang pinang
melengkung pantang
belum siap bibirku pecah
mesti merekah

MEMBANGUNKAN AYAH

membangunkan nyenyak ayah
dua hari menjelang hari Kuningan
gaya lamban menjauhkan jajan
— karena jajan menyumbat
pahit kopi menyentuh perasaan —
menyusul aku menghidangkan
segelas kopi tanpa gula
gaya lamban yang ayah suka
lima menit mendidih air aku jerang
puncak daya
memindahkan panas udara ke air
melewati selapis logam merawat api
kipas kedua tangan
membawa kepulan wangi kopi
bulu hidung ayah bergerak-gerak
membawa bola mata terjaga
gaya lamban yang ayah suka
aku membuka jendela kamar
ayah sangat menikmati
bayangan awan di daun-daun
angin mampir untuk berlalu
tidak aku menyampaikan mauku
tidak juga aku menanyakan maunya
terjaga dari nyenyak
tidak akan pernah lagi nyenyak
ayah duduk di tempat
yang jauh dari kisah bumi

 

AYAH JANGAN JADI PANDU

ayah jangan jadi Pandu
— seperti dikisahkan “Bima Swargga” —
bersemangat setelah semua anak
di lembah sunyi itu
memberikan pengakuan kepadanya
meski tidak ingat lagi waktu
tidak berhasrat lagi ditiru
ayah aku harap terus mengisahkan
bidikan Arjuna yang ayah banggakan
tidak peduli siang lebih memilih malam
mengurai pengap dan penat
tidak peduli kita tengah
menyusuri pematang kali
lama sebelum matahari terbit
dan bulan masih di punggung bumi
juga bintang-bintang tetap bimbang
mengedipkan mendung di kelopak matanya
lalu sapi-sapi ayah berhamburan
dikejutkan buah kelapa jatuh di air kali
ayah percaya malam menjaganya
dari segala hasutan dan penyesatan
bersiaplah ayah aku kejutkan
tetap melangkah riang
tidak sekali-sekali berpaling
di sekitar ayah
tidak ada siapa-siapa
tidak juga sapi-sapi
yang sangat ayah sayangi
setelah padi

 

CARA MELUPAKAN AYAH

cara-cara curang melupakan ayah
sangat melukai diamku
menguatkan derita mendera

luka telapak kaki
sedalam tonggak perdu
ayah babat meruncing
luka di ibu jari tangan kiri
membuang kuku
memberi nanah meluaskan borok
tidak semenderita aku menghindari
cara-cara curang dan mencari cara-cara lancang
melupakan ayah

kalau berkenan kabari aku
tempat terjauh ayah kini berada
sudah aku kemas
keluh tidak terlampiaskan
sesak tidak tertahankan
tuah berkesungguhan
menetap di ladang
memasuki kembali gulita
di tempat mulai cahaya
setelah diabaikan lama
ada ruang lengang
meregang
pada pematang
serata petak ladang
dirawat ketabahan nyawa
menggemburkan kesabaran
melewatkan panen terburuk
dulu

sejak kepergian ayah
meski aku menipu diri
ayah tidak pergi
luput rayu lampu-lampu
enggan meneruskan cahaya
juga kunang-kunang
malas memendar cahaya
pun belalang memilih
melipat sayap-sayap tipisnya
enggan aku memulai percakapan

kini izinkan aku
mendahului ayah berkabar
telah roboh kandang sapi
di sebelah utara rumah ayah
begitu seekor sapi peninggalan ayah
dituntun pembeli yang dulu ayah tolak
rayuan menipunya

tebersit cara-cara indah melupakan ayah
sangat memberatkanku
seperti melepaskan anak perempuan
dari gendongan
meski untuk membelikannya susu
seperti melepaskan anak perempuan
dari kartu keluarga
meski lelaki itu meniru cara ayah
membawa ibu ke rumah ayah

cara-cara curang
dan cara indah melupakan ayah
tidak seriang anak-anak
atau cucu-cucu
membuang penat tubuh ayah
tidak lagi tersedia kesempatan
anak-anak atau cucu-cucu
memadatkan urat punggung ayah
berkisar pada petak dan
pematang sawah
tegak sejak dini hari
jauh disambut pagi
hingga malam
jauh dilepas petang

 

ORANG MENINGGAL DUNIA

setelah menyelesaikan bentuk dirinya
orang-orang meninggalkan dunia
lenyap keburukan-keburukannya
bertumbuh kebaikan-kebaikannya
keburukan dan kebaikan orang meninggal dunia
aku dan kamu menatap bening cermin
melambaikan tangan kanan
bayangan melambaikan tangan kiri
tidak akan pernah terpahami
kata yang batal terucap
diikuti bibir tersungging
atau hati tersinggung
selihai-lihainya aku dan kamu mengorek
orang meninggal dunia
sudah selesai bentuk dirinya

 

HARI KELAHIRAN AYAH

fajar mulai menyingsing
genta kayu di leher sapi-sapi ayah
mulai bising
perlukah aku menggelitik telapak kaki ayah
agar udara kusam bergegas beranjak
menguatkan jarak
tidak biasanya fajar membiarkan ayah
memicingkan mata
diganggu berisik kendaraan
terengah-engah mengantarkan
para pedagang ke pasar
jauh sebelum dini hari beringsut
memutar jarum jam dinding
mungkin seharusnya
sebelum ayah berangkat ke peraduan
aku tidak ragu mencekoki ayah
dengan arak terbaik
agar terpuaskan aku menampung
petuah lelaki yang takluk dirayu
perempuan yang menjadi ibuku
atau aku cabut bulu ibu jari kaki ayah
yang tertinggal beberapa helai
semoga ibu tidak beranjak
meninggalkan dapur
meski beras sudah direndam
untuk ditempelkan di dahi
pada perayaan peringatan
hari kelahiran ayah

 

RUANG KITA

gerak kita hanya di rumah dan di ladang
ada jalan setapak di antaranya

sesekali gemersik mengejutkan sepi kita
bisa jadi kadal sama terkejutnya dengan daun kering menjadi remah

menggemburkan tanah ladang hanya cangkul aku ayunkan
aku seperti bercakap-cakap memanen kesabaran

pernah ayah mengajarkan aku membajak sawah dan ladang
tidak mampu segaris lurus kaki sapi, mata bajak, dan kakiku

salah arah membawamu mendekat kepadaku
seperti debu terbawa angin pada mata telat terpejam

aku dan kamu tidak disediakan ruang menghindar
kesempatan itu baju kebesaran dibawa badai ke dasar lautan

mengenaskan
kita bukan pahlawan
bukan pecundang

jangan pernah bosan di ladang dan di rumah
bantu aku melatih anak-anak menangkap debu

.

Penulis: Komang Berata
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wariga, Saat Alam Memanggil Kembali Kesadaran Kita

Next Post

Dita Suka Sunset   |  Cerpen Kadek Windari

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Dita Suka Sunset   |  Cerpen Kadek Windari

Dita Suka Sunset   |  Cerpen Kadek Windari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co