3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Banjar Binoh Kelod untuk Keseimbangan Alam Semesta

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
October 25, 2025
in Budaya
Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Banjar Binoh Kelod untuk Keseimbangan Alam Semesta

Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Banjar Binoh Kelod untuk Keseimbangan Alam Semesta

Jalan di sepanjang Banjar Binoh Kelod, Desa Adat Poh Gading, Denpasar Utara diwarnai dengan penjor putih dan kuning penuh makna dan filosofi. Warga banjar tampak berseri, cantic dengan mengenakan busana berwana putih dan kuning sebagai lambang kesucian dan kemuliaan atau kebijaksanaan serta keharmonisan alam semesta. Maklum, warga Banjar Binoh Kelod sedang melaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, lan Wrhaspati Kalpa Agung bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, Sabtu 25 Oktober 2025.

Selain dihadiri warga secara khusuk, upacara tersebut lebih dimaknai dengan mempersembahkan kesenian tradisional untuk persembahan, seperti Tari Topeng, Baris Gede, Rejang Dewa, dan Tari Rejang Sari. Semua tari itu diiringi oleh penabuh remaja penuh ketulusan. Di tengah ekpresi ketulusan para penari, beberapa warga hingga kerauhan, yang betul-betul menguatkan keyakinan kalau beliau memang ada.

Menariknya, para penari pada saat kerauhan itu tidak brutalis, tetapi melakukan agem-agem dewa, seperti lidah menjulur, air liur keluar dan lainnya. Ketika suasana khususk itu, warga yang kerauhan itu dibakar dengan api dupa dan banban kau. “Kalau ada orang yang mengaku dirinya dewa, maka warga berhak melakukan tes percobaan. Kami mengunakan dupa dan banban kau dalam menguji itu, yang lamanya apenginangan (sekitar lama mengunyah daun sirih),” kata Manggala Karya, Wayan Gede Kusuma Yasa.

Upacara yang dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar serta tokoh masyarakat lainnya merupakan upacara Mancakelud yang merupakan pertama yang dilaksanakan di Banjar Binoh Kelod dengan tingkatan, seperti sekarang ini. “Upacara ini sebagai momentum awal untuk karya tiga puluh tahun yang akan dating,” tambah
Kusuma Yasa.

Pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Binoh Kelod, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi. “Karya ini juga sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta atas anugrah yang diberikan,” sebutnya.

Di dalam bentuk tindakannya, upacara ini menggunakan simbol atau yantra, yaitu memohon kepada Sang Pencipta untuk sebuah harmonisasi. Kalau melihat plutuk karya ini Wrhaspati Kalpa Agung, artinya untuk penguatan terhadap aspek materi di alam sekala atau disebut ibu pertiwi, sebelum nantinya ditedunkan atau diabiseka atau sering disebut ngenteg linggih, maka aspek materi yang ada di alam sekala itu harus dikuatkan lebih awal.

“Upacara ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewajiban,” ucapnya.

Hari ini puncak karya bertepatan dengan Tumpek Bubuh yang memang odalan di Pura Ratu Bagawan Penyarikan, sehingga rentetan yang dilakukan hari ini menedunkan atau menurunkan spirit berasal dari sunia loka Ida Sesuwunan Bagawan Penyarikan. “Artinya, setelah Wrhaspati Kalpa Agung dilakukan akan memiliki pondasi yang kuat baik secara niskala ataupun sekala, maka pada saat itulah spirit yang lebih besar diturunkan,” paparnya.

Upacara dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acarya Nanda dan Sang Pengrajeg Karya Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda dari Griya Kasogatan Mandala Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja. Hari ini melakukan puncak upacara, sehingga melakukan pangresikan dan pacaruan. Ida Bhatara diiring napak pertiwi menyentuh tanah.

Kusuma Yasa mengatakan, karya ini dirancang sejak 5 bulan lalu, yang dibagi menjadi tiga fase. Pertama perencanaan, diawali dengan pablibagan kecil dengan pendekatan Ida Sang Pangrajeg Karya untuk membahas jenis karya dan anggaran. Lalu diberitahukan kepada warga untuk disetujui. Kemudian dilanjutkan dengan tahap persiapan yang kurang lebih 4 bulan, mulai dari Juni 2025 dengan membuat uparengga, seperti membuat Pawaregan (dapur), tragtag dan panggung kecil.

Pada 17 Oktober melakukan pemarisudan, menyucikan mandala, pada 19 Okteber 2025 melakukan parikrama pengingsah, dan mapengalang sasih. Pada 23 Oktober melakukan pamelastian sekaligus mulang pakelem di Pantai Padanggalak dan ngamet Tirta Kamandalu, dilanjutkan dengan mendak siwi.

“Setelah puncak karya ini, besok warga akan melakukan ngalemekin dan melakukan bhakti penganyar. Ketika mandala sudah dibuat, maka ngelemekin atau pemupukan dilakukan agar kehidupan alam lebih subur. Kita mencoba menggambarkan mandala yang kita bangun untuk berharap ada kesuburan,” paparnya.

Bakti penganyar kedua dilakukan pada 27 Oktober 2025. Upacara dilengkapi dengan upacara akebat daun, dengan tujuan mandala yang sudah dibangun dan sudah melakukan pamupukan, diharapkan mulai tumbuh tunas-tunas yang nantinya akan digunakan untuk menopang kehidupan. “Akebat daun itu mekarnya daun-daun, sebagai tumbuhnya tunas-tunas baru. Upacara akan disineb pada 28 Oktober, dengan penyenukan dan proses ngaturang upacara Rsi Bhojana,” jelasnya.

Kelian Adat Wayan Sanjaya mengatakan, untuk menyambut karya besar ini, pihaknya memulai dengan membagikan tugas upacara kepada krama, sehingga krama akan menjadi lebih matang, sudah mengetahui posisi mereka dalan bertugas. “Saya sendiri berbahagia dan bersyukur kepada Tuhan yang beristana di Banjar Binoh Kelod khususnya Ratu Gede Penyarikan, upacara ini berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Atas restu sesuwunan, krama banjar bersatu mengambil karya dengan tujuan yang sama, baik suka maupun duka. “Saya berharap selesainya upacara ini krama laki-laki dan perempuan dapat hidup berbahagia, berlimpah sandang pangan sesuai konsep Tri Hita Karana dengan tiga unsur, seperti beryadnya kepada Ida Sahyang Widi Wasa, menghormati sesama krama dan peduli terhadap lingkungan.

“Lingkungan ini sudah pasti bertujuan pada alam tumbuh-tumbuhan yang upacaranya bertepatan pada Tumpek Pengantag. Makna upacara ini adalah memupuk rasa persaudaraan. Pada 25 tahun lalu, sudah melaksanakan upacara, dan kini dilaksanakan dengan lebih besar. Kami akan membuat upacara ini sesurat, aturan alarm berbunyi 30 tahun untuk cucuk kita,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: denpasarHindu Balingenteg linggihupacaraupacara hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hattrick Koster, Antara Prestasi dan Stagnasi

Next Post

UDG XXXII Bali: Kualitas Meningkat, Efisiensi Jadi Tantangan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
UDG XXXII Bali: Kualitas Meningkat, Efisiensi Jadi Tantangan

UDG XXXII Bali: Kualitas Meningkat, Efisiensi Jadi Tantangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co