14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 17, 2025
in Esai
Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Gambar internet

Pendahuluan: Kata-Kata yang Menyentuh Jiwa

Di tengah hiruk-pikuk dunia usaha yang kerap menekankan keuntungan, efisiensi, dan angka, ada satu ungkapan nyeleneh yang justru membangkitkan kesadaran lebih tinggi: “Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu.” Kalimat ini bukan sekadar ucapan basa-basi, melainkan sebuah filsafat bisnis yang dalam, bahkan spiritual. Diucapkan dengan ringan oleh Joseph Theodorus Wuliandi, yang lebih dikenal sebagai Mr. Joger, pendiri dan pemilik “Pabrik Kata-Kata” di Bali, sekaligus pemilik buku tertipis di dunia.  Dia menyentuh sisi terdalam pelayanan yang tak bersyarat.

Sekitar tahun 2002, kami dari komunitas Denpasar Entrepreneur University yang dimentori owner Primagama Bapak Purdi E. Chandra, mendapat kesempatan belajar langsung dari Mr. Joger. Sosoknya sederhana, jenaka, namun tajam dan jernih dalam melihat hidup. Salah satu wejangan yang paling membekas dari beliau adalah filosofi tadi, yang sepintas sederhana, namun sesungguhnya mengandung makna spiritual yang mendalam: melampaui dualitas.

Melampaui Suka dan Duka: Spiritualitas dalam Bisnis

Guruji Anand Krishna sering menyampaikan bahwa seseorang yang telah tercerahkan bukanlah orang yang tidak mengalami duka atau suka, melainkan orang yang telah melampaui keduanya. Dalam konteks bisnis, ini berarti pelayanan yang tidak bersyarat, tidak tergantung pada transaksi, laba, atau nilai pembelian. Seperti alam yang melayani semua makhluk tanpa pilih kasih — hujan turun untuk petani maupun pengusaha, matahari bersinar untuk pejalan kaki maupun raja — demikian pula pelayanan sejati adalah ekspresi cinta yang tidak mengharap imbalan.

Ungkapan Mr. Joger “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah perwujudan dari nilai ini. Ia menegaskan bahwa rasa terima kasih bukanlah transaksi, melainkan penghargaan terhadap eksistensi orang lain.

Kontras Pengalaman: Antene TV dan Senyum yang Hilang

Sebagai pembanding, saya teringat pengalaman lain di sebuah toko elektronik di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Saat saya menanyakan harga antene TV dan merasa harga cukup mahal, saya menanggapi dengan jujur: “Kok mahal, ya?” Pelayan toko menjawab dengan nada ketus, “Di sini memang mahal, Pak. Silakan beli di tempat lain.” Saya pun membisu dan berlalu.

Tidak ada kehangatan, apalagi pelayanan. Yang tersisa hanya keterkejutan dan rasa asing. Di sini tidak ada filosofi pelayanan — hanya transaksi kering dan harga dingin. Tidak ada “tengkiu”, apalagi untuk pelanggan yang tidak membeli.

Kisah ini menjadi semacam cermin. Bahwa di mana tidak ada kasih, di situ tidak ada pelayanan sejati.

Pelayanan sebagai Jalan Spiritualitas

Pelayanan bukan sekadar etika bisnis. Dalam banyak tradisi spiritual, pelayanan — atau seva — adalah bentuk tertinggi dari pengabdian. Dalam Bhagavad Gita, Krishna berkata bahwa orang bijak melayani dunia bukan karena keharusan, tetapi karena kesadaran. Mereka sadar bahwa seluruh semesta saling terhubung. Dalam tradisi Bali, dikenal pula prinsip Tat Twam Asi — “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” — sehingga melayani orang lain adalah melayani aspek ilahi dalam dirimu sendiri.

Dalam konteks ini, ungkapan Mr. Joger bukan hanya sekadar sopan santun. Ia adalah pengingat bahwa kita hidup bukan hanya untuk berdagang, tetapi untuk berbagi makna. Sebab, orang yang datang ke toko, meski tidak membeli, telah berbagi energi, perhatian, bahkan mungkin senyuman. Apakah itu tidak layak dihargai dengan “tengkiu”?

Paradoks Joger: Jenaka Tapi Serius, Serius Tapi Jenaka

Mr. Joger adalah perwujudan hidup dari paradoks Zen. Ia jenaka, tetapi serius. Ia nyeleneh, tetapi bijak. Melalui pabrik kata-katanya, ia menggugah kesadaran masyarakat untuk berpikir di luar kotak, dan lebih dari itu — merasakan dengan hati. Kata-katanya bukan sekadar permainan bahasa, tetapi sarana untuk membangkitkan humor spiritual. Di sini, kita melihat bahwa bisnis tidak harus kaku dan kering. Ia bisa menjadi ruang bermain kesadaran.

Filosof Perancis Gilles Deleuze menyebut “deterritorialisasi” sebagai pelepasan dari batas-batas mapan. Joger, dengan kejenakaannya, mendeterritorialisasi bisnis — membebaskannya dari kekakuan, dari orientasi laba semata. Ia membuat toko menjadi panggung kesadaran, tempat orang bisa tersenyum, merenung, bahkan tercerahkan.

Alam Mengajarkan Pelayanan Tanpa Pamrih

Lihatlah pohon mangga: ia memberikan buah bahkan pada orang yang melempar batu. Lihatlah sungai: ia mengalir tanpa menuntut. Lihatlah matahari: ia menyinari tanpa syarat. Inilah prinsip pelayanan universal yang juga tercermin dalam semangat Joger. Bisnis, jika diarahkan dengan jiwa yang melampaui pamrih, bisa menjadi praktik spiritual yang nyata.

Pelayanan seperti ini tidak hanya memberi manfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi pelaku usaha itu sendiri. Dalam penelitian tentang happiness economics, ditemukan bahwa pelaku bisnis yang tulus melayani dengan penuh cinta, lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih sejahtera dalam jangka panjang.

Menjaga Jiwa dalam Dunia Usaha

Dunia usaha hari ini dipenuhi dengan istilah seperti “customer satisfaction,” “value proposition,” atau “brand loyalty.” Tapi sejatinya, semua itu tidak akan bermakna jika tidak disertai jiwa. Mr. Joger menunjukkan bahwa jiwa itu bisa hadir bahkan dalam papan bertuliskan ucapan terima kasih. Bahkan bisa hadir dalam candaan, dalam pelayanan yang ringan tapi bermakna.

Pelayanan bukan tentang menjual sesuatu, tetapi tentang menghadirkan rasa manusia. Dalam hal ini, Joger telah memberikan sumbangsih besar dalam membumikan kesadaran spiritual dalam praktik ekonomi.

Penutup: Terima Kasih yang Tulus Adalah Doa Tanpa Kata

Filosofi “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah doa diam-diam dari seorang pedagang yang menyadari bahwa setiap tamu adalah guru. Bahwa pelanggan bukan hanya pembeli, tetapi penyambung hubungan antarmanusia. Ketulusan adalah mata uang spiritual, yang nilainya tidak pernah turun, bahkan di tengah krisis.

Mungkin sudah saatnya dunia bisnis — terutama UMKM di Indonesia — belajar dari filosofi ini. Menanamkan rasa terima kasih yang tulus, bukan sebagai strategi pemasaran, tetapi sebagai praktik batin. Karena siapa tahu, pelanggan yang tidak jadi membeli hari ini, bisa jadi adalah pembawa rezeki atau pelajaran jiwa yang tak ternilai.

Dan untuk semua itu, kita pun pantas berkata:

Belanja Tidak Belanja, Tetap Tengkiu. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomi kreatiffilosofi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa, Moral, dan Budaya Bercanda yang Kebablasan

Next Post

Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Deru Sepeda Motor di Jalanan -- Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co