24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 17, 2025
in Esai
Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Gambar internet

Pendahuluan: Kata-Kata yang Menyentuh Jiwa

Di tengah hiruk-pikuk dunia usaha yang kerap menekankan keuntungan, efisiensi, dan angka, ada satu ungkapan nyeleneh yang justru membangkitkan kesadaran lebih tinggi: “Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu.” Kalimat ini bukan sekadar ucapan basa-basi, melainkan sebuah filsafat bisnis yang dalam, bahkan spiritual. Diucapkan dengan ringan oleh Joseph Theodorus Wuliandi, yang lebih dikenal sebagai Mr. Joger, pendiri dan pemilik “Pabrik Kata-Kata” di Bali, sekaligus pemilik buku tertipis di dunia.  Dia menyentuh sisi terdalam pelayanan yang tak bersyarat.

Sekitar tahun 2002, kami dari komunitas Denpasar Entrepreneur University yang dimentori owner Primagama Bapak Purdi E. Chandra, mendapat kesempatan belajar langsung dari Mr. Joger. Sosoknya sederhana, jenaka, namun tajam dan jernih dalam melihat hidup. Salah satu wejangan yang paling membekas dari beliau adalah filosofi tadi, yang sepintas sederhana, namun sesungguhnya mengandung makna spiritual yang mendalam: melampaui dualitas.

Melampaui Suka dan Duka: Spiritualitas dalam Bisnis

Guruji Anand Krishna sering menyampaikan bahwa seseorang yang telah tercerahkan bukanlah orang yang tidak mengalami duka atau suka, melainkan orang yang telah melampaui keduanya. Dalam konteks bisnis, ini berarti pelayanan yang tidak bersyarat, tidak tergantung pada transaksi, laba, atau nilai pembelian. Seperti alam yang melayani semua makhluk tanpa pilih kasih — hujan turun untuk petani maupun pengusaha, matahari bersinar untuk pejalan kaki maupun raja — demikian pula pelayanan sejati adalah ekspresi cinta yang tidak mengharap imbalan.

Ungkapan Mr. Joger “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah perwujudan dari nilai ini. Ia menegaskan bahwa rasa terima kasih bukanlah transaksi, melainkan penghargaan terhadap eksistensi orang lain.

Kontras Pengalaman: Antene TV dan Senyum yang Hilang

Sebagai pembanding, saya teringat pengalaman lain di sebuah toko elektronik di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Saat saya menanyakan harga antene TV dan merasa harga cukup mahal, saya menanggapi dengan jujur: “Kok mahal, ya?” Pelayan toko menjawab dengan nada ketus, “Di sini memang mahal, Pak. Silakan beli di tempat lain.” Saya pun membisu dan berlalu.

Tidak ada kehangatan, apalagi pelayanan. Yang tersisa hanya keterkejutan dan rasa asing. Di sini tidak ada filosofi pelayanan — hanya transaksi kering dan harga dingin. Tidak ada “tengkiu”, apalagi untuk pelanggan yang tidak membeli.

Kisah ini menjadi semacam cermin. Bahwa di mana tidak ada kasih, di situ tidak ada pelayanan sejati.

Pelayanan sebagai Jalan Spiritualitas

Pelayanan bukan sekadar etika bisnis. Dalam banyak tradisi spiritual, pelayanan — atau seva — adalah bentuk tertinggi dari pengabdian. Dalam Bhagavad Gita, Krishna berkata bahwa orang bijak melayani dunia bukan karena keharusan, tetapi karena kesadaran. Mereka sadar bahwa seluruh semesta saling terhubung. Dalam tradisi Bali, dikenal pula prinsip Tat Twam Asi — “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” — sehingga melayani orang lain adalah melayani aspek ilahi dalam dirimu sendiri.

Dalam konteks ini, ungkapan Mr. Joger bukan hanya sekadar sopan santun. Ia adalah pengingat bahwa kita hidup bukan hanya untuk berdagang, tetapi untuk berbagi makna. Sebab, orang yang datang ke toko, meski tidak membeli, telah berbagi energi, perhatian, bahkan mungkin senyuman. Apakah itu tidak layak dihargai dengan “tengkiu”?

Paradoks Joger: Jenaka Tapi Serius, Serius Tapi Jenaka

Mr. Joger adalah perwujudan hidup dari paradoks Zen. Ia jenaka, tetapi serius. Ia nyeleneh, tetapi bijak. Melalui pabrik kata-katanya, ia menggugah kesadaran masyarakat untuk berpikir di luar kotak, dan lebih dari itu — merasakan dengan hati. Kata-katanya bukan sekadar permainan bahasa, tetapi sarana untuk membangkitkan humor spiritual. Di sini, kita melihat bahwa bisnis tidak harus kaku dan kering. Ia bisa menjadi ruang bermain kesadaran.

Filosof Perancis Gilles Deleuze menyebut “deterritorialisasi” sebagai pelepasan dari batas-batas mapan. Joger, dengan kejenakaannya, mendeterritorialisasi bisnis — membebaskannya dari kekakuan, dari orientasi laba semata. Ia membuat toko menjadi panggung kesadaran, tempat orang bisa tersenyum, merenung, bahkan tercerahkan.

Alam Mengajarkan Pelayanan Tanpa Pamrih

Lihatlah pohon mangga: ia memberikan buah bahkan pada orang yang melempar batu. Lihatlah sungai: ia mengalir tanpa menuntut. Lihatlah matahari: ia menyinari tanpa syarat. Inilah prinsip pelayanan universal yang juga tercermin dalam semangat Joger. Bisnis, jika diarahkan dengan jiwa yang melampaui pamrih, bisa menjadi praktik spiritual yang nyata.

Pelayanan seperti ini tidak hanya memberi manfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi pelaku usaha itu sendiri. Dalam penelitian tentang happiness economics, ditemukan bahwa pelaku bisnis yang tulus melayani dengan penuh cinta, lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih sejahtera dalam jangka panjang.

Menjaga Jiwa dalam Dunia Usaha

Dunia usaha hari ini dipenuhi dengan istilah seperti “customer satisfaction,” “value proposition,” atau “brand loyalty.” Tapi sejatinya, semua itu tidak akan bermakna jika tidak disertai jiwa. Mr. Joger menunjukkan bahwa jiwa itu bisa hadir bahkan dalam papan bertuliskan ucapan terima kasih. Bahkan bisa hadir dalam candaan, dalam pelayanan yang ringan tapi bermakna.

Pelayanan bukan tentang menjual sesuatu, tetapi tentang menghadirkan rasa manusia. Dalam hal ini, Joger telah memberikan sumbangsih besar dalam membumikan kesadaran spiritual dalam praktik ekonomi.

Penutup: Terima Kasih yang Tulus Adalah Doa Tanpa Kata

Filosofi “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah doa diam-diam dari seorang pedagang yang menyadari bahwa setiap tamu adalah guru. Bahwa pelanggan bukan hanya pembeli, tetapi penyambung hubungan antarmanusia. Ketulusan adalah mata uang spiritual, yang nilainya tidak pernah turun, bahkan di tengah krisis.

Mungkin sudah saatnya dunia bisnis — terutama UMKM di Indonesia — belajar dari filosofi ini. Menanamkan rasa terima kasih yang tulus, bukan sebagai strategi pemasaran, tetapi sebagai praktik batin. Karena siapa tahu, pelanggan yang tidak jadi membeli hari ini, bisa jadi adalah pembawa rezeki atau pelajaran jiwa yang tak ternilai.

Dan untuk semua itu, kita pun pantas berkata:

Belanja Tidak Belanja, Tetap Tengkiu. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomi kreatiffilosofi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa, Moral, dan Budaya Bercanda yang Kebablasan

Next Post

Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Deru Sepeda Motor di Jalanan -- Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co