12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 17, 2025
in Esai
Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu: Filosofi Joger Melampaui Dualitas

Gambar internet

Pendahuluan: Kata-Kata yang Menyentuh Jiwa

Di tengah hiruk-pikuk dunia usaha yang kerap menekankan keuntungan, efisiensi, dan angka, ada satu ungkapan nyeleneh yang justru membangkitkan kesadaran lebih tinggi: “Belanja Tidak Belanja Tetap Tengkiu.” Kalimat ini bukan sekadar ucapan basa-basi, melainkan sebuah filsafat bisnis yang dalam, bahkan spiritual. Diucapkan dengan ringan oleh Joseph Theodorus Wuliandi, yang lebih dikenal sebagai Mr. Joger, pendiri dan pemilik “Pabrik Kata-Kata” di Bali, sekaligus pemilik buku tertipis di dunia.  Dia menyentuh sisi terdalam pelayanan yang tak bersyarat.

Sekitar tahun 2002, kami dari komunitas Denpasar Entrepreneur University yang dimentori owner Primagama Bapak Purdi E. Chandra, mendapat kesempatan belajar langsung dari Mr. Joger. Sosoknya sederhana, jenaka, namun tajam dan jernih dalam melihat hidup. Salah satu wejangan yang paling membekas dari beliau adalah filosofi tadi, yang sepintas sederhana, namun sesungguhnya mengandung makna spiritual yang mendalam: melampaui dualitas.

Melampaui Suka dan Duka: Spiritualitas dalam Bisnis

Guruji Anand Krishna sering menyampaikan bahwa seseorang yang telah tercerahkan bukanlah orang yang tidak mengalami duka atau suka, melainkan orang yang telah melampaui keduanya. Dalam konteks bisnis, ini berarti pelayanan yang tidak bersyarat, tidak tergantung pada transaksi, laba, atau nilai pembelian. Seperti alam yang melayani semua makhluk tanpa pilih kasih — hujan turun untuk petani maupun pengusaha, matahari bersinar untuk pejalan kaki maupun raja — demikian pula pelayanan sejati adalah ekspresi cinta yang tidak mengharap imbalan.

Ungkapan Mr. Joger “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah perwujudan dari nilai ini. Ia menegaskan bahwa rasa terima kasih bukanlah transaksi, melainkan penghargaan terhadap eksistensi orang lain.

Kontras Pengalaman: Antene TV dan Senyum yang Hilang

Sebagai pembanding, saya teringat pengalaman lain di sebuah toko elektronik di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Saat saya menanyakan harga antene TV dan merasa harga cukup mahal, saya menanggapi dengan jujur: “Kok mahal, ya?” Pelayan toko menjawab dengan nada ketus, “Di sini memang mahal, Pak. Silakan beli di tempat lain.” Saya pun membisu dan berlalu.

Tidak ada kehangatan, apalagi pelayanan. Yang tersisa hanya keterkejutan dan rasa asing. Di sini tidak ada filosofi pelayanan — hanya transaksi kering dan harga dingin. Tidak ada “tengkiu”, apalagi untuk pelanggan yang tidak membeli.

Kisah ini menjadi semacam cermin. Bahwa di mana tidak ada kasih, di situ tidak ada pelayanan sejati.

Pelayanan sebagai Jalan Spiritualitas

Pelayanan bukan sekadar etika bisnis. Dalam banyak tradisi spiritual, pelayanan — atau seva — adalah bentuk tertinggi dari pengabdian. Dalam Bhagavad Gita, Krishna berkata bahwa orang bijak melayani dunia bukan karena keharusan, tetapi karena kesadaran. Mereka sadar bahwa seluruh semesta saling terhubung. Dalam tradisi Bali, dikenal pula prinsip Tat Twam Asi — “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” — sehingga melayani orang lain adalah melayani aspek ilahi dalam dirimu sendiri.

Dalam konteks ini, ungkapan Mr. Joger bukan hanya sekadar sopan santun. Ia adalah pengingat bahwa kita hidup bukan hanya untuk berdagang, tetapi untuk berbagi makna. Sebab, orang yang datang ke toko, meski tidak membeli, telah berbagi energi, perhatian, bahkan mungkin senyuman. Apakah itu tidak layak dihargai dengan “tengkiu”?

Paradoks Joger: Jenaka Tapi Serius, Serius Tapi Jenaka

Mr. Joger adalah perwujudan hidup dari paradoks Zen. Ia jenaka, tetapi serius. Ia nyeleneh, tetapi bijak. Melalui pabrik kata-katanya, ia menggugah kesadaran masyarakat untuk berpikir di luar kotak, dan lebih dari itu — merasakan dengan hati. Kata-katanya bukan sekadar permainan bahasa, tetapi sarana untuk membangkitkan humor spiritual. Di sini, kita melihat bahwa bisnis tidak harus kaku dan kering. Ia bisa menjadi ruang bermain kesadaran.

Filosof Perancis Gilles Deleuze menyebut “deterritorialisasi” sebagai pelepasan dari batas-batas mapan. Joger, dengan kejenakaannya, mendeterritorialisasi bisnis — membebaskannya dari kekakuan, dari orientasi laba semata. Ia membuat toko menjadi panggung kesadaran, tempat orang bisa tersenyum, merenung, bahkan tercerahkan.

Alam Mengajarkan Pelayanan Tanpa Pamrih

Lihatlah pohon mangga: ia memberikan buah bahkan pada orang yang melempar batu. Lihatlah sungai: ia mengalir tanpa menuntut. Lihatlah matahari: ia menyinari tanpa syarat. Inilah prinsip pelayanan universal yang juga tercermin dalam semangat Joger. Bisnis, jika diarahkan dengan jiwa yang melampaui pamrih, bisa menjadi praktik spiritual yang nyata.

Pelayanan seperti ini tidak hanya memberi manfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi pelaku usaha itu sendiri. Dalam penelitian tentang happiness economics, ditemukan bahwa pelaku bisnis yang tulus melayani dengan penuh cinta, lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih sejahtera dalam jangka panjang.

Menjaga Jiwa dalam Dunia Usaha

Dunia usaha hari ini dipenuhi dengan istilah seperti “customer satisfaction,” “value proposition,” atau “brand loyalty.” Tapi sejatinya, semua itu tidak akan bermakna jika tidak disertai jiwa. Mr. Joger menunjukkan bahwa jiwa itu bisa hadir bahkan dalam papan bertuliskan ucapan terima kasih. Bahkan bisa hadir dalam candaan, dalam pelayanan yang ringan tapi bermakna.

Pelayanan bukan tentang menjual sesuatu, tetapi tentang menghadirkan rasa manusia. Dalam hal ini, Joger telah memberikan sumbangsih besar dalam membumikan kesadaran spiritual dalam praktik ekonomi.

Penutup: Terima Kasih yang Tulus Adalah Doa Tanpa Kata

Filosofi “belanja tidak belanja tetap tengkiu” adalah doa diam-diam dari seorang pedagang yang menyadari bahwa setiap tamu adalah guru. Bahwa pelanggan bukan hanya pembeli, tetapi penyambung hubungan antarmanusia. Ketulusan adalah mata uang spiritual, yang nilainya tidak pernah turun, bahkan di tengah krisis.

Mungkin sudah saatnya dunia bisnis — terutama UMKM di Indonesia — belajar dari filosofi ini. Menanamkan rasa terima kasih yang tulus, bukan sebagai strategi pemasaran, tetapi sebagai praktik batin. Karena siapa tahu, pelanggan yang tidak jadi membeli hari ini, bisa jadi adalah pembawa rezeki atau pelajaran jiwa yang tak ternilai.

Dan untuk semua itu, kita pun pantas berkata:

Belanja Tidak Belanja, Tetap Tengkiu. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomi kreatiffilosofi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa, Moral, dan Budaya Bercanda yang Kebablasan

Next Post

Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Deru Sepeda Motor di Jalanan — Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Deru Sepeda Motor di Jalanan -- Bali Macam Apa yang Sedang Kita Jalani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co