26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [35]: Berita Lelayu dari Pesan “Gateway”

Chusmeru by Chusmeru
October 9, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

Efiseinsi anggaran yang digagas pemerintah pusat dirasakan imbasnya oleh banyak instansi, baik pemerintah maupun swasta. Semua kini serba efisien, serba berhemat. Kinerja pegawai tetap dituntut maksimal dengan anggaran yang minimal.

Kebijakan efisiensi bukan hanya untuk instansi pemerintah di pusat, tetapi juga di daerah. Ketika instansi pemerintah harus efisensi, perusahaan swasta pun kena imbasnya. Karena instansi pemerintah biasanya bermitra juga dengan perusahaan swasta.

Tak terkecuali perguruan tinggi. Kebijakan efisiensi juga dilakukan, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dampaknya tentu dirasakan oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa. Banyak rencana kegiatan yang tertunda dan dihapus dari daftar, karena keterbatasan anggaran.

 Beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan dosen dan pegawai kini tak bisa lagi. Perjalanan dinas ke luar daerah dibatasi. Jika tidak terlalu penting, dosen dan pegawai tidak diizinkan melakukan kunjungan ke luar daerah, apalagi ke luar negeri.

Rapat dosen dan pegawai tidak lagi diizinkan dilakukan di luar, di restoran atau rumah makan. Cukup dilakukan di dalam kampus. Konsumsi rapat pun dibatasi. Kalau tidak terlalu mendesak, tidak diperlukan rapat dengan mengundang orang dalam jumlah banyak. Rapat bisa dilakukan secara daring lewat zoom.

Perawatan gedung dan kendaraan di kampus mengalami efisiensi pula. Servis AC dan kendaraan dinas tergantung pada keluhan. Jika tidak ada keluhan pada AC dan kendaraan, servis berkala bisa diundur waktunya. Maka bukan hanya dosen dan pegawai, jasa servis AC dan bengkel kendaraan pun terimbas efisiensi.

 Efisiensi bahkan merambah ke bidang administrasi dan tata usaha. Semua surat-menyurat dan pengumuman dari kampus menjadi paperless. Semua bentuk undangan, surat tugas, dan pengumuman dari fakultas tidak lagi menggunakan kertas, tetapi diganti dengan format digital. Hemat kertas dan hemat kerjaan bagi pegawai tentunya.

Masalah efisiensi surat-menyurat dirasakan Hendardi dan Sugiono. Mereka tidak lagi harus mencetak surat-surat dan mengantarkannya ke setiap jurusan. Mereka cukup membuat surat dalam format pdf dan dikirim secara daring melalui WhatsApp (WA) secara gateway. Sekali klik, seluruh dosen dan pegawai di fakultas akan langsung membaca surat maupun pengumuman penting.

                                                                        ***

Hendardi, 45 tahun dan Sugiono, 35 tahun. Mereka sudah cukup lama bekerja sebagai pegawai administrasi di fakultas. Mereka dikenal oleh banyak dosen, pegawai, dan mahasiswa. Setiap surat yang perlu mendapat tanda tangan pimpinan fakultas akan melalui mereka proses pengetikannya. Jika sudah disetujui pimpinan, surat itu akan mereka kirim melalui WA kepada yang meminta.

 Bukan hanya surat-menyurat, Hendardi dan Sugiono juga bertugas membagikan pengumuman kepada dosen dan pegawai. Hendardi biasanya bertugas pagi hingga sore, Sugiono kebagian sore hingga malam. Kadang banyak instruksi pimpinan atau pengumuman penting yang harus segera diumumkan pada sore atau malam hari untuk dikerjakan dosen dan pegawai pada esok harinya.

Pengumuman yang mereka bagikan bukan cuma tentang proses pendidikan dan administrasi akademik, tetapi juga pengumuman berita lelayu. Jika ada dosen, pegawai, dan mahasiswa yang meninggal dunia, Hendardi dan Sugiono akan segera menyampaikan berita lelayu melalui pesan gateway.

Menyampaikan berita lelayu bagi Hendardi dan Sugiono merupakan pekerjaan yang kadang menimbulkan rasa haru dan sedih. Mereka harus mengumumkan berita duka dosen yang mereka kenal dengan baik, atau pegawai yang meninggal adalah teman dekat mereka. Bahkan, banyak kejadian misterius dan membuat mereka merinding ketika harus mengumumkan dosen, pegawai, dan mahasiswa yang meninggal. Setiap ada yang akan meninggal, Hendardi dan Sugiono kerap mendapat firasat, entah lewat mimpi maupun dari gerak-gerik orang yang mau meninggal.

Suatu pagi, Hendardi sedang berada di ruangannya. Priambodo, dosen senior di kampus menemui Hendardi untuk dibuatkan surat tugas pengabdian masyarakat. Hendardi membaca secarik kertas yang berisi tentang hari, tanggal, dan bentuk kegiatan.

“Waktu kegiatan masih lama ini, Pak Priambodo. Kok buru-buru buat surat tugasnya,” kata Hendardi. Ia melihat kegiatan yang akan dilakukan Priambodo masih dua bulan lagi.

“Nggak apa, Mas Hendardi. Siapa tahu besok saya tidak bisa bertemu mas Hendardi lagi,” kata Priambodo sambil menunjukkan raut wajah yang muram.

Hendardi terkejut. Ia anggap Priambodo bercanda. Hendardi tak menolak permintaan Priambodo untuk membuat surat tugas. Namun ada yang aneh saat ia mengetik surat tugas itu. Bulu kuduknya berdiri. Ia merinding, entah mengapa.

Malam harinya Hendardi dikejutkan oleh gateway yang dikirimkan Sugiono lewat pesan WA. Dikabarkan Priambodo meninggal dunia sehabis isya. Hendardi sedih dan merinding. Baru saja pagi hari Priambodo meminta surat tugas untuk kegiatan dua bulan yang akan datang. Hendardi masih ingat betul ucapan Priambodo yang mengatakan siapa tahu tidak bisa bertemu Hendardi lagi.

Sugiono juga kerap menjumpai hal misterius soal berita lelayu sebagaimana dialami Hendardi. Mereka kadang heran, mengapa selalu ada firasat aneh setiap ada yang mau meninggal. Seolah mereka menerima pesan kematian sebelum orang yang akan diumumkan itu meninggal.

Sugiono piket malam hari di kampus. Suasana kampus di malam hari sebenarnya terang benderang dengan banyaknya lampu di dalam maupun luar ruangan. Namun entah mengapa, setiap mendapat tugas malam Sugiono selalu merasa takut. Apalagi sejak ada kebijakan efisiensi, beberapa lampu di taman dan tempat parkir dipadamkan. Sugiono merasakan kengerian bertugas sendiri.

Saat asyik minum kopi di ruangannya, Sugiono dikagetkan oleh datangnya Sujiman, pegawai bagian keuangan. Tidak seperti biasanya Sujiman ke kampus di malam hari. Masalah yang berkaitan dengan keuangan kampus selalu diselesaikan pada siang hari.

“Kok ke kampus malam hari, Pak Sujiman?” tanya Sugiono.

Sujiman tidak langsung menjawab pertanyaan Sugiono. Ia hanya memandangi ruangan, seolah mencari sesuatu. Namun ia tidak menemukan apa yang ia cari. Sujiman tampak seperti orang bingung. Wajahnya tampak lelah.

“Cari apa, Pak Sujiman?” tanya Sugiono lagi. Padahal pertanyaan pertama belum dijawab.

Sujiman masih belum menjawab. Matanya melihat ke sekililing ruangan.

“Saya cari map yang berisi laporan keuangan fakultas,” kata Sujiman lirih.

“Dicari besok pagi saja, Pak,” saran Sugiono saat melihat Sujiman seperti orang linglung.

“Siapa tahu besok saya tidak sempat ke kampus,” kata Sujiman dengan muka sedih.

Sugiono terkejut mendengar penuturan Sujiman. Mengapa Sujiman berkata seperti itu? Bukankah besok bukan hari libur? Sugiono memandangi Sujiman. Tampak ada yang berbeda pada diri Sujiman dibanding hari-hari biasanya. Sugiono menduga barangkali Sujiman terlalu capai bekerja mengurusi masalah keuangan di fakultas, sehingga wajahnya lusuh dan linglung.

Esoknya Sugiono dikejutkan oleh pesan gateway WA yang dikirim Hendardi. Berita lelayu  yang mengumumkan Sujiman meninggal dunia menjelang duhur. Sontak Sugiono merinding. Semalam Sujiman berada di ruangan yang sama mencari berkas laporan keuangan. Sugiono masih ingat betul ketika Sujiman mengatakan besok tidak sempat ke kampus. Sungguh misterius kematian Sujiman.

                                                            ***

Hendardi seperti biasa sudah berada di depan laptop untuk membuat surat-surat. Seorang mahasiswi menghampirinya. Hendardi diminta untuk membuatkan surat tugas bagi dosen yang akan menguji skripsi mahasiswi itu. Sesuai dengan tanggal yang disetujui dosen pembimbing, ujian skripsi baru akan dilaksanakan dua minggu ke depan.

“Ujiannya masih lama, Mbak. Kenapa buru-buru dibuat surat tugas mengujinya?” tanya Hendardi.

“Iya, Pak. Biar lebih cepat jadi. Saya sudah ingin cepat-cepat ujian,” jawab mahasiswi itu.

Tampak kegelisahan di wajah mahasiswi. Hendardi menuruti saja permintaan mahasiswi itu. Meski dalam hati ia heran, mengapa mahasiswi itu terburu-buru meminta surat tugas untuk penguji skripsinya. Biasanya mahasiswa akan meminta surat tugas ujian empat atau lima hari sebelum ujian.

Keheranan Hendardi terjawab dua hari sesudahnya. Ia mendapat kabar dari bagian kemahasiswaan, mahasiswi yang meminta surat tugas ujian meninggal dunia karena sakit. Hendardi merinding. Ia harus mengumumkan berita lelayu melalui gateway tentang mahasiswi yang dua hari lalu menemuinya di ruangan.

Mengumumkan kabar duka kadang membuat Hendardi larut dalam kesedihan. Ia lebih senang jika harus mengumumkan kabar-kabar tentang jadwal ujian akhir semester, batas akhir penyetoran nilai, atau mengirim ulang surat edaran dari rektorat. Namun sedikit pun Hendardi tidak pernah mengeluh soal pekerjaannya. Beruntung ia bekerja di kampus yang membuatnya punya waktu banyak untuk istirahat.

Malam belum begitu larut ketika rasa kantuk melanda Hendardi. Padahal ia berencana untuk menonton pertandingan sepak bola Liga Inggris yang tayang langsung tengah malam. Seharian ia banyak mengerjakan tugas di kampus. Esoknya ia masih harus melanjutkan mengetik surat-surat yang belum sempat diselesaikannya.

Di tengah lelap tidurnya, Hendardi bermimpi tentang rekan kerjanya, Sugiono. Dalam mimpinya, Sugiono sedang menaiki kereta kencana di suatu tempat yang luas, penuh dengan tanaman bunga. Sugiono tampak memanggil-manggil Hendardi untuk ikut naik kereta kencana yang berhias permata. Namun Hendardi menolak. Tangan Sugiono terus melambai ke arah Hendardi. Hingga tiba di tepi jurang, kereta kencana yang dinaiki Sugiono terperosok dan jatuh ke dalam jurang. Hendardi berteriak dan berlari hendak menolong temannya, namun Sugiono bersama kereta kencananya sudah berada di dasar jurang.

Hendardi terbangun. Jam dinding di kamarnya menunjukkan angka dua. Masih dini hari. Hendardi tersengal-sengal. Seolah ia baru saja berlari jauh. Hendardi mengambil air putih dan meminum untuk menenangkan perasaannya. Ia mencoba menerka apa arti mimpinya. Namun rasa kantuk membuatnya kembali melanjutkan tidurnya.

Bagai disambar petir, esok hari saat Hendardi bangun dari tidur dan membuka pesan WA di ponselnya. Kepala bagian kepegawaian mengirim pesan kepadanya, memberitahu jika Sugiono baru saja meninggal karena serangan jantung. Hendardi lemas. Rekan kerjanya yang sangat baik mendadak meninggal dunia.

Hendardi masih tidak percaya jika Sugiono meninggal. Kemarin sore ia masih sempat bertemu di kampus saat pergantian tugas dengan Sugiono. Tidak tampak tanda-tanda Sugiono sakit. Ia masih kelihatan semangat untuk kerja.

Hendardi mencoba menafsirkan arti mimpinya semalam. Apakah Sugiono yang naik kereta kencana dan terjatuh ke dalam jurang sebagai pertanda ia akan meninggal dunia? Hendardi tentu saja kaget dan merinding sendiri. Betapa tidak, Sugiono baru berusia 35 tahun, terpaut 10 tahun lebih muda dari Hendardi. Mengapa begitu cepat ia menghadap Tuhan?.

Hendardi tak kuasa menahan tangis ketika harus mengumumkan berita lelayu tentang meninggalnya Sugiono lewat gateway WA dosen dan pegawai. Ia tak tahu siapa pegawai yang akan menggantikan Sugiono menyampaikan pesan-pesan fakultas kepada dosen dan pegawai melalui gateway.

Sedih dan terpukul kehilangan teman baik dalam bekerja. Itu yang dirasakan Hendardi. Meski ia yakin, kehidupan dan kematian adalah rahasia ilahi. Tak ada yang tahu kapan orang akan menghadap Tuhan. Dan ia juga tak tahu, kapan dan oleh siapa suatu saat ia akan dikabarkan dalam berita lelayu pesan gateway. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisional versus Modernitas: Pembangunan Jangan Menghancurkan Bali

Next Post

Menyelami “The Varieties of Religious Experience”: Agama sebagai Pengalaman Personal

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Menyelami “The Varieties of Religious Experience”: Agama sebagai Pengalaman Personal

Menyelami "The Varieties of Religious Experience": Agama sebagai Pengalaman Personal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co