2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak Sakral dan Keteguhan: Kisah Pemindahan Pura Paibon Buluh Gunggung, Desa Sibetan, dalam Menjaga Keabadian Warisan Leluhur

I Komang Sucita by I Komang Sucita
October 6, 2025
in Khas
Jejak Sakral dan Keteguhan: Kisah Pemindahan Pura Paibon Buluh Gunggung, Desa Sibetan, dalam Menjaga Keabadian Warisan Leluhur

Karya Pura Buluh Gunggung 17 Oktober 2024 | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

PURA Paibon Buluh Gunggung di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, memiliki sejarah berdiri yang sarat dengan tantangan alam dan kekuatan masyarakat setempat dalam menjaga kelangsungan pura suci ini.

Pura ini sebelumnya bertempat di Banjar Dinas Pengawan, namun perjalanan sejarahnya mengalami perubahan besar yang diwarnai oleh tantangan alam sekaligus semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tempat suci tersebut. Riwayat berdirinya pura ini mencerminkan bagaimana adat, lingkungan, dan kepedulian sosial saling terkait dalam menjaga eksistensi tradisi suci di tengah dinamika perubahan zaman.

Pada akhir tahun 2003 hingga awal tahun 2004, wilayah sekitar pura mengalami kondisi cuaca yang sangat ekstrem, dengan curah hujan tinggi yang turun tanpa henti selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari November 2003 hingga Januari 2004. Situasi ini menjadi sebuah ujian berat karena posisi pura yang terletak di sebuah lereng dengan kemiringan mencapai 45 derajat membuatnya rentan terhadap bencana alam.

Pada tanggal 7 Januari 2004, bencana tanah longsor terjadi, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan pura. Longsor ini menimbun bangunan Piayasan, dua pelinggih apit lawang, dan bahkan area jabe pisan di depan bale gong yang merupakan bagian penting dari pura. Kerusakan ini membahayakan kelangsungan fungsi dan sakralitas pura yang selama ini menjadi pusat ibadah dan aktivitas spiritual masyarakat setempat.

Spiritualitas Gotong Royong: Pilar Pelestarian Pura dan Warisan Lokal

Proses pemindahan pura ini tidaklah sederhana karena sebagian krama dadia menolak dan Sebagian krama yang merupakan generasi muda di zamannya menginginkan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Melalui perundingan panjang belum menemukan titik yang pas, akhirnya disepakatilah untuk membentuk panitia pembangunan pura. Pada saat itu Alm. Jro Mangku Dartha sebagai ketua Pembangunan Pura. Beliau meminta kepada Alm.Jro Mangku Karti sebuah lahan di wilayah banjar adat dukuh tetapi pada saat itu masih mendapat penolakan.

Alternatif yang pernah disampaikan adalah menggunakan Lahan di kalanganyar tanah Alm. Jro Mangku Dartha tetapi pertimbangannya karena jauh dari jalan raya.

Kemudian Para Penglingsir Dadia jaman itu. Bapak Sudiadnyana , Alm.Jro Mangku Dartha, dan Jro Mangku Badra meminta tukar guling lahan kepada Alm.Jro Mangku Karti agar diberikan lahan yang ada di dukuh.

Pembicaraan a lot dan masih menemui jalan buntuakhirnya meminta mediasi kepada tokoh masyarakat yakni Bapak I Wayan Geredeg. Akhirnya Alm. Jro Mangku Karti memberikan lahan sebatas jeroan pura. Seiring waktu berjalan dan negosiasi kekeluargaan akhirnya lahan pura di perluas sampai jaba pisan. Akhirnya lokasi di Banjar Adat Dukuh, dengan letak greografis yang strategis dipilihlah sebagai tempat baru guna mendirikan kembali Pura Paibon Buluh Gunggung.

Pembangunan pura baru ini menjadi wadah solidaritas dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, krama Dadia, hingga dukungan dari aparat pemerintah daerah. Bapak Wayan Geregeg selaku tokoh masyarakat memberikan bantuan alat berat, batu, pasir, dan koral sebagai bahan pengurugan tanah agar tanah yang dipilih benar-benar kokoh dan stabil untuk pondasi pura.

Dalam proses pembangunan dan mengingsir semua elemen dadia bergerak secara Bersama sama walau banyak kendala dalam internal seperti ketidakcocokan pendapat bahkan sampai pertengkaran namun semua masih dalam misi positif membangun pura untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Proses pembangunan berlangsung intens selama hampir satu tahun.

Pada Oktober 2004, dilaksanakan upacara nuntun pedagingan sebagai simbol pengantar roh dan sarana penghubung dari pura lama ke pura baru. Upacara ini menandai secara sakral perpindahan dan pembaruan hidup pura yang harus dilindungi dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

Sakralitas Ritual: Esensi Pemindahan dan Penguatan Pura

Pembangunan dan penyempurnaan pura terus berlanjut hingga Oktober 2005, ketika diadakan upacara pengresiganaan sebagai penanda resmi berdirinya pura di lokasi baru tersebut. Puncak perayaan spiritual ini berlangsung tanggal 17 Oktober 2024 dengan rangkaian upacara melaspas, ngresigana, nagingin, dan ngenteg linggih.

Seluruh rangkaian ritual ini dipimpin oleh Pedanda serta Ida Resi berpengalaman dan dihormati, antara lain Ida Pedanda Dwija Siwa dari Sidanta Griya Kanginan, Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Kanginan, Ida Pedanda Buda dari Demung Griya Budakeling, Kehadiran mereka memastikan proses ritual berjalan selaras dengan adat dan ajaran suci, menjaga makna spiritual pura agar tetap murni dan suci.

Nyenuk, salah satu prosesi dalam rangkaian Karya Pura Buluh Gunggung | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

Karya Pura Buluh Gunggung 17 Oktober 2024 | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

Menurut penuturan Jro Mangku Subadra, pemangku Pura Paibon Buluh Gunggung, berbagai proses pemindahan dan pembangunan pura ini merupakan cermin nyata kegigihan dan kesetiaan masyarakat terhadap warisan budaya dan spiritual leluhur.

Beliau menyatakan, “Proses ini bukan hanya soal fisik pemindahan bangunan, tetapi juga melibatkan jiwa dan hati seluruh masyarakat yang ingin menjaga supaya pura tetap menjadi pusat penghambaan yang sakral dan dapat diakses dengan mudah oleh umat, sekaligus aman dari ancaman bencana alam” (Wawancara, 03 Oktober 2025).

Simbiosis Harmonis: Keterikatan Manusia dan Alam dalam Tradisi Bali

Sejarah Pura Paibon Buluh Gunggung ini tidak saja menjadi kisah tentang sebuah bangunan suci yang berpindah tempat karena faktor alam, tetapi juga menunjukkan bagaimana sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan tradisi dan budaya.

Pura ini kini berdiri kokoh di Banjar Dukuh, memegang peran spiritual yang amat penting bagi masyarakat Karangasem, sekaligus menjadi simbol kebersamaan menghadapi tantangan alam dan waktu demi pelestarian warisan leluhur yang berharga.

Dengan berdirinya kembali pura di lokasi baru yang lebih aman dan mudah diakses, krama Dadia dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, sekaligus menjaga hubungan spiritual yang harmonis dengan alam dan leluhur. Kisah ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan penghormatan pada alam dalam konteks pelestarian budaya dan spiritualitas Bali yang kaya dan unik. [T]

Penulis: I Komang Sucita
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SibetanhinduHindu BalikarangasemPura Paibon Buluh Gunggung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Vegetarian: Melihat Kaka Slank, Teringat George Harrison

Next Post

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

I Komang Sucita

I Komang Sucita

Akrab disapa rompis, kaula muda kelahiran 12 February 2002, Sibetan, Karangasem, Bali. Seseorang yang menuangkan kemanusiawiannya dengan melukis, serta menggugat dengan menulis dan menganyam puisi.

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026
Radio Tua Kakek Panjul
Dongeng

Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi
Cerpen

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu
Puisi

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya
Ulas Buku

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co