22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak Sakral dan Keteguhan: Kisah Pemindahan Pura Paibon Buluh Gunggung, Desa Sibetan, dalam Menjaga Keabadian Warisan Leluhur

I Komang Sucita by I Komang Sucita
October 6, 2025
in Khas
Jejak Sakral dan Keteguhan: Kisah Pemindahan Pura Paibon Buluh Gunggung, Desa Sibetan, dalam Menjaga Keabadian Warisan Leluhur

Karya Pura Buluh Gunggung 17 Oktober 2024 | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

PURA Paibon Buluh Gunggung di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, memiliki sejarah berdiri yang sarat dengan tantangan alam dan kekuatan masyarakat setempat dalam menjaga kelangsungan pura suci ini.

Pura ini sebelumnya bertempat di Banjar Dinas Pengawan, namun perjalanan sejarahnya mengalami perubahan besar yang diwarnai oleh tantangan alam sekaligus semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tempat suci tersebut. Riwayat berdirinya pura ini mencerminkan bagaimana adat, lingkungan, dan kepedulian sosial saling terkait dalam menjaga eksistensi tradisi suci di tengah dinamika perubahan zaman.

Pada akhir tahun 2003 hingga awal tahun 2004, wilayah sekitar pura mengalami kondisi cuaca yang sangat ekstrem, dengan curah hujan tinggi yang turun tanpa henti selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari November 2003 hingga Januari 2004. Situasi ini menjadi sebuah ujian berat karena posisi pura yang terletak di sebuah lereng dengan kemiringan mencapai 45 derajat membuatnya rentan terhadap bencana alam.

Pada tanggal 7 Januari 2004, bencana tanah longsor terjadi, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan pura. Longsor ini menimbun bangunan Piayasan, dua pelinggih apit lawang, dan bahkan area jabe pisan di depan bale gong yang merupakan bagian penting dari pura. Kerusakan ini membahayakan kelangsungan fungsi dan sakralitas pura yang selama ini menjadi pusat ibadah dan aktivitas spiritual masyarakat setempat.

Spiritualitas Gotong Royong: Pilar Pelestarian Pura dan Warisan Lokal

Proses pemindahan pura ini tidaklah sederhana karena sebagian krama dadia menolak dan Sebagian krama yang merupakan generasi muda di zamannya menginginkan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Melalui perundingan panjang belum menemukan titik yang pas, akhirnya disepakatilah untuk membentuk panitia pembangunan pura. Pada saat itu Alm. Jro Mangku Dartha sebagai ketua Pembangunan Pura. Beliau meminta kepada Alm.Jro Mangku Karti sebuah lahan di wilayah banjar adat dukuh tetapi pada saat itu masih mendapat penolakan.

Alternatif yang pernah disampaikan adalah menggunakan Lahan di kalanganyar tanah Alm. Jro Mangku Dartha tetapi pertimbangannya karena jauh dari jalan raya.

Kemudian Para Penglingsir Dadia jaman itu. Bapak Sudiadnyana , Alm.Jro Mangku Dartha, dan Jro Mangku Badra meminta tukar guling lahan kepada Alm.Jro Mangku Karti agar diberikan lahan yang ada di dukuh.

Pembicaraan a lot dan masih menemui jalan buntuakhirnya meminta mediasi kepada tokoh masyarakat yakni Bapak I Wayan Geredeg. Akhirnya Alm. Jro Mangku Karti memberikan lahan sebatas jeroan pura. Seiring waktu berjalan dan negosiasi kekeluargaan akhirnya lahan pura di perluas sampai jaba pisan. Akhirnya lokasi di Banjar Adat Dukuh, dengan letak greografis yang strategis dipilihlah sebagai tempat baru guna mendirikan kembali Pura Paibon Buluh Gunggung.

Pembangunan pura baru ini menjadi wadah solidaritas dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, krama Dadia, hingga dukungan dari aparat pemerintah daerah. Bapak Wayan Geregeg selaku tokoh masyarakat memberikan bantuan alat berat, batu, pasir, dan koral sebagai bahan pengurugan tanah agar tanah yang dipilih benar-benar kokoh dan stabil untuk pondasi pura.

Dalam proses pembangunan dan mengingsir semua elemen dadia bergerak secara Bersama sama walau banyak kendala dalam internal seperti ketidakcocokan pendapat bahkan sampai pertengkaran namun semua masih dalam misi positif membangun pura untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Proses pembangunan berlangsung intens selama hampir satu tahun.

Pada Oktober 2004, dilaksanakan upacara nuntun pedagingan sebagai simbol pengantar roh dan sarana penghubung dari pura lama ke pura baru. Upacara ini menandai secara sakral perpindahan dan pembaruan hidup pura yang harus dilindungi dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

Sakralitas Ritual: Esensi Pemindahan dan Penguatan Pura

Pembangunan dan penyempurnaan pura terus berlanjut hingga Oktober 2005, ketika diadakan upacara pengresiganaan sebagai penanda resmi berdirinya pura di lokasi baru tersebut. Puncak perayaan spiritual ini berlangsung tanggal 17 Oktober 2024 dengan rangkaian upacara melaspas, ngresigana, nagingin, dan ngenteg linggih.

Seluruh rangkaian ritual ini dipimpin oleh Pedanda serta Ida Resi berpengalaman dan dihormati, antara lain Ida Pedanda Dwija Siwa dari Sidanta Griya Kanginan, Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Kanginan, Ida Pedanda Buda dari Demung Griya Budakeling, Kehadiran mereka memastikan proses ritual berjalan selaras dengan adat dan ajaran suci, menjaga makna spiritual pura agar tetap murni dan suci.

Nyenuk, salah satu prosesi dalam rangkaian Karya Pura Buluh Gunggung | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

Karya Pura Buluh Gunggung 17 Oktober 2024 | Sumber: Arsip Dadia, tahun 2024

Menurut penuturan Jro Mangku Subadra, pemangku Pura Paibon Buluh Gunggung, berbagai proses pemindahan dan pembangunan pura ini merupakan cermin nyata kegigihan dan kesetiaan masyarakat terhadap warisan budaya dan spiritual leluhur.

Beliau menyatakan, “Proses ini bukan hanya soal fisik pemindahan bangunan, tetapi juga melibatkan jiwa dan hati seluruh masyarakat yang ingin menjaga supaya pura tetap menjadi pusat penghambaan yang sakral dan dapat diakses dengan mudah oleh umat, sekaligus aman dari ancaman bencana alam” (Wawancara, 03 Oktober 2025).

Simbiosis Harmonis: Keterikatan Manusia dan Alam dalam Tradisi Bali

Sejarah Pura Paibon Buluh Gunggung ini tidak saja menjadi kisah tentang sebuah bangunan suci yang berpindah tempat karena faktor alam, tetapi juga menunjukkan bagaimana sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan tradisi dan budaya.

Pura ini kini berdiri kokoh di Banjar Dukuh, memegang peran spiritual yang amat penting bagi masyarakat Karangasem, sekaligus menjadi simbol kebersamaan menghadapi tantangan alam dan waktu demi pelestarian warisan leluhur yang berharga.

Dengan berdirinya kembali pura di lokasi baru yang lebih aman dan mudah diakses, krama Dadia dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, sekaligus menjaga hubungan spiritual yang harmonis dengan alam dan leluhur. Kisah ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan penghormatan pada alam dalam konteks pelestarian budaya dan spiritualitas Bali yang kaya dan unik. [T]

Penulis: I Komang Sucita
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SibetanhinduHindu BalikarangasemPura Paibon Buluh Gunggung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Vegetarian: Melihat Kaka Slank, Teringat George Harrison

Next Post

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

I Komang Sucita

I Komang Sucita

Akrab disapa rompis, kaula muda kelahiran 12 February 2002, Sibetan, Karangasem, Bali. Seseorang yang menuangkan kemanusiawiannya dengan melukis, serta menggugat dengan menulis dan menganyam puisi.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co