23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Kecak Singa Mandawa Blangsinga: Warisan Budaya Bali yang Terus Hidup

tatkala by tatkala
August 10, 2025
in Panggung
Tari Kecak Singa Mandawa Blangsinga: Warisan Budaya Bali yang Terus Hidup

Tari Kecak adalah salah satu seni pertunjukan tradisional Bali yang dikenal luas, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tarian ini berawal dari ritual sakral Sanghyang, sebuah upacara pemanggilan roh suci yang menjadi bagian penting dalam kepercayaan masyarakat Bali. Dalam pertunjukannya, puluhan penari laki-laki duduk melingkar tanpa mengenakan atasan, sambil meneriakkan “cak-cak-cak” secara berulang dan teratur. Suara tersebut bukan sekadar pengiring, melainkan menjadi instrumen utama yang menciptakan harmoni khas, membangun suasana sakral, dan diyakini memiliki kekuatan untuk menangkal energi negatif.

Kekuatan budaya lokal dalam Tari Kecak terlihat melalui simbol dan cerita yang dibawakan. Salah satunya adalah kain kotak hitam-putih yang disebut saput poleng, melambangkan konsep Rwa Bhineda, keyakinan bahwa unsur baik dan buruk, terang dan gelap, selalu berdampingan dalam hidup. Cerita yang ditampilkan biasanya diambil dari epos Ramayana, khususnya kisah Hanoman yang membantu Rama melawan Rahwana demi menyelamatkan Dewi Sinta. Kisah ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kesetiaan, keberanian, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Dahulu, Tari Kecak hanya dipentaskan untuk keperluan ritual keagamaan dan penyucian desa, dilakukan pada waktu tertentu oleh penari yang sudah melalui prosesi khusus. Namun, seiring waktu, tarian ini mulai dipentaskan juga untuk hiburan, termasuk dalam konteks pariwisata. Meski demikian, banyak kelompok seni di Bali tetap mempertahankan bentuk asli, makna, dan tata cara tradisionalnya, serta mewariskannya secara turun-temurun.

Kini, Tari Kecak bukan hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga simbol identitas, filosofi hidup, dan kearifan lokal masyarakat Bali sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Sejarah dan Perkembangan

Sekaa Kecak Blangsinga adalah kelompok seni tradisional yang sudah eksis sejak tahun 1970-an. Dari dahulu sampai sekarang, mereka tetap bertahan berkat proses regenerasi yang berjalan mulus sampai tiga generasi. Sekarang, kepemimpinan ada di tangan I Wayan Suastika, yang mulai aktif memimpin sejak 2021.

Momen penting dalam perjalanan mereka terjadi di tahun 2018. Saat itu, Sekaa Kecak Blangsinga dipercaya membawakan pertunjukan kolosal dengan 100 penari Kecak untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kota Gianyar. Penampilan itu jadi titik balik yang membuat mereka makin dikenal, sampai akhirnya pengelolaan kelompok ini resmi berada di bawah Desa Adat Blangsinga.

Ciri khas Kecak Blangsinga ada pada kreativitas yang mereka bawa ke panggung. Meski cerita utama tetap diambil dari epos klasik Rama Shinta, mereka memberi sentuhan lokal yang unik, misalnya menambahkan adegan kijang melompat ke dalam api (fire dance). Aksi ini membuat pertunjukan jadi lebih “hidup” dan memberi pengalaman yang berbeda.

Selain itu, yang membuat Kecak Blangsinga istimewa, semua penarinya adalah warga asli Desa Blangsinga. Jadi, yang mereka tampilkan bukan hanya hiburan, tapi juga bentuk nyata menjaga budaya, identitas desa, dan kebanggaan bersama.

Nama “Singa Mandawa Blangsinga” juga punya arti yang dalam. “Singa” melambangkan keberanian dan ketegasan, sedangkan “Mandawa” berarti tempat atau wilayah. Jika digabung, namanya menggambarkan semangat warga Blangsinga yang pantang menyerah dalam menjaga warisan seni Kecak sebagai bagian penting dari jati diri mereka.

Lakon dan Kreativitas Cerita

Pertunjukan Kecak Blangsinga mengangkat kisah legendaris Rama dan Shinta, cerita klasik yang penuh drama, mulai dari masa pengasingan, penculikan oleh Rahwana, sampai pertarungan epik antara kebaikan dan kejahatan. Bedanya, pementasan ini tidak disajikan dengan cara biasa. Sekaa Kecak Blangsinga menambah sentuhan kreatif khas lokal, seperti adegan unik ketika karakter kijang berani melompat ke dalam api, dan koreografi khusus yang memanjakan mata penonton.

Para tokoh utama Rama, Shinta, Laksmana, Rahwana, hingga Malen diperankan dengan penghayatan yang kuat, disertai dramatika yang membuat cerita terasa hidup. Semua itu dibalut dengan iringan puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar sambil meneriakkan vokal “cak” secara ritmis. Lantunan itu menciptakan suasana yang magis  sekaligus penuh energi.

Keunikan Pertunjukan

Salah satu hal yang membuat Kecak Blangsinga mudah untuk diingat adalah ritme khas “pung…pung…pung” yang menyatu dengan seruan “cak”. Irama ini bukan hanya sekadar hiasan, tapi juga menjadi tanda setiap kali cerita berpindah adegan.

Para penarinya memakai kain saput poleng, kain kotak hitam-putih yang punya makna khusus. Dalam budaya Bali, pola ini melambangkan filosofi Rwa Bhineda keseimbangan antara dua hal yang berlawanan, misalnya baik dan buruk, terang dan gelap. Intinya, perbedaan itu bagian alami dari hidup, dan justru bisa menciptakan harmoni.

Seruan “cak” sendiri juga bukan asal teriakan semata. Bagi orang Bali, ini dianggap mempunyai makna spiritual, semacam mantra vokal yang mewakili kekuatan alam dan kebersamaan. Oleh karena itu, Tari Kecak bukan hanya soal gerakan dan suara, tapi juga cara masyarakat Bali menunjukkan hubungan mereka dengan budaya dan kepercayaan yang sudah turun-temurun.

Pentas dan Promosi

Pertunjukan Kecak Blangsinga rutin digelar di beberapa lokasi wisata sekitar Desa Blangsinga. Saat Purnama, biasanya pentas diadakan di kawasan Krisna, Air Terjun Blangsinga, dan Dtukad River Club. Sedangkan saat rahina Tilem, pertunjukan dipusatkan di Swan Villa Saba.

Berbeda dengan Kecak di Uluwatu yang sering mengajak penonton berinteraksi langsung, Kecak Blangsinga lebih memilih fokus ke penghayatan cerita dan membangun suasana yang lebih “hidup”. Penonton diajak menyimak alur kisah dari awal sampai akhir.

Tapi, dari sisi promosi, kelompok ini masih memiliki tantangan. Sejauh ini, mereka mengandalkan kerja sama dengan agen pariwisata, sementara media sosial dan platform digital belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, belum adanya branding atau identitas visual yang kuat membuat pertunjukan ini belum sepenuhnya dikenal luas.

Tantangan yang Dihadapi

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam Sekaa Kecak Blangsinga ada 3 yang terdiri dari:

1) Minimnya regenerasi menjadi persoalan utama, karena honor yang diterima belum memadai sehingga minat generasi muda untuk bergabung masih rendah. Popularitas yang belum meluas juga menjadi hambatan, sehingga jumlah penontonnya relatif terbatas.

2) Popularitas yang belum meluas juga menjadi hambatan. Dibandingkan dengan pertunjukan Kecak di Uluwatu atau Tanah Lot yang sudah terkenal di kalangan wisatawan, Kecak Blangsinga belum memperoleh sorotan serupa, sehingga jumlah penontonnya relatif terbatas.
3) Ketergantungan pada sektor pariwisata yang membuat keberlangsungan kelompok ini sangat dipengaruhi oleh jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali. Meski pertunjukan tetap diadakan, penurunan arus wisatawan akan berdampak langsung pada kesempatan tampil dan pendapatan kelompok.

Penutup

Sekaa Kecak Singa Mandawa Blangsinga merupakan salah satu contoh nyata bahwa warisan budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus perubahan zaman. Inovasi dalam penyusunan alur cerita, kekhasan bentuk pertunjukan, serta keterlibatan aktif warga setempat di setiap pementasan mencerminkan komitmen kuat terhadap pelestarian seni dan tradisi.

Meski demikian, menjaga keberlanjutan dan eksistensinya di masa mendatang memerlukan langkah yang lebih terarah, mulai dari strategi promosi yang intensif, dukungan pendanaan yang memadai, hingga proses regenerasi yang berjalan konsisten. Sinergi antara desa adat, pelaku pariwisata, dan pemerintah daerah menjadi faktor penentu agar Kecak Blangsinga tidak hanya populer di kalangan wisatawan, tetapi juga diakui sebagai salah satu ikon budaya Gianyar yang memiliki daya saing hingga tingkat internasional.

Referensi

Kusuma, Z. L. D. 2024. Mengenal Tari Kecak dari Bali: Sejarah, Makna, dan Keunikannya. Detik Bali. https://www.detik.com/bali/budaya/d-7325711/mengenal-tari-Kecak-dari-bali-sejarah-makna-dan-keunikannya.

Putriani, N. N., Darmayanti, K. D., Listyasariasih, N. K., Angga, N. M., & Bhegawati, D. A. S. (2023). Pelestarian Budaya Kesenian Tari Kecak Sebagai Tari Tradisional Dalam Membangkitkan Pariwisata Di Bali. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR),

Penulis: Tim KKN PPM Desa Saba XXXI Universitas Udayana Tahun 2025
Editor: Adnyana Ole

Tags: Blangsingakecakkesenian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekeruh Bibir Pantai | Cerpen IBW Widiasa Keniten          

Next Post

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

Read moreDetails

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

Read moreDetails

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu...

Read moreDetails

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
0
Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

Read moreDetails

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
0
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

Read moreDetails

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

Read moreDetails

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

by Ingga Adelia
June 15, 2026
0
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

Read moreDetails
Next Post
Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co