2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Infrastruktur yang Luput Dari Perhatian

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
August 2, 2025
in Esai
Infrastruktur yang Luput Dari Perhatian

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

SETIAP tahun pemerintah pusat maupun daerah sering menyerukan pembangunan infrastruktur. Jalan raya, pelabuhan, bandar udara, rel kereta api, pembangkit listrik, perumahan dan saluran air adalah infrastruktur yang jadi prioritas sampai membenani keuangan. Proses pembangunan infrastruktur tersebut  terkadang menimbulkan dampak negatif sosial dan ekologi. Tanah, sungai, danau dan laut yang digunakan untuk produksi pangan dikorbankan untuk hal tersebut. Masyarakat kehilangan mata pencaharian. Lingkungan hidup terdegradasi.

Dari tujuh infrastruktur di atas ada dua infrastruktur yang lebih penting. Dua infrastruktur ini menentukan hidup matinya suatu bangsa. Sepanjang sejarah manusia sebagian besar kerajaan runtuh karena dua infrastruktur ini hancur. Bencana kelaparan dan kekeringan adalah tandanya.  Ketika pemerintah membunyikan slogan NKRI harga mati sementara membiarkan bahkan berperan dalam kerusakan dua infrastruktur ini sampai parah, tindakan tersebut tampak konyol. Dua infrastruktur yang dimaksud adalah tanah subur dan air yang jernih.

Tanah subur berarti tanah itu kaya dengan berbagai macam organisme. Dalam sebidang tanah subur terdapat ribuan spesies mahluk hidup yang hanya dapat diamati oleh  mikroskop electron dan kaca pembesar. Mahluk  hidup yang dapat diamati tanpa alat bantu yaitu cacing tanah dimana ia menggemburkan tanah. Cacing tanah memperoleh nutrisi dari tanah dan setiap mengeluarkan sisa makanan mengembalikan nutrisi ke dalam tanah.

Tanah merupakan wadah yang hidup. Ia bukan benda mati seperti bebatuan dan pasir. Tanah hidup yang digenggam bersifat lengket dan lunak. Ia tidak seperti butiran bubuk yang melayang saat ditiup. Tidak juga keras seperti batu sehingga tidak dapat memberikan tempat bagi akar tanaman untuk tinggal. Tanah yang hidup ini membuatnya menjadi rumah bagi persemaian benih. Tanah hidup menyimpan air karena tutupan tanaman seperti pohon dan rumput menahannya. Ini membuat air tidak mengalir begitu saja yang mana menimbulkan banjir bandang. Kelebihan air yang tidak terserap oleh tanaman akan disalurkan ke bawah tanah sebagai mata air jernih. Air bawah tanah diperbaharui berkat tanah hidup

Air jernih di sini berupa sungai, danau, mata air dan lautan yang dasarnya dapat terlihat jelas hingga kedalaman 10 meter. Saat memperhatikan air jernih akan terlihat aneka warna di dasarnya. Air yang keruh mengaburkan pandangan. Kejernihan air merupakan faktor terpenting dalam kesehatan mahluk hidup di situ. Air jernih ini digunakan untuk budidaya ikan dan rumput laut, irigasi, tempat minum hewan dan kesehatan manusia yaitu mandi cuci kakus. Kekayaan sejati suatu bangsa berasal dari dua infrastruktur ini.

Amati barang barang yang dimakan dan diminum termasuk untuk obat obatan. Sentuh benda yang dikenakan di badan, dipakai saat duduk dan tidur, dan melapisi benda lainnya. Kemudian lihat kursi, meja, lemari , pintu, jendela dan dinding bangunan yang warnahnya mirip karena berasal dari bahan yang sama. Saat berjalan jalan di toko perhiasan, kita dapat menemui kalung, gelang dan cincin yang menggunakan butiran butiran kerang dari dasar laut dalam dimana harga satu butir mencapai puluhan juta rupiah.

Benda-benda yang disebutkan di atas, yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari hari berasal, dari tanaman dan hewan yang hidup di darat maupun perairan. Pertanian dalam arti luas adalah mengasilkan produk dari tumbuhan dan hewan di daratan dan lautan. Ini termasuk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Semua makanan bernutrisi, obat obatan untuk menyembuhkan, cairan pewangi dengan aroma menyenangkan, bahan bangunan, mebel dan kerajinan dari kayu dan perhiasan mutiara didasari oleh dua hal yaitu tanah subur dan air jernih.

Perekonomian nyata suatu negara berasal dari sini. Betapapun canggihnya teknologi dan megahnya bangunan yang didirikan setiap manusia tidak akan pernah dapat lepas dari dua hal ini.  Suatu kesalahan besar menanduskan tanah dan mengkeruhkan air demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek dengan penanaman monokultur yang menimbulkan penebangan hutan skala besar dan pengeringan lahan basah. Dua hal yang dilakukan untuk perkebunan monokultur sawit.

Akibat lain monokultur adalah penggunaan berlebihan pupuk dan pembasmi hama kimia yang bahan bakunya diperoleh dari menambang perut bumi lalu mencemari udara dengan gas rumah kaca, membuat air tak layak dihuni ikan, dan biota tanah seperti cacing jumlahnya langka dalam sebidang tanah yang terlalu banyak zat kimia dibandingkan tanah pertanian ramah lingkungan.

Atas nama pembangunan, industri dan tambang membuang sampah padat dan limbah beracun ke sungai, danau dan lautan. Kualitas air menurun. Bahkan mata air yang sudah terkena zat kimia tidak layak untuk membasahi sawah dan pekarangan rumah yang pada gilirannya menurunkan kualitas makanan. Jarang ada orang yang mau menyentuh air itu atau izinkan hewan piarannya minum air tersebut jika tidak terpaksa.   Hasil-hasil pertanian dan perikanan dari lahan, sungai, danau, tepi pantai dan laut terpuruk.

Di atas kertas pemegang kebijakan ekonomi, kegiatan yang merusak ini direstui karena mendatangkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto dimana dalam indikator ini pertumbuhan uang dari barang dan jasa adalah tanda kemakmuran suatu negara meski efek sampingnya diabaikan. Mendirikan perkebunan skala besar, tambang yang meratakan bukit dan pabrik raksasa membuat perputaran uang yang luar biasa besar dan cepat.

Kegiatan perputaran uang ini mencakup pemusnahan lahan, pembangunan jalan dan pelabuhan, pengadaan mesin-mesin, bahan bangunan dan kimia dan tenaga kerja, pelubangan bukit, dan penyaluran ke konsumen. Perputaran uang di sini mencapai trilliun rupiah.  Dalam prosesnya di tengah jalan, banyak wilayah rakyat kecil dirampas tanpa ada kompensasi layak dan habitat satwa liar musnah karena dianggap tidak berkontribusi pada PDB.

Jika hutan dan lahan basah dibiarkan asri dengan keragaman hewan dan tanamannya yang berfungsi sebagai pemurni udara dan menjaga mata air jernih selama ribuan tahun dan komunitas setempat menggunakaannya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan berbagi habitat dengan satwa liar, itu hanya menghasilkan PDB yang lebih sedikit untuk jangka pendek. PDB akan dihasilkan saat hutan dijadikan kayu dan lahan basah yang mana jadi tempat aneka burung dan ikan dijadikan gedung dan perumahan oleh pengembang. Satwa liar semakin terancam punah dan rakyat menghadapi  kesengsaraan ekologis seperti sesak nafas dan berbagai penyakit dari limbah. Bahkan banjir jika hutan yang dirusak adalah kawasan pegunungan dan perbukitan.

Kepunahan flora dan fauna, kesengsaraan ekologi rakyat kecil, degradasi tanah dan pencemaran air merupakan efek samping kegiatan demi Produk Domestik Bruto . Jika empat dampak ekologis itu dimasukkan dalam kalkulasi Produk Domestik Bruto  maka pertumbuhannya dapat menjadi minus.

Saat ini kelangkaan air bersih dan tanah subur terus mengintai yang berujung pada konflik di masyarakat. Paradigma alternatif harus dibangun berdasarkan pada dua hal ini yaitu tanah subur dan air jernih sebagai solusi permulaan. Untuk dapat hidup makmur setiap orang butuh makanan bernutrisi, air jernih, pakaian yang sesuai, tempat berteduh layak, ketercukupan energi, kesehatan fisik, jiwa dan lingkungan, rasa aman dan pendidikan relevan untuk mengembangkan daya cipta rasa dan karsa.

Barang-barang yang diperoleh untuk memenuhi delapan kebutuhan pokok tersebut berasal dari hubungan yang erat antara siklus air dan kesuburan tanah. Peran negara menurut konstitusi dimana menjamin setiap warga hidup layak wajib memfasilitasi tiap warganya untuk mengakses delapan kebutuhan pokok tersebut. Tanah subur dan air jernih adalah modal dasar untuk itu. Jika pertumbuhan PDB kecil (setelah keuntungan dikurangi dengan empat beban yang dihasilkan dengan perhitungan jujur) sementara tiap warga negara dapat mencukupi delapan kebutuhan tersebut, kualitas ekologi terjaga, habitat satwa yang terdegrasi dipulihkan, air keruh menjadi jernih dan tanah tandus kembali subur itu bukti bahwa kelayakan hidup bangsa tercapai. [T]

Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Taman Kota yang Multifungsi
Sentral Parkir, Jalan Kaki, Shuttle Bus dan Saran Kecil Untuk Lalu-Lintas Ubud
Tanah Subur dan Air Bersih: Dua Infrastruktur yang Luput Dari Perhatian
Hari Bebas Mobil Sedunia
Tags: ekologirenunganTanah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Repertoar “Torso”: Diskursus Kebebasan dan Keterbatasan Perempuan

Next Post

Data Sudah Ditransfer,  Merdeka!

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Data Sudah Ditransfer,  Merdeka!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co