2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sentral Parkir, Jalan Kaki, Shuttle Bus dan Saran Kecil Untuk Lalu-Lintas Ubud

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
July 8, 2022
in Esai
Sentral Parkir, Jalan Kaki, Shuttle Bus dan Saran Kecil Untuk Lalu-Lintas Ubud

Suasana di Ubud. Foto diambil 3 Juli 2022 | Doni Wijaya

Pada tanggal 3 Juli 2022 siang saya mengendarai mobil menuju Little Talk Café yang berada di Jalan Raya Ubud di Ubud, Gianyar, Bali, untuk menghadiri acara Ubud Bookclub. Saya masuk dari arah Sukawati. Lalu lintas relatif lancar sampai di Jalan Cok Rai Pudak. Mulai dari jalan raya Teges kemacetan muncul.

Saya mengendarai mobil menelusuri Jalan Made Lebah lalu belok ke utara menuju Jalan Pengosekan Ubud dan kemudian melalui Jalan Raya Monkey Forest. Rute tersebut saya pilih karena saya anggap lebih lancar daripada rute Jalan Cok Gede Rai-Jalan Raya Ubud.

Ternyata dugaan saya salah. Kemacetan yang terjadi di rute yang saya lalui sama saja dengan rute yang sebelumnya saya lalui saat menuju Hotel Gayatri untuk menghadiri acara yang sama dua minggu lalu.

Setelah melalui kemacetan, saya akhirnya memarkir mobil di tepi Jalan Raya Ubud yang tidak jauh dari Little Talk. Sambil menunggu waktu, saya keluar dari mobil dan memutuskan untuk berjalan kaki. Saya selalu parkir mobil di tempat yang paling gampang keluar masuk mobil sekalipun harus berjalan puluhan meter hingga ratusan meter.

Perbedaan yang saya temukan berjalan kaki dibandingkan dengan mengendarai mobil dan sepeda motor adalah terdapat sentuhan langsung dengan bentang lahan (landscape) yang dilalui ketika berjalan. Saat menyetir mobil saya berada di ruangan tertutup, tidak sepenuhnya bersentuhan dengan lingkungan.

Begitu juga dengan sepda motor, karena lajunya cepat, sentuhan yang saya dapat amat minim. Dengan Saya merasakan langsung polusi udara, kebisingan, ketidaklayakan jalur pejalan kaki, dan melihat bahwa pemandangan menjadi terganggu saat kendaraan bermotor parkir di badan jalan.

Berjalan kaki sejauh tiga ratus meter dari tempat parkir tidak buruk. Justru akan lebih sehat.

Saya berpikir, dan punya saran sederhana untuk mengatasi kemacetan di Ubud. Yakni, ada sentral parkir terpadu, di mana ada tempat pejalan kaki yang nyaman, dan ada shuttle bus dengan pengaturan yang bagus.

Sentral Parkir Terpadu

Saat ini ada satu sentra parkir di Ubud yaitu di Jalan Monkey Forest. Penggunaan sentra parkir tersebut belum optimal. Di sepanjang jalan Monkey Forest, badan jalan sering dipakai untuk parkir kendaraan. Ini buat arus lalu lintas tersendat.

Orang orang lebih suka parkir kendaraan di badan jalan supaya langsung sampai tujuan dan tidak berjalan jauh. Meski sudah ada rambu dilarang parkir, tetap saja dilanggar. Ketidakdisiplinanan berlalulintas dan lemahnya penegakkan aturan harus dibenahi. Semua ini berakibat pada kurang nyamannya wisatawan. Tiap kemacetan itu pasti membuang waktu dan materi. Bensin, oli dan aki terkuras sia sia.  

Sentra parkir bukan hanya sekedar tempat parkir mobil saja. Ia terhubung dengan kendaraan khusus, penataan parkir dan jalur pejalan kaki. Penggunaan sentra parkir akan maksimal bila tiga hal yang terhubung dengannya memadai.

Foto: Sentral Parkir di Ubud

Pemerintah harus siapkan shuttle bus dari sentra parkir yang melintasi jalan Monkey Forest, Jalan Hanoman, Jalan Dewi Sita dan Jalan Raya Ubud yang membentang dari Istana Ubud sampai kantor BPD Bali yang terletak di persimpangan Jalan Raya Ubud dan Jalan Hanoman.

Tiap tiga ratus meter harus disiapkan halte pemberhentian.  Tanda Halte bus harus jelas dan tidak terhalangi oleh pohon, tiang atau papan reklame. Shuttle bus wajib memiliki tempat duduk yang nyaman dan ber AC demi kenyamanan penumpang yang merupakan wisatawan di Ubud. 

Di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh shuttle bus, badan jalan sama sekali tidak boleh dijadikan tempat parkir atau dagangan kaki lima. Tiap kendaraan bermotor harus parkir di sentra parkir atau di tempat yang disediakan oleh pemilik usaha.

Ini akan memperlancar lalu lintas dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan shuttle bus. Orang orang akan semakin banyak memanfaatkan kendaraan itu karena waktu tempuhnya. Waktu pengiriman barang juga akan lebih singkat.

Semua Gembira, Semua Tersenyum | Wagub Cok Ace Buka Ubud Food Festival 2022

Pemandangan kota tentunya akan lebih asri bila parkir tertata. Dari segi aturan, Polisi lalu lintas melakukan patrol di kawasan untuk memastikan aturan terlaksana. Pemilik kendaraan yang melanggar parkir harus dikenakan sanksi. Ini juga akan menumbuhkan budaya berjalan kaki dan mengendarai sepeda dayung karena “dipaksa”oleh lingkungan untuk itu.

Jalur Pejalan Kaki di Jalan Monkey Forest, Jalan Dewi Sita, Jalan Hanoman dan Jalan Raya Ubud masih belum sepenuhnya layak. Ukuran yang sempit dan tidak mulus membuat pejalan kaki kurang nyaman. Kadang kala sepeda motor terlihat parkir di atas trotoar membuat pejalan kaki merasa rentan. Mereka berpotensi besar terbentur sepeda motor yang parkir di tengah jalan.

Trotoar tempat orang berjalan harus bebas dari pedagang kaki lima dan parkir kendaraan. Benahi trotoar agar aman dan nyaman digunakan untuk segala usia. Lubang lubang harus ditutup dan bagian yang tidak rata karena lapisannya rusak harus diperbaiki. Trotoar yang inklusif untuk segala usia dapat dilalui oleh kursi roda dan orang difabilitas.

Jika sentral parkir Monkey Forest berfungsi maksimal dan terpadu sehingga arus lalu lintas lancar di kelurahan tersebut, maka akan terjadi efek beruntun yaitu kendaraan yang melintasi ujung timur jalan raya Ubud yang ditandai dengan patung Dewa Indra sampai Jalan Raya Sanggingan akan relative lebih lancar. Kemacetan akan semakin berkurang.

Waktu tempuh kendaraan dari Jalan Raya Pengosekan, Jalan Cok Gede Rai dan Jalan Made Lebah juga lebih singkat. Tiga jalan ini adalah rute yang paling sering dilalui oleh kendaraan yang datang dari arah Denpasar, Kuta Selatan, Kuta Utara, dan Kecamatan Sukawati menuju pusat Ubud. [T]

Tags: balilalu lintasPariwisataUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Stand Up Paddle, Jaga laut, di Pantai Penyumbahan Desa Les

Next Post

Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co