3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sentral Parkir, Jalan Kaki, Shuttle Bus dan Saran Kecil Untuk Lalu-Lintas Ubud

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
July 8, 2022
in Esai
Sentral Parkir, Jalan Kaki, Shuttle Bus dan Saran Kecil Untuk Lalu-Lintas Ubud

Suasana di Ubud. Foto diambil 3 Juli 2022 | Doni Wijaya

Pada tanggal 3 Juli 2022 siang saya mengendarai mobil menuju Little Talk Café yang berada di Jalan Raya Ubud di Ubud, Gianyar, Bali, untuk menghadiri acara Ubud Bookclub. Saya masuk dari arah Sukawati. Lalu lintas relatif lancar sampai di Jalan Cok Rai Pudak. Mulai dari jalan raya Teges kemacetan muncul.

Saya mengendarai mobil menelusuri Jalan Made Lebah lalu belok ke utara menuju Jalan Pengosekan Ubud dan kemudian melalui Jalan Raya Monkey Forest. Rute tersebut saya pilih karena saya anggap lebih lancar daripada rute Jalan Cok Gede Rai-Jalan Raya Ubud.

Ternyata dugaan saya salah. Kemacetan yang terjadi di rute yang saya lalui sama saja dengan rute yang sebelumnya saya lalui saat menuju Hotel Gayatri untuk menghadiri acara yang sama dua minggu lalu.

Setelah melalui kemacetan, saya akhirnya memarkir mobil di tepi Jalan Raya Ubud yang tidak jauh dari Little Talk. Sambil menunggu waktu, saya keluar dari mobil dan memutuskan untuk berjalan kaki. Saya selalu parkir mobil di tempat yang paling gampang keluar masuk mobil sekalipun harus berjalan puluhan meter hingga ratusan meter.

Perbedaan yang saya temukan berjalan kaki dibandingkan dengan mengendarai mobil dan sepeda motor adalah terdapat sentuhan langsung dengan bentang lahan (landscape) yang dilalui ketika berjalan. Saat menyetir mobil saya berada di ruangan tertutup, tidak sepenuhnya bersentuhan dengan lingkungan.

Begitu juga dengan sepda motor, karena lajunya cepat, sentuhan yang saya dapat amat minim. Dengan Saya merasakan langsung polusi udara, kebisingan, ketidaklayakan jalur pejalan kaki, dan melihat bahwa pemandangan menjadi terganggu saat kendaraan bermotor parkir di badan jalan.

Berjalan kaki sejauh tiga ratus meter dari tempat parkir tidak buruk. Justru akan lebih sehat.

Saya berpikir, dan punya saran sederhana untuk mengatasi kemacetan di Ubud. Yakni, ada sentral parkir terpadu, di mana ada tempat pejalan kaki yang nyaman, dan ada shuttle bus dengan pengaturan yang bagus.

Sentral Parkir Terpadu

Saat ini ada satu sentra parkir di Ubud yaitu di Jalan Monkey Forest. Penggunaan sentra parkir tersebut belum optimal. Di sepanjang jalan Monkey Forest, badan jalan sering dipakai untuk parkir kendaraan. Ini buat arus lalu lintas tersendat.

Orang orang lebih suka parkir kendaraan di badan jalan supaya langsung sampai tujuan dan tidak berjalan jauh. Meski sudah ada rambu dilarang parkir, tetap saja dilanggar. Ketidakdisiplinanan berlalulintas dan lemahnya penegakkan aturan harus dibenahi. Semua ini berakibat pada kurang nyamannya wisatawan. Tiap kemacetan itu pasti membuang waktu dan materi. Bensin, oli dan aki terkuras sia sia.  

Sentra parkir bukan hanya sekedar tempat parkir mobil saja. Ia terhubung dengan kendaraan khusus, penataan parkir dan jalur pejalan kaki. Penggunaan sentra parkir akan maksimal bila tiga hal yang terhubung dengannya memadai.

Foto: Sentral Parkir di Ubud

Pemerintah harus siapkan shuttle bus dari sentra parkir yang melintasi jalan Monkey Forest, Jalan Hanoman, Jalan Dewi Sita dan Jalan Raya Ubud yang membentang dari Istana Ubud sampai kantor BPD Bali yang terletak di persimpangan Jalan Raya Ubud dan Jalan Hanoman.

Tiap tiga ratus meter harus disiapkan halte pemberhentian.  Tanda Halte bus harus jelas dan tidak terhalangi oleh pohon, tiang atau papan reklame. Shuttle bus wajib memiliki tempat duduk yang nyaman dan ber AC demi kenyamanan penumpang yang merupakan wisatawan di Ubud. 

Di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh shuttle bus, badan jalan sama sekali tidak boleh dijadikan tempat parkir atau dagangan kaki lima. Tiap kendaraan bermotor harus parkir di sentra parkir atau di tempat yang disediakan oleh pemilik usaha.

Ini akan memperlancar lalu lintas dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan shuttle bus. Orang orang akan semakin banyak memanfaatkan kendaraan itu karena waktu tempuhnya. Waktu pengiriman barang juga akan lebih singkat.

Semua Gembira, Semua Tersenyum | Wagub Cok Ace Buka Ubud Food Festival 2022

Pemandangan kota tentunya akan lebih asri bila parkir tertata. Dari segi aturan, Polisi lalu lintas melakukan patrol di kawasan untuk memastikan aturan terlaksana. Pemilik kendaraan yang melanggar parkir harus dikenakan sanksi. Ini juga akan menumbuhkan budaya berjalan kaki dan mengendarai sepeda dayung karena “dipaksa”oleh lingkungan untuk itu.

Jalur Pejalan Kaki di Jalan Monkey Forest, Jalan Dewi Sita, Jalan Hanoman dan Jalan Raya Ubud masih belum sepenuhnya layak. Ukuran yang sempit dan tidak mulus membuat pejalan kaki kurang nyaman. Kadang kala sepeda motor terlihat parkir di atas trotoar membuat pejalan kaki merasa rentan. Mereka berpotensi besar terbentur sepeda motor yang parkir di tengah jalan.

Trotoar tempat orang berjalan harus bebas dari pedagang kaki lima dan parkir kendaraan. Benahi trotoar agar aman dan nyaman digunakan untuk segala usia. Lubang lubang harus ditutup dan bagian yang tidak rata karena lapisannya rusak harus diperbaiki. Trotoar yang inklusif untuk segala usia dapat dilalui oleh kursi roda dan orang difabilitas.

Jika sentral parkir Monkey Forest berfungsi maksimal dan terpadu sehingga arus lalu lintas lancar di kelurahan tersebut, maka akan terjadi efek beruntun yaitu kendaraan yang melintasi ujung timur jalan raya Ubud yang ditandai dengan patung Dewa Indra sampai Jalan Raya Sanggingan akan relative lebih lancar. Kemacetan akan semakin berkurang.

Waktu tempuh kendaraan dari Jalan Raya Pengosekan, Jalan Cok Gede Rai dan Jalan Made Lebah juga lebih singkat. Tiga jalan ini adalah rute yang paling sering dilalui oleh kendaraan yang datang dari arah Denpasar, Kuta Selatan, Kuta Utara, dan Kecamatan Sukawati menuju pusat Ubud. [T]

Tags: balilalu lintasPariwisataUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Stand Up Paddle, Jaga laut, di Pantai Penyumbahan Desa Les

Next Post

Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co