2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberdayaan Perempuan dalam Tradisi Megebeg-Gebegan di Desa Tukadmungga Sebagai Teater Wisata Budaya di Bali Utara

Son Lomri by Son Lomri
July 25, 2025
in Panggung
Pemberdayaan Perempuan dalam Tradisi Megebeg-Gebegan di Desa Tukadmungga Sebagai Teater Wisata Budaya di Bali Utara

Pemberdayaan Perempuan dalam Tradisi Megebeg-Gebegan Sebagai Teater Wisata Budaya di Bali Utara

DESA Tukadmungg, Kecamatan Buleleng, Bali, punya tradisi unik. Namanya, tradisi Megebeg-Gebegan. Ini tradisi tolak bala yang diwariskan turun-temurun yang biasanya dilakukan sehari sebelum Nyepi.

Prof. Dr. Ni Made ruastiti, S.St., M.Si., salah satu Guru Besar Bidang Seni Pertunjukan Pariwisata, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, tertarik menelitii tradisi itu untuk dihubungkan dengan pemberdayaan perempuan dan seni pertunjukan untuk pariwisata. Penelitiannya berjudul Pemberdayaan Perempuan Melalui Revitalisasi Tradisi Megebeg-Gebegan Sebagai Teater Wisata Budaya di Bali Utara.

Tetaer wisata budaya yang merupakan output dari penelitiannya dipertunjukkan Rabu, 23 Juli 2025, di Desa Tukadmungga dan disaksikan oleh masyarakat setempat.  Pertunjukan itu melibatkan 250 orang anak-anak dan remaja, bekerjasma dengan Sanggar Seni Wahyu Semara Shanti.

Megebeg-Gebegan itu sendiri meruapakan ritual persembahan caru godel (anak sapi), yang sejak dahulu dikenal sebagai upacara tolak bala dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Prosesi penataan sesajen, caru, hingga aksi kolektif perebutan daging godel adalah rangkaian sakral yang tak hanya bertujuan spiritual, tapi juga mempererat kohesi sosial. Namun, kini tradisi ini tengah mengalami pergeseran bentuk — dari ritus sakral menjadi teater wisata berbasis komunitas.

Transformasi tradisi ini ke seni pertunjukan atau teater tidak mengurangi nilai sakralitasnya. Justru sebaliknya, diperkuat oleh peran aktif kaum perempuan yang bukan hanya menghidupkan tradisi, tetapi juga merekonstruksi narasinya menjadi lebih komunikatif, inklusif, dan adaptif terhadap zaman.

Pemberdayaan Perempuan

Keberadaan perempuan dalam budaya, nyaris terhitung di semua ranah. Di ranah upacara agama, misalnya, perempuan banyak sekali terlibat. Mulai dari tahap produksi atau persiapan, hingga sebuah penutupan, pun, perempuan tak pernah absen, ya, termasuk dalam ranah entertainment juga perempuan selalu terlibat.

Tapi, bagaimana keberadaan perempuan sebagai pemeran utamanya itu, nyaris tak disebut-sebut. Sehingga menambah kesan bahwa perempuan diakui sebagai manusia yang berarti, hanya dibalik layar.

“Pemberdayaan perempuan, dia sudah berdaya tapi enggak dapat pengakuan.” kata Prof. Ruastiti.

Prof Ruastiti melakukan penelitian selama dua tahun bersama I Nyoman Kariasa, Arya Pageh Wibawa, Ni Kadek Suryani, dan I Wayan Winaja. Untuk pertunjukannya ia berkolaborasi dengan Sanggar Wahyu Semara Shanti, di mana pertunjukan itu sebagai medium pemberdayaan perempuan melalui sebuah pertunjukan.

Apa yang menjadikan desa itu layak sebagai objek penelitian, secara kultur-budaya dan sosial, terutama keterlibatan perempuan pada urusan domestik dan ritual yang dominan tapi jarang disebut atau dibahas itu, memang layak untuk diangkat kepermukaan secara gender.

Di Desa Tukadmungga, Megebeg-Gebegan memang telah menjadi ritual penolak bala dalam upacara persembahan caru godel (anak sapi). Acara itu biasa dilakukan setahun sekali, terutama di malam pengerupukan atau sehari sebelum hari nyepi.

Kemudian bagaimana peran-peran perempuan dalam ritual itu sangatlah besar. Ya, tidak hanya melakukan dari mulai perancangan komposisi gebegan, penyususnan sesajen, namun juga sampai pada tahap pelatihan koreografi dan narasi.

Misalnya, pekerjaan ibu-ibu PKK terhadap ritual itu cukup kompleks. Seperti memimpin prosesi matur piuning di Pura Khayangan Tiga, dan sekaligus menghidupkan aspek spiritual ritus melalui kidung dan nyanyian dharma gita.

Sementara perempuan muda ikut serta masuk ke dalam barisan pertunjukan dengan perannya membawa gebogan dan sesaji, yang menambah keindahan serta kesan harmonis pada ritual itu sangat kuat.

Keterlibatan Perempuan dalam Pertunjukan Pariwisata

Selain perempuan (dewasa) ikut terlibat, perempuan (masih) kanak-kanak pun ikut dilibatkan sebagai simbol regenerasi melalui perannya dalam mebawa canang.

Dari pertunjukan “Megebeg-gebegan sebagai Teater Wisata Budaya di BaliUtara” itu, Prof Ruastiti, dkk, menemukan fenomena itu sebagai contoh nyata dari komunitas dalam makna turnerian, di mana batas hierarki dan usia dilampaui oleh solidaritas dalam praktik budaya kolektif.

Dapat dirasakan, kata Prof Ruastini, bagaimana perempuan terlibat dalam satu ritual itu telah melewati batas-batas usia. Yang menjadikan kehadiran para perempuan lintas-generasi mengkontraskan keindahan secara visual dengan sarat makna simbol-simbol.

“Mereka menentukan bentuk dan warna gebegan, pilihan bahan alami untuk properti, dan penataan ruang yang sesuai kosmologi lokal. Properti seperti tombak, janur yang tidak hanya menjadi objek visual, tetapi penanda spiritual yang dibentuk oleh narasi simbolik perempuan,” kata Prof Ruastiti.

Sehingga pertunjukan yang direvitalisasi ini, menjadi semacam duplikatnya agar para pengunjung lokal atau mancanegara bisa merasakan tidak hanya setahun sekali, tetapi juga kapan saja sebagai sebuah pertunjukan teater wisata. Tinggal datang saja ke desa itu sebagai tamasyabudaya.

Tapi untuk tetap menjaga kesakralannya, mestilah diingat, bahwa tradisi Megebeg-Gebegan dalam pertunjukan itu sudah dikonsep berbeda dengan tujuannya yang lebih rekreatif (pariwisata). Tetapi bukan berarti kesakralannya diganggu gugat, sebab, revitalisasi pada tradisi itu masih di garis yang wajar.

Terdapat sebuah prosesi (semacam) peed aya (pawai), yang terdiri dari pembawa obor, canang sari, gebogan, dan juga ada penari rejang serta baris upacara.

Selepas prosesi itu, dilangsungkan prosesi mecaru yang dilaksanakan oleh Jro Mangku Gusti Aji. Kemudian, langsung dilaksanakan tradisi megebeg-gegeban yang terdiri dari 4 banjar di Desa Tukadmungga, yang terdiri dari Banjar Dharma Yasa, Dharma Yadnya, Dharma Semadi dan Banjar Dharma Kerti.

“Saya kemas dalam seni pertunjukan yang lebih estetik dan mempergunakan dua barungan ensambel gamelan yakni gamelan gong kebyar mepacek dan barungan baleganjur,” kata koreografer Kadek Angga Wahyu Pradana, juga sebagai Ketua Sanggar Wahyu Semara Shanti.

Saat pertunjukan berlangsung, perempuan sengaja ditonjolkan lebih banyak dari pada laki-laki. Kisaran 250 anak-anak terlibat di pertunjukan itu dengan jumlah 150 anak-anak perempuan sebagai penari, pembawa uperengga atau sejenis canang obor, dan 100 anak laki-laki bertugas sebagai penabuhnya.

Pertunjukan itu memberi kesan sangat kuat secara realitas, bahwa perempuan menjadi tonggak atau bahkan mesin utama kebudayaan. Melalui pertunjukan itu pula bahwa jumlah yang dominan, bahwa nafas perempuan sebenarnya memiliki pengaruh untuk kehidupan.

 “Nah, karena ini kita kaitkan dengan pariwisata, kita akan coba untuk memberdayakan perempuan jadi leader lah,” kata Ni Made Ruastiti.

Selain perempuan dilibatkan dalam pertunjukan teater budaya, yang diwakilkan oleh kanak-kanak. Mereka yang dewasa, akan diberikan pemahaman dan pelatihan teknologi atau penguasaan terhadap pengelolaan sebuah website sebagai pendukung kepariwisataan.

Terus, peningkatan bahasa atau komunikasi untuk membawa keberadaan mereka, pada posisi layak sebagai manusia yang setara dan berada juga akan dilakukan nantinya. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Teater Pakeliran Tutur Candra Bherawa | Proses Penciptaan Karya Teater Bertolak Dari Penjelajahan Teater Tradisi Bali
PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan
Tags: Desa TukadmunggaPerempuanTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Global Youth Forum Ikut Belajar di Sekolah Adat Manik Empul Pedawa

Next Post

Alih Media Seni, Dorong Transformasi Nilai dan Peluang Ekonomi Kreatif — Diskusi Festival Seni Bali Jani 2025

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Alih Media Seni, Dorong Transformasi Nilai dan Peluang Ekonomi Kreatif — Diskusi Festival Seni Bali Jani 2025

Alih Media Seni, Dorong Transformasi Nilai dan Peluang Ekonomi Kreatif -- Diskusi Festival Seni Bali Jani 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co